Connect with us

News

Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve

Published

on

Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan Di Valve

Minh “Gooseman” Le, salah satu kreator Counter-Strike, membagikan cerita menarik mengenai masa kerjanya bersama Valve. Dalam sebuah wawancara, Le menceritakan kebiasaan tidak biasa yang pernah dilakukan Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, ketika berada di kantor perusahaan.

Menurut Le, Newell sempat menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk mempelajari teknik nyanyian tenggorokan Mongolia atau Mongolian throat singing. Menariknya, latihan tersebut disebut dilakukan hampir setiap hari di lingkungan kantor Valve.

Ketertarikan Newell terhadap teknik vokal tersebut bermula setelah dirinya menonton sebuah dokumenter yang membahas nyanyian tradisional Mongolia. Setelah mengetahui teknik tersebut, ia kemudian tertarik untuk mempelajarinya secara langsung.

Le menceritakan bahwa Newell bahkan kerap berjalan menyusuri lorong kantor sambil berlatih. Aktivitas tersebut tentu menghasilkan suara yang cukup keras dan akhirnya menarik perhatian karyawan lain.

Suara latihan yang terdengar dari lorong bahkan disebut membuat sejumlah karyawan merasa terganggu. Beberapa di antaranya memilih menutup pintu ruang kerja masing-masing ketika Newell mulai berlatih.

Meski demikian, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlangsung selamanya. Setelah kurang lebih lima bulan, Newell akhirnya berhenti berlatih nyanyian tenggorokan dan kemudian mulai tertarik pada hobi lain.

Salah satu hobi berikutnya yang diceritakan Le adalah ketertarikan Newell terhadap senjata tajam dan benda-benda bergaya abad pertengahan. Menurut cerita tersebut, ia mulai mengoleksi berbagai jenis pisau dan bahkan memenuhi ruangannya dengan sejumlah kapak serta pedang.

Cerita tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari pengalaman Le selama bekerja di Valve. Alih-alih membahas perkembangan game atau bisnis perusahaan, kisah ini justru memperlihatkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari di lingkungan studio pengembang yang dikenal lewat Half-Life, Portal, Dota 2, dan Counter-Strike.

Minh Le sendiri merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Counter-Strike. Ia mengembangkan modifikasi Half-Life bersama Jess Cliffe yang kemudian berkembang menjadi salah satu franchise FPS terbesar di industri game.

Sementara itu, cerita mengenai hobi Gabe Newell tersebut menjadi pengalaman pribadi yang dibagikan Le dalam konteks kenangannya selama berada di Valve. Detail tersebut tidak berkaitan dengan proyek game tertentu, tetapi memberikan gambaran unik mengenai suasana kerja di balik salah satu perusahaan game terbesar di dunia.

Advertisement

News

Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis

Published

on

Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun Dari Dunia Menulis

Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.

Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.

Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.

Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.

Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.

Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.

Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.

Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.

Continue Reading

News

SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier

Published

on

Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.

Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.

SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.

Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.

Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.

Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.

Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.

Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in

Continue Reading

News

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Published

on

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Denuvo mengambil langkah hukum terhadap sosok yang dikenal dengan nama Voices38, yang oleh perusahaan tersebut dikaitkan dengan sejumlah aktivitas pembobolan game yang menggunakan sistem proteksi Denuvo. Menariknya, meski gugatan telah diajukan ke pengadilan Amerika Serikat, identitas asli Voices38 masih belum diketahui.

Dalam dokumen perkara yang diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California, Denuvo menyebut Voices38 sebagai individu atau entitas yang belum teridentifikasi. Selain itu, terdapat pula sejumlah pihak lain yang masih dicantumkan sebagai tergugat anonim.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Denuvo belum mengetahui nama maupun identitas asli pihak yang mereka kaitkan dengan aktivitas cracking tersebut. Proses hukum yang sedang berjalan berpotensi menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk mengungkap siapa sebenarnya orang atau kelompok di balik nama Voices38.

Dalam dokumen gugatan, Denuvo juga menyebut beberapa akun yang berada di platform seperti Reddit, Discord, dan Steam. Akun-akun tersebut disebut perusahaan memiliki kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas yang sedang mereka selidiki.

Sebagai bagian dari proses hukum, Denuvo dapat berupaya memperoleh informasi tambahan dari platform terkait melalui mekanisme hukum yang tersedia. Informasi tersebut berpotensi digunakan untuk membantu mengidentifikasi pihak yang berada di balik akun atau aktivitas tertentu.

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Nama Voices38 sendiri mulai mendapat perhatian dalam beberapa bulan terakhir setelah dikaitkan dengan sejumlah game yang menggunakan proteksi Denuvo. Beberapa judul yang disebut dalam konteks aktivitas tersebut antara lain Star Wars Outlaws, Persona 3 Reload, dan Prince of Persia: The Lost Crown.

Bagi Denuvo, proses hukum ini dapat menjadi langkah untuk menyelidiki lebih jauh aktivitas cracking yang dianggap merugikan perlindungan perangkat lunak dan distribusi game. Namun, karena perkara masih berada pada tahap awal, sejumlah informasi dalam gugatan tersebut masih berupa tuduhan yang belum mendapatkan keputusan pengadilan.

Penting untuk dicatat bahwa pencantuman sebuah akun atau pihak dalam dokumen perkara tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan mereka. Tuduhan Denuvo terhadap Voices38 dan pihak lain masih harus melalui proses hukum sebelum dapat ditentukan berdasarkan bukti yang diperiksa pengadilan.

Untuk saat ini, identitas asli Voices38 masih belum terungkap. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses pengadilan dan langkah hukum yang ditempuh Denuvo untuk memperoleh informasi mengenai pihak yang mereka cari.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending