Connect with us

TV & Movies

Review Film Kau dan Dia 2, Kisah Persahabatan, Haru Biru Para Remaja

Published

on

GwiGwi.com – Kisah Zara, Anneth, dan Naldo berlanjut di Kau dan Dia 2. Sekuel dari film sebelumnya rilis di tahun 2021 produksi Volks creative, BC Entertainment, dan Trinity Optima Production yang tayang ekslusif di layanan streaming MAXstream milik Telkomsel.

Di sekuelnya kali ini, kisah persahabatan Anneth dan Zara kembali diuji. Diawali Anneth yang ternyata juga menaruh perasaan kepada Naldo, Zara pun akhirnya merelakan perasaannya kepada Naldo begitu saja demi kebahagiaan sahabatnya.

Dalam perjalanannya untuk melupakan Naldo, Zara dipertemukan dengan laki-laki bernama Bryan disaat yang paling tidak terduga. Lambat laun, Zara dan Bryan pun merasa nyaman berteman dengan satu sama lain. Masalahpun mulai muncul, Naldo tidak suka melihat Zara dan Bryan bersama. Di sisi lain, Anneth merasa perhatian yang diberikan Naldo kepada Zara terlalu berlebihan.

Lalu apakah yang sebenarnya terjadi? Apa Naldo juga menyimpan perasaan kepada Zara?

Film ini kembali diramaikan oleh Zara Leola, Anneth Delliecia, Ari Irham dan ada pendatang baru yaitu Gabriel Prince yang berperan sebagai Bryan.

Film yang kembali disutradarai oleh Ivan Bandhito sebagai sebuah sekuel berhasil membuat Film Ini berkembang dan membuat eskalasi cerita yang menurut gue cukup baik. Pada akhirnya Naldo mengungkapkan perasaannya dan Zara harus merelakan demi kebahagiaan sahabatnya.

Lalu muncul karakter baru yang membuat kisah Ini lebih meluas dan membangun sebuah dinamika baru demi berjalan nya sebuah cerita.

Untuk urusan akting, jajaran cast seperti Anneth Delliciea, Zara Leola, dan Ari Irham mengalami pengembangan karakter lebih lanjut serta dengan munculnya karakter Bryan membuat kisah Ini menjadi menarik. Namun dari konflik Ke konflik penyelesaian nya terlalu terburu-buru padahal Bisa saja dikembangkan lebih lanjut lagi.

Yang paling ditunggu adalah scene percintaan ala remaja yang menjadi daya jual kisah ini. Gue merasa ada yang hit and miss namun masih terselamatkan oleh akting yang dimiliki oleh para pemainnnya.

Kehadiran Gabriel Prince sebagai cast baru disini memberikan sesuatu yang segar namun terlihat sangat kaku Karena di Kendala bahasa yang dimana ia masih belajar bahasa Indonesia dan masih Bisa diasah lagi kelak.

Kesuksesan film pertamanya yang ditonton sebanyak 8 juta penonton membuat produser dan sutradara percaya diri untuk membuat sekuelnya. Spekulasi gue akan tembus 1 juta penonton dalam 3 hari dikarenakan power of the fans dimana para cast di film Ini memiliki fanbase yang cukup besar.

Secara keseluruhan, film Kau dan Dia 2 akan kembali menoreh kesuksesan sebagai film yang tayang di layanan streaming berbayar meskipun ada kekurangan minor di film Ini yang mungkin kelak akan lanjut di film selanjutnya.

Jangan lupa saksikan Kau dan Dia 2 ekslusif hanya di MAXstream mulai 1 July 2022.

Advertisement

TV & Movies

Kolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!

Published

on

By

Review Game Crazy Taxi: World Tour Closed Network Test — Nostalgia Ngebut Tanpa Aturan Yang Makin Masif!

Kabar gembira buat para Gwiple pencinta game klasik dan adaptasi film! SEGA dan Netflix secara resmi mengumumkan kerja sama besar untuk membawa franchise game balap arcade yang sangat populer, Crazy Taxi, ke layar kaca dalam bentuk film adaptasi live-action.

Tak hanya Crazy Taxi, kolaborasi lintas proyek (multi-title collaboration) ini juga tengah mengembangkan deretan proyek adaptasi dari katalog IP populer milik SEGA lainnya, termasuk serial animasi terbaru Sonic the Hedgehog serta film live-action untuk STRANGER THAN HEAVEN dari RGG Studio.

Mengusung Komedi Kacau dan Produser Franchise Sonic

Film adaptasi Crazy Taxi dipastikan akan membawa energi komedi dan aksi cepat khas permainannya. Naskah film ini akan ditulis oleh duo penulis berbakat Dan Gregor & Doug Mand, yang sukses menggarap film reboot populer The Naked Gun (2025).

Di jajaran produser, film ini ditangani langsung oleh nama-nama kawakan dibalik kesuksesan waralaba film Sonic, yaitu Neal H. Moritz, Toby Ascher, serta Toru Nakahara dari SEGA. Proyek film ini hadir menyambut game terbaru franchise tersebut, Crazy Taxi: World Tour, yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027.

“Film ini ditujukan untuk siapa saja yang pernah menghabiskan waktu bertahun-tahun di balik kemudi taksi kuning di konsol Dreamcast, memutar musik dengan volume maksimal, dan menerobos segala rintangan demi mengantar penumpang tepat waktu,” ungkap produser Neal H. Moritz dan Toby Ascher.

Jajaran Proyek Adaptasi SEGA Lainnya di Netflix

Selain Crazy Taxi, pengumuman ini juga mengungkap dua proyek besar lainnya:

  • Sonic (Serial Animasi): Dikembangkan bersama Carlos Stevens dan Toru Nakahara, serial animasi baru ini ditujukan untuk audiens upper pre-school dengan cerita bernuansa high-voltage, lucu, namun tetap emosional. Tiga musim dari Sonic Prime juga sudah dapat disaksikan secara eksklusif di Netflix.

  • STRANGER THAN HEAVEN: Diadaptasi dari game garapan Ryu Ga Gotoku (RGG) Studio (pengembang seri Like a Dragon / Yakuza). Film live-action aksi drama ini berlatar di Jepang awal abad ke-20 dan menceritakan perjalanan seorang pendatang yang merintis karier dari yakuza hingga menjadi taipan dunia hiburan.

Deretan Adaptasi Game Populer di Ekosistem Netflix

Lini game SEGA ini menambah panjang daftar portofolio adaptasi game unggulan di Netflix, yang sebelumnya telah mengumumkan berbagai proyek besar seperti serial live-action Assassin's Creed, film live-action Gears of War, serial animasi Minecraft, Magic: The Gathering, Clash of Clans, hingga musim terbaru dari Cyberpunk: Edgerunners, Splinter Cell: Deathwatch, dan Devil May Cry.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City

Published

on

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Bagi fans serial gim legendaris RESIDENT EVIL, dari trailernya saja RESIDENT EVIL arahan sutradara Zach Cregger lagi-lagi bukanlah adaptasi plek 1:1 dari gimnnya seperti seri film berjudul sama dari Paul WS Anderson dulu.

Tentu mendatangkan kritikan dan kekecewaan, namun siapa sangka dari set up yang demikian berbeda ini, film RESIDENT EVIL justru terasa memiliki jiwa gimnya di hampir tiap menitnya.

Bryan (Austrin Abrams) seorang kurir bidang medis, seharusnya pulang ke pacarnya setelah pesanan beres. Tergiur cuan lebih, dia menerima pesanan menuju rumah sakit di Raccoon CIty. Bagi fans mungkin langsung bereaksi begitu kota sumber neraka setting gim RESIDENT EVIL 2 dan 3 itu disebut.

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Maka dimulailah perjuangan Bryan berjuang mengantar paket misterius itu dan penonton benar-benar mengikuti pria sial ini di hampir setiap langkahnya. Layaknya video gim.

Zach Cregger memang menekankan dia ingin memperlihatkan proses bertahan hidup si karakter pergi dari poin A ke B. Semisal, ketakutan melangkah, panik menembak zombie, mencari peluru, lelah melihat pintu digembok, dikejar dan lainnya.

Arahan demikian berpotensi membuat film menjadi monoton apalagi bila kurang bisa meramu ketegangan. Ternyata potensial problem itu bisa Zach Cregger masak dimulai dari karakter Bryan yang panik saat teror mencekam (di mana komedi dengan cerdasnya bisa masuk) dan ancaman bisa dia atasi bila saja dia menguasai rasa takutnya. Seperti bermain video gimnya.

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Review Film Zach Cregger’s Resident Evil, Ketika Npc Menghadapi Neraka Di Racoon City

Ditambah sangat ahlinya filmmaker menghidupkan suspense dengan jump scare tak terduga yang beneran efektif dan beragam scare lain yang tidak terasa mengulang-mengulang klise horor pada umumnya.

Walhasil, proses survival Bryan menjadi begitu menegangkan, kreatif, unpredictable dan menghibur. Apalagi di paruh awal yang memiliki beragam momen menarik yang tidak kalah dengan momen ikonik di gimnya.

Refrensinya gimnya pun banyak. Dari aksi Bryan yang seperti pemain gim RE, mesin tik di ruang kosong, gembok yang memiliki kunci spesifik dan properti-properti bertebaran di scene yang bisa membuat fans tersenyum walau hanya sesaat. Semua fan service ini tidak mengganggu mood atau membuat non-fans bingung dan tetap bisa menikmati walau sama sekali awam gimnnya.

Barangkali yang sedikit kurang, dan memang resiko film full aksi ini, adalah motivasi si Bryan yang rasanya kurang terlalu mengena di benak penonton. Juga endingnya yang bisa jadi tak sesuai harapan. Mungkin Zach Cregger ingin mengeritik Umbrella Corporation, korporasi besar sumber kekacauan ini, kalau saking inkompetennya mereka, bahkan menolong satu orang saja tidak mampu.

Sebagai penggemar gim RESIDENT EVIL sedari lama, penulis bisa cukup memahami ketidakpuasan fans. Namun, melihat sudah buanyaknya adaptasi film atau seri RE yang terus-menerus mengecewakan (gimnya sendiri seperti RESIDENT EVIL 6 juga toh) what’s so wrong with one more?

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Runner, Si Serius dan Si Jenaka Melawan Kartel

Published

on

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Runner menghadirkan nostalgia film aksi era 90-an yang kental dengan formula buddy-cop atau dinamika partner bertolak belakang. Film ini merupakan duet Alan Ritchson—aktor macho berotot yang semakin melambung lewat serial Reacher—dengan Owen Wilson yang terkenal dengan gaya humor santai dan banyak omong.

Hank Malone (Alan Ritchson), seorang mantan anggota Navy SEAL yang kini bekerja sebagai pengantar barang rahasia (runner), mendapatkan misi berisiko tinggi: mengantarkan organ hati yang sangat langka ke sebuah rumah sakit demi menyelamatkan nyawa seorang gadis kecil. Namun, tugas ini menjadi rumit ketika ia dipaksa membawa Ben Bishop (Owen Wilson), sang kurir medis ceroboh dan penuh bicara yang bertanggung jawab atas organ tersebut. Perjalanan mereka berubah menjadi kejaran hidup dan mati ketika sekelompok tentara bayaran dan kartel kejam berusaha merebut organ tersebut. Tanpa pilihan lain, Hank yang berotot dan disiplin harus bekerja sama dengan Ben yang serba santai demi menyelesaikan misi di tengah rentetan tembakan.

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Dinamika antara Alan Ritchson dan Owen Wilson menjadi motor utama yang menghidupkan film ini:

Alan Ritchson tampil layaknya jagoan yang berintegritas tanpa kompromi dan mampu merobohkan musuh, sementara Owen Wilson hadir mencairkan suasana lewat celetukan santai khasnya yang terus mengoceh di tengah situasi kritis.

Sutradara Scott Waugh mengemas baku tembak, perkelahian fisik, dan kejar-kejaran mobil secara intens tanpa terlalu banyak mengandalkan efek visual yang berlebihan.

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Review Film Runner, Si Serius Dan Si Jenaka Melawan Kartel

Dari segi cerita, Runner terbilang lumayan klise khas film action dengan plot hole dimana penjahatnya punya banyak kesempatan untuk mengeksekusi Hank tapi tidak dilakukan. Namun, fokusnya yang jelas pada keseruan dan komedi membuat film berdurasi singkat ini tetap seru untuk dinikmati.

Secara keseluruhan, Runner mungkin tidak menawarkan alur cerita yang mendalam, tetapi kombinasi aksi brutal ala Alan Ritchson dan karisma komedi Owen Wilson menjadikannya tontonan aksi komedi 90-an seperti Rush Hour atau Shanghai Noon yang sangat menghibur.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending