TV & Movies
Film Live-Action ‘Kyō kara Ore Wa!!’ Menghasilkan 4 Miliar Yen dalam 31 Hari
GwiGwi.com – Film live-action dari dari manga komedi lelucon karya Hiroyuki Nishimori berjudul Kyou Kara Ore Wa!! telah memperoleh 4 miliar yen (sekitar US $ 37,6 juta) dan menjual 3,2 juta tiket, pada hari Minggu. Film ini turun dari peringkat #2 ke #3 di akhir pekan kelima dan merupakan film Jepang pertama yang dirilis pada tahun 2020 yang mencapai 4 miliar yen di box office.
Film ini turun dari peringkat #1 ke #2 di akhir pekan keempat, menjual 167.000 tiket dan menghasilkan 218.379.150 yen (sekitar US $ 2,04 juta) dari 7-9 Agustus.
Film tersebut dibuka di Jepang pada 17 Juli. Film ini menjual 605.000 tiket dan memperoleh 787.588.600 yen (sekitar US $ 7,34 juta) untuk menduduki peringkat #1 pada akhir pekan pembukaannya. Penonton film ini sekitar 40% pria dan 60% wanita, dengan usia mulai dari remaja hingga lansia. Situs web Eiga.com memproyeksikan film itu akan menghasilkan sekitar 5 miliar yen (sekitar US $ 46,64 juta).
Anggota pemeran film mengulangi peran mereka dari serial live-action. Yūichi Fukuda kembali dari seri untuk menyutradarai filmnya. Film ini juga menginspirasi acara khusus televisi yang ditayangkan pada hari yang sama saat film dibuka.
Fukuda menyutradarai serial aksi langsung 10 episode, yang ditayangkan perdana Slot waktu NTV Nichiyō Drama pada Oktober 2018. Serial baru ini menandai adaptasi live-action pertama untuk manga dalam waktu sekitar 21 tahun.
Sumber: ANN
TV & Movies
Netflix Garap Serial Live-Action PUBG, Donald Glover Jadi Sutradara dan Pemeran Utama
Netflix tengah mengembangkan serial live-action berdasarkan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), game battle royale populer besutan KRAFTON. Menurut laporan Variety, proyek ini akan melibatkan Donald Glover sebagai sutradara, penulis, produser eksekutif, sekaligus pemeran utama.
Donald Glover dikenal melalui serial Atlanta dan Community. Ia juga merupakan pemenang dua penghargaan Emmy dan Golden Globe. Sang adik sekaligus kolaboratornya, Stephen Glover, turut bergabung sebagai penulis dan produser eksekutif.
Tim Produksi Libatkan KRAFTON
Selain kedua Glover bersaudara, serial ini akan diproduseri oleh Michael Schaefer dari NEON TV, Fam Udeorji dari Gilga, serta Taeseok Jang dan Sujin Lee dari LV3H. LV3H merupakan anak perusahaan KRAFTON yang berfokus pada industri hiburan.
Donald dan Stephen sebelumnya bekerja sama dalam serial Atlanta, yang dibuat dan dibintangi Donald. Stephen turut menulis serta menjadi produser eksekutif selama empat musim serial tersebut.
PUBG Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action
KRAFTON pertama kali merilis PUBG pada 2017. Berbeda dari game dengan cerita utama yang terstruktur, PUBG berfokus pada pertarungan bertahan hidup. Sejumlah pemain diterjunkan ke salah satu peta yang dipenuhi senjata, kendaraan, dan berbagai perlengkapan untuk saling mengalahkan hingga tersisa satu pemenang.
Hampir sepuluh tahun sejak peluncurannya, PUBG masih menjadi salah satu game paling populer di dunia. Game tersebut mencatat sejumlah rekor Guinness World Records saat dirilis dan hingga kini masih menarik ratusan ribu pemain aktif setiap harinya.
Meski proyek serialnya telah memasuki tahap pengembangan, detail cerita dan jadwal tayangnya masih dirahasiakan. Belum diketahui bagaimana Netflix dan tim produksi akan mengadaptasi konsep battle royale PUBG menjadi narasi serial live-action.
TV & Movies
Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory
Tahukah Gwiple? Kuda nil secara statistik merupakan salah satu mamalia darat paling mematikan di dunia bagi manusia. Meskipun penampilannya tampak jinak dan menggemaskan, namun hewan teritorial nan agresif ini diperkirakan bertanggung jawab atas kematian sekitar 500 hingga 1.000 jiwa setiap tahunnya di benua Afrika—jauh melampaui jumlah korban gabungan dari serangan hiu dan singa.
Ancaman nyata inilah yang diangkat dalam film horor-survival Hungry (2026) yang disutradarai dan ditulis oleh James Nunn. Film ini menceritakan sekelompok wisatawan yang berniat menikmati tur rawa-rawa di wilayah Louisiana, Amerika Serikat. Sial bagi mereka, alih-alih menemukan aligator, kelompok ini justru terdampar di area terisolasi dan menjadi buruan seekor kuda nil raksasa yang sangat agresif akibat lepas di ekosistem rawa tersebut. Karakter utama film ini berfokus pada Sistine (diperankan Madison Davenport) bersama turis lain seperti Walker (Joaquim de Almeida), Dionne (Tracey Bonner), , Sally (Samantha Coughlan), dan Hannah (Olivia Bernstone). Saat perahu yang dikendarai oleh tur guide Rodrigo (Michel Curiel) tiba-tiba terbalik karena diserang oleh kuda nil, para penyintas awal ini dipaksa berjuang meloloskan diri dari terkaman raksasa berbobot tonan di tengah medan rawa yang kian menyempit.

Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory
Apakah Sistine dan rombongannya sanggup selamat dari cengkeraman raksasa teritorial tersebut dan menemukan jalan keluar dari rawa mematikan? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop kesayangan. Oya, sutradara James Nunn merancang skenario film ini terinspirasi dari fakta sejarah nyata tentang American Hippo Bill tahun 1910, yaitu wacana legendaris pemerintah AS yang pernah berencana mengimpor kuda nil ke rawa Louisiana demi mengatasi krisis daging sapi nasional.
Pada paruh awal cerita, Hungry sebenarnya tampil sangat menjanjikan. Dinamika antar karakter dibangun dengan cukup solid, memperlihatkan kelompok manusia yang secara rasional berupaya bekerja sama, saling bahu-membahu, dan menyusun strategi matang di tengah krisis yang mengepung mereka. Sayangnya, masuk pertengahan film, potensi tersebut perlahan menguap akibat munculnya berbagai kekonyolan yang tidak penting, keputusan-keputusan karakter yang mendadak tidak logis, serta porsi drama bernuansa komikal yang merusak ketegangan. Ditambah lagi, eksekusi visual dan pergerakan kuda nil yang dihadirkan kurang memberikan ancaman kengerian yang meyakinkan—terkadang membuat sosok sang monster tampak canggung alih-alih menakutkan. Meskipun adegan serangan yang dihadirkan tetap dibuat agak mengerikan, atmosfer terornya sering kali buyar akibat ritme narasi yang inkonsisten.

Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory
Hungry memang merupakan film survival monster yang unik dari segi konsep, di mana penonton Gwiple diajak melihat eksperimen ide segar menjadikan kuda nil sebagai antagonis utama, meski harus memaklumi beberapa deretan kekonyolan yang hadir di tengah perjuangan berdarah para karakternya.
TV & Movies
Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal
Whalefall merupakan film survival-thriller bernuansa emosional terbaru rilisan 2026 yang disutradarai Brian Duffield. Film ini diproduksi oleh 20th Century Studios dan mengadaptasi novel bestseller fiksi ilmiah populer karya Daniel Kraus. Mengusung klaustrofobia yang mencekam di kedalaman samudra, film ini menceritakan perjuangan seorang penyelam muda yang tidak sengaja tertelan utuh oleh seekor paus sperma raksasa.

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal
Cerita berfokus pada Jay Gardiner (diperankan oleh Austin Abrams), seorang pemuda yang nekat menyelam di lepas pantai California demi menemukan sisa-sisa tulang-belulang almarhum ayahnya, Mitt Gardiner (Josh Brolin), yang bunuh diri di laut pada tahun sebelumnya. Dihantui rasa bersalah dan kenangan pahit akibat hubungan mereka yang renggang serta penuh konflik, aksi nekat Jay justru berubah menjadi bencana ketika seekor paus sperma sepanjang 24 meter menelannya hidup-hidup. Terjebak di dalam perut paus yang gelap dengan cadangan oksigen yang terus menipis dalam hitungan jam, Jay tidak hanya harus bertarung melawan kengerian fisik dan tekanan biologis organ dalam paus, tetapi juga berjuang mengatasi trauma batinnya. Di dalam kegelapan tersebut, film ini mengeksplorasi secara mendalam daddy issue yang dialami Jay, memaksa dirinya memproses penyesalan, luka lama, serta makna hubungan keluarga yang belum sempat terselesaikan dengan sang ayah demi bisa bertahan hidup.

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal
Bagaimanakah upaya Jay meloloskan diri dari dalam perut raksasa samudra tersebut sebelum persediaan oksigen di tabungnya benar-benar habis? Apakah ia berhasil menemukan kedamaian atas trauma hubungannya dengan sang ayah? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan. Oya, jajaran pemeran film ini juga diperkuat oleh aktris senior Sigourney Weaver yang memberikan performa akting sangat emosional sebagai ibu Jay.

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal
Sutradara Brian Duffield mengemas alur cerita film ini dengan tempo yang sangat pas, menyelipkan adegan kilas balik hubungan keluarga Jay secara intuitif tanpa mengganggu intensitas pertarungan hidup-matinya di dalam paus. Kontras antara kengerian fisik ruangan yang menyempit dan perjalanan emosional Jay saat menghadapi trauma masa lalunya berhasil membuat penonton ikut menahan napas sekaligus tersentuh di setiap adegannya. Akting Austin Butler amatlah apik dalam memperlihatkan pergeseran emosi Jay dari seorang pemuda yang rapuh dan dipenuhi amarah menjadi sosok yang gigih berjuang demi mempertahankan nyawanya.

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal
Whalefall memang merupakan film yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak menyelami kengerian klaustrofobia di dalam tubuh raksasa laut serta ketegangan emosional tentang rekonsiliasi keluarga dan penerimaan diri yang amat berkesan.
-
TV & Movies4 weeks agoBonus Stage Street Fighter di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual tentang Trauma, Patriarki, dan Ketahanan Perempuan.
-
TV & Movies4 weeks agoThe Conjuring: Unspoken Hadir di Netflix, Bawa Pengalaman Horor Interaktif
-
Smartphone4 weeks agoPOCO F9 Series Menggebrak Indonesia: Ultrapower Unbound, Saatnya Gamer Kalcer Naik Level
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM CRAWLERS, JANGAN BUKA MULUT SAAT TIDUR
-
Smartphone4 weeks agoIntip Proses di Balik OPPO A7 Pro Series 5G yang Disiapkan untuk Performa Lancar dan Penggunaan Jangka Panjang hingga 6 Tahun
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting unjuk Gigi
-
Smartphone3 weeks agoOPPO Resmi Perkenalkan ColorOS 17 Secara Global: Silky Smooth. Flow with AI





