Berita Anime & Manga
Assassination Classroom Merilis Trailer Pertamanya
GwiGwi.com – Kenal tidak dengan Yusei Matsui? Jika kalian kenal beliau pasti kalian kenal dengan manga-nya yang ber-genre Comedy, yaitu Ansatsu Kyoshitsu (Assassination Classroom). Dan kali ini, Official Website Ansatsu Kyoshitsu baru saja merilis trailer pertama mereka yang berdurasi 2 menit. Dikarenakan Video yang di upload di Youtube hanya dapat dilihat dengan IP Jepang dan Amerika, maka saya sediakan Trailer dari Dailymotion.
[dailymotion id=x2d2tq9]
TV: Mahluk yang telah menghancurkan Bulan akan menghancurkan Bumi pada Maret tahun depan.
TV: Secara singkat, Saya ingin kalian membasmi mahluk ini.
TV: Dalam kata lain, “Membunuh”.
Murid: Itu mustahil!
Murid: Mahluk itu terlalui cepat!
Murid: Mana mungkin kita bunuh saat ia terbang dengan kecepatan Mach 20!
Murid: Karena kita di dalam kelas E.
Koro-Sensei: Ayo membunuh dengan bangga dalam cara dimana kalian dapat berbagi senyum dengan yang lain.
Koro-Sensei: Kalian semua adalah pembunuh, yang mampu melakukannya.
Murid: Edukasi aneh ini biasanya membuatku senang.
Murid: Karena kita pecundang…apa kita tidak bisa melakukannya?
Murid: Aku merasa ingin membunuh mahluk yang kita panggil guru.
Murid: Aku tidak bisa membunuh…
Tadaomi Karasuma: Murid SMP senang sekali membicarakan tentang pembunuhan itu.
Tadaomi Karasuma: Ini adalah ruangan yang penuh kegilaan.
Irina: Orang dewasa punya cara sendiri untuk melakukannya.
Murid: Kita adalah pembunuh.
Murid: Target kita adalah sang guru.
Murid: Dengan hadiah 10 miliar dan diploma SMP, kelas kita dimulai.
Koro-Sensei: Saya berharap kalian bisa membunuh sebelum kalian lulus.
Murid: Assassination Classroom kita.
Murid: Kami akan membunuhmu, guru, sebelum kau menghancurkan bumi.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/59_zps73b6d029.jpg
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/61_zpsb948aa5e.jpg
Nagisa(CV: Mai Fucihgami), Kaede(CV: Aya Suzaki), Karma(CV: Nobuhiko Okamoto), Yuma(CV: Ryota Ohsaka), dan Hiroto(CV: Shintaro Asanuma) akan membawakan Opening Assassination Classroom, “Seishun Satsubatsu-ron”(Youth Savage Theory) sebagai satu grup yang bernama 3-nen E-gumi Utatan (Class 3-E Song Representatives). Dan duo penyanyi moumoon akan membawakan Ending yang berjudul “Hello, shooting-star”.
Dalam rangka menyambut Anime ini, Akun Twitter mereka juga mengunggah gambar dari Jump Festa 2015, termasuk gambar papan tulis hitam yang berisi coretan para pengunjung, kolam mandi bola Koro-Sensei, pajangan saat Event, toko Odaiba Koro-Sensei, foto karakter di booth Avex Pictures, cemilan “Chara-Yaki” di Aeon Mall Makuhari Shintoshin, replika ruang kelas, dan masi banyak lagi.
本日はジャンフェス2015、ありがとうございました!黒板が昨日につづきかなりあつまりました♪ありがとうございます!#暗殺教室 pic.twitter.com/GbVHstR2RB
— アニメ『暗殺教室』劇場版DVDBD発売! (@ansatsu_anime) December 21, 2014
本日【ジャンフェス】にご来場頂いた皆様、雨の中誠にありがとうございました!明日もエイベックスブースでの殺せんせー滑り台、快調にスタンバイ中です!ぜひ遊びにいらしてくださいね!
おやすみなさーい!#暗殺教室 pic.twitter.com/Eq3TMt4BGG— アニメ『暗殺教室』劇場版DVDBD発売! (@ansatsu_anime) December 20, 2014
幕張ジャンフェスとお台場殺せんせーSHOPをマッハ20で移動している殺せんせー。お台場では殺神社おみくじが「凶」で、ムキーっとなってます。#暗殺教室 pic.twitter.com/SfD3KgcuGI
— アニメ『暗殺教室』劇場版DVDBD発売! (@ansatsu_anime) December 21, 2014
今後のプライズ展開もどどんと展示!ついに殺せんせーと渚はスケールフィギュアに!#暗殺教室 pic.twitter.com/igLgfDVwhE
— アニメ『暗殺教室』劇場版DVDBD発売! (@ansatsu_anime) December 20, 2014
ジャンフェス会場にて、3月発売の一番くじの全貌が明らかに!現在監修中ですがかなり良い感じです!きゅんキャラの生徒のバリエーションが増えたところにもご注目〜 #暗殺教室 pic.twitter.com/tRl2Xvx5VZ
— アニメ『暗殺教室』劇場版DVDBD発売! (@ansatsu_anime) December 20, 2014
ジャンフェスで展示中のお茶友がキュートすぎます!レッツヌルヌルティータイム!#暗殺教室 pic.twitter.com/3DHyuSfttf
— アニメ『暗殺教室』劇場版DVDBD発売! (@ansatsu_anime) December 20, 2014
ジャンフェスにて「暗殺教室 殺せんせー大包囲網!!」のブースが出展中です。試遊されたかたには特製クリアファイルをプレゼントしています! #暗殺教室 pic.twitter.com/f2Ut5MdkGs
— アニメ『暗殺教室』劇場版DVDBD発売! (@ansatsu_anime) December 21, 2014
ジャンフェスに殺文具店が出現!先行販売のステーショナリー可愛いです!#暗殺教室 pic.twitter.com/CcavTt04SZ
— アニメ『暗殺教室』劇場版DVDBD発売! (@ansatsu_anime) December 20, 2014
Seiji Kishi (Persona 4 the Animation, Danganronpa The Animation, Devil Survivor 2 The Animation) akan menjadi sutradara Anime ini, Kazuaki Morita (Persona 4 the Animation, Danganronpa The Animation, Arpeggio of Blue Steel) akan mendesain karakternya, dan Makoto Uezu (Danganronpa The Animation, Arpeggio of Blue Steel, Is This a Zombie?, School Days) akan menjadi penulis script-nya.
Seiyuu untuk setiap karakter juga sudah terpilih. Jun Fukuyama akan menjadi Seiyuu Koro-Sensei, Tomokazu Sugita sebagai Seiyuu Tadaomi Karasuma, dan Shizuka Itou menjadi Seiyuu Irina Jelavic. Para murid juga sudah ditentukan Seiyuu mereka. Seiyuu mereka di antara lain:
- Nobuhiko Okamoto sebagai Karuma Akabane
- Miho Hino sebagai Sumire Hara
- Subaru Kimura sebagai Ryōma Terasaka
- Ryota Ohsaka sebagai Yūma Isogai
- Eiji Miyashita sebagai Sōsuke Sugaya
- Ayaka Suwa sebagai Tōka Yada
- Shintarō Asanuma sebagai Hiroto Maehara
- Ryo Naitou sebagai Taiga Okajima
- Manami Numakura sebagai Rio Nakamura
- Kana Ueda sebagai Yuzuki Fuwa
- Fuko Saito sebagai Kirara Hazama
- Satomi Satou sebagai Yukiko Kanzaki
- Chie Matsuura sebagai Megu Kataoka
- Takahiro Mizushima sebagai Kōtarō Takebayashi
- Shinya Takahashi sebagai Kōki Mimura
- Sayuri Yahagi sebagai Manami Okuda
- Kouki Harasawa sebagai Takuya Muramatsu
- Aya Suzaki sebagai Kaede Kayano
- Shunsuke Kawabe sebagai Masayoshi Kimura
- Yoshitaka Yamaya sebagai Tomohito Sugino
- Yoshiyuki Shimozuma sebagai Taisei Yoshida
- Hisako Kanemoto sebagai Hinano Kurahashi
- Minami Tanaka sebagai Hinata Okano
- Junji Majima sebagai Ryūnosuke Chiba
- Shiho Kawaragi sebagai Rinka Hayami
- Mai Fuchigami sebagai Nagisa Shiota
Anime ini dijadwalkan akan tayang pada 9 Januari dan akan ditayangkan oleh Fuji TV. Anime ini juga akan di Stream oleh Funimation. Assassination Classroom juga akan mendapat versi Live Actionnya yang dijadwalkan akan tayang di Jepang pada 21 Maret 2015.
Via AnimeNewsNetwork
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Toy Story 5: Toys Vs Devices
-
Box Office3 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies1 week agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies1 week agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!






