Connect with us

Daftar Anime

10 Novel Ringan Yang Mirip Sword Art Online

Published

on

GwiGwi.com – Penggemar Sword art Online, sebuah anime yang terjadi di antara realitas dan virtual. Ceritanya dimulai ketika pemain menyadari terjebak ke dalam sebuah game. Banyak hal yang bisa dinikmati seperti elemen sci-fi hingga RPG dan juga alur cerita yang romantis. Namun sebelum menjadi anime atau manga, ceritanya sendiri dimulai dari web dan novel ringan.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan

Ada banyak novel ringan yang menggunakan elemen serupa — seperti orang yang menemukan dirinya di dunia berbeda dan mengalami kehidupan karakter game secara langsung — hingga seperti Sword Art Online tawarkan. Banyak dari mereka yang juga menginspirasi manga dan anime lainnya untuk memanjakan para pembaca.

10. Goblin Slayer

Di dunia ketika karakternya bahkan tidak memiliki nama yang jelas. Seorang pendeta wanita muda bertugas untuk membantu sekelompok petualang mengambil sarang goblin. Sampai pada akhirnya mereka disergap dan diambil satu per satu sampai yang tersisa hanya pendeta wanita itu sendiri. Untungnya, sosok yang mengenakan baju besi usang datang untuk menyelamatkannya dan membasmi sarang Goblin, sosok itu bernama Goblin Slayer. Akhirnya, meski awalnya mengerikan, pendeta wanita itu ikut bertarung bersamanya.

Serial ini terkenal karena awalnya diposting secara online dengan ilustrasi gambar oleh ASCII. Selanjutnya serial ini diangkat sebagai novel ringan. Sampai saat ini sudah ada 12 jilid dan ada juga beberapa buku spin-off.

9. So, I'm a Spider, So What?

Sebuah Sihir dari realitas paralel menerobos ke sekolah menengah Jepang. Hal itu telah membunuh semua orang. Akan tetapi, kejadian itu juga membuat banyak orang reinkarnasi ke dunia sihir tersebut. Seorang pahlawan wanita tanpa nama, yang kemudian dikenal sebagai Kumoko, merupakan penggemar RPG dan video game di masa lalunya. Dia menemukan dirinya terlahir kembali sebagai monster laba-laba kecil.

Meski terlahir sebagai makhluk tingkat rendah di dunia itu, Kumoko akhirnya tumbuh menjadi petarung yang tangguh. Ilustrasi pada novel ringan membuatnya terlihat seperti laba-laba kecil yang lucu. Hal itu hanya keuntungan bagi pembaca karena sebenarnya dia jauh lebih mengerikan di dalam cerita.

8. In A Different World With A Smartphone

Sangat sering ada cerita saat karakter utama menemukan dirinya terjebak dalam dunia baru. Lalu, mereka harus berjuang untuk menyesuaikan diri dengan teknologi yang ada di dunia tersebut sekalgus kekurangannya. Serial novel ringan ini justru memutuskan untuk bersenang-senang dengan tenologi tersebut.

Setelah Touya Mochizuki terbunuh secara tidak sengaja, kekuatan yang dimilikinya memungkinkannya untuk hidup kembali, meskipun itu di dunia lain. Dia memutuskan untuk hidup di dunia fantasi dengan satu syarat: Dia harus membawa smartphone-nya. Smartphone Itu memang tidak dapat menghubungi orang-orang dari dunia lamanya. Namun, beberapa fungsinya masih jalan seperti GPS. Dia menggunakannya untuk melakukan perjalanan ke negeri baru dan membentuk sekutu baru di dunia tersebut.

7. Is It Wrong To Pick Up Girls In A Dungeon?

Bell Cranel hidup di dunia yang mirip RPG di kehidupan nyata. Dia berpetualang di labirin misterius yang dikenal sebagai Dungeon. Petualang amatir ini memiliki satu alasan sederhana: Dia ingin bertemu gadis-gadis. Alih-alih menyelamatkan beberapa gadis dalam kesusahan, dia malah  diselamatkan oleh Aiz Wallenstein, seorang petualang yang lebih mapan yang berasal dari minotaur. Bell kemudian jatuh cinta padanya. Tapi gadis itu bukan satu-satunya orang yang tertarik pada Bell, ada juga satu kelompok yang juga tertarik dengannya, termasuk Dewi Hestia.

Selain adaptasi ke manga dan anime, ada juga seri spin-off novel ringan bernama Is It Wrong To Pick Up Girls In A Dungeon? On The Side : Sword Oratoria.

Baca Juga:  Daftar Anime Layak Ditonton dan Boleh Diabaikan Di Musim Semi 2021

6. The Irregular At Magic High School

Di dunia versi alternatif, sihir itu nyata dan digunakan pada teknologi. Sihir tersebut diatur berdasarkan genetika. Di dunia tersebut, Tatsuya Shiba adalah siswa penyihir yang tidak kompeten menghadiri sekolah menengah sihir dengan saudara perempuannya, Miyuki. Tatsuya juga merupakan pengawal Miyuki.

Akan tetapi, banyak hal yang belum terlihat, termasuk seberapa kuat Tatsuya sebenarnya. Hal tersebut menyebabkan Tatsuya memiliki sesuatu bernama “irregular”.  Itu pun belum termasuk asal-usul saudara perempuannya juga.

5. Accel World

Penggemar Sword Art Online mungkin akan tertarik dengan novel ringan tersebut. Sebab, novel ringan ini juga dari pengarang yang sama: Reki Kawahara.

Haruyuki Arita yang kesepian dan tidak populer menggunakan dunia virtual untuk melarikan diri dari kenyataan. Hal tersebut memungkinkannya bertemu dengan “Kuroyukihime”, yakni seorang gadis populer dari sekolahnya. Pertemuannya tersebut mengenalkannya pada program rahasia yang disebut Brain Burt, yakni sebuah program yang pada dasarnya memungkinkan orang dapat menghentikan waktu. Namun, pada akhirnya, program tersebut memberikan jalan bagi game pertarungan ketika orang-orang bisa mendapatkan kemampuan khusus. Kuroyukihime ingin Haruyuki membantunya mengalahkan tokoh-tokoh kuat dalam game tersebut serta bertemu dengan penciptanya.

4. Marchen Madchen

Orang yang suka membaca buku mungkin menyukai cerita tentang kepribadian orang lain. Hazuki Kagimura adalah seorang tokoh yang agak kutu buku.  Dia membuang kesempatannya seumur hidup ketika dia bertemu dengan seorang wanita yang tidak biasa dan memasuki portal ke realitas lain. Wanita tersebut mendaftar di sekolah sihir.

Di sekolah tersebut, gadis-gadis bernama “Madchen” dipilih oleh buku untuk menjadi penyihir dan Hazuki telah dipilih oleh buku kisah klasik bernama Cinderella.

3. Lost Universe

Novel ringan ini yang kemudian menginspirasi manga dan anime, adalah semacam serial tentang saudara perempuan yang merupakan pembunuh. Berlatar di Dunia Hitam, sosok misterius dan cerdas bernama “Lost Ships” mengisi latar tempatnya. Ceritanya sendiri berkisar pada Kane Blueriver yang merupakan pewaris kapal tersebut

Membentuk trio dengan rekannya Millie dan komputer kapal bernama Canal, mereka menghadapi ancaman yang terus berkembang dari Nightmare Syndicate. Nightmare Syndicate sendiri berusaha untuk mengambil alih alam semesta. Sementara itu, misteri darimana “Lost Ships” berasal muncul di latar belakang.

2. Rocket Girls

Berlatar di Kepulauan Solomon, di dunia saat sebuah perusahaan Jepang ingin mengirim orang ke luar angkasa. Akan tetapi, teknologinya hanya dapat mengirim orang-orang yang seberat dan tinggi rata-rata siswa sekolah menengah perempuan. Pahlawan wanita bernama Yukari Morita mendapat tekanan untuk menjadi astronot sementara sekaligus mengunjungi pulau-pulau untuk mencari ayahnya yang telah lama hilang.

Dia akhirnya bergabung dengan seorang gadis pribumi bernama Matsuri. Mungkin Matsuri memiliki hubungan yang lebih dekat dengannya daripada yang dia pikirkan. Ditambah lagi seorang gadis jenius bernama Akane Miura. Sementara itu ruang angkasa telah menunggu.

1. The New Gate

Di alam semesta ini, sebuah game online bernama “The New Gate” menjebak para pemain dan menempatkan mereka dalam situasi hidup dan mati. Pemain terhebatnya bernama Shin baru saja selamat di hari tersebut. Hanya dia saja yang dapat berpindah secara misterius ke 500 tahun masa depan. Tepat sebelum dia menghadapi bos terakhir.

Tidak bisa kembali ke rumah, Shin harus mencari informasi saat dia mencari dan bertemu tokoh-tokoh dari masa lalunya sendiri.

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Daftar Anime

Review Anime Jaku-Chara Tomozaki-Kun

Published

on

Gwigwi.com – Meskipun pandemi Covid-19 belum mereda, namun kita tetap harus menjalani kehidupan seperti biasanya. Hal ini juga berlaku pada Industri anime ini. Pada Musim Dingin 2021, ada satu anime yang bisa dikatakan cukup diantisipasi oleh fans. Anime tersebut adalah Jaku-Chara Tomozaki-Kun. Kira-kira seperti apa penilaian anime satu ini? Yuk simak di bawah ini.

Melihat perkembangan Karakter Utama di Jaku-Chara Tomozaki-Kun

Untuk hampir semua karakter di Jaku-Chara Tomozaki-Kun memiliki perubahan yang cukup merata. Contohnya saja untuk kasus Tomozaki di awal selalu digambarkan mengeluh di dalam kehidupannya. Tidak hanya itu saja, dia juga merasa ada perlakukan tidak adil yang dialaminya.

Akan tetapi, temannya yang bernama Hinami memberikan ketegasan kalau harusnya Tomozaki harus lebih aktif baik untuk dirinya maupun orang lain. Sehingga dia memang layak untuk mendapatkan kehidupan lebih baik. Hinami juga turut membantu Tomozaki agar bisa membuatnya lebih berinteraksi dengan orang lain.

Jika kita melihatnya sekilas, cara tersebut seperti dipaksakan. Akan tetapi, menjelang akhir, Tomozaki mulai menyadari bahwa cara yang dilakukan Hinami itu salah. Tomozaki yang selama ini selalu menuruti keinginan Hinami bahkan disuruh untuk berkencan dengan Fuuka pun ditolak olehnya. Sebab, dia ngin melakukan interaksi dengan orang lain secara ilmiah.

Melihat perkembangan Tomozaki yang seperti itu merupakan hal yang sangat menarik. Padahal awalnya karakter ini cukup banyak tidak disukai oleh fans. Pada awalnya, anime Jaku-Chara Tomozaki-Kun cukup boring dengan momen Slice Of Life yang begitu klise. Akan tetapi, seiring berjalannya episode, hampir semua karakter diceritakan. Tidak hanya karakter utamanya saja, tetapi juga support chara-nya juga mendapatkan porsi seimbang.

Cara Jaku-Chara Tomozaki-Kun memperlakukan setiap karakter

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kedua tokoh utama, yakni Tomozaki dan Hinami dibuat berkembang sangat baik. Ditambah lagi perkembangan karakter sampingan seperti Mimimi dan juga Yuzu begitu baik. Tomozaki sendiri memiliki perkembangan yang paling terlihat dari MC yang begitu sok edgy menjadi disukai.

Maaf Anda Melihat Iklan

Hinami justru kebalikannya, awalnya karakter ini cukup disukai namun menjelang akhir malah semakin dibenci. Apalagi saat dia memaksakan kehendak pada Tomozaki. Sementara itu, karakter seperti Mimimi merupakan rival dari Hinami yang karakternya lebih terekplorasi. Hal itu bisa dilihat dengan sikapnya yang benci pada Hinami.

Satu tindakan bagus yang dilakukan Tomozaki adalah selalu percaya pada tokoh sampingan. Cukup sering kita melihat hal-hal negatif pada anime semacam ini hanya berkembang pada kondisi tertentu. Akan tetapi, di dunia nyata rasa cemburu bisa menyebabkan kebencian. Jenis emosi seperti itu dapat dikembangkan cukup baik pada anime ini.

Karakter Minor Di Tomozaki masih Bisa dikembangkan

Untuk Porsi karakter minor pada anime Jaku-Chara Tomozaki-Kun pada awalnya cukup lambat. Kalau kamu pernah nonton Oregairu, Hyouka, atau bahkan anime sebelah yang juga ikut tayang di musim dingin 2021, Horimiya, cukup jelas kalau karakter di Tomozaki masih bisa dikembangkan.

Baca Juga:  Review Anime Jaku-Chara Tomozaki-Kun

Pada dasarnya hal itu bukanlah buruk. Berkaca ke jenis film lainnya pun memang membutuhkan tipe karakter minor yang berpengaruh sehingga klimaks cerita bisa didapatkan. Akan tetapi, jika ditawarkan sebuah pilihan seperti narasi yang menarik, mungkin pilihan satu ini jauh lebih besar.

Untuk segi komedi di anime ini terhitung hit or miss. Bagian komedi memang sangatlah subjektif. Maka dari itu, jika Anda menikmati setiap adegan komedi di sini, mungkin hal itu memang cocok. Hanya saja untuk menyeimbangkan antara drama ala remaja dengan situasi komedi ala anak sekolahan memang sulit.

Kesimpulan

Jika dilihat seluruhnya, Jaku-Chara Tomozaki-Kun sangat menyenangkan untuk ditonton. Untuk fans anime yang hanya menyaksikan selama tiga episode saja, mungkin menganggap ini tiruan dari Oregairu. Namun, ketika ditonton sampa habis, Tomozaki cukup memberikan kepuasan dengan perkembangan karakternya dari sebatas di dalam tempurung, lalu berubah menjadi kupu-kupu di alam bebas.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Daftar Anime

Review Anime Beastars Season 2: Lebih “Liar” Dari Season 1

Published

on

Pada musim pertama Beastars, awalnya cukup banyak yang skeptis. Mulai dari anime ini ditayangkan khusus pada Netflix sampai semua karakternya menggunakan teknik CGI. Nyatanya seiring berjalannya waktu, fans anime banyak yang sukai dengan Beastars karena menyuguhkan konsep cerita menarik.

Lalu, dengan adanya musim kedua yang telah tayang di musim gugur 2021, apakah masih memiliki daya tarik yang sama? Kita akan ulas anime Beastars Season 2 di sini.

Pendalaman dunia yang lebih jauh

Salah satu keunggulan yang ditunjukan Beastars adalah pembangunan dunianya. Sang mangaka bernama Paru Itagaki dan Studio Orange sudah merancang sedemikian rupa setiap detail yang ada di Beastars. Contohnya setiap spesies hewan mempunyai ruang khusus di Sekolah Cherryton agar bisa memenuhi kebutuhan.

Kita bisa lihat adanya ruangan serigala yang memiliki banyak sinar bulan, ayam yang dapat menghasilkan uang dengan menjual telur, dan tentunya ada pasar gelap yang didalamnya para kaum karnivora bisa memakan kaum herbivora. Bahkan ada juga transaksi obat-obatan terlarang agar bisa mememnuhi nafsu liar mereka.

Pada musim kedua ini, aspek-aspek tersebut dibuat lebih luas. Penonton diperlihatkan sejauh mana para kaum karnivora bisa memakan teman atau bahkan tentangganya sendiri. Tokoh Riz meyakinkan dirinya sendiri agar bisa melahap temannya bernama Tem. Hal tersebut menunjukan sebuah “Ekspresi terakhir dari persahabatan antara kamu karnivora dan herbivora”.

Maaf Anda Melihat Iklan

Riz selalu menyembunyikan sisi liar di dalam dirinya dengan topeng persahabatan. Namun, Legosi berhasil menemukan bukti dan berhasil menghadapinya. Pada musim ini pun lebih menitikberatkan pada kaum karnivora menunjukan sifat asli binatang buas.

Baca Juga:  Review Anime Jaku-Chara Tomozaki-Kun

Hubungan para karakter yang memudar

Pada musim pertama Beastars, sebagian besar lebih fokus pada hubungan antara Legosi dan Haru. Gambaran percintaan mereka layaknya “Romeo-Juliet”, yakni hubungan yang terpisah oleh jenis dan hukum yang berlaku pada masyarakat setempat. Namun di sini Haru lebih banyak sebagai penonton sehingga interaksi Legosi lebih banyak dengan Louis.

Di musim kedua ini, Legosi lebih berlatih keras dengan seorang makelar di pasar gelap bernama Gohin. Dia ingin memastikan Skolah Cherryton adalah tempat yang aman untuk kaum herbivora. Sementara Louis mencari suatu keadilan dengan cara berbeda. Dia sempat membunuh pemimpin mafia yang berwajah singa bernama Shishigumi dan menjadi bos baru. Louis mencoba menjalankan underworld dengan cara paksa.

Kedua sahabat yang terasingkan ini kembali bertemu dengan cara yang unik dan memiliki tujuan sama. Namun, akhirnya mereka berdua bekerja sama di dalam pertarungan terakhir. Legosi dan Louis mungkin tidak saling memahami sebelumnya. tapi sekarang mereka sudah menyadari kalau Legosi dan Louis layaknya dua mata uang yang sama. Hubungan mereka pun adalah definisi sebenarnya dari persahabatan terakhir kamu karnivora dan herbivora.

Pada kesimpulannya, Beastars season 2 adalah anime yang solid dan cukup baik dieksekusinya. Meskipun ada beberapa detail dalam manga yang sedikit dihilangkan pada versi animenya, namun Beastars season 2 tetap salah satu anime latak tonton di musim gugur 2021.

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Daftar Anime

Review Anime Jujutsu Kaisen: Anime Shounen Yang Berbeda

Published

on

Pada dasarnya Jujutsu Kaisen ini tayang pada musim Gugur 2020. Namun karena memiliki 2 cour, anime ini bisa kita masukan ke musim salju 2021. Bisa dikatakan Jujutsu Kaisen adalah anime shounen yang cukup populer kala itu. Sebab, gaya ceritanya sedikit berbeda dengan cerita shounen pada umumnya.

Ceritanya sendiri berkutat pada Yuuji yang merupakan seorang remaja pada umumnya. Hanya saja, dia ini sangat terobsesi dengan hal-hal berbau okultisme. Tanpa disadari, Yuuji menjadi wadah untuk roh kuno yang terkutuk bernama Ryoumen Sukuna. Sejak saat itu, dia akhirnya terjun ke rahasia dunia penyihir Jujutsu.

Dengan kemampuan penyihir tersebut mengendalikan energi terkutuk, Jepang aman dari segala kutukan. Hanya saja, hal tersebut tidak bisa menyelamatkan semua orang.

Jujutsu Kaisen sendiri memang salah satu proyek bersar dari manga Weekly Shounen Jump saat ini. Maka dari itu, adaptasinya ke anime sudah diantisipasi oleh banyak fans. Namun, apakah adaptasi animenya mampun memberikan premis yang sama dengan sumbernya? Mari kita ulas selengkapnya di sini.

Banyak penyimpangan dari stereotipe standar sebuah shounen

Tampaknya bagian inilah yang paling unik dari Jujutsu Kaisen dengan serial shounen sejenisnya. Anime ini memiliki cerita yang lebih gelap dan menenkankan pada scene-scene yang cukup menyayat hati. Hal itu telah diperlihatkan pada cour pertama.

Maaf Anda Melihat Iklan

Serangan kutukan yang ada di anime ini bisa membunuh seseorang. Bahkan monster-monster di dalamnya memiliki tujuan tertentu. Contohnya pada Sukuna yang hanya membantu Yuuji selama itu demi kepentingannya sendiri. Mahito yang terlihat seperti pria ramah dan baik ternyata memiliki keinginan melihat dunia terbakar. Berbagai kutukan lainnya pun muncul karena rasa takut berlebihan padan setiap hati manusia. Hal ini cukup serius dibandingkan dengan tipikal shounen lainnya.

Baca Juga:  Review Anime Jaku-Chara Tomozaki-Kun

Tidak hanya dari sisi gelapnya saja, Jujutsu juga memiliki perbedaan dari sisi penokohan. Di anime ini juga tidak hanya fokus pada beberapa penyihir di Sekolah Menengan Jujutsu Tokyo dan Kyoto. Dengan begitu, kita mengenal setiap karakter lebih baik dan bisa melihat bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Bahkan untuk ukuran karakter minor seperti Panda dan Kento Nanami memiliki perkembangan yang cukup besar. Meskipun begitu, mereka memang hanya muncul dalam beberapa episode saja.

Polesan animasi yang diatas rata-rata

Selain karakternya yang sudah kuat dan unik, kualitas animasi pada Jujutsu Kaisen juga termasuk paling keren di musim itu. Bagian Opening dan Endingnya memiliki gaya yang menarik dan bagian mata Gojou pun begitu mencolok layaknya lautan biru yang jernih.

Untuk adegan sakuga pada pertarungannya juga begitu sempurna. Setiap tokoh begitu terasa emosinya saat saling bertarung. Beberapa momen yang menarik adalah saat pukulan Mahito di tangan Yuuji dan Nanami. Ekspresi yang ditunjukan pada wajah Mai cukup natural. Semua ekspresi pemain begitu menonjol sehingga kita pun merasakan hal yang sama.

Tentunya Jujutsu Kaisen juga memiliki beberapa kekurangan. Contohnya seperti alur yang terkadang lambat dan beberapa penjelasan rumit pada kekuatan sihir. Meskipun begitu, anime ini sudah cukup solid dari sisi manapun dan sangat cocok untuk Anda penggemar anime shounen maupun horor-supernatrural.

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x