Connect with us

TV & Movies

Film “New Interpretation Records of the Three Kingdoms” Rilis Trailer Utama

Published

on

GwiGwi.com – Trailer utama ditambahkan untuk film New Interpretation Records of the Three Kingdoms (Judul literal dari Shinkaishaku Sangokushi) yang dibintangi Yo Oizumi, Tsuyoshi Muro, Satoshi Hashimoto, dan Tsutomu Takahashi. Film ditulis dan disutradarai oleh Yuichi Fukuda.

Maaf Anda Melihat Iklan

“New Interpretation Records of the Three Kingdoms” akan dirilis pada 11 Desember 2020 di Jepang.

Sinopsis: Sebuah interpretasi baru dari “Records of the Three Kingdoms,” yang merupakan teks sejarah dari tiga negara bagian Wei, Shu, dan Wu di Cina.

Baca Juga:  Disney+ Hotstar Rilis Trailer dan Foto Terbaru dari The Book of Boba Fett

AsianWiki

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Live Action

Kamiki Ryunosuke & Shibasaki Kou beradu akting dalam film live-action ‘xxxHOLiC’

Published

on

By

GwiGwi.com – Kamiki Ryunosuke dan Shibasaki Kou akan berperan dalam film live-action ‘xxxHOLiC.'

Maaf Anda Melihat Iklan

Dalam film tersebut, Kamiki akan memerankan Watanuki Kimihiro, seorang siswa SMA kesepian yang dihantui oleh ayakashi (roh pendendam). Sementara itu, Shibasaki akan memerankan Ichihara Yuko, pemilik toko yang mengabulkan permintaan dengan harga tertentu. Ini akan disutradarai oleh Ninagawa Mika dan ditulis oleh Yoshida Erika.

Film live-action ‘xxxHOLiC' akan dirilis secara nasional pada 29 April 2022.

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Dorama

Matsumoto Jun & Ueto Aya akan berperan sebagai suami istri dalam drama ‘Tonari no Chikara’

Published

on

By

GwiGwi.com – Aktris Ueto Aya bergabung dalam seri drama mendatang TV Asahi Tonari no Chikara‘ yang akan tayang perdana pada bulan Januari.

Maaf Anda Melihat Iklan

‘Tonari no Chikara' adalah komedi rumahan tentang Nakagoshi Chikara, dimainkan oleh Matsumoto Jun Arashi, seorang novelis memproklamirkan diri dan ayah dari dua anak yang tinggal di sebuah apartemen Tokyo. Chikara mau tidak mau terlibat dalam masalah warga, yang pada akhirnya menyebabkan warga membentuk komunitas yang kuat.

Ueto akan memerankan istri Chikara, Akari, yang merupakan manajer sebuah toko pakaian. Ini akan menjadi pertama kalinya Matsumoto dan Ueto membintangi sebuah drama.

Matsumoto berkomentar, “Ini pertama kalinya kami berakting bersama, tapi kami bersekolah di SMA yang sama dan aku sudah lama mengenalnya, jadi aku senang sekaligus malu berperan sebagai suami istri… Nyaman karena kami saling mengenal baik, tetapi pada saat yang sama, itu bisa menjadi canggung.

Baca Juga:  Tomohisa Yamashita Akan Membintangi Film Netflix “Koi ni Ochita Ie”

Senada, Ueto menyatakan, “Saya bertemu Matsumoto-san ketika saya berusia 15 atau 16 tahun, jadi ketika saya memikirkannya, saya merasa malu. Tapi itu juga sangat nyaman, dan dia memberi saya saran langsung, jadi syuting sangat menyenangkan setiap hari!

‘Tonari no Chikara' ditulis oleh Yukawa Kazuhiko, yang juga bertanggung jawab atas naskah untuk ‘Kaseifu no Mita‘ dan ‘Kahogo no Kahoko.'

.

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film Encanto, Film the Coming of Age yang Mengharu Biru

Published

on

GwiGwi.com – Keluarga Madrigal dikaruniai berkah kekuatan super secara turun temurun. Semua anggota keluarga menggunakan keajaiban itu untuk membantu warga di sekitarnya. Mirabel Madrigal (Stephanie Beatriz) hanya bisa melihat dan memuji dari pinggir karena dia satu-satunya anggota keluarga tanpa kekuatan. Perlakuan keras dari Abuela Alma Madrigal (Maria Cecillia Botero) sang nenek, karena kondisi cucunya ini memang berat tapi Mirabel terus berusaha untuk menjadi kuat dan supportif.

Maaf Anda Melihat Iklan

Sampai suatu hari Mirabel melihat rumah ajaib keluarga mereka meretak dan lilin yang menyala abadi pemberi kekuatan meredup. Pertanda berkah keluarganya akan habis. Mirabel pun berusaha mencari tahu apa penyebabnya dan menolong keluarganya.

Encanto memiliki plot yang unik dibanding film Pixar belakangan karena sang Protagonis tidak pergi dalam suatu petualangan besar tapi justru tetap tinggal menyelidiki di rumahnya. Seperti film detektif, Mirabel mencari petunjuk dengan menanyai saudari, sepupu, dan keluarga lainnya untuk menjawab misterinya. Hal ini mengarah pada adegan lucu seperti Mirabel yang seolah mengganggu acara makan keluarga padahal dia hanya ingin menanyai Luisa (Jessica Darrow) atau saat ia ke kamar kakaknya, Isabela (Diane Guerrero) untuk berbaikan.

Fokus berseteru, julit dan curhat antar anggota keluarga yang seperti serial telenovela ini yang membuat Encanto berbeda. Lebih lucu lagi jika penonton ingat telenovela itu identik dengan ras Hispanik, ras mayoritas di negara Kolombia setting film ini. Ditambah piawainya PIXAR dengan penempatan komedi, lagu dan adegan menyentuhnya, setiap Mirabel mendekati keluarganya selalu jadi menyenangkan.

Adegan curhat itu pun menguak tabir keluarga yang terlihat sempurna ini. Walau ada yang bisa mengangkat rumah dan menumbuhkan bunga mawar, mereka masih manusia yang punya masalah pribadi terpendam. Mereka tetap butuh bantuan orang lain, meski orang lain itu tak se spesial mereka. Seolah refleksi dari kehidupan bersosial sekarang. Those people on social media with cheerful highlights on their wall and dazzling filter on their story? They are still as human as you are flaw and all. Maybe be mindful and respectful to them?

Juga menarik keputusan filmmaker untuk membuat Mirabel bukan sebagai tipikal anak bungsu “apel busuk” keluarga tetapi justru sudah cukup dewasa. Melihat orang yang lebih tua atau saudari tak jauh umur yang spesial muuungkin biasa, tapi tahu ada keluarga dari umur yang jauh lebih muda dan juga spesial, mungkin berdampak lebih lagi.

Baca Juga:  Disney+ Hotstar Rilis Trailer dan Foto Terbaru dari The Book of Boba Fett

Memperlihatkan kalau PIXAR cerdas sekali dalam merangkum situasi mengundang empati dalam Mirabel yang bisa jadi tak hanya membuat anak-anak teridentifkasi tapi juga kakak atau ortu yang menemani mereka nonton.

Paruh pertama dan kedua Encanto begitu kuat dalam banyak aspeknya sayang sekali paruh ketiga nya terasa kurang. Film-film seperti Coco (2017), Inside Out (2015), Onward (2020) dan Soul (2020) mungkin kualitasnya bervariasi, tetapi biasanya PIXAR mampu menampilkan klimaks yang menarik dan menutup ceritanya dengan baik. Sayangnya itu kurang terlihat di film teranyarnya ini.

Segala permalasalahan film ini terselesaikan dengan curhat dan lagu saja? Terasa aneh karena begitu kompleksnya misteri dan drama personal ditutup dengan cara yang nyaman sekali. Mungkin salah satu penyebabnya adalah sumber kekuatan keluarga itu yang kurang bisa dijelaskan dengan baik (Oke, jadi kekuatan dari si Abuela atau dari Lilin? Saya kurang dapet) maka itu cerita diselesaikan demikian dan pesannya diucapkan sebegitu gamblang? Maybe.

Sebelum Encanto dimulai, kami disuguhi film pendek kartun berjudul Far From Tree. Tetang Rakun dan Ibunya yang waspada di alam liar. Pendek, bercerita efektif dan mengena. Kelebihan itu ternyata tak hilang dalam suguhan utamanya meskipun dalam kanvas yang lebih besar. Menyampaikan naratif yang segar dan kompleks sekaligus diceritakan dengan ringan. Semua itu berasal dari set up cerita keluarga yang begitu sederhana. Saya lulusan sekolah film dan menurut saya pribadi, untuk membuat film bermakna seperti itu sulit dicapai wahai gwiples.

So Gwiples buat kalian yang penasaran dengan apasih yang akan dilakukan oleh Mirabel Madrigal, jangan lupa saksikan Encanto di bioskop bioskop kesayangan kalian ya Gwiples!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x