Festival Hina Matsuri: Festival Boneka Tahunan di Jepang

GwiGwi.com – Ketika musim berganti dan cuaca semakin hangat, masyarakat Jepang mulai mengucapkan selamat tinggal pada musim dingin dan salah satu festival paling dinantipun tiba yaitu Festival Hina Matsuri atau Festival Boneka. Namun demikian festival ini juga dikenal sebagai Festival Para Gadis karena festival ini juga merupakan perayaan spesial para keluarga yang memiliki anak gadis dengan tujuan mendoakan kesuksesan dan kebahagian mereka. Yang paling unik dari festival ini adalah ketika deretan Boneka Hina atau Hina ningyou mengenakan pakaian tradisional kerajaan dari Era Heian.

Sejarah Hina Matsuri

Festival Hina Matsuri dimulai pada Era Heian, jaman dimana masyarakatnya percaya bahwa boneka memiliki kekuatan untuk mengontrol kekuatan jahat. Pada jaman itu, orang-orang akan menghanyutkan boneka-boneka ke laut pada upacara nagashi bina yang katanya boneka-boneka itu akan membawa kekuatan jahat pergi. Sampai saat ini, tradisi ini masih berlangsung di beberapa tempat, namun setelah dihanyutkan boneka-boneka itu dikumpulkan kembali baru kemudian dibakar di kuil.

Baru kemudian pada jaman Edo, masyarakat Jepang mulai memajang boneka-boneka tersebut di rumah mereka. Boneka tersebut mulai dipajang sekitar pertengahan bulan Februari dan harus segera disimpan setelah festival Hina Matsuri selesai karena kalau terlambat, maka keluarga tersebut akan mengalami kesulitan untuk menikahkan anak gadisnya kelak.

Baca Juga:  Mentos rasa Matcha ini cuma ada di Jepang!

Perayaan Hina Matsuri di Jaman Modern

Saat ini perayaan Hina Matsuri masih menjadi salah satu festival perayaan paling dinanti di Jepang. Setiap keluarga akan mengeluarkan koleksi boneka mereka untuk dipajang dan biasanya koleksi boneka itu akan bertambah seiring bertambahkan anggota keluarga perempuan. Para tetua akan menghadiahi bayi perempuan yang baru lahir dengan boneka. Selain boneka, beberapa makanan khas Jepang seperti anggur putih, hishi mochi dan sejenis kue beras tiga warna akan ikut dipajang bersama boneka-boneka tersebut.

Hishi mochi memiliki tiga warna simbolis yang masing-masing memiliki arti. Warna putih mereprentasikan salju yang putih bersih serta suci, warna merah muda merepresentasikan warna bunga peach dan warna hijau merepresentasikan datangnya musim semi. Sementara kue beras tiga warna melambangkan kesuburan.

Jika kebetulan kamu berada di Jepang pada bulan Februari dan Maret jangan lewatkan festival Katsuura Big Hina Matsuri yang diselengarakan di desa Katsuura yang merupakan festival boneka terbesar di Jepang dengan memajang lebih dari 1.200 boneka.

  • 139 Posts
  • 0 Comments
Who Am I? Just A PROUD Full-time Mommy and Part-time Daydreamer.