Connect with us

Event

Suksesnya Singapore Toy, Games, & Comic Convention (STGCC) 2016 Buat Sejarah Baru

Published

on

GwiGwi.com – Singapore, 14 September 2016 – Singapore Toy, Games, & Comic Convention  (STGCC) 2016 lalu telah berhasil menjadi sebuah perhelatan yang luar biasa, mampu menghibur para pecinta budaya pop serta memecahkan rekor sebagai rangkaian acara terbesar dalam sejarah STGCC. Berlokasi di Sands Expo & Convetion Centre Hall E & F, STGCC yang diadakan dari tanggal 10-11 September 2016 ini jauh melampaui ekspetasi, dengan banyaknya jumlah exhibitor yang hadir meramaikan selama 2 hari tersebut. Tidak hanya itu, STGCC 2016 menerima banyak masukan positif dari exhibitor dan fans atas program-program yang disajikan, membuktikan bahwa acara tahunan ini benar-benar sukses.

stgcc-2016-5

Para kolektor mainan sudah memadati antrian yang mengular sedari pagi, ingin segera mendapatkan koleksi-koleksi istimewa yang dipamerkan di STGCC. Mereka tidak sabar untuk membawa pulang barang-barang limited edition seperti SJ50 MY First BE2BRICK B@BY, Batman vs Superman Dawn of Justice Knightmare Batman milik Hot Toys, serta Iron Man 3 Disco Mark XXVII. Berdiri di urutan paling depan antrian, Jeremy Low, seorang teknisi komputer, menyatakan bahwa ia telah menunggu sedari subuh demi kesempatan untuk mendapatkan Iron Man dari Action City’s Hot Toys. “Selain mengincar barang eksklusif, saya juga ingin melihat-lihat koleksi dari XM Studios, BE@RBRICKS, dan bahkan pakaian dari Teeturtle. Saya pun tertarik untuk bertemu Phil Noto yang popular melalui andilnya di komik Star Wars,” jelas pria berumur 35 tahun tersebut.

Tidak hanya fans yang merasa puas dan bersemangat, para exhibitor pun memberikan pujian bagi STGCC.

“Kami telah rutin hadir di STGCC sejak 2012, dan setiap tahunnya selalu menyenangkan. Para kolektor yang membeli koleksi kami sangat suportif. Tentu saja, kami tak bisa melakukan ini semua tanpa mereka. Semoga kami bisa membawa lebih banyak koleksi dan lebih banyak artist ke Singapore!” cetus Jackson Aw, founder dari Mighty Jaxx.

 stgcc-2016-4

Jadwal main stage STGCC dipenuhi dengan diskusi open panel dan ilustrasi secara live dari narasumber yang berbeda-beda. Artist seperti Jacob Chabot dan Brooke Allen mengedukasi pengunjung tentang membuat komik untuk anak-anak, lalu ada sesi Spotlight yang memberikan pandangan luas mengenai karir dari artist-artist semacam Haruhiko Mikimoto dan Nick Spencer.

Sementara itu, pertunjukan AKIBA POP STAGE dan EDP x DJ Night @ STGCC mampu menghentak seluruh hall dengan melodi serta beats yang mereka mainkan. “STGCC adalah satu-satunya acara di mana para DJ Jepang ini dapat kami lihat dan dengar pertunjukannya di Singapore. Mereka sangat terkenal di tempat asal mereka dan saya pribadi berharap mereka pun akan mendapat popularitas lebih di sini,” ujar Sherman, salah satu pengunjung yang datang ke STGCC demi menyaksikan DJ Night.

stgcc-2016-3

STGCC juga merupakan ajang bagi para penikmat cosplay untuk berkumpul dan berinteraksi satu sama lain. Dalam Kids Cosplay Parade tanggal 11 September, anak-anak kecil pun ikut meramaikan dengan mengenakan kostum dari karakter favorit mereka. “Ini adalah kesempatan yang bagus untuk berkostum sesuai keinginan lalu berfoto ria,” ucap Ryan Ho yang berusia 9 tahun dan ber-cosplay sebagai Ghostbusters.  Ia sendiri sangat gembira jika ada yang meminta berfoto dengannya.

stgcc-2016

Selain Kids Cosplay Parade, tentunya ada penobatan pemenang STGCC Championships Of Cosplay tahun ini. Ber-cosplay sebagai Lich dari Final Fantasi IX , Erika Jean Garbin, 26, berhasil menyabet hadiah berupa uang tunai sebesar $1000. Erika jugaakan mewakili STGCC untuk maju ke final Crown Championships of Cosplay dalam event C2E2 2017 yang berlokasi di Chicago.

 Bertajuk “Mountain Dew Cup,” kompetisi game pertama yang diadakan STGCC juga mendapat respon yang begitu baik. Dengan sponsor Mountain Dew, Secretlab, Razer dan MyRepublic, 16 tim bersaing untuk menjadi pemenang dalam turnamen Overwatch yang diadakan selama 2 hari STGCC berlangsung. Co-founder dari Secretlab, Alaric Choo, berkomentar, “Secretlab merasa senang bisa memberikan dukungan dan menjadi sponsor bagi segmen baru yang dibuat STGCC untuk memenuhi kebutuhan para gamers. Kesempatan ini pun membuka pendekatan lebih menyeluruh, memberikan sesuatu untuk setiap orang yang datang.”

“Awalnya saya kira hanya ada 8 tim, ternyata jumlahnya 16 tim, membuat persaingan semakin ketat,” Jaushan, salah satu partisipan, ketika ditanya pendapatnya mengenai Mountain Dew Cup. “Hadiahnya sangat menggiurkan dan jika ada kesempatan lagi tahun depan, tim kami pasti akan kembali mengikutinya untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman,” tambahnya.

stgcc-2016-2

Dengan pencapaian yang diraih serta masukan positif, tujuan utama STGCC adalah untuk senantiasa mengenalkan dunia kultur pop yang mengagumkan dan imajinatif. “Orang-orang sangat bersemangat untuk melihat kami, ditambah lagi dengan banyaknya pameran mengagumkan,” kata Nick Spencer, author dari Captain America: Steve Rogers sekaligus salah satu featured guest STGCC. Mengenai scene kultur pop di Singapore, Nick pun ikut berkomentar, “Sangat mengejutkan karena ternyata masyarakat di luar negara saya pun mengetahui banyak tentang karya saya seperti Captain America ini, bahkan merupakan penggemar hardcore-nya. Kadangkala di event-event Eropa, saya memerhatikan bahwa komik Amerika kurang mendapatkan perhatian. Tapi di sini, saya sangat terkesan dengan sambutan hangat mereka.”

Seiring dengan akhir STGCC 2016 yang dipenuhi kemeriahan, persiapan untuk perhelatan tahun berikutnya pun sudah mulai dikerjakan. “Kami merasa terkesan dengan dukungan yang selalu diterima STGCC selama beberapa tahun ini dan kami harap semua orang menikmatinya. Kami akan terus berusaha membawa lebih banyak artist mainstream serta hal-hal menarik yang belum terekspos ke Singapore. Sampai bertemu tahun depan!” tutup Lin Koh, Assistant Project Director dari Reed Exhibitions.

singapore-tgcc

Advertisement

Event

AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA

Published

on

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.

Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.

Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.

Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.

Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.

Kontak Akemi

Web: mez.ink/akemi.official

Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/

Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id

TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id

Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756

Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01

Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

Continue Reading

Event

Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper di Panggung!

Published

on

Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper Di Panggung!

www.gwigwi.com –

Kabar seru buat para penggemar Chainsaw Man! Adaptasi panggung Chainsaw Man The Stage dipastikan kembali pada tahun 2026 dengan membawakan salah satu arc paling ikonik sekaligus emosional, yaitu Reze Arc. Cerita ini dikenal sebagai salah satu bagian paling “nendang” secara perasaan, karena menghadirkan dinamika hubungan yang manis tapi juga tragis.

Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan kisah pertemuan antara Denji dan Reze dalam versi live stage yang jauh lebih nyata. Pertunjukan akan digelar di dua kota besar Jepang, yaitu Tokyo pada Juli 2026 dan Kyoto pada Agustus 2026. Dengan format teater, emosi cerita diprediksi bakal terasa lebih dekat dan intens dibanding versi anime atau manga.

Arc Reze sendiri terkenal karena perpaduan antara romansa, aksi brutal, dan plot twist yang menyakitkan. Dalam versi panggung, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan adegan-adegan ikonik—termasuk transformasi dan pertarungan—dengan efek visual yang tetap meyakinkan. Biasanya, teater Jepang dikenal kreatif dalam memanfaatkan lighting, koreografi, serta efek praktikal untuk menggantikan CGI, jadi ekspektasinya cukup tinggi.

Yang bikin menarik, hubungan antara Denji dan Reze kemungkinan akan terasa lebih “hidup” karena diperankan langsung oleh aktor di atas panggung. Ekspresi, dialog, dan chemistry antar karakter bisa memberikan nuansa yang lebih personal dan menyentuh, terutama di momen-momen emosional yang jadi ciri khas arc ini.

Banyak fans juga penasaran apakah produksi kali ini akan menghadirkan inovasi efek panggung yang lebih canggih dibanding adaptasi sebelumnya. Mengingat popularitas Chainsaw Man yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pihak produksi akan meningkatkan kualitas dari segi set, musik, hingga koreografi pertarungan.

Dengan kombinasi cerita yang kuat dan potensi visual yang kreatif, Chainsaw Man The Stage 2026 berpeluang jadi salah satu pertunjukan teater anime paling dinanti tahun ini. Tinggal menunggu apakah versi panggung ini mampu menghadirkan emosi yang sama—atau bahkan lebih dalam—dibanding versi aslinya.

Continue Reading

Event

Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik dengan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake

Published

on

Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik Dengan Fatal Frame Ii: Crimson Butterfly Remake

www.gwigwi.com –

Nuansa horor Jepang kembali menguat dengan diumumkannya kolaborasi spesial antara dua waralaba legendaris. Melalui pengumuman resmi, Silent Hill f mengonfirmasi kolaborasi kosmetik dengan game horor ikonik Fatal Frame II: Crimson Butterfly versi remake. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian penggemar genre horor, terutama karena mempertemukan dua pendekatan teror psikologis yang sama-sama kuat namun memiliki ciri khas berbeda.

Pengumuman tersebut dibuka dengan kalimat misterius, “Something lies within the fog and darkness”, sebuah frasa yang dengan sempurna merepresentasikan identitas kedua game. Silent Hill dikenal dengan kabut tebal, horor simbolik, dan tekanan psikologis, sementara Fatal Frame II identik dengan kegelapan, kutukan, serta teror berbasis ritual dan arwah penasaran. Perpaduan keduanya memunculkan ekspektasi tinggi akan konten kolaborasi yang sarat atmosfer menyeramkan.

Kolaborasi ini difokuskan pada konten kosmetik khusus, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan. Berdasarkan pola kolaborasi serupa di industri game, kosmetik tersebut diperkirakan mencakup kostum karakter, aksesori, atau elemen visual yang terinspirasi langsung dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Kemunculan elemen seperti motif kupu-kupu merah, kamera obscura, atau simbol ritual kembar menjadi spekulasi yang ramai dibicarakan di komunitas.

Pilihan Fatal Frame II sebagai mitra kolaborasi juga dinilai sangat tepat. Game tersebut sering disebut sebagai salah satu game horor Jepang paling menakutkan sepanjang masa, dengan cerita tragis tentang ikatan saudara kembar dan ritual pengorbanan. Versi remake-nya kembali menghidupkan atmosfer kelam tersebut dengan visual modern, menjadikannya relevan untuk diperkenalkan ke generasi pemain baru.

Sementara itu, Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam franchise Silent Hill yang mengambil pendekatan berbeda dari seri sebelumnya. Dengan latar Jepang dan sentuhan horor folklor yang lebih kental, Silent Hill f dianggap sebagai titik temu ideal untuk kolaborasi dengan Fatal Frame. Keduanya sama-sama menekankan rasa tidak nyaman yang perlahan, bukan sekadar jumpscare, menjadikan kolaborasi ini terasa alami secara tematik.

Meski masih belum diumumkan tanggal rilis maupun bentuk kosmetik secara detail, pengembang menyatakan bahwa informasi lanjutan akan dibagikan dalam waktu dekat. Hal ini membuat penggemar diminta untuk “stay tuned” sembari bersiap menyambut konten kolaborasi yang diprediksi akan menjadi salah satu crossover horor Jepang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.

Kolaborasi ini juga mencerminkan tren industri game modern yang semakin sering mempertemukan IP legendaris dalam bentuk konten kosmetik. Selain menjadi bentuk penghormatan antar franchise, kolaborasi semacam ini juga memperluas jangkauan audiens, mempertemukan komunitas penggemar Silent Hill dan Fatal Frame dalam satu pengalaman horor yang saling melengkapi.

Secara keseluruhan, kolaborasi Silent Hill f x Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake menjanjikan pengalaman estetika horor yang kaya dan penuh simbolisme. Dengan atmosfer kabut, kegelapan, dan teror psikologis yang menjadi benang merah keduanya, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu momen crossover horor paling berkesan bagi penggemar game horor Jepang.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending