Gaming
Siap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!
www.gwigwi.com –
Milton Keynes, Inggris, 14 Mei 2026 – Kabar gembira bagi para pencinta game dark fantasy action-adventure. Pengembang MercurySteam dan penerbit 505 Games hari ini secara resmi mengumumkan bahwa game andalan mereka, Blades of Fire, kini telah tersedia di platform Steam.
Peluncuran di Steam ini langsung membawa Versi 2.0 yang menyertakan berbagai pembaruan besar, peningkatan performa, pencapaian (achievements) baru, serta dukungan penuh untuk Steam Deck. Tidak hanya itu, versi ini juga dilengkapi dengan bonus menarik seperti Adventurer Pack, Artbook, serta soundtrack orisinal pemenang penghargaan yang digubah oleh Óscar Araujo.
Bagi pemain di platform lain tidak perlu berkecil hati, karena pembaruan Versi 2.0 ini juga dirilis hari ini sebagai pembaruan gratis untuk pengguna PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Epic Games Store. Untuk merayakan peluncurannya di Steam, game ini juga mendapatkan diskon terbatas sebesar 25%. Di wilayah Asia Tenggara, game ini dibanderol dengan harga normal IDR 829.000 (Indonesia), SGD 79 (Singapura), MYR 133 (Malaysia), PHP 2.775 (Filipina), VND 1.339.900 (Vietnam), dan THB 2020 (Thailand) sebelum diskon.
Dunia yang Kejam dan Pertempuran Penuh Strategi
Dalam Blades of Fire, pemain akan berperan sebagai Aran de Lira, prajurit terakhir yang memiliki kemampuan untuk menempa baja asli di sebuah dunia kutukan di mana logam dapat berubah menjadi batu.
Game ini menawarkan sistem pertempuran yang berat, sengit, dan tidak kenal ampun, di mana kecerdasan lebih diutamakan daripada sekadar kekuatan otot. Pemain dituntut untuk:
-
Mengamati pergerakan musuh dengan cermat.
-
Memanfaatkan kesalahan dan kelemahan lawan untuk menyerang di momen yang tepat.
-
Menyusun strategi persenjataan dengan presisi karena proses penempaan tidak dapat diulang kembali.
Fitur-Fitur Baru di Versi 2.0
Pembaruan Versi 2.0 menghadirkan segudang konten baru yang siap memberikan tantangan segar di setiap playthrough:
-
New Game Plus: Pemain dapat mengulang petualangan Aran dengan tetap mempertahankan sebagian besar progres dan statistik karakter. Sebagai tantangan tambahan, tingkat kesulitan musuh akan menyesuaikan dengan jumlah darah (health) pemain. Tersedia juga 27 patung tempa (forge statues) eksklusif untuk membuka komponen senjata baru.
-
Tingkat Kesulitan Baru: Titanium Difficulty: Mode ekstrem yang direkomendasikan hanya untuk pemain berpengalaman. Musuh akan memiliki darah dan armor yang lebih tebal, peningkatan damage sebesar 20%, serta mekanisme bos yang disesuaikan dengan timing yang jauh lebih ketat.
-
Anvil Trials: Mode arena di mana pemain dapat menantang kembali bos-bos dari cerita utama dalam pertempuran dengan batasan waktu demi mendapatkan hadiah berharga. Hati-hati, karena para bos kini dibekali mekanik serangan baru.
-
Arcana & Transmutation: Kumpulkan medali dari Anvil Trials untuk ditukarkan dengan mantra kuno pemberi efek pasif pada senjata melalui rekan Aran, Adso. Pemain juga kini bisa langsung mengubah satu material menjadi material lain yang sudah pernah ditemukan melalui sistem Transmutation di tempat penempaan.
-
Fitur Tambahan Lainnya: Tersedia Photo Mode untuk mengabadikan momen epik, kustomisasi penuh untuk tombol mouse dan keyboard, peningkatan variasi visual saat karakter mati atau termutilasi, implementasi Nvidia DLSS4, dan menariknya—pemain kini bisa mengelus Ox (Sapi) di dalam game.
Bagi Anda yang ingin terus memperbarui informasi, Anda dapat mengikuti akun resmi Blades of Fire di X, Instagram, YouTube, atau mengunjungi situs resmi mereka. Jangan lupa untuk memasukkan game ini ke dalam wishlist Anda di Steam!
Gaming
Cygames Ungkap Pendekatan Lokalisasi Umamusume untuk Versi Inggris
www.gwigwi.com – Cygames membagikan pendekatan yang digunakan tim lokalisasi saat mengadaptasi Umamusume: Pretty Derby ke dalam bahasa Inggris. Proses tersebut ternyata tidak sekadar menerjemahkan setiap dialog dari bahasa Jepang, tetapi juga mempertahankan karakter, gaya bicara, serta nuansa budaya yang melekat pada masing-masing tokoh.
Salah satu tantangan terbesar dalam lokalisasi Umamusume adalah menghadirkan berbagai pola bicara dan dialek Jepang ke dalam bahasa Inggris. Beberapa karakter memiliki cara berbicara yang mencerminkan latar belakang, kepribadian, hingga posisi sosial mereka. Jika diterjemahkan secara harfiah, nuansa tersebut belum tentu terasa sama bagi pemain Barat.
Karena itu, tim lokalisasi memilih mencari padanan bahasa Inggris yang dapat memberikan kesan serupa. Mereka tidak selalu mengikuti struktur kalimat asli, selama pesan utama dan karakterisasi tokohnya tetap terjaga. Pendekatan ini memungkinkan dialog terasa lebih natural bagi pemain berbahasa Inggris tanpa menghilangkan identitas karakter.
Penyesuaian juga dilakukan terhadap sejumlah dialog yang memiliki nuansa romantis. Dalam beberapa bagian, ekspresi tersebut dibuat sedikit lebih ringan untuk menyesuaikan ekspektasi audiens Barat. Meski demikian, tujuan utamanya tetap mempertahankan hubungan antarkarakter serta suasana yang ingin disampaikan dalam cerita.
Salah satu contoh menarik terdapat pada Mihono Bourbon. Dalam versi Jepang, ia menggunakan panggilan “Master” untuk menyebut Trainer. Namun, tim lokalisasi memilih menggunakan kata “Trainer” dalam versi Inggris agar penyebutan tersebut terasa lebih natural dan sesuai dengan konteks permainan.
Contoh lainnya dapat ditemukan pada penggunaan ucapan “Merry Christmas”. Dalam bagian tertentu, ungkapan tersebut diadaptasi menjadi “Happy Holidays” untuk versi Inggris. Perubahan semacam ini menunjukkan bahwa lokalisasi juga mempertimbangkan konteks budaya dari target pasar.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa menerjemahkan game dengan banyak karakter bukan hanya persoalan mengubah satu bahasa ke bahasa lain. Setiap pilihan kata dapat memengaruhi bagaimana pemain memahami kepribadian dan latar belakang seorang karakter.
Bagi Umamusume: Pretty Derby, tantangan tersebut menjadi semakin kompleks karena game memiliki banyak karakter dengan gaya komunikasi yang berbeda. Tim lokalisasi harus memastikan masing-masing tokoh tetap memiliki identitas yang mudah dikenali meskipun dialognya telah beradaptasi ke bahasa Inggris.
Dengan pendekatan tersebut, Cygames berusaha membuat versi global Umamusume terasa lebih alami bagi pemain Barat tanpa sepenuhnya melepaskan karakteristik yang menjadi bagian dari versi Jepang. Hasil akhirnya diharapkan dapat memberikan pengalaman yang tetap familiar bagi penggemar lama, sekaligus mudah dipahami oleh pemain baru di pasar internasional.
Gaming
Persona 5 Resmi Kolaborasi dengan Fortnite, Joker Dipastikan Hadir di Season 4
www.gwigwi.com – Persona 5 akhirnya dipastikan akan hadir di Fortnite. Kabar tersebut diumumkan melalui teaser terbaru yang dirilis Atlus pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Cuplikan singkat tersebut memperlihatkan kemunculan Joker, protagonis utama Persona 5, sekaligus memperlihatkan model karakter yang akan digunakan dalam game.
Meski sudah memberikan gambaran mengenai Joker, Atlus belum mengungkap seluruh detail mengenai kolaborasi tersebut. Belum diketahui secara pasti konten apa saja yang akan dibawa, termasuk apakah Joker hanya hadir sebagai karakter yang dapat digunakan atau akan mendapatkan berbagai item kosmetik tambahan.
Kemunculan Joker diperkirakan akan menjadi bagian dari Fortnite Chapter 7 Season 4, yang memiliki tema “Override”. Musim terbaru Fortnite tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada 20 Agustus 2026, sehingga informasi lebih lengkap mengenai kolaborasi Persona 5 kemungkinan akan segera diperlihatkan setelah season baru resmi dimulai.
Kehadiran Persona 5 di Fortnite sebenarnya bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan. Franchise tersebut sebelumnya sudah beberapa kali melakukan crossover dengan berbagai game lain. Persona 5, khususnya, memiliki sejumlah karakter populer yang cukup sering muncul dalam proyek kolaborasi di luar seri utamanya.
Di sisi lain, Fortnite juga semakin dikenal sebagai game yang aktif menghadirkan karakter dari berbagai franchise populer. Mulai dari film, anime, musik, hingga video game, Epic Games terus memperluas daftar kolaborasi yang tersedia di dalam game.
Joker sendiri menjadi pilihan yang cukup masuk akal untuk mewakili Persona 5. Karakter tersebut merupakan salah satu tokoh paling dikenal dari franchise Persona dan memiliki desain yang mudah dikenali. Kehadirannya di Fortnite juga berpotensi menarik perhatian penggemar Persona maupun pemain yang sebelumnya tidak terlalu mengikuti franchise tersebut.
Namun, masih menjadi tanda tanya apakah Atlus dan Epic Games akan menghadirkan karakter Persona lainnya. Untuk sementara, teaser yang dirilis hanya memberikan fokus kepada Joker sehingga belum ada konfirmasi mengenai kemunculan anggota Phantom Thieves lainnya.
Selain Persona 5, Fortnite Chapter 7 Season 4 “Override” juga akan menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan franchise game lain. Hal ini membuat musim terbaru tersebut menjadi salah satu update yang cukup dinantikan oleh komunitas.
Dengan season baru yang akan dimulai pada 20 Agustus 2026, detail mengenai Joker kemungkinan akan terungkap dalam waktu dekat. Pemain masih perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui harga, item kosmetik, quest, serta konten khusus Persona 5 yang akan tersedia di Fortnite.
Untuk saat ini, satu hal sudah dipastikan: Joker akan memasuki dunia Fortnite. Detail lengkap mengenai bentuk kolaborasi dan kemungkinan hadirnya karakter Persona lainnya masih menjadi misteri.
Gaming
Neverness to Everness Ketahuan Pakai AI Doubao Gratis, Watermark Malah Lolos ke Game
www.gwigwi.com – Neverness to Everness (NTE) baru saja mendapatkan update versi 1.3 yang membawa sejumlah konten baru. Pembaruan tersebut memperluas area permainan sekaligus memperkenalkan aktivitas memancing, lengkap dengan lokasi baru dan berbagai jenis ikan yang bisa dikoleksi pemain.
Namun, salah satu aset yang hadir dalam update terbaru justru menjadi bahan perbincangan di komunitas game China. Pemain menemukan bahwa salah satu aset memancing di NTE ternyata masih memiliki watermark Doubao, layanan AI buatan ByteDance yang juga menyediakan fitur pembuatan gambar dan video.
Temuan tersebut langsung memicu berbagai candaan di kalangan pemain. Menariknya, sebagian besar perbincangan bukan semata-mata mengenai penggunaan AI dalam pengembangan game. Pemain justru menyoroti fakta bahwa watermark Doubao masih terlihat pada aset yang sudah masuk ke dalam versi resmi NTE.
Beberapa pemain bahkan bercanda bahwa Hotta Studio terlalu berhemat hingga menggunakan layanan AI versi gratis. Ada pula yang mempertanyakan bagaimana proses pengecekan aset dapat melewatkan watermark tersebut sebelum update dirilis kepada publik.
Komentar seperti “Pakai AI sih nggak masalah, tapi pakai Doubao itu lucu. Versi gratis pula” ikut menggambarkan reaksi komunitas terhadap temuan tersebut. Sejumlah pemain juga membandingkan pendekatan Hotta Studio dengan perusahaan game China lain yang telah mengembangkan teknologi AI mereka sendiri.

HoYoverse dan NetEase, misalnya, diketahui aktif mengembangkan berbagai teknologi internal untuk mendukung proses produksi. Sementara itu, kasus NTE membuat pemain bercanda seolah-olah developer meminta layanan AI publik untuk membuat aset game.
Candaan tersebut bahkan berkembang menjadi permintaan fiktif kepada Doubao untuk membuat berbagai aset aneh. Salah satu contoh yang muncul adalah permintaan membuat kuda laut berwarna ungu lengkap dengan mahkota.
Penggunaan AI sendiri sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi NTE. Komunitas China sebelumnya sudah mengetahui bahwa Hotta Studio menggunakan teknologi AI-assisted dalam proses pengembangan beberapa bagian game.
Hotta Studio pernah menjelaskan bahwa elemen utama seperti karakter, cerita, dan dunia NTE tetap dikerjakan oleh seniman, penulis, serta desainer manusia. Namun, developer mengakui bahwa sejumlah kecil aset latar belakang dan lingkungan dibuat dengan bantuan teknologi AI.
Setelah watermark Doubao tersebut ramai ditemukan, aset terkait kemudian diperbaiki dan watermark-nya telah dihapus. Sementara itu, aset dasarnya sendiri masih dipertahankan di dalam game.
Di luar kontroversi tersebut, performa komersial NTE justru terbilang kuat. Sejak dirilis pada 29 April 2026, game ini dilaporkan menghasilkan lebih dari 100 juta yuan atau sekitar US$14,8 juta hanya dalam satu hari.
Performa tersebut kemudian terus berkembang. Berdasarkan proyeksi keuangan semester pertama 2026 yang diumumkan pada 14 Juli, Perfect World Games menyebut pendapatan Neverness to Everness telah mencapai sekitar 1,4 miliar yuan, atau sekitar US$207 juta.
Dengan angka tersebut, NTE tetap menunjukkan performa bisnis yang kuat meskipun kini harus menghadapi sorotan komunitas terkait penggunaan AI pada sejumlah asetnya. Kasus watermark Doubao juga menjadi pengingat bahwa penggunaan teknologi generatif dalam produksi game tetap membutuhkan proses pemeriksaan aset yang ketat sebelum sebuah konten dirilis kepada pemain.
-
TV & Movies1 week agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Music4 weeks agoYou Yokoyama (SUPER EIGHT) Memasuki Fase Baru Lewat Album Solo Kedua “ROCK FOR YOU”, Simak Detail dan MV Utamanya!
-
Music4 weeks agofor Revenge Rilis ‘I Miss You Every Brand New Day’, Original Song untuk film Spider-Man: Brand New Day
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Spider-Man Brand New Day, Best Spidey adaptation so far
-
Music3 weeks agoSHIFT UP Dikritik Usai Promosikan Stellar Blade: Bloodrain Lewat Video Musik Berbasis AI
-
Gaming2 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
Lokal3 weeks agoCrunchyroll Hadir di AFA Indonesia 2026, Bangun Replika Café dari Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc dan Hadirkan Boneka Jumbo Kimetsu no Yaiba




