Connect with us

TV & Movies

Call Of Duty Masuk Layar Lebar? Kenapa Tidak!

Published

on

GwiGwi.com – Activision sepertinya akan tetap gencar dengan project menggarap serial game mereka ke layar lebar. Setelah diumumkannya tanggal perilisan movie dari game Warcraft yaitu pada tahun 2016, Duncan Jones mengumumkan bahwa dia memiliki keinginan untuk meluncurkan 2 film Warcraft lagi, yang belum diketahui ceritanya. Namun, bagi pecinta game FPS besutan perusahaan yang sama, yaitu Call Of Duty, bersiap-siaplah, karena kalian juga akan dimanjakan dengan film bertema Call Of Duty ini. Hal ini diungkapkan oleh Activison, bahwa sekitar tahun 2018 atau 2019, kita akan segera melihat realisasi dari film layar lebar Call Of Duty.

keyart-comp-01

Tema “Perang” memang memiliki nilai jualnya tersendiri terutama dikalangan pecinta film action. Fleksibilitas antara genre yang bisa disematkan didalam genre perang memang tidak terbatas. Selain itu waktu seakan bukan menjadi batasan dalam pembuatan film bergenre tersebut. Baik itu masa-masa Perang Dunia dahulu yang memberikan kesan klasik dan nostalgik, ada juga setting perang masa depan (Modern Warfare) yang memberikan kesan sci-fi yang sangat kental dan dengan bumbu futuristik yang pas, memberi nilai lebih tersendiri.

16978818801_1438008541_o

Saat ini, Activision sedang membentuk perusahaan perfilmannya sendiri yang nantinya akan mengontrol projek pembuatan film dari Call of Duty sendiri. President yang telah ditunjuk activision adalah Nick van Dyk, yang sebelumnya merupakan VP dari Corporate Strategy & Business Development di perusahaan perfilman lain yaitu Walt Disney. Nick menyatakan bahwa ia baru saja menemukan titik terang untuk industri game turut masuk dalam industri perfilman melalui franchise gamenya sendiri.

black-ops

Activison baru saja merilis game Call of Duty terbaru dari serial Black Ops yaitu Call Of Duty : Black Ops 3. Mengusung peperangan di jaman modern dimana manusia dan mesin sudah “menyatu” dan saling berketergantungan. Call of Duty memang sudah menjadi serial yang fenomal di kalangan gamer, terutama para pecinta first person shooter. Dengan 15 seri sejak Call of Duty pertama kali dirilis, dan lebih dari 4 platform yang disambanginya, Call of Duty selalu menjadi must buy setiap tahunnya.

Advertisement

TV & Movies

Review Film Tarot, ramalan membawa petaka

Published

on

By

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

www.gwigwi.com – Dikisahkan tentang enam orang remaja yang liburan di sebuah rumah tua.

Kemudian mereka menemukan kartu tarot yang dilukis dengan tangan. Kemudian mereka mencoba meramal melalui kartu tersebut.

Ternyata, ada peraturan tidak tertulis tentang pembacaan Tarot yakni jangan pernah menggunakan kartu orang lain.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Tanpa mereka sadari, setelah meramal menggunakan kartu tarot tersebut mereka melepaskan iblis yang terperangkap di dalam kartu tersebut. Satu per satu dari mereka kemudian berpacu dengan maut untuk melarikan diri dari kematian yang telah diramalkan dari kartu tersebut.

Film yang dibintangi oleh Harriet Slater, Adain Bradley, Avantika, Wolfgang Novogratz, Humberly González, Larsen Thompson, dan Jacob Batalon.

Filmnya ditulis dan disutradarai oleh Spenser Cohen & Anna Halberg dan diproduseri Leslie Morgenstein, Elysa Koplovitz Dutton, dan juga Scott Glassgold.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Film ini merupakan debut penyutradaraan bagi Cohen dan Halberg berangkat dari plot “Horrorscope,” novel tahun 1992 karya Nicholas Adams. Yang berkisah tentang seorang pembunuh berantai yang memilih korbannya berdasarkan tanda-tanda zodiak.

Cohen dan Albert kemudian ter-influence dari film “Final Destination” dan “Ten Little Indians”. Hal ini terlihat dari cara mengeksekusi adegan kematian para korban di film ini yang identik dengan kecelakaan tetapi memiliki unsur horor dengan kemunculan sosok iblis yang menyeramkan.

Film Tarot berhasil menyajikan pengalaman horor yang intens dan menegangkan. Dari segi akting, sinematografi serta scoring cukup mampu memberikan atmosfer yang mencekam.

Namun bagaikan gading yang tak retak, film ini seharusnya mampu memberikan pendalaman cerita dari berbagai karakter yang ada di film ini.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Kita langsung dihidangkan kepada karakter yang berkumpul, bermain kartu tarot, kemudian melawan sebuah entitas yang ada di kartu terkutuk tersebut. Namun penonton tidak diberikan sedikit gambaran bagaimana karakter dapat bermain tarot dan meramal, hingga ramalannya tersebut menjadi nyata.

Belum lagi darı sisi cerita mungkin akan lebih menarik, khususnya di bagian penutup film ini.

Secara keseluruhan, film Tarot merupakan film yang menarik untuk penikmat film horror. Meskipun ada yang kurang di film ini namun tetap menghibur dan menegangkan.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film IF: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Published

on

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

www.gwigwi.com – IF: Imaginary Friends atau Teman Khayalan adalah film fantasi terbaru Paramount Pictures karya John Krasinski mengenai Bea (Cailey Flaming), seorang piatu yang sedang dirundung kekhawatiran krn ayahnya akan menjalani operasi jantung. Selama masa perawatan ayahnya, Bea tinggal bersama neneknya di sebuah apartemen di New York. Kehidupannya berubah total pd suatu malam setelah bertemu Blossom (Phoebe Waller) dan Cal (Ryan Reynolds) yg mencoba membantu para Imaginary Friends yg sudah dilupakan anak-anaknya terdahulu untuk mendapatkan anak-anak pengganti.
Setelah beberapa kali Bea denial bahwa dia masih anak-anak, tidak lama kemudian ia setuju utk membantu Cal (tidak jelas motivasi apa yg membuatnya berubah pikiran) . Dan dimulailah usaha Bae dan Cal membantu para IF ini. Banyak karakter IF yang muncul namun hanya beberapa yang bisa diingat seperti Lewis si Teddy Bear senior (Louis Gossett) dan Blue (Steve Carell) , yang mirip Grimace nya Mcdonald’s.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Seiring dengan perkembangan plot, ternyata misi Bae dan Cal berubah menjadi bagaiman mempertemukan kembali para IF dengan majikan-majikan lamanya yang sekarang sudah menjadi orang dewasa dan mencoba mengingat impian dan kenangan masa kecilnya.  Perkembangan ini menjadi membingungkan karena tema film menjadi ditujukan untuk orang-orang dewasa dan bukan anak-anak seperti target awal. Film IF juga kurang mendalami bagaimana kenangan masa kecil orang-orang dewasa yang akan dipertemukan kembali dengan teman-teman khayalannya; bagaimana imajinasi mereka dalam menciptakan wujud teman khayalannya ; bagaimana pertemanan mereka dengan teman khayalan di saat kecil.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Satu hal yang bisa menimbulkan kerancuan adalah bagaimana para IF bisa berinteraksi dengan benda-benda yang jelas dapat membuat orang-orang panik namun  mungkin demi tidak membuat plot lebih rumit, sepertinya hal ini “diabaikan” oleh orang-orang awam di film itu kecuali pada beberapa scene. Bahkan mereka seringkali mengabaikan saat Bea ngobrol dengan para IF (yang tidak dapat dilihat) di tempat ramai.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Gwiple yang masih penasaran dengan IF (ada plot twist di film ini yang cukup mengejutkan), dan melihat Ryan Reynolds dalam drama komedi yang ingin orang-orang dewasa untuk menemukan  kembali koneksinya dengan kenangan masa kecil; sudah dapat menontonnya di bioskop bioskop kesayangan.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Continue Reading

TV & Movies

Sebuah Perjalanan ke Dunia Teman Khayalan bersama Ryan Reynolds lewat Film Animasi Live-Action, IF: Imaginary Friends

Published

on

By

Sebuah Perjalanan Ke Dunia Teman Khayalan Bersama Ryan Reynolds Lewat Film Animasi Live Action, If: Imaginary Friends

www.gwigwi.com – Paramount Pictures kembali mengajak penonton untuk masuk ke dunia fantasi lewat film terbarunya yang berjudul “IF: Imaginary Friends” atau teman khayalan. Film karya John Krasinski ini mengangkat tema persahabatan, perjuangan, dan petualangan eksplorasi di dunia khayalan. Dengan cara yang unik dan menghangatkan hati, kisah dari Bea (Cailey Fleming) dan teman khayalan-pun dimulai.

Setelah mengetahui bahwa Bea bisa melihat IF atau teman khayalan semua orang, ia memulai petualangan ajaib untuk menghubungkan kembali IF yang mulai terlupakan oleh anak-anak lain. Di momen inilah Bea bertemu dengan Cal (Ryan Reynolds) tetangganya yang juga memiliki kemampuan yang sama untuk melihat teman khayalan. Akhirnya mereka berdua menjalankan misi untuk menjaga dan merawat para IF agar mereka tetap hidup. Keduanya memasuki dunia imajinasi untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai mainan juga teman khayalan saat mereka kecil.

John Krasinski – writer, producer, dan director menyampaikan, “Film ini begitu spesial karena film ini 100% diciptakan untuk anak saya. Yes, i’ve always wanted to make a movie for my kids! Film ini dirancang dengan menghadirkan cerita yang sangat relate dengan kehidupan anak-anak. Selain menggali kembali memori masa kecil, saya mencoba menggabungkan elemen fantasi visual lewat cerita family-friendly adventure dalam film ini yang memanjakan mata dan menyentuh hati. Bagi saya, teman-teman khayalan menjadi saluran untuk kita bisa bercerita dan merupakan time-capsule dari harapan, ambisi, dan mimpi”, ujar John.

Film ini meng-highlight karakter Blue, a giant purple creature desain karakter yang menawan mencerminkan penceritaan imajinatif Krasinski. Blue adalah pemimpin IF yang membantu menyelamatkan semua teman khayalan lainnya dan ia ikut dalam perjalanan Bea dan Cal. IF dibintangi oleh Ryan Reynolds, John Krasinski, Cailey Fleming, Fiona Shaw, dan pengisi suara Phoebe Waller-Bridge, Louis Gossett Jr., dan Steve Carell serta banyak lagi lainnya sebagai karakter unik luar biasa yang mencerminkan kekuatan imajinasi anak-anak yang luar biasa. IF, petualangan layar lebar yang ajaib untuk seluruh keluarga yang akan membawa kita tenggelam dalam keajaiban dan penuh humor, IF membuka pintu ke dunia dongeng yang penuh dengan teman khayalan.

“Konsep teman khayalan itu provokatif dan sangat menarik. IF biasanya dibuat karena kebutuhan. Ini adalah mekanisme penanggulangan adaptif bagi anak-anak yang menyadari bahwa mereka tidak bisa hanya mengandalkan orang tua untuk merasa sejahtera. Mereka harus mencari cara lain untuk mengelolanya. Mereka mencarinya dengan menciptakan teman khayalan mereka sendiri. Film ini membawa pesan mendalam yang dapat dinikmati berbagai kalangan usia. IF menjanjikan kisah yang menyentuh hati tentang harapan dan keyakinan. Saya menikmati dan bangga bisa terlibat dalam projek creative dengan pesan yang bagus seperti IF: Imaginary Friends. Cerita ini mengajarkan untuk hidup dalam momen dan menghargai semua teman dalam hidup”, ujar Ryan Reynolds selaku co-producer dan actor.

IF: Imaginary Friends bukan hanya sekedar karakter khayalan yang lucu dan menggemaskan, tetapi mereka adalah teman yang menemani setiap musim perjalanan untuk membuka pintu imajinasi yang dapat melahirkan suatu petualangan yang penuh keajaiban. Sejak masa kanak-kanak kita terpesona oleh dongeng yang membawa kita ke dunia lain, bukankah luar biasa jika Anda bisa membawa semua keajaiban itu ke dalam kehidupan nyata? Film ini mengajak kita untuk terus percaya pada sesuatu yang lebih besar karena all things are possible.

Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Paramount Pictures Indonesia, menyimpulkan “Dalam IF: Imaginary Friends, kami di Paramount Pictures merasa sangat beruntung dapat menjadi bagian dari proyek yang menggabungkan imajinasi yang tak terbatas dengan kualitas produksi yang luar biasa. Film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah perjalanan yang mempesona melintasi dunia imajinasi. Dengan alur cerita yang mendalam dan karakter-karakter yang memikat, IF: Imaginary Friends akan membawa penonton pada petualangan yang tak terlupakan. Kami sangat antusias untuk berbagi karya luar biasa ini dengan para penggemar film di seluruh dunia.”

Film IF sangat unik karena banyaknya karakter CG yang diciptakan dan harus ada di dunia nyata film tersebut. Prosesnya dimulai dengan desain karakter, hingga eksekusi pengambilan gambar. Selama masa post-produksinya IF menggabungkan efek visual berisikan stuffed animals, cardboard cut-outs, 3D models, dan juga para aktor yang terlibat untuk menciptakan film animasi live-action.

IF: Imaginary Friends tayang dalam format 2D di seluruh bioskop di Indonesia mulai tanggal 15 Mei 2024. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun resmi Paramount Pictures Indonesia di Instagram, TikTok, X, dan YouTube.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending