TV & Movies
Bukan Sekadar Janda, Mereka Jadi Pasukan Perang! Atiqah Hasiholan Tampil Memukau sebagai Laksamana Malahayati di Teaser Trailer “Pasukan 1000 Janda”
Bagi para pencinta film drama sejarah dan aksi kepahlawanan Indonesia, bersiaplah menyambut sebuah tontonan epik baru di penghujung tahun ini. Rumah produksi Manara Films secara resmi merilis teaser trailer dan teaser poster untuk film drama sejarah terbarunya yang berjudul Pasukan 1000 Janda. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Archie Hekagery serta diproduseri oleh Yuda Wirafianto, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Angkat Kisah Perjuangan Inong Balee yang Terinspirasi dari Laksamana Malahayati
Diangkat dari kisah kepahlawanan historis yang membanggakan, Pasukan 1000 Janda menyoroti kisah perlawanan gigih para perempuan Aceh dalam mengusir penjajah. Cerita berfokus pada barisan perempuan tangguh yang ditinggal gugur oleh para suami mereka di medan perang, hingga akhirnya memutuskan untuk bangkit, memegang senjata, dan berada di garis depan pertempuran.
Dalam film ini, aktris papan atas Atiqah Hasiholan didapuk untuk memerankan tokoh ikonik Laksamana Malahayati. Atiqah tampil memukau sebagai pemimpin berani yang membakar semangat para perempuan Aceh—yang tergabung dalam pasukan Inong Balee—untuk melumpuhkan armada perang Belanda melalui strategi militer yang matang.
Deretan Bintang Lintas Generasi & Kolaborasi Internasional
Film Pasukan 1000 Janda juga menghadirkan jajaran aktor dan aktris berbakat lintas generasi. Selain Atiqah Hasiholan, film ini dibintangi oleh Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Cut Mini, Ully Triani, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Dafina Jamasir, hingga Vincent Verhaag.
Menariknya lagi, film ini turut menggandeng aktor internasional asal Belanda, Ron Smoorenburg—yang namanya dikenal luas lewat aksinya sebagai lawan main Jackie Chan dalam film aksi klasik Who Am I?. Kehadiran para bintang ini dijamin akan menambah intensitas dan kualitas visual di sepanjang durasi film.
Historical Fantasy Action Berbalut Spektakel Epik
Sutradara Archie Hekagery mengungkapkan bahwa film ini dikemas sebagai sebuah kisah historical fantasy action yang unik. “Melalui film ini, saya ingin menghadirkan sejarah Indonesia dalam bentuk action spectacle yang epik untuk penonton saat ini, dengan cerita yang terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee,” ujarnya.
Sementara itu, bagi Atiqah Hasiholan, kesempatan memerankan sosok pahlawan besar masyarakat Aceh ini merupakan sebuah kehormatan besar. Ia berharap karakter Laksamana Malahayati tidak hanya dilihat sebagai seorang pejuang di medan laga, tetapi juga sebagai representasi kekuatan, kepemimpinan, dan kemandirian perempuan yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini.
Catat tanggalnya! Pasukan 1000 Janda siap menggebrak bioskop Indonesia pada 12 November 2026. Ikuti terus informasi dan pembaruan terbarunya melalui akun Instagram resmi @pasukan1000janda dan @manara.studios.
TV & Movies
Kolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!
Kabar gembira buat para Gwiple pencinta game klasik dan adaptasi film! SEGA dan Netflix secara resmi mengumumkan kerja sama besar untuk membawa franchise game balap arcade yang sangat populer, Crazy Taxi, ke layar kaca dalam bentuk film adaptasi live-action.
Tak hanya Crazy Taxi, kolaborasi lintas proyek (multi-title collaboration) ini juga tengah mengembangkan deretan proyek adaptasi dari katalog IP populer milik SEGA lainnya, termasuk serial animasi terbaru Sonic the Hedgehog serta film live-action untuk STRANGER THAN HEAVEN dari RGG Studio.
Mengusung Komedi Kacau dan Produser Franchise Sonic
Film adaptasi Crazy Taxi dipastikan akan membawa energi komedi dan aksi cepat khas permainannya. Naskah film ini akan ditulis oleh duo penulis berbakat Dan Gregor & Doug Mand, yang sukses menggarap film reboot populer The Naked Gun (2025).
Di jajaran produser, film ini ditangani langsung oleh nama-nama kawakan dibalik kesuksesan waralaba film Sonic, yaitu Neal H. Moritz, Toby Ascher, serta Toru Nakahara dari SEGA. Proyek film ini hadir menyambut game terbaru franchise tersebut, Crazy Taxi: World Tour, yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027.
“Film ini ditujukan untuk siapa saja yang pernah menghabiskan waktu bertahun-tahun di balik kemudi taksi kuning di konsol Dreamcast, memutar musik dengan volume maksimal, dan menerobos segala rintangan demi mengantar penumpang tepat waktu,” ungkap produser Neal H. Moritz dan Toby Ascher.
Jajaran Proyek Adaptasi SEGA Lainnya di Netflix
Selain Crazy Taxi, pengumuman ini juga mengungkap dua proyek besar lainnya:
-
Sonic (Serial Animasi): Dikembangkan bersama Carlos Stevens dan Toru Nakahara, serial animasi baru ini ditujukan untuk audiens upper pre-school dengan cerita bernuansa high-voltage, lucu, namun tetap emosional. Tiga musim dari Sonic Prime juga sudah dapat disaksikan secara eksklusif di Netflix.
-
STRANGER THAN HEAVEN: Diadaptasi dari game garapan Ryu Ga Gotoku (RGG) Studio (pengembang seri Like a Dragon / Yakuza). Film live-action aksi drama ini berlatar di Jepang awal abad ke-20 dan menceritakan perjalanan seorang pendatang yang merintis karier dari yakuza hingga menjadi taipan dunia hiburan.
Deretan Adaptasi Game Populer di Ekosistem Netflix
Lini game SEGA ini menambah panjang daftar portofolio adaptasi game unggulan di Netflix, yang sebelumnya telah mengumumkan berbagai proyek besar seperti serial live-action Assassin's Creed, film live-action Gears of War, serial animasi Minecraft, Magic: The Gathering, Clash of Clans, hingga musim terbaru dari Cyberpunk: Edgerunners, Splinter Cell: Deathwatch, dan Devil May Cry.
TV & Movies
Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City
Bagi fans serial gim legendaris RESIDENT EVIL, dari trailernya saja RESIDENT EVIL arahan sutradara Zach Cregger lagi-lagi bukanlah adaptasi plek 1:1 dari gimnnya seperti seri film berjudul sama dari Paul WS Anderson dulu.
Tentu mendatangkan kritikan dan kekecewaan, namun siapa sangka dari set up yang demikian berbeda ini, film RESIDENT EVIL justru terasa memiliki jiwa gimnya di hampir tiap menitnya.
Bryan (Austrin Abrams) seorang kurir bidang medis, seharusnya pulang ke pacarnya setelah pesanan beres. Tergiur cuan lebih, dia menerima pesanan menuju rumah sakit di Raccoon CIty. Bagi fans mungkin langsung bereaksi begitu kota sumber neraka setting gim RESIDENT EVIL 2 dan 3 itu disebut.

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City
Maka dimulailah perjuangan Bryan berjuang mengantar paket misterius itu dan penonton benar-benar mengikuti pria sial ini di hampir setiap langkahnya. Layaknya video gim.
Zach Cregger memang menekankan dia ingin memperlihatkan proses bertahan hidup si karakter pergi dari poin A ke B. Semisal, ketakutan melangkah, panik menembak zombie, mencari peluru, lelah melihat pintu digembok, dikejar dan lainnya.
Arahan demikian berpotensi membuat film menjadi monoton apalagi bila kurang bisa meramu ketegangan. Ternyata potensial problem itu bisa Zach Cregger masak dimulai dari karakter Bryan yang panik saat teror mencekam (di mana komedi dengan cerdasnya bisa masuk) dan ancaman bisa dia atasi bila saja dia menguasai rasa takutnya. Seperti bermain video gimnya.

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City
Ditambah sangat ahlinya filmmaker menghidupkan suspense dengan jump scare tak terduga yang beneran efektif dan beragam scare lain yang tidak terasa mengulang-mengulang klise horor pada umumnya.
Walhasil, proses survival Bryan menjadi begitu menegangkan, kreatif, unpredictable dan menghibur. Apalagi di paruh awal yang memiliki beragam momen menarik yang tidak kalah dengan momen ikonik di gimnya.
Refrensinya gimnya pun banyak. Dari aksi Bryan yang seperti pemain gim RE, mesin tik di ruang kosong, gembok yang memiliki kunci spesifik dan properti-properti bertebaran di scene yang bisa membuat fans tersenyum walau hanya sesaat. Semua fan service ini tidak mengganggu mood atau membuat non-fans bingung dan tetap bisa menikmati walau sama sekali awam gimnnya.
Barangkali yang sedikit kurang, dan memang resiko film full aksi ini, adalah motivasi si Bryan yang rasanya kurang terlalu mengena di benak penonton. Juga endingnya yang bisa jadi tak sesuai harapan. Mungkin Zach Cregger ingin mengeritik Umbrella Corporation, korporasi besar sumber kekacauan ini, kalau saking inkompetennya mereka, bahkan menolong satu orang saja tidak mampu.
Sebagai penggemar gim RESIDENT EVIL sedari lama, penulis bisa cukup memahami ketidakpuasan fans. Namun, melihat sudah buanyaknya adaptasi film atau seri RE yang terus-menerus mengecewakan (gimnya sendiri seperti RESIDENT EVIL 6 juga toh) what’s so wrong with one more?
TV & Movies
Review Film Runner, Si Serius dan Si Jenaka Melawan Kartel
Runner menghadirkan nostalgia film aksi era 90-an yang kental dengan formula buddy-cop atau dinamika partner bertolak belakang. Film ini merupakan duet Alan Ritchson—aktor macho berotot yang semakin melambung lewat serial Reacher—dengan Owen Wilson yang terkenal dengan gaya humor santai dan banyak omong.
Hank Malone (Alan Ritchson), seorang mantan anggota Navy SEAL yang kini bekerja sebagai pengantar barang rahasia (runner), mendapatkan misi berisiko tinggi: mengantarkan organ hati yang sangat langka ke sebuah rumah sakit demi menyelamatkan nyawa seorang gadis kecil. Namun, tugas ini menjadi rumit ketika ia dipaksa membawa Ben Bishop (Owen Wilson), sang kurir medis ceroboh dan penuh bicara yang bertanggung jawab atas organ tersebut. Perjalanan mereka berubah menjadi kejaran hidup dan mati ketika sekelompok tentara bayaran dan kartel kejam berusaha merebut organ tersebut. Tanpa pilihan lain, Hank yang berotot dan disiplin harus bekerja sama dengan Ben yang serba santai demi menyelesaikan misi di tengah rentetan tembakan.

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel
Dinamika antara Alan Ritchson dan Owen Wilson menjadi motor utama yang menghidupkan film ini:
Alan Ritchson tampil layaknya jagoan yang berintegritas tanpa kompromi dan mampu merobohkan musuh, sementara Owen Wilson hadir mencairkan suasana lewat celetukan santai khasnya yang terus mengoceh di tengah situasi kritis.
Sutradara Scott Waugh mengemas baku tembak, perkelahian fisik, dan kejar-kejaran mobil secara intens tanpa terlalu banyak mengandalkan efek visual yang berlebihan.

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel
Dari segi cerita, Runner terbilang lumayan klise khas film action dengan plot hole dimana penjahatnya punya banyak kesempatan untuk mengeksekusi Hank tapi tidak dilakukan. Namun, fokusnya yang jelas pada keseruan dan komedi membuat film berdurasi singkat ini tetap seru untuk dinikmati.
Secara keseluruhan, Runner mungkin tidak menawarkan alur cerita yang mendalam, tetapi kombinasi aksi brutal ala Alan Ritchson dan karisma komedi Owen Wilson menjadikannya tontonan aksi komedi 90-an seperti Rush Hour atau Shanghai Noon yang sangat menghibur.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Motor City, Aksi Balas Dendam Tanpa Kata
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film HOPE, Big Trouble in Little Village
-
Gaming2 weeks agoFate/EXTRA Record Akhirnya Umumkan Jadwal Rilis Global pada Januari 2027
-
Smartphone4 weeks agoXiaomi Resmi Luncurkan REDMI Note 17 Series Global: Tampilkan Debut REDMI Note 17 Pro Max 5G Berbaterai Raksasa 10.000 mAh!
-
Gaming2 weeks agoRev. NOiR Kembali Dipamerkan di State of Play, Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC
-
TV & Movies2 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
Smartphone4 weeks agoSambut Samsung Galaxy S26 FE: Hadirkan Pengalaman Flagship dengan Kamera dan Galaxy AI Terbaru
-
TV & Movies2 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026




