Connect with us

News

Gara – Gara Region Lock Kini Membuat Developer Jepang Banyak Yang Tutup Server

Published

on

Gara – Gara Region Lock Kini Membuat Developer Jepang Banyak Yang Tutup Server

Yang dimana pada saat ini pihak developer asal Jepang menerima dampak dari region lock dari berbagai macam game, yang saat ini telah dirilis hal tersebut membuat beberapa pihak developer memutuskan untuk tutup server terhadap game telah rilis tersebut.

Maaf Anda Melihat Iklan

Serta hal ini juga membuat beberapa developer Jepang menyadari bahwa, dirinya harus berfokus kepada pasar region saja bukan untuk menyasar pasar global seperti pada game mobile asal China lainnya.

Pada saat ini beberapa game China telah menguasai pasar game mobile dengan menampilkan beberapa, cerita game yang sangat menarik untuk dinikmati para pemain dengan elemen tersebut.

Akan tetapi hingga kini pihak developer Jepang tetap sangat rakus untuk meraup keuntungan dengan cara menaikan harga microtransaksi di dalam gamenya tersebut agar berharap beberapa pemain sukarela untuk melakukan top-up.

Trik seperti itu sudah tidak sangat relevan untuk dilakukan para pihak developer asal China, yang menginginkan pasar global tersebut. Yang hingga kini membuat berbagai macam evolusi untuk menghasilkan cerita pada game, menjadi lebih unik dibandingkan dengan beberapa game lainnya.

Seperti pada game mobile yang baru saja rilis yaitu Reverse: 1999, yang sudah meraup keuntungan sebesar kurang lebihnya 100 miliar rupiah dalam beberapa minggu ini hal tersebut juga membuat pihak Bluepoch tidak bertindak gegabah untuk beberapa bulan kedepannya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement

News

SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier

Published

on

Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.

Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.

SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.

Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.

Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.

Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.

Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.

Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in

Continue Reading

News

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Published

on

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Denuvo mengambil langkah hukum terhadap sosok yang dikenal dengan nama Voices38, yang oleh perusahaan tersebut dikaitkan dengan sejumlah aktivitas pembobolan game yang menggunakan sistem proteksi Denuvo. Menariknya, meski gugatan telah diajukan ke pengadilan Amerika Serikat, identitas asli Voices38 masih belum diketahui.

Dalam dokumen perkara yang diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California, Denuvo menyebut Voices38 sebagai individu atau entitas yang belum teridentifikasi. Selain itu, terdapat pula sejumlah pihak lain yang masih dicantumkan sebagai tergugat anonim.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Denuvo belum mengetahui nama maupun identitas asli pihak yang mereka kaitkan dengan aktivitas cracking tersebut. Proses hukum yang sedang berjalan berpotensi menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk mengungkap siapa sebenarnya orang atau kelompok di balik nama Voices38.

Dalam dokumen gugatan, Denuvo juga menyebut beberapa akun yang berada di platform seperti Reddit, Discord, dan Steam. Akun-akun tersebut disebut perusahaan memiliki kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas yang sedang mereka selidiki.

Sebagai bagian dari proses hukum, Denuvo dapat berupaya memperoleh informasi tambahan dari platform terkait melalui mekanisme hukum yang tersedia. Informasi tersebut berpotensi digunakan untuk membantu mengidentifikasi pihak yang berada di balik akun atau aktivitas tertentu.

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Nama Voices38 sendiri mulai mendapat perhatian dalam beberapa bulan terakhir setelah dikaitkan dengan sejumlah game yang menggunakan proteksi Denuvo. Beberapa judul yang disebut dalam konteks aktivitas tersebut antara lain Star Wars Outlaws, Persona 3 Reload, dan Prince of Persia: The Lost Crown.

Bagi Denuvo, proses hukum ini dapat menjadi langkah untuk menyelidiki lebih jauh aktivitas cracking yang dianggap merugikan perlindungan perangkat lunak dan distribusi game. Namun, karena perkara masih berada pada tahap awal, sejumlah informasi dalam gugatan tersebut masih berupa tuduhan yang belum mendapatkan keputusan pengadilan.

Penting untuk dicatat bahwa pencantuman sebuah akun atau pihak dalam dokumen perkara tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan mereka. Tuduhan Denuvo terhadap Voices38 dan pihak lain masih harus melalui proses hukum sebelum dapat ditentukan berdasarkan bukti yang diperiksa pengadilan.

Untuk saat ini, identitas asli Voices38 masih belum terungkap. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses pengadilan dan langkah hukum yang ditempuh Denuvo untuk memperoleh informasi mengenai pihak yang mereka cari.

Continue Reading

News

Fate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks

Published

on

Fate/grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan Oleh Cloverworks

www.gwigwi.com – Pameran Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing menghadirkan kejutan bagi para penggemar dengan merilis video pembuka yang sebelumnya hanya ditayangkan di area pameran. Video tersebut kini dapat disaksikan secara online dan menampilkan animasi berkualitas tinggi dari CloverWorks.

Video pembuka ini awalnya dibuat khusus untuk teater pembukaan pameran. Isinya merangkum perjalanan panjang para protagonis dalam Fate/Grand Order, sekaligus menghadirkan kembali sejumlah momen penting dari perjalanan mereka. Karakter Mash Kyrielight juga tampil dalam video dengan suara dari Rie Takahashi.

Keterlibatan CloverWorks bukan pertama kalinya studio tersebut mengerjakan materi animasi untuk game Fate/Grand Order. Sebelumnya, mereka juga menangani trailer khusus yang memperkenalkan update game dengan kehadiran Servant bintang lima baru, End of the World Archer.

Untuk video pembuka pameran ini, Haruka Fujita dipercaya menangani posisi sutradara, storyboard, sekaligus episode director. Sementara itu, Masayoshi Tanaka bertugas sebagai animation director.

Bagian visual lainnya ditangani oleh sejumlah staf berpengalaman. Kyoko Hara mengerjakan color design, sedangkan Ryoko Itaya bertanggung jawab sebagai art director. Posisi director of photography diisi oleh Yuya Sakuma, sementara bagian 3DCG dikerjakan oleh Capsule.

Dari sisi produksi, Yuichi Fukushima bertugas sebagai animation producer dan CloverWorks menjadi studio yang menangani keseluruhan produksi animasi.

Video tersebut semakin menarik berkat lagu “Unmei ~Hoshimi no Kairo~” yang menjadi musik pengiring. Lagu ini digubah oleh Keita Haga, kemudian diaransemen bersama Ryota Kikuchi.

Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing sendiri merupakan pameran khusus yang membawa pengunjung menyelami berbagai aspek dari perjalanan franchise Fate/Grand Order. Berbagai materi visual dan pengalaman interaktif disiapkan untuk memperlihatkan perjalanan para karakter serta dunia yang telah dibangun game tersebut selama bertahun-tahun.

Pameran ini saat ini berlangsung di Mori Arts Center Gallery, Tokyo, Jepang. Pengunjung masih dapat mendatanginya hingga 14 September 2026.

Dengan dirilisnya video pembuka secara online, penggemar yang tidak dapat hadir langsung di Tokyo kini tetap memiliki kesempatan untuk melihat salah satu materi eksklusif dari pameran tersebut. Kehadiran animasi CloverWorks juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar yang mengikuti perkembangan proyek animasi Fate/Grand Order.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending