Music
10 Album Musik Jepang Terlaris Sepanjang Masa
GwiGwi.com – Album musik Jepang punya rekor fantastis dalam penjualannya. Jumlah album musik Jepang yang terjual bisa dilihat dari data yang dikeluarkan oleh Oricon, sebuah perusahaan yang berfokus pada informasi musik di Jepang. Yang mendominasi adalah penyanyi wanita dan band rock.
Kamu ingin tahu album musik Jepang apa saja yang paling laris di sana? Inilah daftarnya. Pasti salah satu album penyanyi Jepang di sini ada yang sangat kamu favoritkan.
1. First Love oleh Utada Hikaru, terjual 7,650,215 copy
Album First Love rilis pada tanggal 10 Maret 1999 dan langsung menjadi fenomenal di Jepang. Kamu yang penggemar musik Jepang dan anak 90-an pasti sangat mengenal lagu First Love. Seluruh lagu di album keren ini liriknya ditulis sendiri oleh Utada Hikaru. Lagu-lagunya enak didengar dan suara Utada Hikaru memang sangat khas.
2. B'z The Best “Pleasure” oleh B'z, terjual 5,135,922 copy
Album ini adalah milik B'z, duo rocker asal Jepang yang berada di karir puncaknya di tahun 90-an. Mereka adalah Koshi Inaba dan Tak Matsumoto. Album ini rilis pada tahun 1998. Di minggu pertama sudah ludes sekitar 2,7 juta copy.
3. A Best oleh Ayumi Hamasaki, terjual 5.000.000 copy
Album ini rilis pada tahun 2001 dan menjadi album Ayumi Hamasaki yang paling laris. Ia juga menciptakan liriknya sendiri disemua lagu. Hampir semua list album di lagu ini memuncaki tangga lagu Oricon. Lagu yang paling hits di album ini adalah M.
4. Review oleh Glay, terjual 4,875,980 copy
Glay adalah band rock Jepang yang cukup populer di tahun 90-an, namun mereka masih eksis hingga sekarang. Para anggotanya adalah Teru, Takuro, Hisashi, dan Jiro. Album ini rilis pada tanggal 10 Oktober 1997. Diminggu pertama sudah terjual sekitar 2 juta copy.
5. Distance oleh Utada Hikaru, terjual 4,469,135 copy
Merupakan album ketiga Utada Hikaru yang kembali mendulang sukses. Perilisannya bersamaan dengan album A Best Ayumi Hamasaki yang membuat mereka bersaing secara langsung. Di minggu pertama album ini sudah habis sekitar 3 juta copy, dan menjadi album Jepang paling laris di minggu pertama. Lagu yang paling ngehits di sini berjudul Distance.
6. B'z The Best “Treasure” oleh B'z, terjual 4,438,742 copy
Album kedua B'z yang memiliki penjualan fantastis. Lagu-lagu di album ini berisi lagu-lagu di album sebelumnya yang merupakan hasil polling para fans. Di minggu pertama berhasil terjual 2,5 juta copy.
7. Globe oleh Globe, terjual 4,136,460 copy
Merupakan album pertama yang dikeluarkan oleh band Jepang, Globe dan langsung menjadi hits. Dirilis pada tanggaL 31 Maret 1996. Band Globe sendiri terdiri dari Keiko, Tetsuyo Komuro, dan Mark Panther.
8. Deep River oleh Utada Hikaru, terjual 3,604,588 copy
Setahun setelah Distance, Utada Hikaru kembali meluncurkan album barunya bertajuk Deep River. Album ini juga sukses di pasaran. Di minggu pertama, terjual sekitar 2,35 copy. Lagunya yang berjudul Hikari memuncaki tangga lagu Oricon dan menjadi soundtrack Kingdom Hearts.
9. Delicious Way oleh Mai Kuraki, terjual 3,530,420 copy
Merupakan debut album Mai Kuraki dan langsung sukses di pasaran. Rilis pada tanggal 28 Juni tahun 2000. Genre musik yang dibawakan Mai Kuraki adalah R&B. Di album ini hampir semua lagu, Mai tulis sendiri liriknya.
10. Umi no Yeah!! oleh Southern All Stars, terjual 3,520,507 copy
Album Umi no Yeah!! rilis pada tahun 1998. Southern All Stars sendiri adalah band rock Jepang yang dibentuk pada tahun 1970. Ini adalah album kompilasi mereka yang paling sukses.
Sumber: Wikipedia
Music
Reuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga
www.gwigwi.com – Penyanyi berbakat Che'Nelle baru saja membawa kejutan bagi para penggemarnya dengan menggandeng kembali EIGO, sosok penulis lagu di balik “Believe”—salah satu lagu paling sukses sepanjang karier musiknya. Namun, alih-alih mencoba mengulang formula kesuksesan yang sama, kolaborasi kali ini justru menghasilkan sesuatu yang jauh berbeda dan tak terduga.
Bukan pop anthem megah yang mengandalkan hook komersial, EIGO justru menuliskan sebuah lagu yang terasa lebih intim, personal, dan mencerminkan kedewasaan serta jati diri Che'Nelle saat ini.
Esensi Keindahan Sederhana dalam “Taisetsu na mono”
Karya terbaru mereka ini bertajuk “たいせつなもの Taisetsu na mono”. Lagu ini dibangun dengan narasi seputar hal-hal kecil dalam hidup yang sering kali luput dari perhatian manusia sampai hal tersebut benar-benar hilang.
Secara garis besar, lagu ini menyoroti:
-
Momen Berharga Bersama Keluarga: Menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat.
-
Perasaan yang Tenang: Menggambarkan ketulusan cinta yang mendalam dan damai kepada seseorang.
-
Keindahan yang Biasa: Menyadari bahwa keindahan hidup yang sesungguhnya sering kali baru disadari ketika kita menoleh ke belakang (masa lalu).
Dengan aransemen yang hangat dan reflektif, lagu ini diposisikan sebagai sebuah pesan yang tulus dari lubuk hati terdalam Che'Nelle, bukan sekadar komoditas industri musik populer.
Menjadi Lagu Tema Kompetisi Seni Bergengsi
Lagu “たいせつなもの Taisetsu na mono” juga mendapatkan panggung apresiasi yang sangat besar dan jarang didapatkan oleh rilisan musik biasa. Lagu ini resmi terpilih sebagai lagu tema (theme song) untuk DOCOMO Future Museum.
Bagi yang belum tahu, DOCOMO Future Museum merupakan kompetisi seni kreatif tahunan bergengsi besutan NTT Docomo yang telah konsisten berjalan sejak tahun 2002. Kehadiran lagu ini di ajang tersebut otomatis memberikan basis pendengar dan konteks emosional yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar angka streaming di platform digital.
Pada akhirnya, Che'Nelle memang tidak meminta EIGO untuk menciptakan “Believe” versi kedua. Ia hanya meminta sebuah lagu yang mampu menyuarakan fase hidup yang sedang ia jalani sekarang—dan lewat “Taisetsu na mono”, EIGO berhasil mewujudkannya dengan sempurna.
Music
Kabar Gembira untuk Fans Anime! Piringan Hitam “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini
www.gwigwi.com – FlyingDog, Inc. (bagian dari Victor Entertainment Group) resmi mengumumkan perilisan piringan hitam (analog record) pertama untuk proyek anime New Panty & Stocking with Garterbelt. Bertajuk “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl”, piringan hitam ini dijadwalkan resmi dijual pada 30 September 2026 mendatang.
Perilisan ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan satu tahun hari jadi New Panty & Stocking with Garterbelt, serta menyusul kesuksesan perilisan piringan hitam soundtrack versi anime orisinal (2010) pada Mei tahun lalu.
Eksklusivitas Edisi Piringan Hitam
Piringan hitam ini diproduksi secara khusus untuk menghadirkan pengalaman audio musik murni. Berbeda dengan versi CD standar, versi piringan hitam ini hanya akan memuat trek musik dan lagu tanpa menyertakan drama suara (drama tracks) dari para pengisi suara. Hal ini menjadikannya sebagai rilisan piringan hitam musik murni pertama di dunia untuk karya tersebut.
Edisi cetakan pertama (first-press) menawarkan berbagai bonus dan visual menarik bagi para kolektor:
-
Warna Piringan Unik: Terdiri dari 2 keping piringan hitam (2-disc LP), di mana Keping 1 berwarna Putih (White) dan Keping 2 berwarna Merah Muda Susu (Milky White Pink).
-
Poster Bonus: Menyertakan bonus poster lipat empat (four-fold poster) yang menampilkan ilustrasi sampul di dalamnya.
-
Sampul Eksklusif: Menampilkan desain cover yang imut dan seksi, dengan skema warna yang diawasi langsung oleh staf dari Studio Trigger.
Detail Album dan Daftar Lagu
Album ini dipasarkan dengan harga 7.150 yen (sudah termasuk pajak). Secara keseluruhan, piringan hitam ini merangkum 26 trek dan lagu populer yang muncul di sepanjang seri.
Beberapa lagu unggulan yang masuk dalam daftar putar album ini antara lain “Theme of New PANTY & STOCKING (Long Version)” garapan TeddyLoid & Taku Takahashi, lagu populer “New Fly Away”, serta lagu hit “Divine” (kolaborasi MONJOE & Taku Takahashi bersama SWEEP & JUVENILE) yang saat ini telah menembus hampir 20 juta pemutaran (streams) di berbagai platform digital.
Bagi para penggemar yang ingin mendengarkannya secara digital terlebih dahulu, soundtrack ini juga sudah tersedia di ber
Music
Da-iCE Definisikan Ulang Makna “Tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “Unlimited”
www.gwigwi.com –
Grup vokal dan tari asal Jepang, Da-iCE, kembali menggebrak dengan merilis karya terbaru mereka yang bertenaga bertajuk “アンリミテッド Unlimited”. Sejak detik pertama, lagu ini langsung menghentak lewat ketukan breakbeat yang dinamis. Intensitasnya kian memuncak saat memasuki bagian chorus, di mana perpaduan aransemen full band dan seksi instrumen tiup (horn section) tumpah ruah menyajikan ledakan energi musik yang maksimal. Tidak ada basa-basi atau tempo yang melambat di lagu ini—semuanya disajikan dengan intensitas penuh sejak awal.
Lagu “Unlimited” ditulis langsung oleh dua personel Da-iCE, yaitu Taiki Kudo dan Sota Hanamura. Untuk menyempurnakan komposisinya menjadi sebuah karya yang megah, mereka menggandeng produser ternama Yusuke Saeki, yang bekerja di bawah alias Saeki youthK.
Rekam jejak Saeki di industri musik Jepang sudah tidak diragukan lagi, dengan portofolio kolaborasi bersama nama-nama besar seperti Arashi, Snow Man, SixTONES, Nissy, Kana Nishino, hingga miyana. Alih-alih menghasilkan lagu pop yang terlampau rapi dan aman, kolaborasi ini justru melahirkan sebuah karya masif yang terdengar ambisius, liar, dan sangat bertenaga.
Di balik kemegahan aransemennya, kekuatan lirik khas Da-iCE tetap terjaga dengan baik. Lagu ini menawarkan penulisan lirik yang berlapis dan cerdas, memberikan detail-detail baru yang menarik untuk disimak bahkan setelah diputar berulang kali. Pesan yang disampaikan pun sangat spesifik: sebuah ajakan untuk terus maju menantang masa depan dengan penuh percaya diri.
Hadir sebagai lagu yang provokatif dan berani, “アンリミテッド Unlimited” dipastikan menjadi anthem musim panas yang siap mendominasi, jauh dari sekadar menjadi musik latar biasa. Da-iCE tidak lagi meminta izin untuk tampil megah; mereka sudah membuktikannya lewat lagu ini.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office3 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
News2 weeks agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
Gaming2 weeks agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!














