Connect with us

Event

Jakarta Hadirkan Festival Budaya Jepang Bernama Djakarta Ennichi, Catat Tanggalnya

Published

on

Jakarta Hadirkan Festival Budaya Jepang Bernama Djakarta Ennichi, Catat Tanggalnya

www.gwigwi.com – Jakarta menegaskan posisinya sebagai kota global yang terbuka dan dinamis. Sebagai anggota World Cities Culture Forum, Jakarta akan menghadirkan kembali festival budaya Jepang berskala besar, yaitu Connext Japan Djakarta Ennichi.

“Hal ini sebagai wujud dari kota terbesar di Indonesia ini, untuk terus aktif menjadi wadah bagi berbagai ekspresi budaya dunia. Festival ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Daerah Khusus Jakarta” – Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

“Kami mendorong penguatan kerja sama budaya internasional di Jakarta. Apalagi, Jakarta adalah kota global dan budaya,” kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu, 19 Juli 2025.

Ketua Umum Djakarta Ennichi, Hardiyanto Kenneth mengapresiasi dorongan Gubernur Jakarta. Menurutnya, festival ini tak akan terselenggara dengan baik tanpa dukungannya. Pria yang dikenal sebagai penggemar budaya pop Jepang ini berharap festival Jepang ini dapat terselenggara dengan baik.

“Saya mendorong terciptanya ruang kreatif bagi komunitas, seniman, dan generasi muda pecinta budaya Jepang,” kata Kenneth, yang juga anggota DPRD DKJ dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Jakarta Hadirkan Festival Budaya Jepang Bernama Djakarta Ennichi, Catat Tanggalnya

Jakarta Hadirkan Festival Budaya Jepang Bernama Djakarta Ennichi, Catat Tanggalnya

Connext Japan Djakarta Ennichi rencananya akan digelar pada 6–7 September 2025 di kawasan bersejarah, yakni Batavia, Kota Tua, Jakarta Barat. Lokasi itu dipilih sebagai simbol pertemua antara sejarah kota Jakarta dan jejak budaya Jepang di Tanah Air.

Festival ini juga menjadi kelanjutan semangat dari Ennichisai, festival budaya Jepang yang pernah menjadi ikon kawasan Blok M dari tahun 2010 hingga 2019. Festival Budaya Jepang yang bangkit kembali ini diprakarsai oleh Asosiasi Budaya Jepang Indonesia (ABJI), komunitas praktisi budaya Jepang yang diwakili oleh Verlinton Waldo selaku Yosakoi Ambassador (Kochi), Pepen selaku duta Worldwide Eisa Ambassador (Okinawa), dan Zhuge selaku praktisi cosplay Indonesia.

Mereka berkolaborasi di bawah bimbingan Bang Kenneth, sapaan akrap Hardiyanto Kenneth dan menyelenggarakan festival ini bersama Connext Japan, intellectual property milik perusahaan Jepang Wownas Co., LTD., yang selama ini fokus membangun jembatan antara Jepang dan dunia internasional. Festival ini juga mendapat dukungan dari Ketua Komite Ennichisai, Daisei Takeya, sebagai bentuk baru dari semangat kebersamaan
antara dua budaya, Jepang dan Indonesia, yang menjadi ciri khas Ennichisai.

Dengan mengusung tema Shinshō Babak Baru, Djakarta Ennichi hadir untuk membangkitkan kembali kenangan manis festival budaya Jepang yang sempat menjadi favorit masyarakat Jakarta. Sekaligus menghadirkan wajah baru yang lebih inklusif, segar, dan terbuka untuk semua kalangan.

Festival ini terbuka untuk umum dan dapat dihadiri masyarakat Jakarta dan sekitarnya sscara gratis. Nantinya, konsep utama festival yakni akan menghadirkan booth budaya dari berbagai prefektur Jepang dan institusi resmi, Bazaar kuliner Jepang-Indonesia serta pameran produk kreatif komunitas, pertunjukan seni tradisional dan modern dari kedua negara, dan parade budaya kolaboratif yakni Mikoshi Jepang bersama Ondel-Ondel Jakarta.

“Connext Japan Djakarta Ennichi bukan sekadar festival budaya, melainkan bentuk nyata kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku seni, dan masyarakat luas,” ungkap Kenneth

Festival ini diharapkan menjadi pilar baru budaya Jakarta dalam menyambut masa depan sebagai kota global yang
merangkul keberagaman.

Jakarta Hadirkan Festival Budaya Jepang Bernama Djakarta Ennichi, Catat Tanggalnya

Jakarta Hadirkan Festival Budaya Jepang Bernama Djakarta Ennichi, Catat Tanggalnya

Advertisement

Event

AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA

Published

on

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.

Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.

Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.

Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.

Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.

Kontak Akemi

Web: mez.ink/akemi.official

Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/

Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id

TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id

Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756

Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01

Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

Continue Reading

Event

Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper di Panggung!

Published

on

Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper Di Panggung!

www.gwigwi.com –

Kabar seru buat para penggemar Chainsaw Man! Adaptasi panggung Chainsaw Man The Stage dipastikan kembali pada tahun 2026 dengan membawakan salah satu arc paling ikonik sekaligus emosional, yaitu Reze Arc. Cerita ini dikenal sebagai salah satu bagian paling “nendang” secara perasaan, karena menghadirkan dinamika hubungan yang manis tapi juga tragis.

Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan kisah pertemuan antara Denji dan Reze dalam versi live stage yang jauh lebih nyata. Pertunjukan akan digelar di dua kota besar Jepang, yaitu Tokyo pada Juli 2026 dan Kyoto pada Agustus 2026. Dengan format teater, emosi cerita diprediksi bakal terasa lebih dekat dan intens dibanding versi anime atau manga.

Arc Reze sendiri terkenal karena perpaduan antara romansa, aksi brutal, dan plot twist yang menyakitkan. Dalam versi panggung, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan adegan-adegan ikonik—termasuk transformasi dan pertarungan—dengan efek visual yang tetap meyakinkan. Biasanya, teater Jepang dikenal kreatif dalam memanfaatkan lighting, koreografi, serta efek praktikal untuk menggantikan CGI, jadi ekspektasinya cukup tinggi.

Yang bikin menarik, hubungan antara Denji dan Reze kemungkinan akan terasa lebih “hidup” karena diperankan langsung oleh aktor di atas panggung. Ekspresi, dialog, dan chemistry antar karakter bisa memberikan nuansa yang lebih personal dan menyentuh, terutama di momen-momen emosional yang jadi ciri khas arc ini.

Banyak fans juga penasaran apakah produksi kali ini akan menghadirkan inovasi efek panggung yang lebih canggih dibanding adaptasi sebelumnya. Mengingat popularitas Chainsaw Man yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pihak produksi akan meningkatkan kualitas dari segi set, musik, hingga koreografi pertarungan.

Dengan kombinasi cerita yang kuat dan potensi visual yang kreatif, Chainsaw Man The Stage 2026 berpeluang jadi salah satu pertunjukan teater anime paling dinanti tahun ini. Tinggal menunggu apakah versi panggung ini mampu menghadirkan emosi yang sama—atau bahkan lebih dalam—dibanding versi aslinya.

Continue Reading

Event

Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik dengan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake

Published

on

Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik Dengan Fatal Frame Ii: Crimson Butterfly Remake

www.gwigwi.com –

Nuansa horor Jepang kembali menguat dengan diumumkannya kolaborasi spesial antara dua waralaba legendaris. Melalui pengumuman resmi, Silent Hill f mengonfirmasi kolaborasi kosmetik dengan game horor ikonik Fatal Frame II: Crimson Butterfly versi remake. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian penggemar genre horor, terutama karena mempertemukan dua pendekatan teror psikologis yang sama-sama kuat namun memiliki ciri khas berbeda.

Pengumuman tersebut dibuka dengan kalimat misterius, “Something lies within the fog and darkness”, sebuah frasa yang dengan sempurna merepresentasikan identitas kedua game. Silent Hill dikenal dengan kabut tebal, horor simbolik, dan tekanan psikologis, sementara Fatal Frame II identik dengan kegelapan, kutukan, serta teror berbasis ritual dan arwah penasaran. Perpaduan keduanya memunculkan ekspektasi tinggi akan konten kolaborasi yang sarat atmosfer menyeramkan.

Kolaborasi ini difokuskan pada konten kosmetik khusus, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan. Berdasarkan pola kolaborasi serupa di industri game, kosmetik tersebut diperkirakan mencakup kostum karakter, aksesori, atau elemen visual yang terinspirasi langsung dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Kemunculan elemen seperti motif kupu-kupu merah, kamera obscura, atau simbol ritual kembar menjadi spekulasi yang ramai dibicarakan di komunitas.

Pilihan Fatal Frame II sebagai mitra kolaborasi juga dinilai sangat tepat. Game tersebut sering disebut sebagai salah satu game horor Jepang paling menakutkan sepanjang masa, dengan cerita tragis tentang ikatan saudara kembar dan ritual pengorbanan. Versi remake-nya kembali menghidupkan atmosfer kelam tersebut dengan visual modern, menjadikannya relevan untuk diperkenalkan ke generasi pemain baru.

Sementara itu, Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam franchise Silent Hill yang mengambil pendekatan berbeda dari seri sebelumnya. Dengan latar Jepang dan sentuhan horor folklor yang lebih kental, Silent Hill f dianggap sebagai titik temu ideal untuk kolaborasi dengan Fatal Frame. Keduanya sama-sama menekankan rasa tidak nyaman yang perlahan, bukan sekadar jumpscare, menjadikan kolaborasi ini terasa alami secara tematik.

Meski masih belum diumumkan tanggal rilis maupun bentuk kosmetik secara detail, pengembang menyatakan bahwa informasi lanjutan akan dibagikan dalam waktu dekat. Hal ini membuat penggemar diminta untuk “stay tuned” sembari bersiap menyambut konten kolaborasi yang diprediksi akan menjadi salah satu crossover horor Jepang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.

Kolaborasi ini juga mencerminkan tren industri game modern yang semakin sering mempertemukan IP legendaris dalam bentuk konten kosmetik. Selain menjadi bentuk penghormatan antar franchise, kolaborasi semacam ini juga memperluas jangkauan audiens, mempertemukan komunitas penggemar Silent Hill dan Fatal Frame dalam satu pengalaman horor yang saling melengkapi.

Secara keseluruhan, kolaborasi Silent Hill f x Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake menjanjikan pengalaman estetika horor yang kaya dan penuh simbolisme. Dengan atmosfer kabut, kegelapan, dan teror psikologis yang menjadi benang merah keduanya, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu momen crossover horor paling berkesan bagi penggemar game horor Jepang.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending