Connect with us

Cosplay

GwiCosMo: Nekoma & Rizumu, Mengejar Impian melalui Cosplay

Published

on

GwiGwi.com- Mungkin kalian bertanya tanya apasih GwiCosMo itu? GwiCosMo adalah singkatan dari Gwigwi Cosplay Model, sebuah artikel dari gwigwi yang akan membahas singkat profile dari cosplayeryuk kita liat liat profile cosplayer yang akan kita bahas kali ini.

Maaf Anda Melihat Iklan

Minggu ini GwiGwi melakukan interview 2 cosplayer imut yang bernama Nekoma dan Rizumu. Mereka adalah cosplayer yang baru-baru ini terjun dalam dunia cosplay dan sering ditemui berdua dalam event cosplay. Tidak hanya interview, kami juga berkesempatan melakukan photo session (photses) dengan mereka pada saat event Hellofest beberapa waktu lalu. Di Hellofest 10 mereka berdua cosplay dari anime Kuroshitshuji, Nekoma sebagai Ciel dan Rizumu sebagai Lizzy. 

gwicosmo-nekoma-rizumu-2014-gwigwi-1

Nekoma (kiri) dan Rizumu (kanan)

Bagaimana ya hasil interview dan photses GwiGwi dengan Rizumu & Nekoma ? Yuk, simak percakapannya berikut !

 

Sejak kapan sih kalian mulai cosplay ?

Rizumu : Aku sih mulai awal Oktober.

Nekoma : Iya aku mulai di pertengahan september.

 

Cosplay kalian sejauh ini sudah berapa banyak?

Rizumu : Aku 3 karakter, 3 event. Pertama Mei, Kedua Izumi, ketiga Lizzy

Nekoma : 4 chara, 4 event. Headphone actor, Misaki Mei, Monokuma dan Ciel

 

gwicosmo-nekoma-rizumu-2014-gwigwi-9

Sebelumnya sudah temenan?

Rizumu : Udah ^^

Nekoma : Udah

Kenapa kalian bisa cosplay bareng ?

Rizumu : awalnya, aku main kerumah Nekoma, dan nyobain bajunya. Pas disuruh ikut, pertamanya aku iseng aja.

Nekoma : Dan akhirnya .. Bareng deh.

Rizumu : Terus ternyata malah jadi partner xD

 

 

Kalau menurut kalian cosplay itu apa sih?

Rizumu : Nekoma deh yang jawab :3

Nekoma : ya… Cosplay waktu dimana aku bisa menjadi character favoriteku dan bisa ketemu orang-orang baru yang suka fandom yang sama xD

 

Ribet ga persiapannya ?

Rizumu : Persiapan event, Persiapan cosu itu nggak susah, paling nyari costum dan lain lain. Yang paling susah itu ngumpulin keberanian buat keluar mobil pas udah di event
Iya, kita habisin 20-30 menit menjerit-jerit di dalem mobil *woops

gwicosmo-nekoma-rizumu-2014-gwigwi-2

 

Apa pengalaman pertama event kalian ?

Rizumu : Yah gitu, susah keluar mobil. Dan nggak ngarep ada yang minta foto satupun. Nggak di ejek tuh udah bagus xD

Nekoma Nyan : Aku sih, pertama” ga mau keluar pake cosu.. Di dalem kaya mau nangis” terus pas keluar langsung kaya..
In chara somehow xD Aku ga tau seharusnya di photo jadi pas ada orang minta aku mukanya derp banget

Nyako : Aku shock pas ada yang minta foto, xD kaget kayak “APA SERIUS YA AMPUN”

Nekoma  : Ga tau ngepose gimana ya akhir”nya… Gitu lah nasibku :”^

Nekoma  : Yep, kita ga mau temen kita tau wkwkwk

Rizumu : Cosu itu kayak reality escape gitu

 

Apa sih motivasi cosplay kalian ?

Rizumu : ya tentu buat fun. Lewat cosplay aku bisa jadi fiance earl di england, atau hero atau apapun

Nekoma : Motivasi… Aku sih Cosplayer-cosplayer lain yang aku gemarin sih…

Rizumu : Aku lebih confident pas cosu, kalo boleh jujur xD

Nekoma : Sama ^^

gwicosmo-nekoma-rizumu-2014-gwigwi-2_2

 

Kalo boleh tau, pendapat kalian sama cosplayer-cosplayer lain gimana?

Rizumu : Respect banget sama coser(cosplayer) lain xD

Nekoma : Ya, karena aku udah struggle ngecosplay, aku respect sama mereka, Kaya.. Banget xD

Rizumu : Apalagi yang armour, Effort banget

Nekoma : sama ^^

Nekoma : Cosplay kan buat semua orang, jadi ya jangan rusakin impian orang lah

 

Apakah ada kejadian lucu kalian ketika cosplay ?

Rizumu :Di Hellofest kita liat coser kuroshitsuji lain terus nge-fangirl

Nekoma Nyan : Aku punya Sebastian fetish gitu terus pas liat coser Sebastian aku malah OOC banget..

Rizumu : Pas fangirl langsung out of character

gwicosmo-nekoma-rizumu-2014-gwigwi-4

 

Apakah cosplay selama ini kalian buat sendiri?

Rizumu : Ada yang beli

Nekoma : Ya, ada yang beli, ada yang bikin

 

Pengalaman bikin baju gimana ?

Nekoma : Ya, bosenin sih, harus belajar pola terus harus ngemodel

gwicosmo-nekoma-rizumu-2014-gwigwi-1-2

 

Bahannya apakah susah? Mungkin pernah menggunakan barang yang di-recycle ?

Nekoma : Aku pake fabrik-fabrik yang dijual di toko second hand. Jadi, recycle? Yes

Rizumu : XD Rok Izumi pertamaku recycle rok binus

Nekoma : Itu juga rok aku (-.-

Rizumu : Di hasil photp session ada yang logonya masih keliatan *oops

 

Lalu, kalian belajar bikin kostumnya dari mana?

Nekoma : Youtube xD
Temen ibuku juga ngajar aku cara bikin pola

gwicosmo-nekoma-rizumu-2014-gwigwi-3
Cosplan kalian setelah ini apa aja nih ?

Nekoma : Kalo grup Kurobas, Singles ya.. Banyak sih.. Marshall lee, Christa, Rikka, etc.

Rizumu : Aku single ada marceline, Vriska Serket, Karkat Vantas, Miku rolling girl, ;-; numpuk. Yang bisa janji selesai itu Alois Trancy C: bajunya udah bikin ke cosmakernya

Nekoma : Aku lagi bikin kuroko xD

Japan-Festival-in-Indonesia-2014-lapiazza-gwigwi-16

 

Okay, dari karakter yg sudah di-cosplay-in, cosplay mana yang kalian favorite-kan ? dan kenapa ?

Nekoma : Aku sih Misaki Mei karena itu cosplay pertamaku

Nyako Rizumu: Lizzy! Aku fans berat kuroshitsuji

Japan-Festival-in-Indonesia-2014-lapiazza-gwigwi-6

 

By The Way, Nekoma suka cross dress ya?

Nekoma : Aku mau sekali-sekali chara kawaii xD

Rizumu : Like next event, bakal jadi Alois Trancyyy~

Nekoma : Aku sih.. Doyan-doyan ajaa xD Yang penting charanya aku suka, ya kenapa gaa?
Nothings stopping me from my dreams XD

 

Jadi itu adalah hasil dari interview GwiGwi dengan Nekoma & Rizumu. Nah, bagaimana menurut kalian tentang kedua cosplayer ini ?

 

Facebook :

Rizumu : https://www.facebook.com/profile.php?id=100005115466621

Nekoma : https://www.facebook.com/yokaibakeneko

Instagram :

Nekoma & Rizumu : _catbells_

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Cosplay

Kreator Love Hina Keberatan Soal Peraturan Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Ken Akamatsu, pencipta Love Hina dan UQ Holder! keberatan pada topik peraturan cosplay baru yang dilaporkan sebelumnya pada akhir Januari. Peraturan sedang diperiksa oleh pemerintah Jepang untuk melindungi cosplayer dan pemegang hak cipta sebagaimana adanya tidak ada undang-undang yang saat ini diberlakukan untuk kedua belah pihak di era media sosial. Menteri Negara Jepang Shinji Inoue, telah menyatakan bahwa undang-undang baru ini untuk keuntungan semua orang dan sedang mendiskusikan rencana dengan pemegang IP dan cosplayer, termasuk Enako.

Akamatsu muncul di Abema News untuk berbicara tentang peraturan baru, melihat dari kedua sisi situasi. Sebagai seorang pencipta manga, yang juga merupakan direktur pelaksana Asosiasi Kartunis Jepang, dia dapat melihat masalah ini dari sudut pandang pencipta, tetapi juga dapat melihatnya dari sudut pandang cosplayer melalui istrinya. Kanon Akamatsu, yang merupakan cosplayer dan mantan idola profesional.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pencipta Negima! mengatakan bahwa liputan media seputar masalah tersebut telah menyebabkan “kebingungan” dan bahwa “tidak seperti barang dagangan, cosplay tidak terlalu mengganggu keuntungan seniman manga, dan saya belum melihat pemegang hak yang menentangnya.” Solusi Akamatsu untuk masalah ini adalah untuk perusahaan untuk memposting pedoman mereka sendiri untuk cosplayer secara online, seperti yang dilakukan perusahaan game untuk video game streaming langsung, mengatakan “kami penulis, penerbit, dan studio animasi harus proaktif dalam menetapkan pedoman dan menciptakan ‘akal sehat' sehingga cosplay dapat dilindungi dan berkembang.”

Akamatsu percaya bahwa pemerintah Jepang, yang mengirim Perdana Menteri Shinzo Abe dengan cosplay Mario di Olimpiade Rio 2016, tidak ingin menetapkan batasan keras pada cosplay dan melihat industri ini menghilang, tetapi ingin maju ke depan hukum jika masalah tersebut muncul di pengadilan antara cosplayer dan pemegang hak cipta. Ini menggemakan apa yang Enako telah dikatakan dalam diskusinya dengan Inuoe.

 

Sumber: Crunchyroll

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Cosplay

Anggota Parlemen Menjelaskan Implikasi Usulan Pedoman Hak Cipta atas Pendapatan Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Setelah diberitakan bahwa pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan aturan yang akan memungkinkan pemegang hak cipta untuk mengaturnya cosplayer untuk penghasilan yang diperoleh dari cosplay Dalam kegiatan tersebut, anggota Dewan Penasihat, Tarō Yamada muncul di Abema News untuk menjelaskan implikasi dari potensial undang-undang terkait aktivitas cosplay.

Maaf Anda Melihat Iklan

(video tidak tersedia di Indonesia)

Yamada berkata, “Ada banyak orang yang mendengar berita ini yang mungkin merasa khawatir bahwa ini akan berimplikasi buruk bagi cosplay dan karya turunan. Paling tidak, saya, sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab di Partai Demokrat Liberal, akan melakukan apa yang saya bisa untuk melindungi budaya penggemar, jadi saya berharap Anda bisa tenang.” Dia juga menekankan bahwa tidak ada aturan yang akan diputuskan tanpa konsultasi dengan anggota partai, termasuk dirinya sendiri.

Yamada melanjutkan untuk mengklarifikasi undang-undang hak cipta yang saat ini ada di Jepang. “Pertama-tama, orang umum salah paham tentang hal ini, tetapi apakah itu komersial atau non-komersial tidak ada kaitannya dengan hak cipta. Hak cipta hanyalah pernyataan dari apa yang kami sebut hak kepribadian. Di sisi lain, apa yang berkaitan dengan masalah karya turunan Begitulah cara kreator mengumpulkan uang di era reproduksi massal melalui internet. Ada aspek sistem hukum saat ini yang tidak sejalan dengan era digital.

“Jika Anda membuat topeng di Kamen Rider saat mereka muncul dalam serial dan menjualnya, ada preseden hukum untuk menganggapnya ilegal, tetapi bersifat pribadi cosplay dengan sendirinya tidak akan dituduh melanggar hak cipta. Kalau memang seperti itu, pola pakaian yang dikenakan Tanjiro Demon Slayer, yang memiliki nilai kegunaan umum, maka tidak akan ada hak cipta yang melekat padanya. Namun, jika Anda mengambil benda-benda seperti pedang dan ikat pinggang dan membuatnya terlihat persis seperti foto karya pengarang, maka ada kemungkinan dapat dituduh melanggar hak cipta. Kombinasi hal-hal inilah yang membuat masalah menjadi sangat sulit dibedakan. ”

Yamada membahas skandal Maricar dalam konteks ini. “Mereka mengambil kostum resmi Mario dan meminjamkannya secara gratis, yang merupakan pelanggaran hak peminjaman. Selanjutnya, mereka mengunggah foto dan video online untuk tujuan promosi, yang juga merupakan pelanggaran hak transmisi publik. Namun, Pengadilan Tinggi Kekayaan Intelektual tidak membuat keputusan apakah itu pelanggaran hak cipta. Sebaliknya, mereka memutuskan bahwa hal itu melanggar hukum berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Persaingan Tidak Sehat – dengan kata lain, bahwa tindakan tersebut mengganggu bisnis Nintendo. Saya curiga bahwa Pengadilan Tinggi Kekayaan Intelektual sekalipun tidak dapat mengambil keputusan karena masalah hak cipta adalah masalah politik yang sangat sulit. Bahkan pengadilan merasa sulit untuk membuat keputusan seperti itu. ”

Saat populer cosplayer Haru Tachibana bertanya tentang perbedaan antara menjual photobook vs memposting di media sosial, dia sekali lagi menunjukkan bahwa itu bukan masalah yang jelas dari perspektif hukum. “Jika Anda cosplay termasuk hal-hal yang diakui hak cipta dan Anda memposting foto-fotonya di Twitter tanpa mendapat izin dari pemilik kekayaan intelektual, maka ada kemungkinan hal tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik. Selain itu, meskipun Anda mendapat izin untuk memposting gambar di Twitter, tindakan me-retweet atau menyebarkannya juga berpotensi dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik. Pada saat yang sama, jika wajah Anda atau bagian lain yang mudah dibedakan dari diri Anda disebarkan secara sembarangan, maka ada kemungkinan hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak penggunaan gambar Anda.

“Ini adalah topik yang sangat tidak bisa dipahami, tapi ini bukan hanya masalah cosplayer sendiri melanggar hak cipta, tetapi juga masalah tentang apa yang terjadi dalam kasus distribusi yang tidak tepat. Selain itu, jika pemilik hak mengatakan tidak apa-apa untuk menggunakan karyanya, tetapi kemudian memutuskan ingin mengenakan biaya untuk itu, kapan itu terjadi? Di dalam partai, ada diskusi tentang perlunya membuat aturan untuk aspek-aspek itu juga. ”

Pemerintah Jepang mempersepsikan cosplay sebagai aspek berharga dari budaya Jepang. Tahun lalu, profesional cosplayer Enako diangkat sebagai duta Cool Japan. Pemerintah saat ini sedang mencari pendapat dari pemegang hak cipta dan cosplayer seperti Enako, tetapi belum ada undang-undang yang diusulkan.

“Dalam sistem hukum Jepang saat ini, pelanggaran hak cipta adalah jenis kejahatan yang membutuhkan pengaduan resmi dari korban untuk dituntut, jadi bisa dibilang Jepang cukup permisif menurut standar global. Bisa dikatakan, karena kita tidak punya undang-undang untuk aspek-aspek seperti streaming online, ada celah dan zona abu-abu. Itulah yang saya yakin Menteri Inoue bicarakan. Sistem hukum kita saat ini didasarkan pada fakta bahwa hak kepemilikan kreatif ada sebagai hak di bawah hukum kodrat bahkan tanpa menempatkan masing-masing dan setiap aspek menjadi tulisan yang jelas.Namun, Jepang adalah bagian dari Konvensi Berne, yang didirikan pada tahun 1800-an, jadi faktanya adalah bahwa kecuali negara-negara lain yang menjadi bagian dari perjanjian memberikan persetujuan mereka, maka negara ini tidak bisa menjadi satu-satunya yang berubah.

“Dengan keadaan seperti itu, maka bagi negara kita menjadi masalah memastikan bahwa karya kreatif diedarkan dengan cara yang tepat, dan termasuk karya turunan juga. Secara umum, pencipta lebih senang melihat karya itu diedarkan daripada tidak, dan kami juga ingin melihat mereka mendapatkan keuntungan darinya. Namun, jika kami meminta setiap orang untuk mendapatkan persetujuan individu, itu akan menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi orang yang tepat untuk diajak bicara, dan jika kami berkelompok semua izin di bawah satu sistem, itu akan memulai perdebatan tentang bagaimana membagi perbedaan, seperti dalam kasus Masyarakat Jepang untuk Hak Pengarang, Penggubah dan Penerbit (JASRAC). Itu juga merupakan masalah yang agak sulit. ”

Saat ini, cosplayer dapat memperoleh penghasilan dari cosplaying melalui metode seperti langganan atau layanan keanggotaan, kompensasi untuk penampilan di acara seperti konvensi, atau menjual kostum mereka. Pertanyaan apakah cosplay melanggar undang-undang hak cipta dengan melanggar hak reproduksi atau adaptasi telah menjadi pembahasan oleh banyak orang di dalam dan di luar cosplay komunitas selama bertahun-tahun.

Seorang anggota Kantor Kabinet yang menangani strategi kekayaan intelektual mengatakan kepada outlet berita J-Cast bahwa pemerintah membidik aturan yang akan menciptakan “lingkungan di mana orang dapat berpartisipasi di dalamnya. cosplay dengan ketenangan pikiran.” Mereka mengklaim tidak ingin membatasi aktivitas penggemar, dan berusaha untuk membuat aturan yang “dapat diterima semua orang.”

Menteri Inoue berkata di konferensi pers strategi Cool Japan pada hari Jumat bahwa dia sedang memikirkan untuk menetapkan rencana dalam tahun fiskal, yang berakhir pada 31 Maret. Dia juga menekankan pentingnya “lingkungan di mana cosplay bisa dinikmati dengan ketenangan pikiran. ”

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Cosplay

Pemerintah Jepang Sedang Mengkaji Peraturan Hak Cipta Baru untuk Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Dengan cosplay menjadi semakin populer, dan lebih banyak orang menghasilkan uang untuk cosplay mereka, pemerintah Jepang memutuskan untuk mengkaji aturan baru untuk mengatur sengketa hak cipta antara cosplayer dan pemilik IP. Pemerintah berharap untuk mengintegrasikan aturan dalam strategi Cool Japan mereka dan mempromosikan cosplay di luar negeri dengan penggemar anime dengan “cara yang positif.”

Menurut penelitian pemerintah Jepang, regulasi antara cosplayer dan undang-undang hak cipta saat ini tidak ada hukum yang berlaku untuk melindungi cosplayer dan pemegang hak cipta. Saat ini, jika cosplayer berpartisipasi sebagai hobi, tanpa menghasilkan uang, tidak ada hukum yang dilanggar. Tetapi jika gambar-gambar itu diposting online melalui media sosial, atau menjual gambar dan menghasilkan uang, ada argumen yang dapat dibuat bahwa cosplayer dapat melanggar undang-undang hak cipta Jepang.

Maaf Anda Melihat Iklan

Saat ini, cosplayer Jepang sulit menghubungi pencipta asli untuk mendapatkan izin cosplay karakter mereka. Satu usulan baru dari anggota Dewan, Taro Yamada, untuk database pemegang hak cipta yang dapat diakses oleh cosplayer untuk mendapatkan izin.

Pemerintah Jepang sedang mencari cara agar peraturan dapat dikodifikasi tanpa merusak budaya cosplay. Menteri Negara Jepang Shinji Inoue, yang memiliki Cool Japan dalam portofolionya, yakin bahwa peraturan yang keras adalah “bukan ide yang baik”, dan bahwa pemerintah saat ini sedang berbicara dengan pemegang hak cipta, serta cosplayer top Jepang, untuk membahas rencana yang menguntungkan semua orang. Duta Besar Cool Japan dan Cosplayer top Jepang Enako terlibat dengan diskusi ini.

Meskipun saat ini belum ada undang-undang atau amandemen yang diusulkan untuk undang-undang hak cipta Jepang saat ini atau undang-undang luar negeri mana pun, tetapi pihak yang berkuasa di Jepang saat ini mengharapkan bahwa kasus-kasus dapat muncul di masa depan yang dapat menguji undang-undang saat ini dan ingin mengatasinya.

Sumber: Crunchyroll

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x