Connect with us

TV & Movies

Review FIlm WEREWOLVES, All Bark No Bite

Published

on

Review Film Werewolves, All Bark No Bite

www.gwigwi.com – Wes (Frank Grillo) harus bertahan hidup dari serangan para manusia yang bermutasi menjadi werewolves akibat super moon, untuk kembali pada keluarganya.

Sedatar dan se in the face itulah WEREWOLVES. Bila berharap akan ada barang sedikit variasi atau kedalaman atau dimensi, saaangat minim ada.

Review Film Werewolves, All Bark No Bite

Review Film Werewolves, All Bark No Bite

Film berfokus pada aksi bertahan hidup ala serial gim RESIDENT EVIL, lengkap dengan set piece kota kacau berantakan ala Raccoon City. Memang ada beberapa ketagangan yang dimainkan tapi selain satu dua adegan mengejutkan, WEREWOLVES tak banyak, atau nihil, inovasi.

Para pemain, khususnya Katrina Law sebagai Dr. Chen, berperan dengan sepenuhnya. Justru Frank Grillo sendiri yang terlihat kurang maksimal. Barangkali karena karakternya sendiri yang datar maka si aktor yang tengah naik daun (bisa jadi makin nanjak setelah CREATURE COMMANDO nya DC rilis) ini memang tak diberi banyak hal untuk diaktingkan. Hanya beraksi saja kebanyakan.

Manusia serigalanya sendiri juga sayangnya kurang memiliki keunikan yang bisa menonjol dibanding werewolves di media lain. Memakai efek praktikal untuk aksinya, si manusia serigala justru sering terlihat kurang meyakinkan. Bukannya seram malah sebaliknya.

WEREWOLVES tampaknya butuh sentuhan spesial yang biasanya dimiliki sutradara seperti James Gunn atau Michael Bay. That little bit of touch to make em bite harder.

Advertisement

TV & Movies

61% Pengguna Internet Terpapar Promosi Pembajakan, Industri Desak Platform Bertindak

Published

on

By

61% Pengguna Internet Terpapar Promosi Pembajakan, Industri Desak Platform Bertindak

Badan Perfilman Indonesia (BPI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) meluncurkan laporan “Pembajakan Digital Indonesia 2026: Jalur Penemuan, Risiko yang Dilaporkan Konsumen, dan Verifikasi Fasilitasi Akses” di Bioskop XXI Plaza Indonesia, Jakarta, dengan pesan “Lindungi karya dan konsumen sejak pintu masuk pembajakan”.

Laporan Oktober 2026 ini mencatat empat temuan dalam sampel 1.001 responden melalui survei daring non probabilistik dari 32 provinsi.:

  • Konsumsi konten bajakan: 69,63% responden melaporkan akses konten bajakan dalam tiga bulan terakhir.
  • Promosi pembajakan: 61,14% menjumpai promosi pembajakan setidaknya dua hingga tiga kali seminggu dalam tiga bulan terakhir.
  • Klik iklan menuju pembajakan: 54,65% pernah mengklik iklan menuju konten, situs, aplikasi, atau penawaran perangkat bajakan.
  • Kerugian terkait pembajakan: 1 dari 5 responden melaporkan kerugian finansial yang mereka kaitkan dengan akses pembajakan.

Terkait kanal promosi, TikTok paling banyak disebut responden dalam tabel hasil survei (38,26%), disusul Facebook (32,97%) dan Instagram (32,67%), sebagai tempat menjumpai promosi akses pembajakan.

Mewakili BPI, APROFI, dan AVISI, Fauzan Zidni, Ketua Umum BPI, menyatakan: “Sebanyak 61,14% responden menjumpai promosi pembajakan setidaknya dua hingga tiga kali seminggu. kami menghimbau  platform mencegah promosi tersebut untuk menjaga penghidupan pekerja kreatif, investasi produser, dan keberlanjutan streaming legal. Kami siap mendukung dengan bukti pemegang hak dan koordinasi pelaporan.”

Riset mengusulkan fasilitasi pemerintah sesuai kewenangan. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dapat memberi arahan atas dasar hak cipta dan bukti hak atau kuasa. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dapat memfasilitasi dialog dengan platform serta jalur pelaporan. Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF) diusulkan memfasilitasi partisipasi industri dan edukasi konsumsi legal. Kontribusi serta tindak lanjut perlu disepakati bersama.

Agung Damarsasongko, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, DJKI, menyampaikan: “Temuan ini menjadi pengingat untuk memperkuat edukasi hak cipta agar masyarakat lebih mampu mengenali promosi pembajakan dan memilih tontonan legal. Kami mengimbau pelaku industri dan platform digital bersama-sama mengedukasi masyarakat bahwa menonton melalui layanan legal merupakan bentuk penghargaan terhadap pencipta dan dukungan bagi keberlanjutan karya Indonesia.”

Cecep Rukendi, Deputi Bidang Kreativitas Media, EKRAF, menegaskan: “Akses pembajakan yang dilaporkan 69,63% responden dalam tiga bulan terakhir mengingatkan pentingnya melindungi karya Indonesia. Perlindungan karya mendukung pembiayaan produksi berikutnya dan keberlanjutan pekerjaan kreatif, disertai edukasi yang membantu penonton menemukan layanan legal.”

Rekomendasi utama riset adalah agar platform “menolak iklan yang mempromosikan akses pembajakan. Untuk iklan berbayar, pemeriksaan mencakup materi dan tujuan tautan sebelum penayangan. Untuk promosi organik, platform diharapkan menghentikan materi yang terverifikasi melanggar hak cipta dan mencegah kemunculan ulang. Kanal pelaporan dan komunikasi status, disertai mekanisme keberatan serta koreksi, mendukung ketepatan penanganan.

BPI dapat menyiapkan narahubung bersama serta menghimpun bukti pemegang hak: identitas karya, hak atau kuasa, URL, materi dugaan pelanggaran, waktu temuan, tangkapan layar, dan rantai akses bila relevan.

Gracia Ugut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPH, menutup: “Sebanyak 91,31% responden dalam sampel setuju atau sangat setuju agar platform menghapus atau membatasi iklan promosi akses pembajakan. Dukungan ini menjadi dasar dialog bersama. UPH mengajak pemerintah, industri, dan platform memperkuat pencegahan untuk melindungi karya dan konsumen sejak pintu masuk pembajakan.”

Continue Reading

Live Action

Film Live-Action Naruto Resmi Mendapat Lampu Hijau, Syuting Dimulai 2027

Published

on

By

Film Live Action Naruto Resmi Mendapat Lampu Hijau, Syuting Dimulai 2027

Setelah 11 tahun sejak pertama kali diumumkan, proyek film live-action Naruto akhirnya menunjukkan perkembangan besar. Lionsgate resmi memberikan lampu hijau untuk adaptasi manga karya Masashi Kishimoto tersebut, dengan Sony Pictures bergabung sebagai mitra pendanaan bersama sekaligus distributor internasional.

Lionsgate akan tetap menangani pengembangan dan produksi film, serta mengelola distribusinya di wilayah domestik. Proses syuting dijadwalkan dimulai pada musim semi 2027.

Destin Daniel Cretton Jadi Sutradara dan Penulis

Film ini akan disutradarai oleh Destin Daniel Cretton, yang dikenal melalui Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings serta film Spider-Man: Brand New Day. Cretton juga akan menulis dan memproduseri adaptasi ini bersama Jeyun Munford melalui perusahaan produksi mereka, Hisako.

Sebelumnya, Cretton telah mengungkapkan antusiasmenya untuk membawa manga populer karya Kishimoto ke layar lebar. Dalam pernyataan yang dilaporkan The Hollywood Reporter, ia juga menyebut dirinya sebagai penggemar lama Naruto.

Kisah Naruto Uzumaki Akan Diadaptasi ke Film

Manga Naruto mengikuti perjalanan Naruto Uzumaki, seorang ninja muda yang dijauhi penduduk desanya karena memiliki siluman Rubah Ekor Sembilan yang disegel di dalam tubuhnya.

Meski menghadapi penolakan, Naruto tetap bertekad menjadi Hokage, ninja terkuat sekaligus pemimpin desa. Manga ini pertama kali diterbitkan melalui Weekly Shonen Jump pada 1999 dan telah terjual lebih dari 250 juta kopi di lebih dari 60 negara dan wilayah.

Popularitasnya juga melahirkan adaptasi anime yang menjangkau penonton di lebih dari 145 negara.

Jadwal Rilis dan Pemeran Masih Dirahasiakan

Meski telah mendapat lampu hijau dan jadwal syuting, film live-action Naruto masih belum memiliki tanggal rilis resmi. Detail mengenai jajaran pemeran maupun jalan cerita adaptasinya juga belum diumumkan.

Perkembangan terbaru ini menjadi kabar menggembirakan bagi penggemar, mengingat proyek tersebut telah dikembangkan sejak 2015 dan sempat mengalami pergantian sutradara maupun penulis skenario. Kini, film tersebut akhirnya semakin dekat menuju tahap produksi.

Continue Reading

TV & Movies

Netflix Garap Serial Live-Action PUBG, Donald Glover Jadi Sutradara dan Pemeran Utama

Published

on

By

Pubg Mobile Rilis Royale Pass Ace 3! Dapatkan Kostum Upgradable Bertema Halloween

Netflix tengah mengembangkan serial live-action berdasarkan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), game battle royale populer besutan KRAFTON. Menurut laporan Variety, proyek ini akan melibatkan Donald Glover sebagai sutradara, penulis, produser eksekutif, sekaligus pemeran utama.

Donald Glover dikenal melalui serial Atlanta dan Community. Ia juga merupakan pemenang dua penghargaan Emmy dan Golden Globe. Sang adik sekaligus kolaboratornya, Stephen Glover, turut bergabung sebagai penulis dan produser eksekutif.

Tim Produksi Libatkan KRAFTON

Selain kedua Glover bersaudara, serial ini akan diproduseri oleh Michael Schaefer dari NEON TV, Fam Udeorji dari Gilga, serta Taeseok Jang dan Sujin Lee dari LV3H. LV3H merupakan anak perusahaan KRAFTON yang berfokus pada industri hiburan.

Donald dan Stephen sebelumnya bekerja sama dalam serial Atlanta, yang dibuat dan dibintangi Donald. Stephen turut menulis serta menjadi produser eksekutif selama empat musim serial tersebut.

PUBG Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action

KRAFTON pertama kali merilis PUBG pada 2017. Berbeda dari game dengan cerita utama yang terstruktur, PUBG berfokus pada pertarungan bertahan hidup. Sejumlah pemain diterjunkan ke salah satu peta yang dipenuhi senjata, kendaraan, dan berbagai perlengkapan untuk saling mengalahkan hingga tersisa satu pemenang.

Hampir sepuluh tahun sejak peluncurannya, PUBG masih menjadi salah satu game paling populer di dunia. Game tersebut mencatat sejumlah rekor Guinness World Records saat dirilis dan hingga kini masih menarik ratusan ribu pemain aktif setiap harinya.

Meski proyek serialnya telah memasuki tahap pengembangan, detail cerita dan jadwal tayangnya masih dirahasiakan. Belum diketahui bagaimana Netflix dan tim produksi akan mengadaptasi konsep battle royale PUBG menjadi narasi serial live-action.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending