Connect with us

Cosplay

GwiCosMo: Miyuki Eru, Cosplay itu seperti menghidupkan Karakter Favorit

Published

on

GwiGwi.com –  GwiCosMo kembali lagi setelah sekian lama tak bersuara, kali ini GwiGwi sempat bertemu dengan salah satu cosplayer, Miyuki Eru. Miyuki Eru yang baru berumur 13 tahun dan berulang tahun pada 20 Juli ini menekuni hobi cosplaynya ini sejak bulan Januari 2014 dan bercita-cita menjadi cosplayer sekaligus fashion designer. GwiGwi juga sempat melakukan interview dengan Miyuki dan juga sesi foto dengan Miyuki saat Comifuro beberapa waktu lalu.

Maaf Anda Melihat Iklan

Miyuki-chan coba perkenalkan diri dong.
Miyuki Eru : Aku Miyuki Eru, 13 tahun dan ulang tahun tanggal 20 Juli.

Miyuki kok bisa suka cosplay ?
Miyuki Eru : Iya, emang dari umur 3 tahun kan aku udah jadi otaku, dan selalu pengen coba ngecosplay tapi ga pernah dibolehin sama mama papa karna masih kecil, dan kesampean ngecosplay baru sekarang. Bener-bener pengen ngecosplay itu pas ngeliat Kaname di AFA, keren banget.

comifuro-2015-(43-of-47)

Menurut Miyuki cosplay itu apa ?
Miyuki Eru : Cosplay itu singkatan “Costume Play” yg artinya memakai kostum berdasarkan karakter animasi atau karakter dari film-film dan bisa juga karakter buatan sendiri, atau banyak bilang yang bilang cosplay itu menghidupkan karakter favorit dari film atau anime.

Miyuki udah berapa lama cosplay?
Miyuki Eru : Aku cosplay udah dari Januari tahun lalu, jadi udah setahun.

comifuro-2015-(44-of-47)

Sejauh ini, kira-kira udah berapa character yang Miyuki udah cosplay-kan ?
Miyuki Eru : Aku udah cosplay 5 karakter, tapi 1 karakter ada yang banyak versinya dan ada juga yang original character.

Boleh tau apa aja characternya ?
Miyuki Eru : Ada Hatsune Miku, Elizabeth Midford, Rukia Kuchiki, Enderman Minecraft dan original character

comifuro-2015-(45-of-47)

Dari semua character yang miyuki cosplay in yang paling berkesan buat Miyuki yang mana?
Miyuki Eru : Cosplay yang paling berkesan menurutku itu Hatsune Miku, karena dari dulu aku suka banget sama Miku dan selalu pengen cosplay Miku, pas kesampean cosplay Miku itu bukan main snenengnya sampe kegirangan, dan emang Miku itu cosplay pertama ku dan yg paling sering ku pake ke event, ditambah karakter Miku cocok pake costume apapun.

Gimana sih kesan Miyuki pertama kali ikutan cosplay ?
Miyuki Eru : Aku senang banget pas pertama kali cosplay karna aku sangat ingin cosplay, dan pas pergi ke AFA 2013 aku liat banyak cosplayer.  Aku iri banget karna ga pernah kesampean ngecosplay, eh tiba-tiba papa lagi baiknya dan ngajak pergi nyari wig dan kimono, pas beli aku udah ga sabar pengen pulang langsung pengen coba. Dan aku yg tadinya benci makeup jd harus belajar makeup gara-gara cosplay, dan pas pertama kali ke event pake cosplay aku langsng berani karena aku orangnya emang percaya diri banget.

comifuro-2015-(46-of-47)

Kira-kira dari banyaknya cosplayer, cosplayer favorite Miyuki siapa nih ?
Miyuki Eru : Cosplayer favorite ku ada banyak, ada Kaname, Yuegene Fay, Touya Hibiki, pasangan Hana Baozi yg sweet abis, Reika dan Ying Tze

Yang paling Miyuki suka siapa ?
Miyuki Eru : yang paling ku suka Yuegene Fay

Kenapa Miyuki paling suka sama Yuegene Fay ?
Miyuki Eru : Karna pas baca biografi cosplaynya Yuegene aku tersentuh banget, dia dulu nya kutu buku yang ga ngerti apa-apa tapi setelah tau cosplay hidup nya jadi berubah, dia selalu menjadi motivasi cosplay ku. Dia udah cosplay 14 tahun dan kostum-kostume nya detail dan bagus banget, walaupun dia perempuan tapi keren karna bisa cosplay character laki-laki dengan bagusnya, aku aja sampe ketipu dan bingung tentang genre nya, ditambah makeup cosplay dia yang profesional, aku juga mulai ngejahit cosplay sendiri karena ngeliat kostum-kostum yg dia buat sendiri. Setiap kali aku down, pas ngeliat dia pasti aku langsung bangkit terus mulai kerjain project cosplay ku lagi, aku sampe pajang foto-foto cosplay dia di kamar bahkan ada yang sampe ku frame dan ku pasang di meja belajarku.

Baca Juga:  Game Smartphone 'Hatsune Miku: COLORFUL STAGE!' Akan Rilis Secara Global

Boleh tau ga cosplan Miyuki setelah ini ?
Miyuki Eru : Aku mau cosplay “Eve” dari serial manga “07-Ghost” , dan aku juga ikut grup cosplay project “No Game No Life” yang nantinya aku akan jadi “Stephaine Dola”

comifuro-2015-(47-of-47)

Biasanya Miyuki kalau cosplay karakter dari mana?Apakah anime/game/manga atau original ?
Miyuki Eru : Karakter yang aku cosplay dari mana-mana, selama aku suka dan karakternya bisa di cosplay pasti ku cosplay, Misalnya kayak Enderman, aku juga cosplay anime versionnya karna gampang dan ga perlu wig untuk cosplaynya karna warna rambutku udah hitam.

Kalo persiapan cosplay kayak costume, wig, dll biasanya miyuki persiapannya bagaimana?
Miyuki Eru : Kalo kostum sekarang aku mulai belajar ngejahit dan bikin prop sendiri, kalo wig aku ngumpulin uang sendiri, dan biasanya kalo misalkan uang ku belum cukup atau baju nya belum lengkap aku pakai cosplay yang lama, dan kadang kalo properti nya susah aku cari properti lain yang si karakter pake tentunya yang lebih mudah atau kalo memang ga ada aku beli atau cari yg mirip atau bisa juga buat sendiri pake props lain yang pas sama karakter nya.

Miyuki ada pengalaman naik ke atas panggung buat tampil atau lomba ga? cerita dikit dong.
Miyuki Eru : Pertama kali aku ikut lomba itu sewaktu hellofest, aku tau dari temen ku kalo ada lomba cosplay,Waktu itu aku dan teman-temanku cosplay anime kuroshitsuji, dan bisa dikatakan penampilan kita yg paling sederhana dan singkat dibanding peserta lain yang lebih bermodal dan penampilannya keren, jadi hal ini aku buat sebagai pengalaman pertama kali ikut lomba agar lebih baik selanjutnya. Aku juga pernah ikut lomba Fashion Show dan juga jadi MC di SD ku. Dan aku sempat ikut Halloween Costume Photo Competition di SMS, walaupun ga menang tapi aku ga kecewa karna aku ingin coba cosplay di mall juga.

comifuro-2015-(42-of-47)

Bagaimana pendapat keluarga Miyuki tentang Miyuki yang sekarang menjadi cosplayer ?
Miyuki Eru : Jujur saja sebenarnya orang tua ku tidak mendukungku ikut cosplay, setiap kali aku ngomong tentang cosplay pasti mama marah karna bilang kalau cosplay itu ngabisin uang, tapi walaupun memang benar aku tetap mau mewujudkan impianku yaitu menjadi cosplayer pro dan international kayak Yuegene. Tentunya menjadi cosplayer itu bukan mimpiku satu-satu nya, aku juga ingin menjadi fashion designer yang masih ada kaitannya dengan cosplay. Jadi walaupun mau orang tuaku marah kayak apapun aku tetap berusaha karna ini impianku sendiri.

Kalau teman-teman Miyuki ?
Miyuki Eru : Kalo teman-temanku memang banyak yang nge-judge, biasalah teman-teman sekolah memang banyak yang frontal. Tapi aku ga peduli karna ini hobi ku dan mereka ga tau susahnya menjadi cosplayer, aku ga nanggepin komen mereka. Dan karena cosplay aku juga dapat temen baru yang sehobi, pengalaman baru, dan belajar hal baru. Buatku ga ada ruginya ngecosplay.
Miyuki yang masih berumur 13 tahun ini sudah mengejar impiannya di dalam dunia cosplay dan walaupun dia mendapat kesulitan. Tentunya pasti hal ini tidak akan mudah tetapi Miyuki tetap berusaha.

Wah, hebat sekali ya Miyuki-chan !
Bagaimana menurut kalian tentang cosplayer yang satu ini ?

Oh ya, untuk kalian yang ingin tahu lebih lanjut tentang Miyuki Eru kalian bisa mengikuti di social medianya :

Instagram : miyuki_eru

Facebook : Miyuki Eru

twitter: @MutiaraShafira2

Cure no: 372089

Blog: tatianaethren.wordpress.com

World Cosplay: Miyuki Eru

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
1 Comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Cosplay

Kreator Love Hina Keberatan Soal Peraturan Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Ken Akamatsu, pencipta Love Hina dan UQ Holder! keberatan pada topik peraturan cosplay baru yang dilaporkan sebelumnya pada akhir Januari. Peraturan sedang diperiksa oleh pemerintah Jepang untuk melindungi cosplayer dan pemegang hak cipta sebagaimana adanya tidak ada undang-undang yang saat ini diberlakukan untuk kedua belah pihak di era media sosial. Menteri Negara Jepang Shinji Inoue, telah menyatakan bahwa undang-undang baru ini untuk keuntungan semua orang dan sedang mendiskusikan rencana dengan pemegang IP dan cosplayer, termasuk Enako.

Akamatsu muncul di Abema News untuk berbicara tentang peraturan baru, melihat dari kedua sisi situasi. Sebagai seorang pencipta manga, yang juga merupakan direktur pelaksana Asosiasi Kartunis Jepang, dia dapat melihat masalah ini dari sudut pandang pencipta, tetapi juga dapat melihatnya dari sudut pandang cosplayer melalui istrinya. Kanon Akamatsu, yang merupakan cosplayer dan mantan idola profesional.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pencipta Negima! mengatakan bahwa liputan media seputar masalah tersebut telah menyebabkan “kebingungan” dan bahwa “tidak seperti barang dagangan, cosplay tidak terlalu mengganggu keuntungan seniman manga, dan saya belum melihat pemegang hak yang menentangnya.” Solusi Akamatsu untuk masalah ini adalah untuk perusahaan untuk memposting pedoman mereka sendiri untuk cosplayer secara online, seperti yang dilakukan perusahaan game untuk video game streaming langsung, mengatakan “kami penulis, penerbit, dan studio animasi harus proaktif dalam menetapkan pedoman dan menciptakan ‘akal sehat' sehingga cosplay dapat dilindungi dan berkembang.”

Baca Juga:  Game Smartphone 'Hatsune Miku: COLORFUL STAGE!' Akan Rilis Secara Global

Akamatsu percaya bahwa pemerintah Jepang, yang mengirim Perdana Menteri Shinzo Abe dengan cosplay Mario di Olimpiade Rio 2016, tidak ingin menetapkan batasan keras pada cosplay dan melihat industri ini menghilang, tetapi ingin maju ke depan hukum jika masalah tersebut muncul di pengadilan antara cosplayer dan pemegang hak cipta. Ini menggemakan apa yang Enako telah dikatakan dalam diskusinya dengan Inuoe.

 

Sumber: Crunchyroll

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Cosplay

Anggota Parlemen Menjelaskan Implikasi Usulan Pedoman Hak Cipta atas Pendapatan Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Setelah diberitakan bahwa pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan aturan yang akan memungkinkan pemegang hak cipta untuk mengaturnya cosplayer untuk penghasilan yang diperoleh dari cosplay Dalam kegiatan tersebut, anggota Dewan Penasihat, Tarō Yamada muncul di Abema News untuk menjelaskan implikasi dari potensial undang-undang terkait aktivitas cosplay.

Maaf Anda Melihat Iklan

(video tidak tersedia di Indonesia)

Yamada berkata, “Ada banyak orang yang mendengar berita ini yang mungkin merasa khawatir bahwa ini akan berimplikasi buruk bagi cosplay dan karya turunan. Paling tidak, saya, sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab di Partai Demokrat Liberal, akan melakukan apa yang saya bisa untuk melindungi budaya penggemar, jadi saya berharap Anda bisa tenang.” Dia juga menekankan bahwa tidak ada aturan yang akan diputuskan tanpa konsultasi dengan anggota partai, termasuk dirinya sendiri.

Yamada melanjutkan untuk mengklarifikasi undang-undang hak cipta yang saat ini ada di Jepang. “Pertama-tama, orang umum salah paham tentang hal ini, tetapi apakah itu komersial atau non-komersial tidak ada kaitannya dengan hak cipta. Hak cipta hanyalah pernyataan dari apa yang kami sebut hak kepribadian. Di sisi lain, apa yang berkaitan dengan masalah karya turunan Begitulah cara kreator mengumpulkan uang di era reproduksi massal melalui internet. Ada aspek sistem hukum saat ini yang tidak sejalan dengan era digital.

“Jika Anda membuat topeng di Kamen Rider saat mereka muncul dalam serial dan menjualnya, ada preseden hukum untuk menganggapnya ilegal, tetapi bersifat pribadi cosplay dengan sendirinya tidak akan dituduh melanggar hak cipta. Kalau memang seperti itu, pola pakaian yang dikenakan Tanjiro Demon Slayer, yang memiliki nilai kegunaan umum, maka tidak akan ada hak cipta yang melekat padanya. Namun, jika Anda mengambil benda-benda seperti pedang dan ikat pinggang dan membuatnya terlihat persis seperti foto karya pengarang, maka ada kemungkinan dapat dituduh melanggar hak cipta. Kombinasi hal-hal inilah yang membuat masalah menjadi sangat sulit dibedakan. ”

Yamada membahas skandal Maricar dalam konteks ini. “Mereka mengambil kostum resmi Mario dan meminjamkannya secara gratis, yang merupakan pelanggaran hak peminjaman. Selanjutnya, mereka mengunggah foto dan video online untuk tujuan promosi, yang juga merupakan pelanggaran hak transmisi publik. Namun, Pengadilan Tinggi Kekayaan Intelektual tidak membuat keputusan apakah itu pelanggaran hak cipta. Sebaliknya, mereka memutuskan bahwa hal itu melanggar hukum berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Persaingan Tidak Sehat – dengan kata lain, bahwa tindakan tersebut mengganggu bisnis Nintendo. Saya curiga bahwa Pengadilan Tinggi Kekayaan Intelektual sekalipun tidak dapat mengambil keputusan karena masalah hak cipta adalah masalah politik yang sangat sulit. Bahkan pengadilan merasa sulit untuk membuat keputusan seperti itu. ”

Saat populer cosplayer Haru Tachibana bertanya tentang perbedaan antara menjual photobook vs memposting di media sosial, dia sekali lagi menunjukkan bahwa itu bukan masalah yang jelas dari perspektif hukum. “Jika Anda cosplay termasuk hal-hal yang diakui hak cipta dan Anda memposting foto-fotonya di Twitter tanpa mendapat izin dari pemilik kekayaan intelektual, maka ada kemungkinan hal tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik. Selain itu, meskipun Anda mendapat izin untuk memposting gambar di Twitter, tindakan me-retweet atau menyebarkannya juga berpotensi dianggap sebagai pelanggaran hak transmisi publik. Pada saat yang sama, jika wajah Anda atau bagian lain yang mudah dibedakan dari diri Anda disebarkan secara sembarangan, maka ada kemungkinan hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak penggunaan gambar Anda.

Baca Juga:  Game Smartphone 'Hatsune Miku: COLORFUL STAGE!' Akan Rilis Secara Global

“Ini adalah topik yang sangat tidak bisa dipahami, tapi ini bukan hanya masalah cosplayer sendiri melanggar hak cipta, tetapi juga masalah tentang apa yang terjadi dalam kasus distribusi yang tidak tepat. Selain itu, jika pemilik hak mengatakan tidak apa-apa untuk menggunakan karyanya, tetapi kemudian memutuskan ingin mengenakan biaya untuk itu, kapan itu terjadi? Di dalam partai, ada diskusi tentang perlunya membuat aturan untuk aspek-aspek itu juga. ”

Pemerintah Jepang mempersepsikan cosplay sebagai aspek berharga dari budaya Jepang. Tahun lalu, profesional cosplayer Enako diangkat sebagai duta Cool Japan. Pemerintah saat ini sedang mencari pendapat dari pemegang hak cipta dan cosplayer seperti Enako, tetapi belum ada undang-undang yang diusulkan.

“Dalam sistem hukum Jepang saat ini, pelanggaran hak cipta adalah jenis kejahatan yang membutuhkan pengaduan resmi dari korban untuk dituntut, jadi bisa dibilang Jepang cukup permisif menurut standar global. Bisa dikatakan, karena kita tidak punya undang-undang untuk aspek-aspek seperti streaming online, ada celah dan zona abu-abu. Itulah yang saya yakin Menteri Inoue bicarakan. Sistem hukum kita saat ini didasarkan pada fakta bahwa hak kepemilikan kreatif ada sebagai hak di bawah hukum kodrat bahkan tanpa menempatkan masing-masing dan setiap aspek menjadi tulisan yang jelas.Namun, Jepang adalah bagian dari Konvensi Berne, yang didirikan pada tahun 1800-an, jadi faktanya adalah bahwa kecuali negara-negara lain yang menjadi bagian dari perjanjian memberikan persetujuan mereka, maka negara ini tidak bisa menjadi satu-satunya yang berubah.

“Dengan keadaan seperti itu, maka bagi negara kita menjadi masalah memastikan bahwa karya kreatif diedarkan dengan cara yang tepat, dan termasuk karya turunan juga. Secara umum, pencipta lebih senang melihat karya itu diedarkan daripada tidak, dan kami juga ingin melihat mereka mendapatkan keuntungan darinya. Namun, jika kami meminta setiap orang untuk mendapatkan persetujuan individu, itu akan menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi orang yang tepat untuk diajak bicara, dan jika kami berkelompok semua izin di bawah satu sistem, itu akan memulai perdebatan tentang bagaimana membagi perbedaan, seperti dalam kasus Masyarakat Jepang untuk Hak Pengarang, Penggubah dan Penerbit (JASRAC). Itu juga merupakan masalah yang agak sulit. ”

Saat ini, cosplayer dapat memperoleh penghasilan dari cosplaying melalui metode seperti langganan atau layanan keanggotaan, kompensasi untuk penampilan di acara seperti konvensi, atau menjual kostum mereka. Pertanyaan apakah cosplay melanggar undang-undang hak cipta dengan melanggar hak reproduksi atau adaptasi telah menjadi pembahasan oleh banyak orang di dalam dan di luar cosplay komunitas selama bertahun-tahun.

Seorang anggota Kantor Kabinet yang menangani strategi kekayaan intelektual mengatakan kepada outlet berita J-Cast bahwa pemerintah membidik aturan yang akan menciptakan “lingkungan di mana orang dapat berpartisipasi di dalamnya. cosplay dengan ketenangan pikiran.” Mereka mengklaim tidak ingin membatasi aktivitas penggemar, dan berusaha untuk membuat aturan yang “dapat diterima semua orang.”

Menteri Inoue berkata di konferensi pers strategi Cool Japan pada hari Jumat bahwa dia sedang memikirkan untuk menetapkan rencana dalam tahun fiskal, yang berakhir pada 31 Maret. Dia juga menekankan pentingnya “lingkungan di mana cosplay bisa dinikmati dengan ketenangan pikiran. ”

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Cosplay

Pemerintah Jepang Sedang Mengkaji Peraturan Hak Cipta Baru untuk Cosplay

Published

on

GwiGwi.com – Dengan cosplay menjadi semakin populer, dan lebih banyak orang menghasilkan uang untuk cosplay mereka, pemerintah Jepang memutuskan untuk mengkaji aturan baru untuk mengatur sengketa hak cipta antara cosplayer dan pemilik IP. Pemerintah berharap untuk mengintegrasikan aturan dalam strategi Cool Japan mereka dan mempromosikan cosplay di luar negeri dengan penggemar anime dengan “cara yang positif.”

Menurut penelitian pemerintah Jepang, regulasi antara cosplayer dan undang-undang hak cipta saat ini tidak ada hukum yang berlaku untuk melindungi cosplayer dan pemegang hak cipta. Saat ini, jika cosplayer berpartisipasi sebagai hobi, tanpa menghasilkan uang, tidak ada hukum yang dilanggar. Tetapi jika gambar-gambar itu diposting online melalui media sosial, atau menjual gambar dan menghasilkan uang, ada argumen yang dapat dibuat bahwa cosplayer dapat melanggar undang-undang hak cipta Jepang.

Maaf Anda Melihat Iklan

Saat ini, cosplayer Jepang sulit menghubungi pencipta asli untuk mendapatkan izin cosplay karakter mereka. Satu usulan baru dari anggota Dewan, Taro Yamada, untuk database pemegang hak cipta yang dapat diakses oleh cosplayer untuk mendapatkan izin.

Baca Juga:  Game Smartphone 'Hatsune Miku: COLORFUL STAGE!' Akan Rilis Secara Global

Pemerintah Jepang sedang mencari cara agar peraturan dapat dikodifikasi tanpa merusak budaya cosplay. Menteri Negara Jepang Shinji Inoue, yang memiliki Cool Japan dalam portofolionya, yakin bahwa peraturan yang keras adalah “bukan ide yang baik”, dan bahwa pemerintah saat ini sedang berbicara dengan pemegang hak cipta, serta cosplayer top Jepang, untuk membahas rencana yang menguntungkan semua orang. Duta Besar Cool Japan dan Cosplayer top Jepang Enako terlibat dengan diskusi ini.

Meskipun saat ini belum ada undang-undang atau amandemen yang diusulkan untuk undang-undang hak cipta Jepang saat ini atau undang-undang luar negeri mana pun, tetapi pihak yang berkuasa di Jepang saat ini mengharapkan bahwa kasus-kasus dapat muncul di masa depan yang dapat menguji undang-undang saat ini dan ingin mengatasinya.

Sumber: Crunchyroll

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x