Connect with us

Event

Hal yang menarik ditemui di Comiket 87

Published

on

GwiGwi.com – Comic Market atau lebih dikenal sebagai Comiket adalah event doujinshi  terbesar di Jepang yang diadakan setahun 2 kali di Tokyo Big Sight convention center,  (pada saat musim panas – Natsukomi, dan pada saat musim dingin – Fuyukomi). Pertama kali diadakan pada tahun 1975 dengan hanya 32 circle yang berpatisipasi dan 600 pengunjung, pada Comiket 87 sendiri ada 11.700 doujin circle yang berpatisipasi dan dihadiri oleh hampir 560.000 pengunjung selama tiga hari. Event yang diadakan pada 28 sampai 30 Desember 2014 lalu ini bahkan memecahkan rekor pengunjung dua Fuyukomi sebelumnya (C85 520.000 dan C83 550.000).

Lalu apa saja hal yang menarik di comiket? Simak poin – poin berikut

  1. Comiket adalah sesuatu yg kolosal

Seperti yang disebutkan diatas, pengunjung comiket sangatlah banyak, hampir 500.000 lebih perhari selama 7 tahun terakhir, rata – rata 150.000 pengunjung perhari, bisa dibayangkan berapa panjang antrian orang yang ada di comiket? Bahkan beberpa orang rela menginap di luar Tokyo Big Sight agar bisa mendapatkan tempat di antrian. Meskipun beberapa tahun terakhir kegiatan menginap ini sudah dilarang, masih saja banyak orang yg melakukanya.

 

  1. Doujinshi adalah “harta karun”

Berbeda dengan konvensi konvensi berbau anime atau manga lainnya, poin utama dari Comiket adalah ekshibisi dan penjualan berbagai macam doujinshi dari berbagai macam anime, game, manga dan masih banyak lagi. Ya, berbagai doujinshi dari yang bisa dinikmati berbagai umur sampai dengan konten dewasa yang eksplisit dijual di event ini.

Ya, walaupun banyak salah kaprah mengasosiasikan doujinshi dengan konten dewasa, sebenarnya doujinshi berasal dari dunia sastra dan akademisi sebelum populer digunakan orang untuk mengekspresikan kesukaan mereka pada anime dan manga maupun produk –produk sub-kultur lainnya. Doujinshi adalah karya yang didanai dan diproduksi sendiri dalam berbagai bentuk seperti musik, game, manga, atau bahkan pakaian. Karena tujuan para pembuat doujinshi adalah mengekspresikan passion mereka bukan untuk mencari uang, hampir semua produk – produk doujinshi dibuat dalam jumlah yang terbatas. Meskipun, sangat naif kalau kita tidak mengakui para gadis mesum dan manga dengan konten dewasa bukan icon comiket.

 

  1. Variatif

Baik pengunjung dan doujin artist yang menghadiri comiket sangat bervariasi dari latar belakang sampai umur. Material doujinshi yang dijual pun sangat bervariasi, walau didominasi oleh manga, karya sastra, light novel, buku sejarah, alat olahraga, musik bahkan sampai pernak pernik militer dijual di Comiket.

 

  1. Gratis

Ya, untuk masuk ke Comiket tidak perlu melakukan reservasi ataupun menunggu antrian untuk membeli tiket masuk. Tidak perlu meyiapkan banyak uang untuk membeli tiket seperti konvensi lainnya, karena untuk masuk ke Comiket tidak dikenai biaya. Meskipun begitu para pengunjung disarankan untuk membeli katalog Comiket seharga 1800 yen yang beisi daftar lengkap semua partisipan, yang bisa membantu para pengunjung merencanakan “rute kunjungan” ke artist favorit mereka.

Baca Juga:  Ayu Ayu, idol No.1 di BIGO Japan akan sapa penggemarnya di Ennichisai 2019

 

 

  1. Perusahaan pun ikut berpartisipasi

Meskipun atraksi utama Comiket adalah ekshibisi dan penjualan doujinshi, ada beberapa area yang dikhususkan untuk booth perusahan yang berpatisipasi. Ada lebih dari 120 perusahaan dengan 150 booth berpatisipasi, dari publisher game, studio animasi, penerbit manga, produser musik, stasiun tv dan radio memamerkan produk – produk mereka.  Tak hanya itu, acara talk show, sesi pembagian tanda tangan dan jabat tangan, dan pembagian hadiah juga diadakan.

 

  1. Para Cosplayer yang Berdikasi

Para Cosplayer di Comiket memang selalu membuat orang dari seluruh dunia terkesima dengan dedikasi mereka. Kostum dengan detail yang luar biasa ataupun kostum mini super sexy pun bertebaran di Comiket kali ini. Meskipun suhu sangat dingin, para kosplayer tetap bersemangat berpose untuk orang – orang yang ingin mengambil foto mereka. (lebih lengkapnya tentang Cosplayer di C87 bisa dilihat artikel gwigwi yg ini).

 

  1. Musik Doujin yang Berkualitas

Masih termasuk dari bagian doujinshi, skena musik doujin menampakkan eksistensinya di Comiket. Ratusan circle membuat arrange musik touhou dengan berbagai genre seperti rock, metal, electronic, rap, dan jazz dengan kualitas yang tidak main – main. Tak hanya touhou, ada juga circle yang membuat arrange KanColle, musik anime & game, vocaloid bahkan lagu original mereka. Beberapa circle yang sudah cukup terkenal bahkan memiliki antrian super panjang dan barang yang mereka jual bisa ludes terjual dalam hitungan 2-3 jam saja.

RD-Sound

Panoram A Leaf

Yuuhei Catharsis

 

 

Event

Ayu Ayu, idol No.1 di BIGO Japan akan sapa penggemarnya di Ennichisai 2019

Published

on

By

GwiGwi.com – Setelah sukses menjadi tamu Ennichisai 2018, AyuAyu kembali lagi ke Indonesia pada pagelaran Ennichisai 2019 mendatang.

Dimulai pada tahun 2012 dengan memposting video dance, ayuayu mulai tampil pada berbagai event official video Nico Nico seperti Nico Nico Dance Master dan Nico Nico Chokaigi.

Ayuayu mulai secara aktif melebarkan sayap ke tahap internasional dimulai dengan ikut berpartisipasi pada TFC yang diadakan di Beijing pada tahun 2016, dan tampil pada IDOL FEVER LIVE di Shanghai pada tahun 2017.

Pada bulan April 2018, Ayuayu memulai akun live resmi di aplikasi video live paling popular di Indonesia, yaitu BIGO LIVE (BIGO ID: 183668900/ayuayu__chan). Sampai saat inipun masih menjadi akun live Nomor satu di Jepang.

Dengan membawa misi sebagai penyebar budaya Jepang seperti anime, cosplay, dance dan sebagainya, Ayuayu yang amat menyukai dance, bernyanyi, fotografi dan cosplay ini, akan datang kembali ke Indonesia tahun ini untuk menikmati nasi goreng yang super enak!

Continue Reading

Lokal

Ennichisai 2019 akan berlangsung pada tanggal 22-23 Juni 2019

Published

on

By

GwiGwi.com – Festival Jepang (Matsuri) Little Tokyo Ennichisai yang mendatangkan lebih dari 300.000 pengunjung ini akan kembali diselenggarakan di tahun 2019 pada tanggal 22-23 Juni. Bertempat di kawasan Blok M, tahun ini adalah pelaksanaan Ennichisai yang ke-10 dan dirayakan sebagai ​10th Anniversary dengan tujuan mempromosikan kawasan Blok M dengan banyak restoran Jepang dan area belanja yang cocok sebagai tujuan wisata di Jakarta.

Didukung oleh kedutaan besar Jepang dan pemerintah kota Jakarta Selatan, Ennichisai menjadi sebuah acara yang ditunggu setiap tahunnya di Indonesia.

TEMA “UNITY”

Ennichisai tahun ini mengambil tema ​“Danketsu” atau “Unity”​. Tema tersebut dibuat mengingat Ennichisai adalah sebuah acara yang mempersatukan berbagai macam pengunjung dan tidak membeda-bedakan siapapun yang hadir di Ennichisai, semua bersatu untuk menikmati kemeriahan, seperti persatuan Indonesia yang terjalin karena akan menyambut pemerintahan setelah pemilu.

Hal ini Seiring dengan pergantian kaisar di Jepang yaitu memasuki era bernama REIWA (Beautiful Harmony) yang bermaknakan “perdamaian dan harmoni” diharapkan Ennichisai menyatukan semangat persatuan Indonesia dan harmoni Jepang dalam perubahan era yang baru demi kedamaian dan persahabatan.

Logo dibuat oleh Kaligrafer Taro Todoroki dari Jepang, dan tahun ini juga akan buka booth untuk memberikan workshop di Ennichisai.

BOOTH

Untuk area booth baik kuliner maupun pernak pernik, tahun ini Ennichisai diikuti oleh booth makanan seperti takoyaki, okonomiyaki, ikayaki, ramen, sushi, ringo ame dan lain sebagainya. Ada juga aneka pernak pernik seperti nekomimi, anime t-shirt, uchiwa, dll, kemudian ada promo produk seperti otomotif, minuman, alat tulis, dll.

AREA PENDIDIKAN

Khusus untuk tahun ini Ennichisai tidak hanya memanjakan penggemar kuliner dan kebudayaan Jepang. Area booth pendidikan dibuat bagi para pengunjung yang tertarik mencari informasi untuk sekolah di Jepang. Ada beberapa sekolah dan lembaga yang hadir di Education Area di dekat Pop Stage.

Total Booth 8 booth diantaranya, Gakushudo, Sendai Ikuei Gakuen (SMA), JEI Consulting, GLOBIS Asia Campus Singapore, Shinjuku Japanese Language Institute, Yokohama International Education Academy, ECC Kokusai College of Foreign Languages, Interculture Language Academy. Beberapa sekolah tersebut bisa di cek pada website: jeducation.co.id

STREET PERFORMANCE

Tahun 2019, street performance ENNICHISAI semakin meriah dengan hadirnya parade tahunan ​Omikoshi dan Dashi​. Kemudian pertunjukan ​Kochi Yosakoi​ dan ​Oiran Douchu​ yang khas. Tarian ​Yosakoi ​menggelar kembali kontest Yosakoi. Ada juga kecerian pertunjukan dari Cheerleader Anak-anak dan ​Okinawa Eisa​. Jangan lewatkan juga keindahan kostum dan kejutan penampilan dari para street performer di akhir acara Ennichisai 2019.

Baca Juga:  Ayu Ayu, idol No.1 di BIGO Japan akan sapa penggemarnya di Ennichisai 2019

STAGE PERFORMANCE

ENNICHISAI memiliki 3 stage yaitu
1. Main Stage (Traditional, Band)
2. Pop Culture Stage (Pop Culture, Performer dari Jepang, JKT48, Cosplay)
3. Chika Stage (Berbagai komunitas hobi Jepang, Idol lokal, Band lokal)

MAIN STAGE​ (Lokasi – Samping Boutique Hotel)

M Stage adalah panggung utama di Ennichisai, untuk memperkenalkan budaya dan seni tradisional Jepang misalnya Taiko (musik tradisional), Shodo (lukisan tradisional), Buyou (tarian tradisional), dan kesenian tradisional dari Indonesia juga ada. Ada juga Yosakoi dan Eisa (tarian tradisional) yang ditampilkan oleh orang Indonesia.

Kami harapkan panggung ini menjadi tempat yang bisa saling menikmati budaya Jepang dan Indonesia. Yang paling utama adalah penampilan tim Bonten dengan Kojima Chieko sebagai Taiko performer professional dari Jepang, akan tampil pada tanggal 22 -23 Juni malam dengan penampilan yang keren sekali. Jika belum tahu apa itu Taiko, pasti akan tertarik oleh penampilannya. Anda wajib menonton seluruh pertunjukannya!

POP CULTURE STAGE​ (Lokasi – Belakang Blok M Square)

Pengisi acara yang saat ini direncanakan adalah JKT48, Idol Enka Girls, boys idol CoLoN:, Addiction, dan Tersera Traps, idol bigo dari Jepang, Virtual Idol Love Pledge, Rei Narita kembali ke Ennichisai dengan vokalis Shion Aoyagi, dan lainnya. DJ session oleh Tsukimomo, Vibetronic (Surabaya), dan REDSHiFT.

Ennichisai juga kembali akan menyelenggarakan Grand Final Kompetisi Cosplay tingkat Nasional (ICGP, Indonesia Cosplay Grand Prix) dan parade cosplay, cosplay performance dari KOMUTOKU (Komunitas Tokusatu) dan mini theater cosplay dari COSURA (Cosplay Surabaya)

CHIKA STAGE​ (Lokasi – Belakang Blok M Square)

Chika Area pada tahun 2019 akan kembali diadakan karena banyaknya animo dari pengunjung yang datang

TRANSPORTASI

Kemudian bagaimana cara untuk berkunjung ke Ennichisai 2019? Para pengunjung dianjurkan untuk menggunakan MRT , Busway, atau online karena lokasi parkir kendaraan terbatas. Cukup dengan tujuan ke terminal Blok M, maka para pengunjung sudah bisa mengetahui dimana lokasi Ennichisai 2019. Pengunjung juga diperbolehkan menggunakan pakaian khas Jepang untuk berkunjung ke Ennichisai 2019 untuk merasakan pengalaman seru serasa di negara Jepang, apalagi di Ennichisai banyak sekali warga Jepang asli yang ikut serta dan menggunakan bahasa Jepang.

Continue Reading

Event

Liputan Ikimasu! 2019 Yogyakarta, kolaborasi event idol JIF dan kompetisi cosplay ICGP

Published

on

GwiGwi.com – Yogyakarta, tepatnya pada hari Minggu, tanggal 24 Maret 2019 telah berlangsung sebuah acara pop culture yang bertajuk IKIMASU 2019 yang berlokasi di gedung PKKH UGM Yogyakarta. Acara dimulai dari jam 10:00 Pagi sampai jam 21:00 Malam. Dalam event yang berlangsung satu hari ini, akan menjadi saksi untuk lahirnya sebuah Idol dan Perwakilan tim cosplay regional JATENG DIY untuk berkompetisi di ICGP (Indonesia Cosplay Grand Prix). Kali ini MC yang akan memandu acaranya IKIMASU 2019 ada JEANICE dan KEVIN MAULANAK

Event IKIMASU 2019 ini, berkolaborasi dengan kompetisi Jogja Idol Festival 2019 (JIF) dan Indonesia Cosplay Grandprix 2019 (ICGP) regional JATENG DIY yang akan menjadi perwakilan kota Yogyakarta untuk bertarung di kompetisi Final ICGP di ENNICHISAI BLOK M 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 – 23 Juni 2019 di Blok M Jakarta.

Seperti event Japanese Pop Culture biasanya, di event ini banyak sekali performance dan guest star yang tampil. Selain itu juga tersedia beberapa booth mulai dari booth merchandise sampai booth makanan.

Beberapa Guest Star yang tampil di acara ini ada, FIBeats dari kota malang yang pernah menjadi juara di kompetisi JIF 2017, kemudian ada VOIR, MOMIJI VELVET, SAY WON!, NANOKA, dan tim cabaret cosplay WEREWOLF COSPROJECT, Dan ada LUSCA (Lumina Scarlet) idol grup dari kota Bandung yang juga pernah menjadi guest star di JIF 2017 serta DJ asal kota Yogyakarta yang sudah sering tampil di acara Jejepangan juga yaitu DJ SADDAM.

Di kompetisi pertama ada kompetisi SINGLE COSPLAY WAE, kompetisi single cosplay dimana cosplayer maju satu persatu untuk menunjukan kostum dan pose terbaiknya. Di kompetisi ini ada beberapa kategori yang akan dipilih berdasarkan favorit juri yaitu, Iki Favorite Yon, Iki Favorite Yumaki, Iki Favorite John Switch, Best Costume Iki Wae, Best Female Iki Wae, Best Male Iki Wae.

Baca Juga:  Ayu Ayu, idol No.1 di BIGO Japan akan sapa penggemarnya di Ennichisai 2019

Kemudian untuk kompetisi yang ke 2 adalah kompetisi JIF (Jogja Idol Festival) 2019. Ada 5 peserta yang sebelum nya sudah di seleksi melalui kompetisi offline di acara NYOS (Ngayogyakarta Open Stage). Peserta final tersebut adalah, CAMELIA NOIR, UNMANLY, GOCHIKARA, VICTORY, dan ZUKI IDOL. Dan juri yang akan menilai penampilan mereka ada, YUUCHAN (LUSCA), HABARA, DJ SADDAM, ELIN (MOMIJI VELVET), dan FIRA (FIBeats). 

Setelah melalui kompetisi yang sengit, akhirnya terpilihlah juara dari kompetisi JIF 2019 yang dibagi menjadi 2 pemenang yaitu ada VICTORY yang menjadi juara Runner Up dan UNMANLY yang berhasil menjadi juara pertama dengan tittle BEST IDOL.

Selain itu, di kompetisi yang ke 3, adalah kompetisi ICGP 2019 yang akan menentukan siapa perwakilan dari kota Yogyakarta yang akan maju ke babak Final ICGP 2019. ada 5 Tim Cosplay yang akan bertanding yaitu ada GGWP, HYDRA LEGION, GENESIS TWINS, FF WARIOR, dan WING OF ALBATROSS. Dan juri yang akan menilai kompetisi ICGP ini adalah juri yang sama dari Single Cosplay Wae yaitu, Yon, John Switch, dan Yumaki. Beberapa kategori di kompetisi kali ini yaitu, Best Costume, Best Storyline, Best Performance, Representatif, dan Champion. 

Setelah ke 5 tim cosplay ini berkompetisi, akhirnya keluarlah pemenang yang akan menjadi perwakilan kota Yogyakarta, tapi ada yang berbeda kali ini, ternyata ada 2 tim cosplay yang akan menjadi perwakilan kota Yogyakarta untuk bertarung di Final ICGP yaitu adalah GENESIS TWINS (Representatif) dan GGWP (CHAMPION) yang juga mendapatkan kategori Best Performance. Selamat untukj mereka berdua yang akan membawa nama kota Yogyakarta di kancah kompetisi Cosplay Nasional.

Setelah semua kompetisi utama selesai, pengunjung IKIMASU 2019 dihibur oleh racikan musik Anisong dan J-Music yang sudah di remix oleh DJ SADDAM, dan memanaskan kembali area pengunjung yang sebelumnya sudah mulai reda.

Dan berikut adalah dokumentasi kemeriahan event IKIMASU 2019 oleh tim GWI GWI.

 

Continue Reading

Trending