Berita Anime & Manga
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Enryuu Hen Episode 2
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.com – Di episode sebelumnya gempa bumi-ehem-getaran bumi terjadi di daerah ibukota Empire dan sekitarnya. Fenomena alam ini membuat penghuni asli special region ketakutan, tapi tidak bagi pihak Jepang yang berada di sana. Itami dan Sugawara dengan tenangnya mengira-ngira skala gempa bumi yang terjadi dan letak episentrumnya. Pina yang melihat ketenangan mereka itu aneh bertanya, dan Itami menjawab bahwa Jepang sudah biasa mengalami fenomena alam tersebut, dan getaran bumi tersebut akan berakhir sesegera mungkin. Dan benar saja, baru saja Itami mengatakannya getaran bumi tersebut berakhir tak lebih dari 5 detik kemudian.
Getaran bumi tersebut rupanya sampai juga ke daerah Alnus, untungnya tampaknya tidak ada korban jiwa dan kerusakan sama sekali di sana. Satu-satunya hal penting yang kita ketahui dari keadaan di Alnus adalah fakta bahwa Tuka masih menunggui ayahnya.
Pina diberitahu Itami bahwa masih akan ada getaran bumi susulan, karena biasanya setelah gempa bumi utama selalu ada gempa susulan yang datang belakangan walau skalanya lebih kecil. Pina memutuskan untuk segera menemui ayahnya untuk memberitahukan hal tersebut, dan meminta Itami untuk datang bersamanya. Itami menolak dengan alasan karena walaupun keadaan saat itu genting, masuk begitu saja ke istana kaisar sebagai tentara lawan tetap saja hal yang berbahaya. Namun Pina memaksa dan berjanji akan melancarkan segalanya bagaimanapun caranya.
Sesampainya di istana, Pina menemui ayahnya untuk memintanya bersiap untuk menemui tamu yang dibawanya. Setelah itu, dia memerintahkan untuk mengirimkan perintah mengumpulkan para menteri dan jenderal, lalu memerintahkan para perwira untuk mengumpulkan semua penjaga istana yang ada untuk memperketat penjagaan, serta memerintahkan para pelayan menyiapkan ruang untuk tamunya. Pina lalu memperkenalkan Sugawara kepada ayahnya. Kaisar Molt menanyakan alasan Pina membawa orang-orang Jepang ke istananya, yang dijawab Pina dengan alasan orang-orang Jepang tahu banyak mengenai getaran bumi dan mereka bisa memberi saran menghadapinya. Kaisar Molt memberi salam kepada Sugawara, dan menjadikan keadaan saat itu sebagai alasan untuk menunda jamuan yang inging diadakan Sugawara dan Pina dengan maksud pembahasan hubungan damai antara Jepang dan Empire. Sugawara menerima alasan kaisar Molt, dan justru berterima kasih karena masih memberi kesempatan di lain hari.
Tiba-tiba Zorzal masuk dan menemui ayahnya. Dia bersyukur karena ayahnya masih selamat, dan segera mengajaknya untuk segera mengamankan diri dari istana. Pina mencegah Zorzal dengan alasan untuk menunggu para jenderal yang dipanggil untuk datang, namun menurut Zorzal sudah tidak ada waktu lagi karena getaran bumi berikutnya akan datang. Pina menanyakan kakaknya bagaimana dia tahu soal itu karena seharusnya hanya dia dan orang-orang Jepang yang tau soal gempa bumi susulan tersebut. Zorzal menjawab bahwa dia mengetahuinya dari Noriko, seorang budak yang rupanya adalah salah satu orang Jepang yang hilang saat Insiden Ginza dahulu dan ternyata sudah diambil oleh Zorzal menjadi budaknya.
Zorzal memaksa Noriko untuk bicara ke kaisar dengan kasar, namun Noriko justru meminta untuk dibebaskan-dalam bahasa Jepang. Itami dan lainnya akhirnya sadar bahwa budak tersebut adalah orang Jepang. Itami langsung meninju Zorzal karena tindakannya sementara Kuribayashi membebaskan Noriko. Sugawara meminta penjelasan dari kaisar, yang Pina ingin coba jelaskan namun dipotong oleh Zorzal yang langsung memerintahkan prajurit yang mengiringingnya untuk menyerang Itami dkk. sebagai balasan karena menyerangnya. Itami, dengan terpaksa, memberi ijin Tomita dan Kuribayashi untuk melawan balik tanpa batasan yang berujung dengan kalahnya semua prajurit dan petarung di bawah perintah Zorzal.
Itami menanyakan kepada Zorzal keberadaan orang-orang Jepang lain yang mereka culik, namun Zorzal tetap keras kepala. Itami akhirnya memerintahkan Kuribayashi untuk ‘memberi pelajaran’ kepada Zorzal. Setelah babak belur, Itami mengancamnya dengan pistol ke kepala Zorzal namun Tyuule datang melindungi Zorzal sehingga Itami menarik pistolnya dan menanyakan kembali pertanyaan yang sama ke Zorzal. Noriko menanyakan keberadaan seseorang yang dikenalnya, Hiroki, yang ada bersamanya saat Insiden Ginza. Zorzal menjawab bahwa dia mengirimkan pria tersebut ke perdagangan budak, dan dia tidak tahu lagi apa yang terjadi ke Hiroki selanjutnya. Zorzal lalu pingsan di tempat.
Sugawara akhirnya mengumumkan ke kaisar Molt bahwa jamuan mereka akan diadakan setelah semua warga negara mereka yang diculik kembali ke Jepang, dan meminta Pina untuk segera mengabarkan keberadaan mereka dan kembalinya mereka ke Empire sesegera mungkin. Kaisar Molt memuji ketangguhan prajurit Jepang, namun menyatakan bahwa mereka memiliki kelemahan besar di mana mereka terlalu mencintai rakyatnya. Sugawara menjawab bahwa kelemahan tersebut adalah kebijakan nasional mereka yang menjadi alasan kenapa JSDF eksis. Sugawara juga memberitahu kaisar bahwa mereka sadar bahwa “perdamaian” hanyalah masa untuk mempersiapkan perang berikutnya, dan dia mengingatkan kaisar Molt bahwa Jepang dan dunianya memiliki sejarah berdarah yang lebih panjang melampaui dunia special region. Sugawara akhirnya memohon diri untuk pergi dari istana bersama Itami, Tomita, dan Kuribayashi.
Keesokan harinya tampak dua pesawat jet JSDF terbang menuju gedung Imperial Senate. Salah satunya membawa bom, yang sukses dijatuhkan ke gedung tersebut tanpa menghasilkan korban jiwa. Rupanya itu adalah perintah dari perdana menteri Morita sebagai kelanjutan peringatan dari Jepang.
Rapat para senator langsung diadakan di reruntuhan gedung senator tersebut. Salah satu senator memberitahukan alasan Jepang mengebom gedung senator, walaupun mereka sudah menyelenggarakan banyak pertemuan untuk menjalin hbungan damai secara perlahan dengan Empire, adalah karena beberapa rakyatnya diculik saat sebelum perang (berdasarkan reaksi para senator, hal tersebut tampaknya disembunyikan bahkan dari para senator). Pina menjawab bahwa orang-orang Jepang mencintai rakyatnya dan bahkan menghargai nyawa tawanan perang yang mereka ambil. Mereka tidak memperbudak atau pun menjual tawanannya. Karena itulah saat melihat rakyatnya sendiri diperbudak mereka mengalami amarah dari Jepang.
Zorzal dirawat di kamarnya oleh Tyuule. Adik laki-lakinya, Diabo, datang melihat keadaannya. Diabo tampak mencoba memberi saran untuk menghindari terjadinya perdamaian antara Empire dengan Jepang yang sudah mulai disetujui sebagian besar senator namun Zorzal tidak peduli. Zorzal juga menyatakan bahwa dia mengetahui bahwa Diabo berusaha membuat dirinya tampak lebih pantas di hadapan ayahnya untuk menjadi kaisar berikutnya, namun Zorzal yang menyatakan bahwa dirinya selama ini berpura-pura lebih bodoh dibanding Diabo berpendapat bahwa usahanya sia-sia. Zorzal yakin bahwa kaisar akan tetap mengangkat dirinya menjadi kaisar berikutnya dan mengendalikan kekuasaan Zorzal dari belakang. Oh, mereka juga mendapat kabar dari Tyuule bahwa ada dua orang yang ditangkap bersama Noriko. Dua orang tersebut dijual ke pasar budak dan dibeli untuk jadi pekerja di suatu pertambangan, dan Hiruko sudah meninggal karena tertimbun reruntuhan gua.
Itami dkk. akhirnya sampai di markas mereka di Alnus mengantar Noriko. Setibanya di sana Itami disapa Yanagida yang memberitahukan bahwa Itami akan mendapat pemotongan gaji akibat tindakan di luar perintahnya di istana Empire. Namun, hukuman Itami tak lebih dari itu karena pemerintah Jepang berencana menggunakan kejadian tersebut sebagai katalis untuk meningkatkan opini positif rakyat Jepang terhadap keberadaan JSDF di special region.
Noriko langsung diberi perawatan lanjut di klinik markas. Dia lalu meminta telepon untuk mengontak keluarganya. Kuribayashi hampir akan mengeluarkan handphonenya namun dicegah oleh Itami. Itami memberitahu Noriko bahwa mereka belum membuat jalur komunikasi untuk rakyat Jepang yang diselamatkan dari special region sehingga dia harus bersabar. Sebenarnya Itami diberitahu Yanagida bahwa semua keluarganya ada di Ginza saat insiden tersebut terjadi untuk menyebar pamflet dengan nama Noriko dan justru menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut. Karena itulah Itami berbohong kepada Noriko dan memberitahu yang lainnya di luar untuk tidak memberitahunya dahulu hingga waktu yang tepat. Noriko yang belum mengetahui kebenarannya keluar dari kamar rawat untuk berterima kasih atas pertolongan Itami dan Kuribayashi.
Di penghujung episode ini Yanagida tampak ingin memberitahu sesuatu kepada Itami. Yanagida juga mengatakan bahwa Itami akan menyesal jika tidak mendengar apa yang ingin dikatakan Yanagida. Sementara itu Tuka tampak masih mencari ayahnya kalau-kalau dia datang ke Alnus. Apa yang diberitahukan Yanagida ke Itami? Apa ada hubungannya dengan keadaan Tuka sekarang? Kenapa judul episode berikutnya memakai nama lengkap Tuka? Kita hanya bisa menunggu episode berikutnya tiba.
BONUS:
[youtube id=”eAZ5PEzCWhI” width=”600″ height=”340″ position=”center”]
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office3 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
News2 weeks agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
Gaming2 weeks agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!

![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_01.10_[2016.01.19_19.14.01]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_01.10_2016.01.19_19.14.01-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_02.17_[2016.01.19_19.19.06]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_02.17_2016.01.19_19.19.06-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_02.58_[2016.01.19_19.51.47]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_02.58_2016.01.19_19.51.47-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_04.57_[2016.01.19_19.59.24]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_04.57_2016.01.19_19.59.24-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_05.58_[2016.01.19_20.00.25]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_05.58_2016.01.19_20.00.25-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_08.26_[2016.01.19_20.13.16]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_08.26_2016.01.19_20.13.16-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_09.25_[2016.01.19_20.14.33]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_09.25_2016.01.19_20.14.33-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_11.04_[2016.01.19_20.21.31]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_11.04_2016.01.19_20.21.31-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_12.59_[2016.01.19_20.26.01]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_12.59_2016.01.19_20.26.01-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_14.54_[2016.01.19_20.32.50]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_14.54_2016.01.19_20.32.50-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_16.33_[2016.01.19_20.37.31]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_16.33_2016.01.19_20.37.31-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_18.50_[2016.01.19_20.44.41]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_18.50_2016.01.19_20.44.41-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_19.51_[2016.01.19_20.49.43]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_19.51_2016.01.19_20.49.43-1024x575.jpg)
![mpc-hc64_nvo 2016-01-18 14-11-45-128.avi_snapshot_20.48_[2016.01.19_20.54.36]](http://www.gwigwi.com/wp-content/uploads/2016/01/mpc-hc64_nvo-2016-01-18-14-11-45-128.avi_snapshot_20.48_2016.01.19_20.54.36-1024x575.jpg)



