Connect with us

TV & Movies

Manga ‘Koi Suru Haha-tachi’ oleh Fumi Saimon Mendapat Serial Live-Action

Published

on

GwiGwi.com – TBS mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka memproduksi adaptasi serial live-action dari Manga Fumi Saimon berjudul Koi Suru Haha-tachi (Mothers in Love) yang akan tayang perdana pada bulan Oktober.

Serial ini akan dibintangi Yoshino Kimura (tengah dalam gambar di bawah) sebagai An Ishiwatari, seorang ibu tunggal yang membesarkan seorang putra yang bersekolah di sekolah bergengsi; Yō Yoshida (kanan) sebagai Yūko Hayashi, seorang wanita yang berpikiran karir yang putranya pergi ke sekolah yang sama dengan putra An; dan Riisa Naka (kiri) sebagai Mari Kanbara, yang tertua dari tiga bersaudara juga bersekolah di sekolah yang sama dengan putra An dan Yūko.

Ryōsuke Fukuda menyutradarai serial ini, dengan skrip oleh Shizuka Ōishi.

Manga berpusat pada kisah tiga ibu yang putranya semuanya bersekolah di sekolah yang sama.

Saimon meluncurkan manganya di majalah Josei Seven milik Shogakukan pada tahun 2017, dan mengakhirinya pada bulan Juli. Shogakukan menerbitkan volume buku kompilasi keenam manga pada 27 April.

Sumber: ANN

Advertisement

TV & Movies

Netflix Garap Serial Live-Action PUBG, Donald Glover Jadi Sutradara dan Pemeran Utama

Published

on

By

Pubg Mobile Rilis Royale Pass Ace 3! Dapatkan Kostum Upgradable Bertema Halloween

Netflix tengah mengembangkan serial live-action berdasarkan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), game battle royale populer besutan KRAFTON. Menurut laporan Variety, proyek ini akan melibatkan Donald Glover sebagai sutradara, penulis, produser eksekutif, sekaligus pemeran utama.

Donald Glover dikenal melalui serial Atlanta dan Community. Ia juga merupakan pemenang dua penghargaan Emmy dan Golden Globe. Sang adik sekaligus kolaboratornya, Stephen Glover, turut bergabung sebagai penulis dan produser eksekutif.

Tim Produksi Libatkan KRAFTON

Selain kedua Glover bersaudara, serial ini akan diproduseri oleh Michael Schaefer dari NEON TV, Fam Udeorji dari Gilga, serta Taeseok Jang dan Sujin Lee dari LV3H. LV3H merupakan anak perusahaan KRAFTON yang berfokus pada industri hiburan.

Donald dan Stephen sebelumnya bekerja sama dalam serial Atlanta, yang dibuat dan dibintangi Donald. Stephen turut menulis serta menjadi produser eksekutif selama empat musim serial tersebut.

PUBG Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action

KRAFTON pertama kali merilis PUBG pada 2017. Berbeda dari game dengan cerita utama yang terstruktur, PUBG berfokus pada pertarungan bertahan hidup. Sejumlah pemain diterjunkan ke salah satu peta yang dipenuhi senjata, kendaraan, dan berbagai perlengkapan untuk saling mengalahkan hingga tersisa satu pemenang.

Hampir sepuluh tahun sejak peluncurannya, PUBG masih menjadi salah satu game paling populer di dunia. Game tersebut mencatat sejumlah rekor Guinness World Records saat dirilis dan hingga kini masih menarik ratusan ribu pemain aktif setiap harinya.

Meski proyek serialnya telah memasuki tahap pengembangan, detail cerita dan jadwal tayangnya masih dirahasiakan. Belum diketahui bagaimana Netflix dan tim produksi akan mengadaptasi konsep battle royale PUBG menjadi narasi serial live-action.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory

Published

on

Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory

Tahukah Gwiple? Kuda nil secara statistik merupakan salah satu mamalia darat paling mematikan di dunia bagi manusia. Meskipun penampilannya tampak jinak dan menggemaskan, namun hewan teritorial nan agresif ini diperkirakan bertanggung jawab atas kematian sekitar 500 hingga 1.000 jiwa setiap tahunnya di benua Afrika—jauh melampaui jumlah korban gabungan dari serangan hiu dan singa.

Ancaman nyata inilah yang diangkat dalam film horor-survival Hungry (2026) yang disutradarai dan ditulis oleh James Nunn. Film ini menceritakan sekelompok wisatawan yang berniat menikmati tur rawa-rawa di wilayah Louisiana, Amerika Serikat. Sial bagi mereka, alih-alih menemukan aligator, kelompok ini justru terdampar di area terisolasi dan menjadi buruan seekor kuda nil raksasa yang sangat agresif akibat lepas di ekosistem rawa tersebut. Karakter utama film ini berfokus pada Sistine (diperankan Madison Davenport) bersama turis lain seperti Walker (Joaquim de Almeida), Dionne (Tracey Bonner), , Sally (Samantha Coughlan), dan Hannah (Olivia Bernstone). Saat perahu yang dikendarai oleh tur guide Rodrigo (Michel Curiel) tiba-tiba terbalik karena diserang oleh kuda nil, para penyintas awal ini dipaksa berjuang meloloskan diri dari terkaman raksasa berbobot tonan di tengah medan rawa yang kian menyempit.

Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory

Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory

Apakah Sistine dan rombongannya sanggup selamat dari cengkeraman raksasa teritorial tersebut dan menemukan jalan keluar dari rawa mematikan? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop kesayangan. Oya, sutradara James Nunn merancang skenario film ini terinspirasi dari fakta sejarah nyata tentang American Hippo Bill tahun 1910, yaitu wacana legendaris pemerintah AS yang pernah berencana mengimpor kuda nil ke rawa Louisiana demi mengatasi krisis daging sapi nasional.

Pada paruh awal cerita, Hungry sebenarnya tampil sangat menjanjikan. Dinamika antar karakter dibangun dengan cukup solid, memperlihatkan kelompok manusia yang secara rasional berupaya bekerja sama, saling bahu-membahu, dan menyusun strategi matang di tengah krisis yang mengepung mereka. Sayangnya, masuk pertengahan film, potensi tersebut perlahan menguap akibat munculnya berbagai kekonyolan yang tidak penting, keputusan-keputusan karakter yang mendadak tidak logis, serta porsi drama bernuansa komikal yang merusak ketegangan. Ditambah lagi, eksekusi visual dan pergerakan kuda nil yang dihadirkan kurang memberikan ancaman kengerian yang meyakinkan—terkadang membuat sosok sang monster tampak canggung alih-alih menakutkan. Meskipun adegan serangan yang dihadirkan tetap dibuat agak mengerikan, atmosfer terornya sering kali buyar akibat ritme narasi yang inkonsisten.

Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory

Review Film Hungry, Film Yang Kurang Gory

Hungry memang merupakan film survival monster yang unik dari segi konsep, di mana penonton Gwiple diajak melihat eksperimen ide segar menjadikan kuda nil sebagai antagonis utama, meski harus memaklumi beberapa deretan kekonyolan yang hadir di tengah perjuangan berdarah para karakternya.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Published

on

By

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Whalefall merupakan film survival-thriller bernuansa emosional terbaru rilisan 2026 yang disutradarai Brian Duffield. Film ini diproduksi oleh 20th Century Studios dan mengadaptasi novel bestseller fiksi ilmiah populer karya Daniel Kraus. Mengusung klaustrofobia yang mencekam di kedalaman samudra, film ini menceritakan perjuangan seorang penyelam muda yang tidak sengaja tertelan utuh oleh seekor paus sperma raksasa.

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Cerita berfokus pada Jay Gardiner (diperankan oleh Austin Abrams), seorang pemuda yang nekat menyelam di lepas pantai California demi menemukan sisa-sisa tulang-belulang almarhum ayahnya, Mitt Gardiner (Josh Brolin), yang bunuh diri di laut pada tahun sebelumnya. Dihantui rasa bersalah dan kenangan pahit akibat hubungan mereka yang renggang serta penuh konflik, aksi nekat Jay justru berubah menjadi bencana ketika seekor paus sperma sepanjang 24 meter menelannya hidup-hidup. Terjebak di dalam perut paus yang gelap dengan cadangan oksigen yang terus menipis dalam hitungan jam, Jay tidak hanya harus bertarung melawan kengerian fisik dan tekanan biologis organ dalam paus, tetapi juga berjuang mengatasi trauma batinnya. Di dalam kegelapan tersebut, film ini mengeksplorasi secara mendalam daddy issue yang dialami Jay, memaksa dirinya memproses penyesalan, luka lama, serta makna hubungan keluarga yang belum sempat terselesaikan dengan sang ayah demi bisa bertahan hidup.

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Bagaimanakah upaya Jay meloloskan diri dari dalam perut raksasa samudra tersebut sebelum persediaan oksigen di tabungnya benar-benar habis? Apakah ia berhasil menemukan kedamaian atas trauma hubungannya dengan sang ayah? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan. Oya, jajaran pemeran film ini juga diperkuat oleh aktris senior Sigourney Weaver yang memberikan performa akting sangat emosional sebagai ibu Jay.

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Sutradara Brian Duffield mengemas alur cerita film ini dengan tempo yang sangat pas, menyelipkan adegan kilas balik hubungan keluarga Jay secara intuitif tanpa mengganggu intensitas pertarungan hidup-matinya di dalam paus. Kontras antara kengerian fisik ruangan yang menyempit dan perjalanan emosional Jay saat menghadapi trauma masa lalunya berhasil membuat penonton ikut menahan napas sekaligus tersentuh di setiap adegannya. Akting Austin Butler amatlah apik dalam memperlihatkan pergeseran emosi Jay dari seorang pemuda yang rapuh dan dipenuhi amarah menjadi sosok yang gigih berjuang demi mempertahankan nyawanya.

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Review Film Whalefall, Daddy Issue Yang Berujung Fatal

Whalefall memang merupakan film yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak menyelami kengerian klaustrofobia di dalam tubuh raksasa laut serta ketegangan emosional tentang rekonsiliasi keluarga dan penerimaan diri yang amat berkesan.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending