Connect with us

News

SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier

Published

on

Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.

Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.

SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.

Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.

Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.

Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.

Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.

Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in

Advertisement

News

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Published

on

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Denuvo mengambil langkah hukum terhadap sosok yang dikenal dengan nama Voices38, yang oleh perusahaan tersebut dikaitkan dengan sejumlah aktivitas pembobolan game yang menggunakan sistem proteksi Denuvo. Menariknya, meski gugatan telah diajukan ke pengadilan Amerika Serikat, identitas asli Voices38 masih belum diketahui.

Dalam dokumen perkara yang diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California, Denuvo menyebut Voices38 sebagai individu atau entitas yang belum teridentifikasi. Selain itu, terdapat pula sejumlah pihak lain yang masih dicantumkan sebagai tergugat anonim.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Denuvo belum mengetahui nama maupun identitas asli pihak yang mereka kaitkan dengan aktivitas cracking tersebut. Proses hukum yang sedang berjalan berpotensi menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk mengungkap siapa sebenarnya orang atau kelompok di balik nama Voices38.

Dalam dokumen gugatan, Denuvo juga menyebut beberapa akun yang berada di platform seperti Reddit, Discord, dan Steam. Akun-akun tersebut disebut perusahaan memiliki kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas yang sedang mereka selidiki.

Sebagai bagian dari proses hukum, Denuvo dapat berupaya memperoleh informasi tambahan dari platform terkait melalui mekanisme hukum yang tersedia. Informasi tersebut berpotensi digunakan untuk membantu mengidentifikasi pihak yang berada di balik akun atau aktivitas tertentu.

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Denuvo Gugat Voices38, Identitas Cracker Masih Belum Diketahui

Nama Voices38 sendiri mulai mendapat perhatian dalam beberapa bulan terakhir setelah dikaitkan dengan sejumlah game yang menggunakan proteksi Denuvo. Beberapa judul yang disebut dalam konteks aktivitas tersebut antara lain Star Wars Outlaws, Persona 3 Reload, dan Prince of Persia: The Lost Crown.

Bagi Denuvo, proses hukum ini dapat menjadi langkah untuk menyelidiki lebih jauh aktivitas cracking yang dianggap merugikan perlindungan perangkat lunak dan distribusi game. Namun, karena perkara masih berada pada tahap awal, sejumlah informasi dalam gugatan tersebut masih berupa tuduhan yang belum mendapatkan keputusan pengadilan.

Penting untuk dicatat bahwa pencantuman sebuah akun atau pihak dalam dokumen perkara tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan mereka. Tuduhan Denuvo terhadap Voices38 dan pihak lain masih harus melalui proses hukum sebelum dapat ditentukan berdasarkan bukti yang diperiksa pengadilan.

Untuk saat ini, identitas asli Voices38 masih belum terungkap. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses pengadilan dan langkah hukum yang ditempuh Denuvo untuk memperoleh informasi mengenai pihak yang mereka cari.

Continue Reading

News

Fate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks

Published

on

Fate/grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan Oleh Cloverworks

www.gwigwi.com – Pameran Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing menghadirkan kejutan bagi para penggemar dengan merilis video pembuka yang sebelumnya hanya ditayangkan di area pameran. Video tersebut kini dapat disaksikan secara online dan menampilkan animasi berkualitas tinggi dari CloverWorks.

Video pembuka ini awalnya dibuat khusus untuk teater pembukaan pameran. Isinya merangkum perjalanan panjang para protagonis dalam Fate/Grand Order, sekaligus menghadirkan kembali sejumlah momen penting dari perjalanan mereka. Karakter Mash Kyrielight juga tampil dalam video dengan suara dari Rie Takahashi.

Keterlibatan CloverWorks bukan pertama kalinya studio tersebut mengerjakan materi animasi untuk game Fate/Grand Order. Sebelumnya, mereka juga menangani trailer khusus yang memperkenalkan update game dengan kehadiran Servant bintang lima baru, End of the World Archer.

Untuk video pembuka pameran ini, Haruka Fujita dipercaya menangani posisi sutradara, storyboard, sekaligus episode director. Sementara itu, Masayoshi Tanaka bertugas sebagai animation director.

Bagian visual lainnya ditangani oleh sejumlah staf berpengalaman. Kyoko Hara mengerjakan color design, sedangkan Ryoko Itaya bertanggung jawab sebagai art director. Posisi director of photography diisi oleh Yuya Sakuma, sementara bagian 3DCG dikerjakan oleh Capsule.

Dari sisi produksi, Yuichi Fukushima bertugas sebagai animation producer dan CloverWorks menjadi studio yang menangani keseluruhan produksi animasi.

Video tersebut semakin menarik berkat lagu “Unmei ~Hoshimi no Kairo~” yang menjadi musik pengiring. Lagu ini digubah oleh Keita Haga, kemudian diaransemen bersama Ryota Kikuchi.

Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing sendiri merupakan pameran khusus yang membawa pengunjung menyelami berbagai aspek dari perjalanan franchise Fate/Grand Order. Berbagai materi visual dan pengalaman interaktif disiapkan untuk memperlihatkan perjalanan para karakter serta dunia yang telah dibangun game tersebut selama bertahun-tahun.

Pameran ini saat ini berlangsung di Mori Arts Center Gallery, Tokyo, Jepang. Pengunjung masih dapat mendatanginya hingga 14 September 2026.

Dengan dirilisnya video pembuka secara online, penggemar yang tidak dapat hadir langsung di Tokyo kini tetap memiliki kesempatan untuk melihat salah satu materi eksklusif dari pameran tersebut. Kehadiran animasi CloverWorks juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar yang mengikuti perkembangan proyek animasi Fate/Grand Order.

Continue Reading

News

Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar

Published

on

Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi Lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar

www.gwigwi.com – Mantan anggota Hololive, Uruha Rushia, yang kini beraktivitas dengan nama Mikeneko, kembali menjadi perhatian komunitas setelah mengungkap langkah baru dalam aktivitas kreatifnya. Ia mulai menawarkan foto dirinya melalui sistem membership berbayar yang dikelolanya secara mandiri.

Langkah tersebut dilakukan setelah Mikeneko menerima sebuah hadiah pakaian dari salah satu penggemar. Ia kemudian mengenakan pakaian tersebut, melakukan sesi pemotretan, dan menjadikan hasilnya sebagai bagian dari konten eksklusif untuk anggota membership.

Konten tersebut menjadi salah satu bentuk monetisasi yang kini dapat dilakukan Mikeneko secara lebih bebas setelah menjalani aktivitas sebagai kreator independen. Berbeda dengan ketika masih berada di bawah agensi, model membership memberikan ruang bagi dirinya untuk menentukan sendiri jenis konten yang ingin ditawarkan kepada komunitas.

Kabar tersebut kemudian menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Alih-alih mendapat respons negatif, banyak penggemar justru memberikan dukungan terhadap keputusan Mikeneko untuk memperluas cara monetisasi kontennya.

Bagi sebagian penggemar, langkah tersebut menunjukkan bahwa Mikeneko memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengelola aktivitas kreatif dan menentukan bagaimana karyanya dapat dinikmati oleh pendukung.

Sistem membership sendiri memungkinkan kreator memberikan konten tambahan kepada penggemar yang berlangganan secara rutin. Model ini semakin umum digunakan oleh kreator digital karena dapat menjadi sumber pendapatan langsung sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas.

Dalam kasus Mikeneko, kehadiran konten foto eksklusif menjadi salah satu bentuk baru dari aktivitas membership tersebut. Dukungan besar dari penggemar juga menunjukkan bahwa komunitasnya masih memiliki antusiasme tinggi terhadap berbagai proyek yang ia jalankan setelah meninggalkan dunia agensi VTuber.

Mikeneko sebelumnya dikenal luas sebagai Uruha Rushia selama bergabung dengan Hololive. Setelah keluar dari agensi tersebut, ia melanjutkan aktivitas sebagai kreator independen dan tetap memiliki basis penggemar yang cukup besar.

Perubahan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk mengeksplorasi berbagai bentuk konten dan model bisnis tanpa harus mengikuti struktur produksi sebuah agensi. Membership menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan aktivitas kreatifnya.

Meski begitu, konten yang ditawarkan melalui membership tetap menjadi bagian dari aktivitas kreator dan tidak selalu tersedia untuk publik secara umum. Penggemar yang tertarik dapat mengikuti kanal resmi Mikeneko untuk mengetahui jenis konten serta sistem membership yang tersedia.

Dengan semakin banyaknya kreator digital yang memanfaatkan membership sebagai sumber pendapatan, langkah Mikeneko menunjukkan bagaimana mantan talent agensi dapat membangun kembali ekosistem komunitasnya secara mandiri. Dukungan dari ribuan penggemar juga menjadi indikasi bahwa perjalanan Mikeneko sebagai kreator independen masih mendapatkan perhatian besar.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending