Connect with us

Nintendo Console

Digimon Survive, Game Terbaru Digimon di Nintendo Switch

Published

on

GwiGwi.com – Pokémon bakal kedatangan pesaing lamanya di konsol Nintendo Switch. Beredar kabar bahwa di negara asalnya yaitu Jepang seri Digimon dari Bandai Namco pun akan merilis game teranyar berjudul Digimon Survive.

Digimon Survive tidak hanya menjadi game teranyar franchise Digimon dari BAndai Namco tapi pun franchise pertama Digimon di platform Nintendo Switch. Sayangnya, game itu masih akan muncul untuk Jepang saja, dilansir dari website game Jepang mempunyai nama Gematsu.

Tidak tidak sedikit informasi yang diberitahukan bersangkutan game ini tetapi pihak Bandai Namco sebenarnya sudah sempat memamerkan tidak banyak game ini tahun lalu. Gematsu melafalkan bahwa informasi mengenai Digimon Survive telah beredar lewat buletin Weekly Jump di Jepang.

Digimon Survive akan mengangkat gameplay survival simulation RPG. Dijelaskan bahwa masing-masing pilihan dialog, aksi, dan petualangan di dalam game bakal memengaruhi jalan kiresmi game, tergolong Digivolve atau perkembangan karakter Digital Monster yang diuntukkan.

Baca Juga:  Mobalog Arena of Valor untuk Nintendo Switch rilis hari ini

Jalan kiresmi Digimon Survive berkisar mengenai tokoh protagonis mempunyai nama Takuma Momotsuka, pelajar sekolah menengah pertama tahun kedua yang terlempar ke dunia Digimon dan berjuang untuk kembali. Namun, saat tersebut dunia Digimon pun tengah dalam ancaman.

Di dalam perjalanannya, Takuma bakal ditemani Agumon yang sudah paling familier di kalangan peminat franchise Digimon. Berdasarkan gambar yang diperlihat, pemain akan diperlihatkan dialog dengan animasi 2D dan animasi 3D dalam adegan pertarungan.

Meskipun Digimon Survive telah mempunyai situs resmi hanya dalam bahasa Jepang namun tidak didapatkan inofrmasi tanggal resmi game ini diluncurkan, diberitakan game ini akan muncul di platform Nintendo Switch dan PS4.

Informasi yang beredar mengasumsikan game ini bakal diperkenalkan secara resmi dalam acraa “Digimon Thanksgiving 2018 Special Meeting and Latest Game Report” yang dilangsungkan Bandai Namco pada tanggal 29 Juli 2018.

Nintendo Console

Review Game Nintendo Switch, Arena of Valor, ketika moba analog resmi di konsol

Published

on

By

GwiGwi.com – Portingan game mobile bukanlah hal yang baru pada Nintendo Switch. Konsol hibrida ini dibanjiri banyak judul game yang menarik perhatian para pengguna ponsel pintar, tapi hanya ada beberapa judul yang mampu menyaingi kehebatan game MOBA fenomenal, Arena of Valor. Arena of Valor adalah salah satu game dengan pengguna terbanyak, 200 juta, dan sekarang menjadi salah satu game yang dilombakan dalam turnamen eSport. Kalian mungkin tidak mengenali AoV meski AoV punya pemain aktif sebanyak 80 juta orang tiap harinya. Meski begitu, AoV adalah game besar dan versi portingan ke Switch juga berita yang besar.

Meski sangat terkenal di china, AoV tidak begitu terkenal di barat tapi Tencent punya rencana besar untuk versi Nintendo Switch dengan memberikan versi portingan ini dengan remake yang serius. Versi portingan ini bukan sekedar kopian ala kadarnya dari versi ponsel pintar, dengan dukungan hardware yang lebih mumpuni, tampilah AoV mengalami peningkatan yang signifikan dari model karakter sampai dinamika pencahayaan yang lebih halus dan nyaman dilihat. Tencent bahkan menugaskan tim pembuat yang berbeda untuk menggarap versi Nintendo Switch ini, meski begitu dengan adanya perubahan2 ini berarti tidak ada kesempatan untuk bermain lintas platform.

Pada dasarnya, AoV adalah MOBA klasik (Tencent juga merupakan pemilik developer Riot Games yang membuat League of Legends yang bisa dijadikan rujukan). Bermain 1 vs 1 atau 5 vs 5, kalian akan menggunakan mode pandangan top-down untuk mengendalikan hero pilihan kalian dalam usaha menghancurkan core tim musuh di sisi map yang lain (tentunya sambal melindungi core tim kalian). Tiap map dibagi menjadi 3 kanal, dengan tiap kanal dilindungi tower pertahanan.

Tower pertahanan ini akan menyerang semua target yang mendekat, jadi kunci permainan adalah dengan menunggu pasukan yang dikendalikan AI (atau lebih dikenal dengan sebutan minions) untuk mendistraksi serangan tower saat kalian menyerang. Kadang dalam permainan, kalian akan lebih sering meyerang sedikit demi sedikit di 1 sisi untuk menghancurkan tower ini meskipun musuh kadang bisa menyerang balik di sisi lain. Menjaga tower kalian tetap berdiri bukan hanya salah satu bagian dari taktik bertahan, tapi juga membantu hero kalian tetap hidup karena tower-tower ini punya HP dan akan memulihkan sebagian HP hero kalian. Jadi bergantian dalam menyerang dan bertahan adalah hal yang wajib dilakukan.

Ada 39 hero yang bisa kalian pilih, yang menunjukkan kalua AoV sudah bertahan cukup lama di pasar mobile game dan seberapa besar support yang didapat AoV sejak peluncurannya. Hero – hero ini dibagi dalam kategori yang familiar (tank, warrior, mage, dll), kalian harus mempelajari mekanisme penggunaan hero – hero “main” agar kalian bisa mengganti pilihan kalian di lobby sebelum memulai permainan. Hal ini perlu kalian lakukan supaya komposisi tim kalian tidak kacau balau karena game ini adalah game yang mengandalkan kerja sama tim. Kalua kalian tidak mempelajari dan menggunakan fitur on-screen message, seperti kemampuan untuk membuat penanda di map agar tim kalian segera menuju ke arah penanda tadi, kalian akan mati dengan cepat.

Baca Juga:  Berubah pikiran, Nintendo mulai rangcang Switch Generasi Kedua

Hal yang paling menonjol adalah bagaimana Tencent sukses mendadopsi control AoV ke JoyCon/Pro Controller yang digunakan Switch, juga bagaimana Tencent membuat tiap fungsi tombol seperti mengambil item, mengeluarkan serangan disaat yang tepat mudah digunakan. Penggunaan tombol-tombol yang ada di Switch terasa sangat natural, bahkan kalian bisa melihat-lihat kondisi map dengan menekan salah satu titik di map saat kalian menunggu hero kalian respawn.

Kalian bisa meng-upgrade serangan-serangan ini dengan menekan tombol X saat ada notifikasi pada setiap pertandingan atau kalian bahkan bisa mengatur agar semuanya bisa diupgrade dan dibeli secara otomatis sehingga kalian bisa fokus pada pertarungan, kalua kalian memang tidak begitu tertarik mengatur status hero kalian. Meski status hero-hero kalian sudah diatur sedemikian rupa untuk menjaga keseimbangan saat dimainkan di konsol, ada banyak hal-hal yang bisa kalian pelajari. Hal-hal ini tidak serumit seperti dalam League of Legends, tapi memang AoV memakai sebagian sistem dari LoL dalam system mereka.

Meski dipresentasikan dengan baik, AoV tetap memiliki kekurangan. Salah satu contohnya adalah saat kalian memilih karakter, game terasa melambat. Juga cara AoV memuat profil dari tiap pemain saat menyiapkan pertandingan bisa membuat waktu menunggu jadi sangat lama. Suara dari tiap-tiap hero juga terasa biasa saja, tapi desain hero2nya (meski ada beberapa yang terlihat membosankan) sangatlah bagus. Bahkan ada dukungan ke beberapa karakter dari DC Comic. AoV dijalankan pada 30fps, walau kadang ada penurunan performa saat ada banyak hero di satu layar secara bersamaan, tapi tidak begitu mempengaruhi kenikmatan bermain.

Hal yang perlu diingat adalah AoV bisa dimainkan dengan gratis, jadi kalian bisa mengunduh game ini dan langsung bermain. Kalian juga bisa memainkan hero-hero yang sekarang tersedia, meski kalian hanya bisa menaikkan level profisiensi hero yang kalian miliki saja. Kalian bisa membuka hero-hero ini seiring berjalannya waktu, tapi kalua kalian ingin benar-benar segera memakai hero-hero yang kalian sukai, kalian harus rajin mencari gold dalam game atau kalian bisa memebelinya dengan uang. Tencent mengkonfirmasi kalua kalian tidak memerlukan subskripsi Nintendo Switch Online untuk memainkan AoV, jadi kalian bisa memainkan game ini tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Bahkan ada mode permainan special bernama Hook Wars dimana kalian bisa menggunakan Joy-Cons untuk memainkan mini-game bebasis motion-control yang tersedia pada akhir pekan.

Kesimpulan

Tencent berharap port konsol AoV bisa membawa kesuksesannya di dunia gaming ponsel pintar ke Nintendo Switch dan dengan gameplay dan konsep MOBA yang solid dan bisa dimainkan dengan gratis, tak ada alasan untuk tidak bisa mencapai kesuksesan yang sama dalam bulan-bulan atau tahun-tahun mendatang. Meski memiliki masalah teknis saat dirilis, hal tersebut tidak menafikan fakta bahwa Switch punya game MOBA yang solid sekarang. Salah satu game ponselpintar paling ramai dimainkan di dunia sekarang ada di Switch, hal yang patut dirayakan.

Continue Reading

Nintendo Console

Berubah pikiran, Nintendo mulai rangcang Switch Generasi Kedua

Published

on

By

GwiGwi.com – Di bulan Maret lalu, Presiden Nintendo, Tatsumi Kimishima, tidak berencana segera menyiapkan Nintendo Switch generasi kedua.

Dikutip dari GameSpot, saat tersebut Kimishima hendak Switch mempunyai usia atau life cycle sampai lima atau enam tahun. Kini kabar terbaru melafalkan bahwa pihak Nintendo kelihatannya berubah pikiran.

Sebuah laporan dari Wall Street Journal disebut sukses mendapatkan informasi dari suplier dan orang dalam Nintendo. Laporan tersebut mengucapkan bahwa Nintendo berencana merilis Switch baru tahun depan, namun belum ditentukan spesifikasi yang dibawanya.

Sebuah informasi dari suplier komponen Nintendo Switch melafalkan bahwa Switch teranyar akan diluncurkan di pertengahan 2019. Kemudian penambahan yang diketahui sekitar ini terletak di panel layar yang dipakai yang hari ini masih memakai panel LCD.

Baca Juga:  Berubah pikiran, Nintendo mulai rangcang Switch Generasi Kedua

Laporan ini tidak membeberkan penambahan seperti apa yang dilaksanakan Nintendo pada panel layar, namun kuat sangkaan Switch bakal mulai memakai layar OLED, dilansir dari Ars Technica.

Diketahui bahwa perusahaan produsen panel layar LCD Japan Display menjadi suplier utama panel LCD Nintendo Switch, perlahan mulai meminimalisir produsi panel LCD guna Switch di tahun lalu, dan sekarang mulai berpindah memproduksi panel OLED.

Pihak Nintendo belum inginkan menanggapi spekulasi yang beredar. Saat ini Nintendo Switch menjadi satu-satunya handheld yang berhasil di pasar, menilik Sony berhenti memproduksi PS Vita dan tidak berencana meneruskannya.

Continue Reading

Nintendo Console

Arena of Valor versi Nintendo Switch alami banyak masalah, ini tanggapan mereka

Published

on

By

GwiGwi.com – Baru saja rilis beberapa hari, Arena of Valor versi konsol Nintendo Switch alami banyak masalah yang dikeluhkan para gamer. Masalah utama ialah koneksi in-game yang tidak mulus, banyak yang mengeluhkan sering re-connection atau AFK tiba-tiba.

Belum lagi masalah pembayaran voucher yang mengalami delay bahkan tidak masuk di akun gamer.

Melihat hal ini, Arena of Valor mengumumkan penyesalan atas masalah ini, solusinya mereka akan menonaktifkan sistem kredibilitas pemain. Jika pemain AFK atau DC dalam permainan, maka poin kredibilitas kamu tidak akan berkurang. Walau kamu tetapa akan mendapat pesan peringatan AFK.

Baca Juga:  Mobalog Arena of Valor untuk Nintendo Switch rilis hari ini

Untuk masalah pembayaran juga ditanggapi serius, mereka berjanji akan memperbaiki kasus-kasus yang ada. Arena of Valor memberikan 200 gem sebagai kompensasi atas permasalahan yang terjadi. Dapat kamu temukan pada halaman pesan in-game.

Belum ada pernyataan resmi kapan akan ada update untuk masalah ini, semoga cepat teratasi dan permainan bisa kembali fair.

Continue Reading
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement South East Asia Cyber Arena 2018
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending