Connect with us

Event

Comic Frontier Kembali Hadirkan Semarak Kreativitas dalam Comifuro X

Published

on

GwiGwi.com – Industri kreatif Indonesia kini semakin menunjukkan jati dirinya dengan hadirnya berbagai kreator dan karya kreatif yang sudah mampu bersaing di kancah internasional. Mulai dari komik, game, hingga animasi karya kreator lokal kini sudah bisa menunjukkan eksistensinya di negeri sendiri dan hadir dengan kualitas yang patut dibanggakan. Beragam komunitas kreatif pun terus bermunculan seraya menyambut gayung semangat berkarya dari para kreator di dalam negeri ini.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, Comic Frontier (Comifuro) telah menjadi bagian penting dalam pergerakan industri kreatif di Indonesia. Setiap tahunnya acara ini selalu menghimpun ratusan kreator dan komunitas kreatif, baik yang sudah berada di bawah naungan penerbit besar maupun mereka yang berkarya secara independen untuk menampilkan berbagai karya kreatifnya kepada publik. Semangat untuk terus mendukung pergerakan industri kreatif di Indonesia ini yang menjadi penggerak bagi pihak Comic Frontier untuk kembali mengadakan event tahunan ini di tahun 2018.

Acara pasar karya kreatif terbesar di Indonesia ini kembali hadir pada tanggal 3-4 Maret 2018 bertempat di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan. Pada tahun ini, Comic Frontier telah mencapai penyelenggaraan yang ke-10 kali. Untuk merayakan semangat berkarya selama 10 tahun dan juga geliat kolaborasi yang terus digalakkan oleh para kreator dalam membangun industri kreatif dalam negeri, kali ini pihak Panitia Penyelenggara Comic Frontier mengusung acara ini dengan nama Comic Frontier X, di mana X bisa diartikan sebagai angka 10 dan juga simbol dari kolaborasi yang selama ini terus dijalin.

Sudah menjadi ciri khas bagi Comic Frontier untuk menghadirkan ilustrasi yang baru dan berbeda dalam setiap penyelenggaraannya. Pada acara kali ini, Comic Frontier X berkolaborasi dengan salah satu talenta berbakat dalam negeri, Controlling Time untuk membuat ilustrasi utama di acara ini.
Comic Frontier X akan menghadirkan semarak kreativitas yang lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam Comic Frontier X, jumlah kreator dan komunitas kreatif yang ikut serta dalam pameran kali ini berjumlah jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya jumlah kreator dan komunitas kreatif yang terhimpun dalam acara kali ini membuat pengunjung bisa menemukan lebih banyak ragam karya kreatif dalam acara ini.

Selain itu semarak kreativitas juga dihadirkan dalam konten acara di panggung utama yang tidak boleh dilewatkan oleh pengunjung yang hadir di Comic Frontier X. Berbagai talkshow kreatif kembali dihadirkan dalam panggung utama di Comic Frontier X dengan bintang tamu yang beragam. Seperti halnya lingkar kreatif Doujin Dalam Botol dan Character Cross yang akan menghadirkan kolaborasi kreatif terbaru dalam sebuah produk boardgame.

Tidak hanya itu saja, talkshow kreatif dalam acara Comic Frontier X ini juga akan menghadiri pembicara ternama dalam bidang komik. Salah satunya adalah penerbit komik digital dengan format webcomic Ciayo Comics yang akan mengisi talkshow kreatif di panggung utama Comic Frontier X. Selain itu Re:ON Comics, penerbitan majalah komik ternama di Indonesia yang akan merilis komik terbarunya dalam talkshow kreatif di acara ini. Comico juga tidak ketinggalan untuk menghadirkan perbincangan kreatif yang menarik untuk diikuti di panggung utama.

Selain dari dunia komik, semarak kreativitas juga ditampilkan dalam rangkaian acara lain yang tidak boleh dilewatkan di panggung utama. Pada Comic Frontier X kali ini, panitia kembali menghadirkan Utattemita Session, sebuah sesi di mana para pengunjung bisa menunjukkan eksistensi dan bakat dalam sebuah karaoke gratis di panggung utama. Seluruh pengunjung bisa mengikuti sesi ini tanpa dikenakan biaya tambahan.

Untuk pertama kalinya, Comic Frontier X kali ini akan menghadirkan sebuah Portofolio Review. Dalam Portofolio Review ini, para kreator bisa menunjukkan berbagai hasil karya kreatifnya kepada sejumlah penerbit yang hadir di acara ini. Berbagai penerbit yang akan hadir mengisi sesi Portofolio Review ini adalah Well+Done Group, Penerbit Haru, CIAYO Comics, Re:ON Comics, dan Comico.

Baca Juga:  Seminar KRAMIK, Seminar Komik 4 Panel BEM Unsada Bersama Ghosty's Comic

Dalam acara ini, semarak kreativitas turut serta dihadirkan dalam sebuah workshop cosplay yang akan dihadiri oleh cosplayer dalam negeri yang berbakat, yakni Yukitora Keiji. Cosplayer yang berada di bawah naungan Yggdra Project ini akan berbagai tips mengenai pembuatan desain kostum cosplay.
Comic Frontier selalu tumbuh bersama para komunitas kreatif yang ada di seluruh pelosok negeri dengan berbagai macam kreativitas tersendiri. Dalam acara kali ini, Comic Frontier X menghadirkan sejumlah komunitas kreatif untuk menunjukkan kreativitasnya di panggung utama. Salah satu komunitas kreatif yang hadir mengisi kemeriahan kreatif di acara ini adalah grup dance cover Juice. Tidak hanya itu saja, Ellie dari Yggdra Project bersama dengan Roulette akan membuat suasana semakin meriah di panggung utama Comifuro X.

Bintang tamu lainnya yang akan meramaikan panggung utama Comifuro X adalah NIA dari Yggdra Project yang akan mengajak pengunjung untuk bernyanyi bersama di panggung utama. Selain itu talenta penyanyi yang juga ikut serta hadir dalam acara kali ini adalah Angelyn yang senantiasa membawakan berbagai cover lagu anime dengan suaranya yang khas yang mampu menggerakkan seluruh pengunjung untuk ikut larut dalam kemeriahan bersama. Komunitas vokal Nanairo Symphony juga tidak akan ketinggalan untuk ikut serta meramaikan panggung utama Comifuro X.

Komunitas kreatif lainnya yang ikut serta dalam semarak kreativitas di Comic Frontier X ini adalah OtaGroove. Otagroove merupakan komunitas pertama di Indonesia yang terinspirasi dari budaya Anisong Club Event (atau biasa dikenal dengan istilah Anikura) di Jepang yang merupakan paduan dari Club Culture dan Japanese Pop Culture. Berawal dari sebuah DJ event bertema Japanese Pop Culture yang di laksanakan pada bulan Maret 2016, kini OtaGroove menjadi wadah bagi pecinta Japanase Pop Culture untuk mengenal Club Culture maupun sebaliknya melalui berbagai aktivitas seperti pelaksanaan event, DJ performance, dan juga aktivitas pada media sosial. Setiap materi audio maupun video yang dimainkan oleh DJ dan VJ Otagroove bertemakan Japanese Pop Culture seperti anime, idol, game atau konten-konten lainnya. Pengunjung event OtaGroove diperbolehkan untuk menikmati acara dengan mengenakan costum karakter favorit mereka atau biasa disebut cosplay. Otagroove, the only geek DJ community in Indonesia!

“Comic Frontier selalu tumbuh bersama komunitas dan para kreator yang tidak hentinya terus menghadirkan berbagai karya terbaik mereka. Kami harap dengan banyaknya kreator dan komunitas yang telah dihimpun dalam acara ini, kami bisa terus konsisten memberi dukungan kepada pertumbuhan industri kreatif di Indonesia.” Ujar salah satu perwakilan dari Pihak Panitia Penyelenggara Comic Frontier.

Sekilas tentang Comic Frontier

Comic Frontier merupakan acara ekshibisi kreatif yang telah rutin diselenggarakan setiap tahun. Acara ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012. Saat pertama kali diselenggarakan Comic Frontier hanya menampung 35 lingkar kreatif untuk bergabung. Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan industri kreatif di Indonesia, Comic Frontier telah menjadi sebuah gerakan kreatif yang mampu menghimpun ratusan kreator dalam satu event.

Acara ini diselenggarakan dengan harapan agar Comic Frontier bisa menjadi sebuah event yang memberikan ruang baru kebebasan berekspresi dalam industri kreatif tanpa adanya batasan stigma dari masyarakat. Event ini juga diharapkan mampu menjadi penggerak industri kreatif Indonesia dengan menghimpun berbagai kalangan mulai dari kreator independen, komunitas, hingga kreator professional. Memberikan yang terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini tanpa harus meninggalkan siapapun adalah hal yang diperjuangkan dalam event ini.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di:
Website: www.comifuro.net
Facebook: facebook.com/comifuro
Twitter: twitter.com/comifuro
Email: comifuro.staff@gmail.com

Event

Seminar KRAMIK, Seminar Komik 4 Panel BEM Unsada Bersama Ghosty’s Comic

Published

on

By

GwiGwi.com – BEM Fakultas Sastra Unsada menghadirkan sebuah seminar yang dapat membantu kalian memahami dan mungkin akan menggeluti dunia perkomikan terutama di model komik strip 4 panel. Nama Seminar itu dinamakan KRAMIK.

Apa itu Seminar KRAMIK?

Seminar Kreasi Komik (KRAMIK) adalah event seminar & workshop tentang komik strip 4 panel yang diselenggarakan BEM Fakultas Sastra Unsada sebagai wadah untuk mendukung industri kreatif lokal.

Dengan mendatangkan pembicara ternama yaitu author GHOSTY’s COMIC, Seminar KRAMIK akan menjadi tempat yang tepat untuk para enthusiast yang ingin menjadikan hobinya menggambar komik, untuk masuk ke dalam sebuah industri yang menjanjikan dan mengharumkan nama bangsa.

Diadakan di kampus Unsada, Seminar KRAMIK dijadwalkan terselenggara pada Sabtu, 9 Maret 2019, tepatnya di ruang seminar K307 gedung Fakultas Teknologi Kelautan.

Baca Juga:  Seminar KRAMIK, Seminar Komik 4 Panel BEM Unsada Bersama Ghosty's Comic

Kapan lagi ada acara positif yang mendukung dunia kreatif lokal kayak gini di Unsada? Ayo buruan daftar karena TIKET sudah bisa dipesan SEKARANG. Dan oh ya! Acara ini terbuka untuk umum lho, kamu yang bukan mahasiswa Unsada juga bisa mendaftar!

Langsung aja klik bit.ly/TiketKRAMIK untuk membeli. Pemesanan akan ditutup pada Kamis, 7 Maret atau sebelum sold out, karena ketersediaan terbatas!

Seminar KRAMIK didukung oleh media partner:
GambArt, KAORI Nusantara, Event Jakarta, KabarKampusCom, Ruang Mahasiswa, Media Formasi, Nawala Karsa, Risa Media, GwiGwi, Nippon Club Binus, dan Wibunews.

Continue Reading

Lokal

Atlet Termuda Menjadi Wakil Indonesia Di Kancah Esport PES 2019 Asia Tenggara

Published

on

By

GwiGwi.com – Finals PRO EVOLUTION SOCCER SOUTH EAST ASIA 2019 akan diadakan pada tanggal 3-Maret 2019 di Thailand Esports Arena, Bangkok. Diselenggarakan oleh Komunitas PES SEA didukung oleh TESF (Thailand E-Sports Federation) dan Siamsports untuk memperebutkan total hadiah USD 1.800 dan 1 slot untuk tampil di Kejuaraan Asia. Melihat hasil kualifikasi ini, besar harapan kita semua tim Indonesia bisa meraih hasil yang terbaik di SEA dan bahkan bisa lolos ke Kejuaraan Asia.

Dengan hasil ini maka 4 wakil Indonesia ke ajang SEA Finals Bangkok Thailand, adalah:

  • Rizky Faidan, Bandung
  • Rommy Hadi Wijaya, Banjarmasin
  • ELga Cahya Putra, Lampung Tengah
  • Ardi Agung Nugroho, Bandar Lampung, yang berhasil lolos dengan menjadi juara di jalur kualifikasi online

Rizky Faidan, 15 tahun, kembali berhasil tampil menjadi wakil Indonesia ke ajang PRO EVOLUTION SOCCER South East Asia Finals 2019 yang akan diadakan pada tanggal 3 Maret di Bangkok, Thailand. Liga1PES baru aja menyelesaikan musim kompetisinya di tahun ini, gelaran final nasional yang diadakan selama dua hari pada tanggal 16-17 Februari lalu menampilkan 25 pemain PES terbaik dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT & NTB, dan tentunya Jakarta.

Di hari pertama, digelar Final Regional untuk regional Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera, dan Indonesia Timur. Hasil di tahap ini masih sesuai prediksi, karena pemain-pemain unggulan berhasil menjuarai grup dan lolos ke putaran final nasional. Sore hari, babak grup putaran final nasional dimulai pukul 18.00 WIB yang ditayangkan LIVE di Channel Youtube: Jebreeet TV.

Serunya babak penyisihan dan kualifikasi wakil Indonesia

Di Grup A, Doni pemain asal Lampung yang lolos dari Series Surabaya tampil sempurna dengan 9 POIN, dan kejutan datang dari wakil Indonesia Timur asal Manado, Acel yang berhasil menjadi runner-up mengungguli wakil daerah lainnya dari Sangatta & Wonogiri. Di Grup B terjadi partai sengit antara Rizky Faidan vs Rianwika asal Jakarta, Rizky yg sudah mengumpulkan 4 POIN hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan lolos, sedangkan Rian yang hanya mengumpulkan 3 POIN setelah 2 partai membutuhkan kemenangan agar bisa lolos ke babak selanjutnya. Hasilnya, setelah partai 90 menit Rizky Faidan “the wonder boy” berhasil unggul tipis dengan skor 4-3.

Di Grup C, final nasional tahun ini kedatangan “new wonder boy” Michael asal Surakarta Solo, usianya baru 11 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Di partai pertama dia harus melawan Dom NoLimit yang lolos sebagai Juara Event Pre-Season, dan di luar dugaan, prestasi Michael di Regional Jawa Tengah yang membawa dirinya lolos ke putaran final nasional benar2 bukan “isapan jempol”. Michael berhasil “menggunduli” Udom dengan skor 4-1 yang membuat semua pemain senior yang hadir di Indonesia Esports Stadium bahkan penonton youtube pun kagum melihat penampilannya yang luar biasa. Ketenangan dan juga kemampuannya membaca permainan lawan, seolah-olah sulit membayangkan kalo Michael ini masih seorang bocah yang duduk di kelas 4 SD (Kalian bisa lihat partai ulangan-nya di Group Stages match pertama Channel Jebreeet TV). Di partai kedua, Michael harus melawan perwakilan baru dari Indonesia Timur asal Kupang, Bro Iwan Goro. Partai non-LIVE ini rupanya berlangsung ketat namun tetap berhasil dimenangkan oleh Michael dengan skor 2-1. Di partai terakhir, di partai yang tidak menentukan, Michael harus melawan seorang pemain senior PES asal Surabaya: Ahmad Habibie. Keduanya sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya, tapi hasil ini akan menentukan siapa lawan mereka berikutnya di babak gugur yang sekaligus menjadi partai “adu gengsi” antara senior melawan junior di tengah ketatnya persaingan komunitas PES Indonesia; dan hasilnya benar-benar di luar dugaan, Habibie harus mengakui keunggulan Michael dengan skor cukup telak 5-2!

Kami pun langsung menghampiri Habibie dan melakukan obrolan sedikit ttg hasil tsb: “Kenapa bro? Kok bisa?” Permainan Michael bagus dan benar-benar memiliki kemampuan bermain di atas rata-rata bahkan menyamai kemampuan beberapa pemain PES senior yang udah memiliki pengalaman kompetisi sekalipun, begitu kira2 tutur Habibie. Jadi, hasil yang terpampang di papan skor, benar-benar memperlihatkan kemampuan Michael sebagai salah satu pemain terbaik di PES Indonesia saat ini. Kekalahan Habibie melawan Michael harus dibayar mahal karena sebagai runner-up grup, Habibie harus berhadapan dengan Wakil Indonesia tahun lalu sekaligus pemain PRO Klub Thailand: Adhie QWa di Knock-out.

Grup D adalah “Grup Neraka” di putaran final musim ini, karena di-isi oleh 2 wakil Indonesia SEA Finals 2018 Kuala Lumpur: QWa dari Samarinda dan Rio asal Jakarta; dan 1 orang wakil Indonesia yang tampil di Asian Games 2018: Elga yang lolos dari Series Palembang. Menyisakan Rey seorang diri asal Tangerang di tengah-tengah pertarungan para pemain “berpengalaman”. Lagi-lagi bola itu bundar, setelah 2 partai, QWa yang sudah memastikan diri lolos sebagai juara grup harus mengalami kekalahan pertamanya oleh Rey yang bukan unggulan. Sedangkan Rio & Elga harus melakukan partai “hidup mati” di partai yang terakhir. Partai seru ditayangkan LIVE dan hasilnya, Rio sebagai juara bertahan Liga1PES musim lalu harus rela gagal tampil di putaran knock-out, karena Elga berhasil bermain “sangat baik” dan unggul atas Rio dengan skor tipis 2-1!

Minggu, 17 Februari Final Nasional Liga1PES 2019 menyisakan 8 pemain terbaik dari seluruh Indonesia. Putaran knock-out dimainkan dengan format BO2, dimana masing-masing putaran akan memainkan 2 partai sekaligus, jika jumlah gol setelah 2 partai tersebut adalah imbang maka akan dimainkan 1 partai tambahan dengan extra time dan penalty. Seluruh partai putaran knock-out ditayangkan LIVE, untuk putaran perempat-final ditayangkan LIVE di 2 Channel secara bersamaan: Jebreeet TV & Liga1PES TV!

Partai favorit perempat-final adalah antara Michael v Elga, “the new wonder boy” melawan pemain wakil Indoensia di ajang Asian Games 2018! Di partai yang pertama benar-benar terjadi jual-beli serangan antara dua pemain ini. Elga yang menggunakan Arsenal berhasil unggul terlebih dahulu di menit ke-15 melalui tendangan first-time volley Aubameyang skor 1-0. Michael yang tertinggal benar-benar menunjukkan mampu menguasai dirinya dengan berhasil mendikte permainan dengan mencoba menekan pertahanan Elga, akhirnya di menit ke-35, Michael berhasil memanfaatkan ruang kosong Cavani dengan melesatkan tendangan keras ke arah kanan penjaga gawang skor 1-1! Terlihat di layar kamera setelah gol pertama, Michael meneteskan air mata kegembiraannya, dan akhirnya dengan pola serangan yang hampir sama, menit ke-41 kali ini Michael dengan Neymar-nya melakukan tendangan first-time keras ke arah kiri penjaga gawang, skor 1-2 untuk Michael dan lagi2 Michael tidak bisa menahan air mata kegembiraannya setelah untuk sementara unggul atas Elga. Elga dengan pengalamannya berhasil mengembalikan kedudukan dengan cepat, sedari kick-off umpan lambung kepada Aubameyang tidak terkawal dengan baik oleh pertahanan Michael, Elga berhasil melakukan gol balasan cepat di menit ke-43 skor 2-2! Namun skor belum berakhir, karena meski Michael yang terlihat emosional justru mampu melakukan serangan di menit2 akhir babak pertama setelah bola muntah tepisan penjaga gawang berhasil disambut oleh tendangan first-time Julian Draxler di menit ke-45 sehingga skor menjadi 2-3 di akhir babak pertama untuk keunggulan Michael.

Baca Juga:  Comifuro 12 - Sebuah Cacatan, Akankah Menjadi Lebih Baik Lagi?

Memulai babak kedua, Elga yang tertinggal mencoba menekan pertahanan Michael sejak menit-menit awal dan menit ke-49 Elga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah Miki berhasil memberi operan pendek yang dilanjutkan dengan sepakan keras oleh Lacazette. Dan di menit ke-57 Michael menunjukkan kemampuannya bermain PES dengan kombinasi operan 1-2 yang begitu apik antara Cavani & Draxler yang berhasil diselesaikan oleh Draxler melalui sudut sempit skor 3-4 untuk Michael. Entah apa yang terjadi dengan Michael, setelah gol keempatnya, permainannya seperti kehilangan konsentrasi dan Elga dapat memanfaatkan kelemahan itu di menit ke-74 terlihat Elga dapat membagi bola kepada Aubameyang yang tanpa pengawalan dan berhasil menyamakan kedudukan 4-4! Hasil ini bertahan hingga akhir babak kedua dan dilanjutkan dengan partai kedua dimana kedua pemain saling berganti klub.

Di babak kedua, Elga yang memiliki pengalaman lebih berhasil mengendalikan permainan dan membaca pergerakan pemain Michael dengan baik. Michael sendiri seperti kesulitan mengendalikan emosi-nya sehingga hasil partai kedua benar2 didominasi oleh Elga sehingga hasil akhir 4-1 utk kemenangan Elga, dan Elga otomatis lolos putaran semi-final dengan agregat 8-5 atas Michael.

Di partai lainnya, Faidan yang harus melawan Doni asal Surabaya harus bermain “kaca-mata” terlebih dahulu, namun berhasil mendominasi di partai kedua dengan skor 5-2. Rommy asal Banjarmasin juga mengalami hal yg sama saat melawan Acel asal Manado, setelah bermain imbang 2-2 di partai pertama, Rommy akhirnya berhasil unggul dengan 2 gol tanpa balas dan lolos ke putaran semi-final. Partai seru lain-nya di putaran perempat-final ini adalah antara Adhie QWa vs Habibie, banyak pendukung yang mengfavoritkan Adhie QWa untuk bisa lolos ke putaran selanjutnya. Tapi sekali lagi bola itu bundar, partai sengit terjadi antara keduanya, dan di partai yang pertama QWa harus kalah tipis dari Habibie dengan skor 2-1. Di partai kedua, QWa mencoba membalas, sayangnya keberuntungan sedang tidak ada di pihak Adhie QWa, setelah serangan bertubi-tubi dan terjadi saling balas serangan, Habibie cukup bermain imbang 4-4 untuk memastikan dirinya lolos ke putaran semi-final.

Partai semi-final menjadi partai yang paling mendebarkan buat semua penonton dan pendukung, karena semua pemain tampil dengan luar biasa. Hasil akhir benar2 menunjukkan kualitas semua pemain seimbang, hanya keberuntungan dan ketenangan yang menentukan hasil akhir. Faidan yang unggul atas Elga di partai pertama dengan skor 4-2 harus berjibaku melawan gempuran Elga di partai kedua, bahkan sampai di detik terakhir partai kedua, klo saja Faidan gagal membuang bola yang nyaris masuk melewati gawang, penonton akan disuguhkan partai tambahan dari keduanya. Meski Faidan harus kalah 2-1 di partai kedua, dia berhasil lolos ke putaran final dengan agregat tipis 5-4. Di partai semi-final lainnya Habibie vs Rommy jg berlangusng ketat, setelah partai pertama berakhir imbang 2-2, di partai kedua Habibie terlihat seperti “kurang bulat” untuk meraih kemenangan, hasilnya Rommy justru tampil lebih agresif meski hasilnya hanya unggul tipis 3-2, Rommy memastikan tampil di putaran final dengan agregat 5-4.

Partai Juara ketiga antara Elga v Habibie menjadi partai adu gengsi untuk menentukan slot terakhir wakil Indonesia ke ajang SEA Finals Bangkok, Thailand. Di partai pertama Habibie berhasil unggul atas Elga dengan skor 2-1, tapi di partai kedua, Habibie seperti kehilangan “tekad”-nya dan kelihatan begitu kesulitan untuk mencari cara mencetak gol ke gawang Elga. Sebaliknya Elga yang setelah kekalahan tipis dari Faidan di partai kedua tampil luar biasa dengan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor meyakinkan 3-0 atas Habibie dan memastikan slot terakhir sebagai Wakil Indonesia. Di partai puncak, keduanya menjadi partai favorit di final: Faidan vs Rommy. Namun hasilnya justru di luar idaman semua pendukung, entah apa yang terjadi dengan Rommy tapi di partai kedua seolah-olah kita disajikan sebuah partai yang berbeda kelas antara Faidan dengan Rommy. Faidan dengan PSG-nya tampil “beringas”, menguasai semua lini permainan dan bahkan dengan mudah mencetak gol demi gol ke gawang Rommy. Sebagai informasi, ini untuk ketiga kalinya Rizky Faidan tampil di Final Nasional Liga1PES, dia hanya vakum 1x saat SEA Finals 2017 Bandung dikarenankan harus fokus ujian akhir kelas 9. Di level internasional pun, Rizky juga uda sempat menjadi wakil Indonesia 1x ke SEA Finals Hanoi dan bertanding kejuaraan PES di Malaysia dan keluar sebagai Juara 1 mengalahkan semua pemain Malaysia bahkan pemain pro asal Vietnam yg akan tampil di WESG PES 2019 bulan Maret mendatang. Hasil akhir partai final benar-benar menunjukkan kualitas seorang Rizky yang sebenarnya, Rizky unggul agregat dengan skor 7-1 atas Rommy.

Continue Reading

Event

Comifuro 12 – Sebuah Cacatan, Akankah Menjadi Lebih Baik Lagi?

Published

on

By

GwiGwi.com – Comifuro tiap tahunnya menjadi ajang para kreator menjual hasil karyanya, tempat teman jauh atau komunitas bertemu dan berkumpul, serta menjadi tempat para cosplayer dan kameko menunjukan kebolehan mereka dalam memerankan karakter yang sedang mereka perlihatkan, atau bagi Kameko, membuat sebuah foto atau konten yang menakjubkan.

Tahun ini adalah perhelatan Comifuro yang ke 12, yang kembali diadakan di Balai Kartini ExpoJakarta, pada 23-24 Februari 2019. Akankah ini menjadi Comifuro yang mensinyalkan perubahan ke Comifuro berikutnya? Berikut adalah ulasan dari Gwiditor kita yang turut hadir merasakan keramaian dan keseruan acara tersebut.

Namun, agar sedikit lebih serius, kita akan membahas sedikit kekurangan event tersebut sebelum membahas yang lainnya.

Yang selalu menjadi keluhkesah dari para pengunjung setiap tahunnya ada beberapa hal yang perlu dicatat dan ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Keamanan dan kenyamanan. Dari keyword tersebut bisa sedikit ditebak bagaimanakah Comifuro dirasakan oleh para pengunjung. Setiap tahunnya, selalu ada kasus kecopetan, kehilangan dan semacamnya. Selain itu juga beberapa keluh kesah netizen yang juga hadir adalah lokasinya yang “kuning” dan juga mudah menjadi sumpek, apek dan gerah.

Hal-hal yang disebutkan sebenarnya bisa dilihat dari 2 perspektif yaitu, apakah berarti Panitia Comifuro harus bergegas memberikan solusi yang tepat jika Comifuro selanjutnya diadakan di lokasi yang sama, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman, atau malah disini adalah waktunya Balai Kartini berbenah karena beberapa faktor tersebut merupakan fitur-fitur lokasi tersebut? Tidak bisa dipungkiri, dalam suasana padat, ramai, riuh, seru, dan sebagainya, pengunjung mudah terlena. Hal ini dimanfaatkan oleh tangan-tangan jahil yang terkadang, namanya kalap, akan sah-sah saja untuk mereka lakukan. Selain itu untuk masalah kenyamanan, justru bisa dibilang ini mungkin hal positif dari Comifuro dimana setiap tahunnya event ini menjadi semakin ramai, seru, dan meriah. Jadi, berikutnya adalah tinggal bagaimana cara pengunjung menyesuaikan diri untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Cukup sekian untuk kekurangannya yang akan kita bahas, berikutnya mari kita bahas hal-hal yang lebih menyenangkan 🙂

Comifuro, as the name suggested, adalah perhelatan pameran para kreator komik di Indonesia. Namun seiring tahun, Comifuro yang merupakan singkatan dari Comic Frontier banyak diisi dengan partisipasi circle (group yang menjual merchandise berbau pop-culture) yang lebih berfokus pada Poster, Gantungan Kunci, Artbook, dsbnya. Tergantung kita melihat dari perspektif yang mana, tapi overall menurut kita ini adalah hal yang bagus banget. Kenapa? Karena dengan adanya variasi yang lebih mungil, produksinya pun lebih mudah. Kemudian dengan adanya kemudahan produksi ini, membuat pilihan “jajan” menjadi lebih banyak, dan lebih affordable mengingat harga ganci bisa jadi cuman 1/4 dari sebuah komik atau lightnovel.

Baca Juga:  Comifuro 12 - Sebuah Cacatan, Akankah Menjadi Lebih Baik Lagi?

Selain itu, tidak sedikit yang menjadikan Comifuro ini sebagai tempat berkumpul dengan teman yang sudah lama tidak ketemu, atau proses bertemunya sebuah komunitas online kearah face-to-face interaction. Sejujurnya, pada Comifuro 12 ini, saya (fsplus) merasa bahwa saya lebih banyak bertemu dengan kawan-kawan lama, atau komunitas, yang biasanya hampir tidak mungkin berinteraksi diluar komunikasi online. Ini dikarenakan kesibukan masing-masing selepas kuliah dan mulai sibuk dengan dunia pekerjaan. Comifuro pada awal tahun ini berhasil mempertemukan saya dengan teman-teman lama semasa kuliah dulu, karena pada 2 hari ini, kita mengkesampingkan beberapa waktu yang telah habis dengan pekerjaan, untuk bertemu di satu titik.

Melanjutkan dari point diatas, sebuah hobi yang belum lama ini saya tekuni yaitu fotografi-pun menantang saya untuk berkenalan dan berinteraksi dengan orang-orang baru disekitar, yang mungkin dulu tidak saya kenal. Ini menjadi nilai plus yang lebih lagi karena konotasi negatif “wibu” yang selalu mengurung diri di kamar, bisa terbukti sebaliknya dari kegiatan seperti Comifuro ini.

Selain itu juga, Comifuro ini telah berhasil menarik perhatian para Cosplayer-cosplayer lokal yang tidak ingin kalah dengan event serupa yang diadakan di tanah kelahiran anime yaitu Jepang, di COMIKET yang setiap tahunnya menarik perhatian dunia “wibu” dengan Coser-Coser cetar dari berbagai daerah dan negara. Para Kameko, atau fotografer yang berfokus pada Cosplay juga tidak mau kalah, sehingga setiap dari mereka berlomba-lomba untuk menghasilkan karya terbaik yang bisa mereka hasilkan.

Jadi kesimpulannya, Comifuro 12 ini sangat baik jika digunakan sebagai dasar Comifuro kedepannya. Kesempatan untuk memperbaiki event ini masih sangat banyak, dan mengingat beberapa persaingan event di Indonesia-pun bisa disusul, apalagi sudah berkurang dengan hengkangnya Festival Anime terbesar di Indonesia, Comifuro menjadi salah satu pilihan utama untuk para penggemar Anime, dan Pop-Culture secara general terlepas dari kekurangan yang dikeluhkan diatas. Pun demikian, tidak banyak event yang mampu menampung antusiasme dan semangat para kreator-kreator lokal, dan telah membukakan kesempatan-kesempatan tanpa batas kepada para kreator untuk berkembang lebih lanjut lagi, dan mungkin perlaha mulai menitih karir dalam jalur karir di topik tersebut. Teruslah berkarya para kreator-kreator lokal, dan semangat yang terbaik untuk seluruh staff Comifuro terutama Comifuro 12 tahun ini.

Disclaimer: Artikel ini diciptakan sebagai catatan editorial post-event dari Comifuro 12. Seluruh ungkapan yang dituliskan bersifat pendapat pribadi, dan mungkin dapat berbeda dengan pendapat orang lain. Artikel ini dituliskan untuk menggambarkan suasana dan feels yang didapatkan dari acar tersebut.

Gallery Comifuro 12

This slideshow requires JavaScript.

Baca juga: Ratusan Kreator Siap Unjuk Kreativitas di Comic Frontier 12

Continue Reading

Trending