Connect with us

News

Bosan dengan Pekerjaan Kalian? Lebih Baik Menjadi Seorang Ninja Master!

Published

on

GwiGwi.com – Mungkin banyak dari kalian yang belum bekerja atau masih dalam tahap belajar. Tapi ada juga dari kalian yang sudah merasakan capek nya kerja walaupun hanya beberapa jam saja. Nah apalagi kalau setelah liburan panjang, pasti malas sekali kembali ke kantor atau tempat kalian bekerja kan? Jika iya mungkin sudah saatnya kalian mengganti profesi :D.

Advertisements

Sebenarnya pada tanggal 22 Februari kemarin adalah hari Ninja di Jepang dan hari Ninja ini memang hari libur nasional haha. Enak sekali ya. Apalagi jika kalian memang mempunyai cita-cita sebagai Ninja. Well, cita-cita kalian sekarang bisa terwujud dan kalian pun bisa digaji (Woohoo!).

Sebenarnya sebuah perusahaan di Jepang ada yang membuka lowongan untuk seorang Ninja Master. Bagaimana bisa? Ceritanya seorang warga Jepang dengan Twitter bernama Hojinga menemukan lowongan tersebut di sebuah Website pekerjaan milik pemerintah. Dan inilah kesempatan kalian untuk bisa bekerja sebagai sebuah Instruktur Dojo Ninja.

Mungkin kalian berpikir ini bohong tapi buktinya lowongan ini ada di Website pemerintah. Nama perusahaannya adalah Koka Kanko Kaihatsu Kabushikigaisha yang sebenarnya adalah Koka Tourism Development, Inc. dan karyawan yang diterima akan bekerja di Kota Koka yang berada di prefektur Shiga. Kota ini sebetulnya populer karena warisan Ninja-nya.

Dan sebenarnya apa sih yang akan dilakukan seorang Ninja Master ini? Kalian akan bekerja di Desa Ninjutsu Koka yang memiliki sebuah museum bertema Ninja, rumah Ninja yang lengkap dengan perangkap dan rancangan ninja lainnya, dan yang pasti sebuah pusat pelatihan Ninja dimana pengunjung bisa belajar menjadi Ninja. Dan yang pasti kalian akan berpenampilan layaknya seorang Ninja Master.

Baca Juga:  POCO F2 Pro Resmi Diluncurkan Minggu Ini, Apakah Akan Masuk Indonesia? Bagaimana Spesifikasi dan Harganya?

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/238_zpsmro0uynu.png

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/240_zpsxhlcsxao.jpg

Sebagai Ninja Master yang baru, kalian harus melatih para pendatang yang baru, baik pendatang itu masih anak-anak atau sudah dewasa. Dan jika mereka berhasil menyelesaikan latihan tersebut, mereka akan mendapatkan sertifikat yang bisa mereka pamerkan :v. Tidak disebutkan kegiatan spesifik yang harus kalian lakukan tapi kalian diinginkan untuk bisa melakukan pertunjukkan bagi para pengunjung. Setidaknya kalian diharapkan untuk bisa memanjat tembok batu.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/239_zpsze9fv1yh.png

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/241_zpslwslf8zp.jpg

Jika kalian berhasil mendapatkan posisinya, kalian akan bekerja untuk 3 bulan terlebih dahulu dan ada kemungkinan diperpanjang. Kalian akan bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore pada hari sabtu dan minggu saja sehingga kalian bebas pada senin hingga jumat.

Bagaimana dengan gaji nya? Tentu akan ditentukan saat wawancara tapi akan berkisar dari 750 hingga 1,000 Yen (Rp 80,000-Rp105,000). Memang tidak terlalu besar tetapi kapan lagi kalian bisa menjadi seorang Ninja Master? Maybe someday kalian bisa membuat industri Ninja kalian sendiri.

Via RocketNews

Japan

Tokyo Mengumumkan Peringatan Setelah Kasus Harian Baru COVID-19 Naik ke 34 Kasus

Published

on

GwiGwi.com – Pemerintah Metropolitan Tokyo mengeluarkan peringatan pada hari Selasa setelah Tokyo mencatat 34 infeksi baru dari coronavirus baru pada hari yang sama. Para pejabat menyatakan bahwa peningkatan kasus COVID-19 baru sebagian besar disebabkan oleh infeksi nosokomial (didapat di rumah sakit) dan aktivitas kehidupan malam di Shinjuku.

Advertisements

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mendesak agar berhati-hati mengingat “situasi genting” Tokyo. Koike menambahkan bahwa dia akan mempertimbangkan mengeluarkan kembali permintaan penutupan bisnis jika penyebaran COVID-19 memburuk.

Jumlah infeksi harian di Tokyo melebihi 200 pada 17 April dan kemudian mengalami penurunan umum. Jumlah kasus baru di Tokyo turun ke dua terendah pada 23 Mei, tetapi itu telah meningkat menjadi lebih dari 10 kasus harian baru selama delapan dari 10 hari terakhir.

Selasa menandai hari pertama sejak 14 Mei dengan lebih dari 30 kasus COVID-19 baru di Tokyo. Pemerintah Tokyo telah memberikan tujuh kriteria untuk memantau situasi COVID-19 seperti jumlah infeksi harian baru yang tidak melebihi rata-rata 20 dalam seminggu terakhir. Namun, Tokyo telah melanggar beberapa ambang batas kriteria sejak 29 Mei.

Baca Juga:  Redmi Note 9 Pro Segera Dirilis di Indonesia Pada 2 Juni 2020? Seperti Apakah Spesifikasi dan Harganya?

Pemerintah Tokyo pindah ke fase kedua dari peta jalan pemulihan multi-fase untuk COVID-19 pada hari Senin. Sementara pemerintah Tokyo berencana untuk pindah ke setiap langkah baru setiap dua minggu, dinyatakan bahwa mereka mungkin pindah ke fase ketiga lebih awal jika kasus infeksi baru tetap rendah.

Jepang mengangkat keadaan darurat di lima prefektur yang tersisa – Tokyo, Chiba, Saitama, Kanagawa, dan Hokkaido – pada 25 Mei, enam hari lebih awal dari tanggal 31 Mei yang direncanakan.

Sumber: ANN

Continue Reading

News

Pengguna Android, Waspada Sama Wallpaper Ini! Bisa Bikin Smartphone Kalian Brick! Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Published

on

By

GwiGwi.com – Sebuah wallpaper beredar diranah dunia maya yang bisa bikin smartphone anda hang,crash,error dan tidak bisa dipakai! Hindari penggunaannya dan jangan dibagikan ke siapapun! Ingat sekali terpakai, smartphone kalian belum tentu bisa diperbaiki. Yuk simak video ini buat tau lebih jelasnya!

Advertisements

Continue Reading

Japan

Jepang mensubsidi Traveling untuk mengembalikan Industri Pariwisata

Published

on

By

GwiGwi.com – Pemerintah Jepang ingin menghidupkan kembali industri pariwisata, pendorong utama ekonomi yang telah terpukul oleh pandemi coronavirus baru, dengan membayar orang-orang untuk pergi berlibur di negara itu.

Advertisements

Di bawah inisiatif Go To Travel, pemerintah akan memberikan subsidi senilai hingga 20.000 yen per hari untuk orang-orang yang melakukan perjalanan liburan.

Subsidi akan mencakup setengah biaya perjalanan, didistribusikan melalui kombinasi diskon dan voucher untuk digunakan di restoran dan toko terdekat.

Inisiatif ini diharapkan akan dimulai pada awal Juli, berlaku untuk pemesanan yang dilakukan melalui agen perjalanan Jepang atau langsung dengan hotel atau penginapan tradisional Jepang, meskipun biaya perjalanan ke Jepang tidak akan ditanggung di bagian mana pun.

Pemerintah ingin segera memulai ekonomi terbesar ketiga di dunia, yang sudah lesu setelah kenaikan pajak konsumsi tahun lalu sebelum coronavirus dan keadaan darurat menghentikan aktivitas bisnis.

Baca Juga:  Pengguna Android, Waspada Sama Wallpaper Ini! Bisa Bikin Smartphone Kalian Brick! Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Industri pariwisata adalah salah satu yang paling terpukul karena banyak orang Jepang berhenti pergi ke kantor, apalagi berlibur.

Harapan untuk masuknya pengunjung asing musim panas ini pupus ketika Olimpiade Tokyo ditunda dan Jepang memberlakukan larangan masuk di lebih dari 100 negara dan wilayah.

Menurut sebuah survei oleh Tokyo Shoko Research, 31 perusahaan dalam bisnis akomodasi menyatakan atau bersiap untuk mengajukan kebangkrutan pada bulan April karena pandemi tersebut.

Perdana Menteri Shinzo Abe pada hari Senin mengangkat keadaan darurat di Tokyo dan daerah sekitarnya serta Hokkaido, setelah melakukan itu untuk seluruh negara awal bulan ini, menandakan dimulainya kembali ke kehidupan normal.

Sekitar 1,35 triliun yen telah disiapkan untuk inisiatif Go To Travel, bagian dari paket darurat yang menurut Abe akan melebihi 200 triliun yen.

Continue Reading

Trending