Serial Anime
Kana Hanazawa akan mengisi suara Zera di anime Fairy Tail Zero
GwiGwi.com – Akhirnya, pengisi suara Zera di anime Fairy Tail Zero diungkapkan di majalah Weekly Shounen edisi ke-52 pada hari rabu. Aktris seiyuu Kana Hanazawa akan mengisi suara karakter Zera di anime hasil adaptasi manga karya Hiro Mashima. Kana Hanazawa mengatakan dirinya ingin sekali memerankan karakter Zera yang kuat dan gentle. Dia sangat menunggu kesempatan ini dan tidak sabar segera bekerja.
Zera (ゼーラ Zēra) merupakan gadis muda adik perempuan Jezelf, Guild Master Red Lizzard. Dia tampak lucu dengan rambut hitamnya yang dikuncir dua dan poni yang menutupi dahinya. Pakaian Zera mirip seragam sekolah Jepang. Dirinya sekelas denga Maviz yang selalu diejek dengan sebutan bakteri jorok. Walaupun begitu dirinya sangat baik dengan Maviz.
Kana Hanazawa (花澤 香菜 Hanazawa Kana, kelahiran 25 Februari 1989) adalah seorang aktris pengisi suara Jepang, dan penyanyi yang diwakilkan oleh agensi bakat Office Osawa. Ia dikenal karena peran utama akting pengisi suaranya untuk sejumlah acara televisi anime dan media yang berkaitan dengan anime di Jepang.
Fairy Tail Zero (FAIRY TAIL ZERØ) merupakan manga Jepang karya Hiro Mashima yang menjadi spin off dari serial utama Fairy Tail. Fairy Tail (フェアリーテイル Fearī Teiru) adalah seri manga yang dibuat dan diilustrasikan oleh Hiro Mashima. Seri ini diterbitkan di Weekly Shōnen Magazine sejak 23 Agustus 2006, dan saat ini masih berlanjut. Bab-bab manganya sudah dikumpulkan, dan diterbitkan dalam buku tersendiri (tankobon). Di Indonesia sendiri sudah ada 15 volume yang dirilis.
Seri anime Fairy Tail produksi A-1 Pictures dan Satelight ini sudah dirilis di Jepang sejak 12 Oktober 2009 dan disiarkan oleh TV Tokyo, sedangkan di Indonesia ditayangkan oleh Indosiar sejak 22 Mei 2011. Seri ini bercerita tentang petualangan Lucy Heartfilia yang seorang penyihir sesudah ia bergabung dalam guild (kelompok) Fairy Tail dan berpasangan dengan Natsu Dragneel, penyihir berelemen api yang tengah mencari naga bernama Igneel.
Berikut para cast yang telah diumumkan untuk serial anime Fairy Tail Zero.
Mamiko Noto (Alex Benedetto from Gangsta.) as Mavis Vermillion
Katsuyuki Konishi (Tatsumi Oga from Beelzebub) as Yury Dreyar
Hiroshi Shirokuma (Han-chan from Rolling Girls) as Warrod Sequen
Yoshihisa Kawahara (Bifou from Genei Toushi Bastof Lemon) as Precht Gaebolg
AKIRA Ishida (Athrun Zala from Mobile Suit Gundam Seed) as Zeref
Serial Anime
Review Anime Overgeared Episode 1: Awal Perjalanan Shin Youngwoo sebagai Pemain Game
Overgeared atau yang dikenal dengan judul Jepang Tempal: Item no Chikara membuka episode pertamanya dengan memperkenalkan Shin Youngwoo, seorang pemain game yang menjalani aktivitasnya seperti gamer pada umumnya. Ia menghabiskan waktunya di dalam game untuk melakukan leveling, mencari item, serta meningkatkan kemampuan karakternya.
Pada awal episode, Youngwoo digambarkan sebagai pemain yang belum memiliki kemampuan luar biasa. Perjalanannya masih terasa seperti pengalaman pemain biasa yang berusaha meningkatkan level dan mendapatkan perlengkapan lebih baik. Namun, situasi tersebut mulai berubah ketika ia menemukan sesuatu yang tidak seharusnya mudah didapatkan oleh pemain biasa.
Salah satu daya tarik utama episode pertama adalah bagaimana anime mulai memperlihatkan hubungan antara item dan perkembangan karakter. Sesuai dengan konsep judulnya, perlengkapan memiliki peran besar dalam menentukan kekuatan seorang pemain. Hal ini membuat perjalanan Youngwoo terasa berbeda dari protagonis game fantasy yang sejak awal sudah memiliki kemampuan spesial.
Dari sisi cerita, episode perdana lebih berfungsi sebagai pengenalan terhadap dunia dan karakter utama. Penonton diperlihatkan bagaimana sistem permainan bekerja sekaligus memahami posisi Youngwoo sebagai seorang pemain yang masih berjuang mendapatkan pengakuan.
Perubahan besar yang terjadi dalam episode ini menjadi titik awal perjalanan Youngwoo. Temuan yang didapatkannya berpotensi mengubah cara ia bermain dan membuka jalan menuju perkembangan karakter yang lebih besar pada episode berikutnya.
Secara visual, Overgeared menggabungkan elemen dunia game dengan nuansa fantasy. Beberapa bagian pertarungan dan eksplorasi menjadi pelengkap untuk memperkenalkan mekanisme permainan yang menjadi dasar cerita. Anime juga tidak langsung memberikan seluruh informasi mengenai dunia tersebut, sehingga masih terdapat ruang untuk pengembangan cerita pada episode selanjutnya.
Bagi penonton yang menyukai anime dengan tema game, leveling, item langka, dan perkembangan karakter, episode pertama Overgeared cukup efektif sebagai pembuka. Ceritanya masih berada pada tahap membangun fondasi, sehingga daya tarik utamanya justru terletak pada pertanyaan mengenai bagaimana Youngwoo akan berkembang setelah memperoleh kesempatan yang tidak biasa tersebut.
Overgeared dapat disaksikan melalui Crunchyroll dengan jadwal tayang setiap Jumat pukul 21.30 WIB. Episode berikutnya diharapkan mulai memperlihatkan lebih jauh dampak dari perubahan yang dialami Shin Youngwoo.
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
-
Gaming4 weeks agoFate/EXTRA Record Akhirnya Umumkan Jadwal Rilis Global pada Januari 2027
-
Gaming4 weeks agoRev. NOiR Kembali Dipamerkan di State of Play, Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC
-
TV & Movies4 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
Smartphone2 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang
-
TV & Movies4 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming3 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming3 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Gaming3 weeks agoThe Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake Resmi Rilis November 2026












