News
Review : Xiaomi Mi A1, Android One, Dual Camera, 3jt-an. Kurang Apa Lagi?
GwiGwi.com – Setelah Samsung mengeluarkan penerus dan penghilang rasa sakit hati fans yaitu Galaxy Note 8 dengan fitur kamera dua lensa yang waw, dan juga Motorola dengan G5S Plus yang resmi masuk di Indonesia dengan fitur kamera dua lensa color+monochrome juga yang dijanjikan bisa menghasilkan kualitas yang oke, Xiaomi memboyong smartphone budget-nya yang juga mengsung Dual-Lens Camera yaitu Xiaomi Mi A1.
Xiaomi terkenal dengan budget smartphones-nya yang bisa dibilang gahar dibandingkan pesaingnya di kelas yang sama seperti Lenovo K-series, dan juga Samsung J Series. Tahun 2017 awal pun Xiaomi cukup handal dalam hal penjualan melalui Redmi Note 4 yang memang resmi masuk ke Indonesia melalui Erajaya dan juga Lazada Indonesia. Pada 5 September lalu, Xiaomi resmi meluncurkan Mi A1 sebagai petarung di kelas budget dengan fitur dua buah kamera, sebuah fitur yang mulai menjadi trending setelah iPhone memperkenalkan portrait mode yang membuat kamera smartphone bagaikan kamera DSLR dan akhirnya juga ditekankan oleh manufaktur lainnya yang juga memboyong 2 buah mata untuk smartphone mereka seperti LG G6, One Plus 5, dan juga Samsung Galaxy Note 8. Xiaomi kemudian mengumumkan kehadiran Mi A1 di beberapa negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan tentunya Indonesia dimana launchingnya sendiri di tanah air adalah pada 22 September 2017, dan penjualan perdana pada 2 Oktober 2017 melalui Mi Store di Summarecon Serpong, dan juga Summarecon Bekasi.
Namun, tentunya dengan konsep budget tidak akan bisa membawa Mi A1 ke panggung yang sangat besar. Akan tetapi ada satu langkah menarik yang diambil oleh Xiaomi untuk Mi A1 ini. Mi A1 terlahir dari kerjasama Google, sebagai perusahaan pemilik Android OS dan juga Xiaomi. Ini membuat Mi A1 masuk dalam projek Android One yang sudah lama terpendam dan bisa dibilang “gagal” pada masanya. Inilah sepertinya yang dapat menjadi taring terkuat Mi A1 dibandingkan para kompetitor.
Silahkan simak artikel dibawah untuk Review lebih dalam mengenai Mi A1 dan juga kenapa Mi A1 bisa menjadi pilihan tepat untuk yang sedang ingin upgrade ke Budget Smartphone, atau ingin mencicipi teknologi yang tergolong cukup baru tapi tidak ingin merogoh kocek hingga belasan juta rupiah.
Spesifikasi Xiaomi Mi A1
| Operating System | Android 7.1.2 Nougat |
| Layar Display | 5.5-inch IPS LCD 1920 x 1080 (403ppi) Gorilla Glass, 2.5D curved glass |
| Prosesor | Qualcomm Snapdragon 625 2.0GHz octa-core Cortex A53 14nm FinFET |
| GPU | Adreno 506 |
| RAM | 4GB |
| Penyimpanan | 64GB |
| Penyimpanan Eksternal | Ya, sampai dengan 128GB |
| Baterai | 3080mAh |
| Charger | USB-Type C |
| Kamera Belakang | Wide : 12MP wide-angle (OmniVision OV12A10) f/2.2, 1.25-micron pixels Dual tone flash, PDAF 4K@30FPSTele : 12MP telephoto (OmniVision OV13880) f/2.6, 1.1-micron pixels |
| Kamera Depan | 5MP 1080p video |
| Koneksi | Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2 IR blaster, 3.5mm jack GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou |
| Audio | 3.5mm colokan Headphone Amplifier tersendiri |
| Fitur Keamanan | Sensor sidik jari pada bagian belakang. |
| SIM | Dual SIM slot (hybrid slot) |
| Dimensi | 155.4 x 75.8 x 7.3mm 165g |
| Opsi Warna | Black, Gold, Rose Gold |
Xiaomi Mi A1 – Design | 8/10
Design dari Mi A1 tidak terlalu mencengangkan. Tidak ada fullview display ataupun infinity display yang sekarang mulai menjajal menjadi trend seperti yang dapat ditemukan pada smartphone kelas atas seperti Galaxy S8/S8+/Note 8, iPhone X, dan juga LG G6. Namun demikian, design yang diusung Mi A1 tidaklah murahan. Badannya terbalut oleh desain yang premium dan juga full metal chasis yang berarti di keseluruhan tubuhnya kecuali layar depan, terbuat dari aluminium kualitas premium, mirip dengan yang dimiliki oleh iPhone.
Selain itu, antena yang dimiliki Mi A1 tertutup rapih, melengkung dibagian atas dan dibawah atau gampangnya disebut u-shaped jadi tidak kentara terlihat seperti yang ditemukan pada lini Redmi Note dari Xiaomi. Lengkungan yang dimiliki oleh Xiaomi juga nyaman dipegang, walaupun memang hingga saat ini, saya masih sangat merasa nyaman dengan bentuk dari Galaxy S8 yang melekung. Namun demikian, Mi A1 tetap terlihat tipis dan oke banget mengingat, kembali lagi, Mi A1 jatuh di segmentasi budget.
Ketipisan yang dimiliki Mi A1 tadi memang memiliki kekurangan. Walau nyaman dipegang dan beratnya yang cukup pas di 165 gram saja, kamera yang menjadi pionir dari Mi A1 ini terlihat timbul dan memberi rasa was-was apabila bagian belakang bersentuhan langsung dengan permukaan, tanpa adanya case yang memberikan perlindungan. Namun demikian, selain rasa was-was, tonjolan kameranya tidak membuat design Mi A1 menjadi jelek.
Perlu diketahui, bahwa sebenernya Mi A1 sudah dirilis sebelumnya di China dengan nama Mi 5X dan tetap mengusung OS Android hasil racikan Xiaomi, MIUI.
Xiaomi Mi A1 – Display | 7/10
Layar yang selalu menjadi jendela antara pengguna dan juga smartphone menjadi concern utama beberapa manufaktor smartphone. Layar Mi A1 cukup baik, tapi cukup sampai disitu saja. Hasil reproduksi layar Mi A1 dalam balutan Kaca 2.5D dan juga Corning Gorilla Glass 3 sebagai perlindungannya, dalam resolusi Full HD sebesar 5.5 inci mampu menghasilkan display yang cukup baik, namun tidak memukau seperti yang dimiliki oleh AMOLED Display.
Dibawah cahaya matahari, layarnya cukup terang untungnya, dan area penglihatan dari Mi A1 pun cukup oke jadi bisa dimaklumi kenapa layar yang dipakai tidak menggunakan panel yang memang top-end seperti AMOLED.
Xiaomi Mi A1 – Hardware | 7/10
Prosesor yang diusung oleh Mi A1 adalah Qualcomm Snapdragon 625. Xiaomi sepertinya sudah sangat nyaman dengan prosesor ini karena sejak Redmi Note 4, Xiaomi selalu mengusung prosesor ini untuk kelas bawah, sedangkan untuk Mi 6 memakai SD 835, sama seperti yang digunakan oleh flagship kebanyakan. Secara spesifikasi di kertas, 625 memang cukup fleksibel dikarenakan oleh teknologi yang diusungnya yaitu 14nm FinFET yang digadang oleh Qualcomm dan juga Xiaomi sebagai proses yang kuat, namun hemat energi, seperti mana yang merupakan impian Xiaomi untuk merilis smartphone seharga 3jt-an namun mampu melewati sehari-dua hari saat lupa di charge.
RAM yang diusungnya sebesar 4GB, dan juga ROM 64GB, tanpa ada konfigurasi lain seperti 6+128, ataupun 3/32. Ini membuat Mi A1 kurang lebih setara atau sedikit lebih baik dibandingkan Redmi Note 4 dengan konfigurasi 4+64. Apakah bisa dibilang cukup? Menurut saya cukup banget. Benchmark untuk smartphone beberapa tahun terakhir terpaku pada konfiguras 4GB untuk RAM dan 64GB atau 32GB untuk ROM, dan ini sudah cukup bertahan selama 2 tahun terakhir bahkan untuk smartphone kelas atas yang memiliki konfigurasi serupa seperti Galaxy Note 5, S8, dan juga G6. Apabila kapasitas penyimpanannya kurang, slot SIM Card yang kedua dapat digunakan juga sebagai slot microSD, namun dengan mengorbankan ketersediaan SIM ke-2.
Sensor-sensor yang dimilikinya bisa dibilang cukup standard. Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2, IR blaster, 3.5mm jack, GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou telah disematkan dalam bodi ramping dari Mi A1. Namun sangat disayangkan, sesuatu NFC atau Near Field Communication tidak diikutsertakan kedalam Mi A1. Padahal, Indonesia sedang memasuki era cashless dan NFC sepertinya sangat bisa dipercaya untuk meng-handle perubahan yang sedang dialami di Indonesia.
Xiaomi juga menyematkan capacitive buttons untuk urusan navigasi Home, Recent Apps, dan juga Back. Ini merupakan ciri khas Xiaomi sejak dulu, dan sepertinya akan menetap. Menurut saya, inilah kekurangan dari Xiaomi. Capacitive Buttons dengan backlit seperti ini adalah tombol navigasi yang umum ditemukan di smartphone china, dan kebanyakan kurang menunjukan kesan premium. Seandainya Xiaomi menyematkan Home Button sebagai physical button ataupun menggunakan model navigasi yang dimiliki oleh iPhone 7 Plus yaitu Force Touch, ataupun embedded seperti yang dimiliki oleh S8 dan juga Note 8, atau opsi lainnya, On-Screen Navigation yang memang a la Google banget. Namun demikian, yang pasti navigation button ini berfungsi dengan cukup baik.
Untuk hal security, Xiaomi bergantung dengan One-Touch Fingerprint Sensor yang diletakan dibelakang ditengah atas yang menurut banyak orang “Inilah lokasi Fingerprint yang pas” *ehem Samsung*. Waktu membuka kunci menggunakan Fingerprint ini pun cukup cepat dan dari 15 kali mencoba dengan cepat, hanya 2 atau 3 kali sensor ini meleset dan tidak pernah gagal apabila menggunakan jari yang salah.
Baterai yang diusung Mi A1 adalah sebesar 3080mAh. Baterai ini 1020mAh lebih kecil dibandingkan saudaranya, Redmi Note 4 yang memiliki baterai 4100mAh. Namun demikian, karena menggunakan SD 625, saat digunakan sehari-hari untuk browsing, messaging ringan, dan juga menggunakan kameranya beserta koneksi hanya melalui WiFi, Mi A1 berhasil melewati hari hingga jam 10 malam, sejak menyala dari jam 8 pagi. Ini bukanlah hal yang buruk mengingat bahkan sekelas flagship Galaxy Note 5 pun hanya bertahan dari jam 7 pagi hingga 3 sore saat butuh mengisi baterai kembali. Namun sayang, fast charging tidak diikutsertakan, padahal mengingat penggunaan SD 625 sebagai SoC berarti Quick Charge dari Qualcomm sebenarnya bisa ikut menaikan daya guna Mi A1 dan mampu mengisi baterai dengan cepat bila dibutuhkan. Mungkin saja, saat ini masih dinonaktifkan oleh Xiaomi untuk suatu alasan. Selain itu, interface koneksi yang dipakainya menggunakan USB-C sehingga kedepannya akan lebih mudah untuk hal aksesoris mengingat sekarang banyak sekali elektronik yang sudah mengupdate menjadi USB-C.
Untuk soal body-nya, bisa dibilang cukup mirip dengan iPhone 7 atau 7 Plus, dan itu bukanlah hal yang buruk. Mi A1 nyaman digenggam, dan cukup ringan untuk dibawa-bawa. Namun, pastikan untuk menggunakan case agar tidak ada rasa takut-takut karena Aluminium milik Xiaomi terkenal cukup rentan.
Xiaomi Mi A1 – Software | 9/10
Created by Xiaomi, Powered by Google
Inilah yang menurut saya menjadi nilai jual terbesar dari Mi A1. Google Pixel 2 baru saja di announce belum lama ini, dan menyuguhkan pengalaman terbaik dari Google melalui stock android. Namun, Pixel 2 bisa diprediksi memiliki harga yang cukup tinggi. Disinilah Mi A1 bisa menunjukan taringnya. Mi A1 merupakan smartphone pertama dari Xiaomi yang tidak disematkan MIUI. Xiaomi bekerjasama dengan Google untuk menaruh Mi A1 kedalam projek Android One, yang dulu pernah diciptakan oleh Google dengan tujuan untuk memperkenalkan jutaan orang dengan Android sebagai smartphone mereka. Dengan demikian, Mi A1 memiliki pengalaman Vanilla Android yang hampir serupa dengan yang kita rasakan denga lini Nexus, ataupun Pixel. Simple-nya, kalian tidak akan menemukan bloatware, re-skin Android bagaikan iPhone KW, dan yang paling saya sukai adalah, janji Google dan Xiaomi untuk memberikan update lebih cepat dibandingkan vendor lain karena memang masih Pure Android tanpa ada campur tangan terlalu banyak dari manufaktor.
Xiaomi dan Google menjanjikan update Android 8.0 – Oreo sebelum tahun 2017 berakhir, dan juga Google sendiri menyatakan pada waktu launch di India September lalu, bahwa Mi A1 bakal jadi salah satu smartphone pertama yang akan mendapatkan update Android P bersamaan dengan Google Pixel.
Xiaomi Mi A1 – Camera | 7.5/10
Inilah juga yang diunggulkan oleh Xiami dan diagadang sebagai Flagship dual kamera. Kamera yang dimiliki Xiaomi memiliki setup Wide(Color) + Tele(Color) dan memiliki sensor 12MP untuk kedua kamera dan sensornya dibuat oleh OmniVision. Kameranya juga ditemani oleh dual-tone flash yang berfungsi untuk menghasilkan warna natural karena bukan hanya memiliki flash berwarna putih saja, tapi ada juga berwarna orange-kuning untuk menaturalisasikan warna yang dikeluarkan.
Setup inilah yang nantinya mampu membawa Mi A1 untuk memiliki kemampuan Portrait Mode dan menghasilkan foto ber-bokeh dan membuat kualitas fotonya seolah berasal dari kamera DSLR. Kedua kamera akan menangkap foto secara bersamaan, dan memprosesnya menjadi satu dimana subyek dari foto akan terlihat tajam, dan latar belakangnya menjadi blur. Ini memang bukan fitur baru di ranah smartphone. Beberapa smartphone sebelumnya sudah menjual fitur ini bersamaan dengan dual kameranya, namun kocek yang perlu dikeluarkan bisa dibilang cukup dalam dan Mi A1 mengatasinya dengan mengeluarkan smartphone dengan fitur yang sama di sekitar 1/3 atau 1/4 harga dari smartphone kelas atas itu.
Tapi, apakah hasilnya muantap? Fotonya … okedeh lumayan bagus. Dalam kondisi cahaya yang cukup baik, foto yang dihasilkan bisa sangat jerning, dan kadang mata saya sendiri tidak begitu percaya bahwa smartphone ini hanya 1/4 dari harga Galaxy Note 8 dan 1/5 dari iPhone 7 Plus. Gambar yang dihasilkan apabila dilihat dari layar Mi A1 cukup oke, dan saat dipindahkan atau diupload masih cukup joss. Memang bokeh yang dihasilkan tidak se-refine hasil dari iPhone 7 Plus, but it's okay.
Namun, kamera ini akan mulai kesulitan jika kita memasukin keadaan lowlight. Salah satu kekurangan yang saya selalu temui dari smartphone Xiaomi adalah kameranya akan cukup bergumul saat kekurangan cahaya. Flash yang dimilikinya memang sangat membantu, namun, portrait mode yang dijual oleh Xiaomi ternyata tidak bisa digunakan bersamaan dengan flash tersebut. Hasil foto akan terlihat sangat noisy dalam lowlight walaupun detail yang ditangkap masih cukup oke. Mungkin beberapa orang akan menyukai noise yang muncul sebagai filter artistik, namun, untuk fotografer, ini akan cukup mengganggu. Selain itu, kamera Mi A1 juga tidak memiliki OIS atau Optical Image Stabilization ataupun EIS atau Electronic Image Stabilization sehingga tidak jarang kita melihat foto yang sedikit blur karena pergerakan smartphone.
Selain dual kamera dan flashnya, Xiaomi juga menyematkan kamera depan yang … harusnya bisa lebih baik. Hasil foto kamera depan sangat biasa menuju kurang, dan fiturnya pun tidak begitu banyak. Namun demikian, memang Xiaomi tidak pernah mengusung AMAZING SELFIES tapi yang ditonjolkan adalah kamera belakang, dan juga smartphone yang cukup powerful dengan harga yang bersahabat untuk dompet.
Hal lain yang bisa ditemukan di Mi A1 adalah HDR. Hasil foto HDR-nya pun cukup oke, bisa memperlihatkan kontras yang cukup baik untuk foto lanskap, dan juga detail yang dikeluarkan cukup oke. Sayangnya HDR ini tidak langsung menyala pada saat membuka aplikasi kamera, jadi kalau kalian ingin menggunakannya, jangan lupa untuk menekan opsi HDR terlebih dahulu. Oh ya, selain itu HDR juga tidak bisa digunakan untuk portrait mode.
Overall, kameranya cukup oke, namun masih ada beberapa tweaks yang harus diimplementasikan oleh Xiaomi untuk membuat kamera ini menjadi lebih baik lagi. Mungkin ini bisa dilakukan melalui software update karena sepertinya bukan batasan dari hardware Mi A1.
Xiaomi Mi A1 – Kesimpulan
Mi A1 memiliki desain yang cukup baik, namun tidak waw seperti S8/S8+/Note 8 ataupun iPhone X. Penggunaannya sehari-hari cukup oke, dan dibawa sedikit berat, tenaganya bersama dengan Qualcomm Snapdragon 625 cukup mumpuni dibantu dengan RAM sebesar 4GB DDR3. Baterainya juga lumayan mampu untuk bertahan seharian walau hanya sebesar 3080mAh. Selain itu, USB-C membuat Mi A1 memiliki masa depan yang cukup baik mengingat sekarang banyak elektronik yang merubah interfacenya yang dari beragam menjadi USB3.0-Type C yang multifungsi. Displaynya yang cukup oke mampu memperlihatkan multimedia dengan baik dalam resolui Full HD dan dibawah terik matahari, masih cukup terang dan dapat digunakan dengan baik. Fingerprintnya cukup akurat, dan sensor lain yang disematkanpun sudah cukup lengkap dan mumpuni. Kamera yang dijualnya pun bisa dibilang diatas rata-rata. Dengan kemampuannya untuk menghasilkan foto bokeh hasil produksi dari software dengan 2 kamera 12MP Wide(Color)+Tele(Color) membuat fitur portrait mode dari Mi A1 cukup joss.
Kelebihan lain dari Mi A1 adalah adanya campur tangan Google secara langsung dengan device ini. Mi 5X yang di rebrand menjadi Mi A1 memiliki kesempatan untuk bersaing dengan budget smartphone lainnya melalui kerjasama ini dimana hampir bisa dipastikan bahwa smartphone ini bakal dapat update paling tidak untuk 2 update kedepan yaitu Oreo dan Android P. Selain itu, karena softwarenya yang bersifat Pure Android membuat Mi A1 cukup responsif karena tidak adanya bloatware yang membuat smartphone ini terlalu sesak. Simple-nya, Mi A1 cocok untuk yang ingin merasakan smartphone dengan cita-cita Google, namun tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam. Terlebih lagi, Google Photos memberikan unlimited storage sebagai penyimpanan cloud untuk foto-foto #bokehlicious dari Mi A1.
Namun demikian, Mi A1 bukan 100% Perfect. Tidak adanya NFC di jaman sekarang dimana Indonesia sedang berubah menjadi negara yang “butuh NFC” membuat future-proofing dari Mi A1 sedikit kurang. Selain itu, saingan dari Mi A1, Moto G5S Plus, memiliki NFC dan juga Water-Resistance yang membuat Mi A1 terkesan “kok masih gitu-gitu aja” karena 2 fitur tadi sudah menjadi kewajiban. Fast charging juga tidak diikutsertakan yang membuat effort untuk mengisi daya menjadi lebih besar dan menunggu cukup lama.
Selain itu, masih banyak adjustment yang harus dibuat untuk menyempurnakan hasil fotonya. Di kondisi lowlight, Xiaomi Mi A1 masih sangat struggling sehingga karya fotonya dimalam hari tidak begitu berkesan.
Xiaomi Mi A1 – Jadi, Apakah Layak Dibeli? | IYA PAKE BANGET!
Kalau Gwiples ingin upgrade smartphone kalian yang sudah jadul, mungkin sudah berusia lebih dari 3 tahun, tapi belum ada budget terlalu tinggi atau memang tidak ingin merogoh kocek sampe harus membuat bolong dompet dan juga tabungan di Bank, mungkin Mi A1 bisa menjadi pilihan yang sangat cocok. Desainnya yang cukup premium, nyaman dipegang, dan bisa bikin gaya kalian sedikit upgrade mungkin adalah salah satu pilihan yang tepat. Kameranya juga cukup oke, dan kalian bisa merasakan update instagram dengan foto-foto kece bokeh bagaikan menggunakan smartphone di harga 8jt-keatas. Dengan harga segini-pun kalian dapat merasakan Android sebagai mana mestinya, dan tidak perlu takut untuk tidak bisa update dan merasakan fitur Android terbaru, karena Mi A1 adalah device Android One.
Smartphone ini tentunya akan sedikit tidak cocok bagi kalian yang memang sudah pernah menggunakan kelas atas flagship seperti iPhone 7 Plus ataupun Galaxy S8. Tapi tentunya itu tidak membandingkan apple-to-apple sehingga sepertinya Mi A1 memang bukan ditargetkan untuk pengguna kelas atas seperti itu.
Sebagai alternatif, masih ada smartphone yang memiliki fitur serupa seperti Motorola G5S Plus, Lenovo K8, Galaxy J7+, dan lainnya. Namun demikian, tiap alternatif memiliki plus-minus tersendiri dan tidak ada yang perfect, tetapi Mi A1 adalah salah satu smartphone budget dengan fitur melimpah dan juga pengalaman Android yang lebih bersih.
Gimana kalau menurut kalian Gwiples? Apakah Mi A1 will be the one? Atau kalian masih mau menunggu apabila ada Android One lainnya yang akan meluncur?
Sekian review dari Mi A1 kali ini, sampai jumpa di review berikutnya!
fsp out!
News
Genshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
www.gwigwi.com – HoYoverse secara resmi mengumumkan kehadiran Genshin Impact Versi Candra VII bertajuk “Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana” yang akan meluncur pada 20 Mei mendatang. Kali ini, pemain akan dibawa kembali ke Sumeru yang sedang dilanda krisis hebat. Secara mengejutkan, Nahida dikabarkan terjebak dalam tidur yang tidak dapat dijelaskan, meninggalkan bangsa kebijaksanaan di ambang kekacauan.
Situasi semakin memanas dengan kemunculan musuh misterius yang menyerupai Harbinger Il Dottore. Konflik ini akan menyeret wajah-wajah familiar seperti Collei, Nicole, hingga sosok baru Raja Ibis Thoth. Traveler yang berhasil menyelesaikan babak cerita ini dalam waktu terbatas bisa mengantongi hingga 560 Primogem serta material penting lainnya.
Debut Nicole Reeyn dan Anggota Knights of Favonius
Update ini menandai sejarah baru dengan hadirnya Nicole Reeyn, anggota pertama dari organisasi penyihir misterius Hexenzirkel yang dapat dimainkan. Sebagai karakter Pyro Bintang 5, Nicole berperan sebagai pendukung tim yang tangguh dengan kemampuan memberikan perisai dan buff ATK bagi rekan satu timnya. Uniknya, di luar pertempuran, Nicole bisa membantu pemain mencari harta karun menggunakan bantuan Seelie.

Genshin Impact Versi “candra Vii”: Kebenaran Di Balik Lembar Lembar Purana
Selain Nicole, barisan karakter baru juga diperkuat oleh:
-
Lohen (Bintang 5, Cryo): Wakil Kapten Kompi ke-5 Knights of Favonius yang ahli mengelola sumber daya tempur “Joy” untuk menghasilkan DMG Cryo dahsyat.
-
Prune (Bintang 4, Anemo): Seorang pemburu penyihir bersertifikat Alice yang menggunakan senjata unik berupa lonceng dan palu.
![Genshin Impact Versi “candra Vii”: Kebenaran Di Balik Lembar Lembar Purana]()
Genshin Impact Versi “candra Vii”: Kebenaran Di Balik Lembar Lembar Purana
![Genshin Impact Versi “candra Vii”: Kebenaran Di Balik Lembar Lembar Purana]()
Genshin Impact Versi “candra Vii”: Kebenaran Di Balik Lembar Lembar Purana
Event Menarik dan Penambahan Fitur Game
Bagi para penggemar Klee, event waktu terbatas kali ini akan berpusat pada Hexenzirkel Cilik yang menghadirkan minigame seru bersama Qiqi, Yaoyao, dan Sayu. Pemain juga berkesempatan mendapatkan senjata eksklusif bernama “Super Awesome Magic Key”.
Untuk memudahkan pemain lama maupun baru, fitur “Catatan Panduan” akan disematkan di dalam game untuk memberikan ringkasan cerita petualangan sebelumnya agar pemain tidak kehilangan arah dalam narasi yang semakin kompleks.
News
Para Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
www.gwigwi.com – Warner Bros. Pictures akan menggelar “Mortal Kombat II” Global Tour di Jakarta, menandai pertama kalinya kota ini dipilih sebagai salah satu destinasi dalam tur global film Hollywood berskala besar. Digelar pada 3 Mei di Epiwalk Mall, rangkaian acara di Jakarta akan menghadirkan fan event dan red carpet eksklusif, menghadirkan kesempatan bagi para penggemar untuk bisa lebih dekat dengan para bintang dari salah satu film aksi paling di nanti tahun ini yang diadaptasi dari video game ikonik. Acara ini akan dihadiri oleh para pemeran “Mortal Kombat II”: Ludi Lin, Tadanobu Asano, Joe Taslim, dan Max Huang.
Aktor Indonesia, Joe Taslim kembali memerankan Bi-Han, karakter dari Netherrealm yang perjalanannya dalam “Mortal Kombat II” mengambil arah yang jauh lebih gelap dari sebelumnya. Dihantui oleh berbagai kejadian masa lalu, Bi-Han digambarkan sebagai sosok yang tersiksa yang semakin tenggelam dalam kegelapan, berevolusi menjadi seorang pembunuh yang kejam dan tangguh. “Mortal Kombat II” mengembangkan karakternya dengan kompleksitas emosional yang lebih dalam, menempatkannya di pusat konflik yang kian memanas antara berbagai alam semesta.

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta
Ludi Lin memerankan Liu Kang, tokoh sentral yang menjadi jantung dan kompas moral utama dari saga Mortal Kombat. Dikenal karena kekuatan, kedisiplinan, dan kesetiaannya yang tak tergoyahkan, Liu Kang mencerminkan keseimbangan sempurna antara kekuatan dan tujuan. Karakternya semakin dipertegas oleh kemampuan apinya yang mistis, mencerminkan gairah batin dan intensitas emosi. Dalam “Mortal Kombat II”, perjalanan Liu Kang dipengaruhi oleh kehilangan pribadi dan tanggung jawab yang semakin besar, menghadirkan kedalaman emosional yang kuat dalam perannya.

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta
Max Huang memerankan Kung Lao, seorang petarung yang sangat terampil sekaligus mantan biksu Shaolin yang dibesarkan bersama Liu Kang. Dikenal karena tingkat akurasinya serta topi bertepi pisaunya yang ikonik. Kung Lao menjadi salah satu karakter yang paling tangguh di semesta Mortal Kombat. Dalam “Mortal Kombat II” karakternya menjalani sebuah perjalanan yang kompleks dan penuh emosi, didorong oleh rasa terabaikan dan tekad untuk balas dendam. Evolusi ini menambahkan cerita-cerita baru yang menarik dalam perjalanannya, menyoroti konflik batin sekaligus transformasi yang dialaminya.

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta
Tadanobu Asano memerankan Lord Raiden, seorang Dewa Petir yang disegani serta menjadi pemandu bagi para juara di Earthrealm. Dengan kemampuan luar biasa, termasuk kekuatan mengendalikan petir dan melintasi berbagai alam semesta, Raiden memainkan peranan penting dalam memilih serta membimbing para pejuang yang melindungi Earthrealm. Dalam “Mortal Kombat II”, misinya berlanjut saat dirinya mengenali potensi tersembunyi dalam diri sekutu-sekutunya yang tak terduga, hal ini semakin mempertegas perannya sebagai pemimpin dan mentor yang legendaris.

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta
Dalam fan event dan red carpet di Jakarta nanti, komunitas penggemar lokal: Kombatant ID akan turut berpartisipasi. Hal ini tentunya menggambarkan antusiasme yang luar biasa dari para penggemar film ini di Indonesia. “Momen ini bukan sekadar bertemu para pemeran, tapi mencerminkan bagaimana Mortal Kombat terus berkembang dan relevan dengan para penggemar lintas generasi,” kata Kiki Kai, perwakilan dari Kombatant ID. “Melihat Jakarta menjadi salah satu lokasi global tour tentunya jadi sebuah pengakuan yang luar biasa bagi komunitas Indonesia.”

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta
“Mortal Kombat II” melanjutkan kesuksesan film tahun 2021 dengan memperluas semesta cerita melalui dunia-dunia baru, karakter ikonik, serta adegan pertarungan yang intens dan visceral. Dengan lebih banyak aksi, humor yang tajam, serta emosi yang kuat, film ini menjanjikan pengalaman yang LEBIH BESAR, LEBIH SERU, DAN LEBIH BRUTAL—menghadirkan pengalaman Mortal Kombat yang selama ini dinantikan para penggemar.
“Mortal Kombat II” akan tayang di bioskop dan IMAX® di seluruh Indonesia pada 6 Mei 2026.
News
Ragnarok Origin Classic Tetapi Janji Open Server dengan Sakura Vows
www.gwigwi.com – Saat mayoritas MMORPG masih menggunakan status berbayar untuk mendorong pendapatan setiap update, Ragnarok Origin Classic (ROOC) yang diterbitkan oleh Gravity Game Vision justru memilih jalan yang sangat berbeda. Pada versi [Sakura Vows] yang resmi rilis pada tanggal 24 April, ROOC menghadirkan sistem pernikahan dan gameplay terbatas, sekaligus membuka server baru [Sakura Vows], dan semua konten tambahan tersebut, tidak ada satu pun yang terikat dengan angka stats maupun power.
Sejak awal server dibuka, ROOC telah memberikan janji “Keadilan Murni, Grow with Monthly Pass Only “. Desain dari versi [Sakura Vows] kali ini merupakan bukti dari janji tersebut. Sebagai fitur dengan sosialisasi paling kental dalam MMORPG, tim memilih untuk mengembalikannya ke pengalaman sosial yang murni: Kamu menikah karena ingin berpetualang bersama orang ini, bukan karena bisa menambah Power.
Tiga jenis Costumeuntuk pernikahan memiliki stat yang sepenuhnya seragam; [Eternal Contract] Wedding yang paling dasar hanya membutuhkan biaya 999.999 Eden Coin untuk diselenggarakan, memastikan romansa bukan lagi hak istimewa yang hanya bisa didapatkan dengan Diamond atau Top-up.
Di saat game lain masih menggunakan Wedding Pack untuk menciptakan tekanan biaya waktu terbatas, ROOC memilih agar setiap petualang bisa mampu menikah. Ini bukan sekadar sebuah update fitur, melainkan lebih seperti pembuktian atas komitmen terhadap game.
Tiga Opsi Pernikahan: Sesuai Budget, Stats Tetap Setara
Sistem pernikahan pada versi Sakura Vows menghadirkan tiga jenis upacara pernikahan, masing-masing dengan tampilan visual dan nuansa yang berbeda. Namun prinsip intinya tetap sama, yaitu semua stats Costume dari hadiah pernikahan sepenuhnya seragam, dan tidak ada istilah menghabiskan lebih banyak uang membuatmu lebih kuat.
Eternal Contract Wedding – Tanpa batas minimum. Hanya dengan 999.999 Eden Coin, kamu sudah bisa menyelesaikan oath dan menerima Set Costume Eternal Contract serta hadiah pernyataan cinta. ROOC membuktikan dengan tindakan: Romansa tidak butuh kartu kredit.
Sakura Oath Wedding – Menawarkan dekorasi adegan pernikahan eksklusif dan animasi upacara formal. Setelah selesai, kamu akan menerima Set Costume Sakura Oath dan Mount [Sakura Lux Car] edisi terbatas. Suasananya lebih megah, namun Power stats tetap sama.
Beyond the Stars Wedding – Menghadirkan pertunjukan yang memukau secara visual, menampilkan animasi upacara yang megah, Set Costume Beyond the Stars, Mount [Starry Night Car] edisi terbatas, serta Portrait eksklusif. Perbedaannya hanya terletak pada kemegahan dan nilai koleksi, tidak ada hubungannya dengan stats.
Selain itu, Fitur [Wedding Renewal] khusus telah ditambahkan, kini pasangan yang sudah menikah dapat mengadakan pernikahan kembali dengan biaya yang sangat terjangkau, dan mengundang teman-teman Guild untuk mengenang momen manis bersama. Niat desain dari tim official sangat jelas: Pernikahan bukanlah konsumsi sekali pakai, melainkan titik interaksi sosial di jalan petualangan yang bisa dirayakan berulang kali.

Ragnarok Origin Classic Tetapi Janji Open Server Dengan Sakura Vows
Bukan Sekadar Pernikahan: Sosialisasi yang Bebas Tekanan
Ambisi [Sakura Vows] tidak hanya sebatas pada sistem pernikahan saja. Seluruh update ini dirancang dengan serangkaian desain event yang berfokus pada pengalaman sosial:
Seluruh kota Prontera telah diubah menjadi bertema Sakura, menciptakan atmosfer imersif yang terbatas di musim ini.
[Out Loud Confession] – Event yang memungkinkan para petualang untuk mengirimkan pesan pengakuan cinta kepada sosok idaman mereka.
[Rainbow Covenant] – Quest dua orang yang menggunakan nilai kecocokan untuk menentukan akhir petualangan, memperkuat makna interaksi antar mitra.
[MBTI Oracle] – Menggabungkan tes kepribadian ala MBTI untuk menghasilkan Title eksklusif serta rekomendasi pasangan yang cocok.
Selesaikan serangkaian event dan Check-in selama 15 hari untuk mendapatkan item gaya terbatas seperti [Sakura Headwear] dan tunjukkan romansa eksklusifmu.
Di saat yang bersamaan, tim official juga membuka zona event [Sakura Vows] di situs resmi. Mulai hari ini hingga 31 Mei, berpartisipasilah dalam event ini untuk mendapatkan hadiah romantis, dan hadiah utama Backwear [Sakura Spring].
Pada tanggal 27 April, Gameplay perjodohan [Love Potion] dan tantangan PVE [Sakura Spirit] juga akan hadir dan terus menghadirkan konten baru ke dalam versi ini.

Ragnarok Origin Classic Tetapi Janji Open Server Dengan Sakura Vows
Ketika fokus pada pemain bertransformasi dari slogan menjadi inti DNA produk
Melihat kembali pilihan desain [Sakura Vows] kali ini, hal yang paling patut diperhatikan mungkin bukanlah sistem pernikahan itu sendiri, melainkan sikap produk yang diwakilinya.
Sejak server dibuka, produser Big Kitty bersikeras menggunakan bentuk surat terbuka untuk menyelaraskan pemikiran pengembangan, merencanakan update secara terbuka dengan semua petualang, serta melakukan penyesuaian iteratif secara real-time berdasarkan saran optimasi dari pemain. Mode kreasi bersama yang sangat transparan ini membuat banyak pemain benar-benar merasakan dedikasi tim terhadap IP RO dan perhatian terhadap pengalaman pemain.
[Sakura Vows] bukan hanya sekadar Update, tetapi juga bukti dari Team ROOC kepada para pemain: Janji saat pembukaan server bukanlah taktik sementara, melainkan komitmen jangka panjang.
Saat bunga Sakura bermekaran, apakah kamu sudah siap untuk menggandeng tangan “si dia” dan melangkah bersama ke dalam cerita milik kalian berdua?
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!




















