Connect with us

Berita Anime & Manga

Virtual YouTuber Pertama di Indonesia Moona Hoshinova berhasil meraih satu juta subscribers!

Published

on

GwiGwi.com – Berita terbaru, ada kabar gembira sekaligus membanggakan untuk para penggemar Virtual YouTuber! di Indonesia, pada hari Selasa, 22 February 2022. Moona Hoshinova dari hololive Indonesia akhirnya resmi menjadi Virtual YouTuber di Indonesia pertama yang menembus angka 1 juta subscribersMoona juga merupakan VTuber dengan subscriber terbanyak di dunia nomor 30 saat ini, dan merupakan yang nomor 1 di Indonesia dan juga Asia TenggaraMoona adalah anggota hololive Indonesia (VTuber group di bawah naungan hololive production, yang memiliki lebih dari 60 juta fans di seluruh dunia), generasi pertama dengan  debut perdananya yang dirilis pada  11 April 2020. Ia tak hanya memiliki banyak fans dari Indonesia saja, tapi juga dari mancanegara seperti Jepang dan negara-negara berbahasa Inggris di Asia, Amerika dan Eropa.

Untuk merayakan 1 juta subscribers yang berhasil dijangkaunya hampir 2 tahun sejak debut Moona dirilis, Moona ingin membuat rangkaian acara spesial dimana ia rencananya akan menghibur penonton selama 24 jam non-stop di YouTube pada bulan Maret mendatang. Dalam acara 24 jam tersebut nantinya Moona ingin melakukan ragam hal menarik yang pastinya akan sangat berkesan untuk semua penggemarnya dari banyak belahan dunia.

Moona juga dikenal sebagai VTuber yang berbakat dalam bernyanyi terutama genre pop rock dan ballad. Setiap bulannya Moona mengadakan streaming khusus karaoke di channelnya yang diberi nama #MoonUtau, atau dalam bahasa Jepang artinya “Sang Bulan Bernyanyi”, dan pada Februari 2021, ia pertama kali merilis lagu originalnya dalam bahasa Jepang, Ai no Chiisana Uta yang kini telah ditonton lebih dari 3 juta kali di YouTube dan 800 ribu kali di Spotify.

Pada ulang tahunnya 15 Februari 2022 yang lalu, ia mengeluarkan lagu original ke-2 dengan judul  ‘High Tide, yang banyak diperbincangkan karena genrenya yang tak banyak dijumpai di industri VTuber dan juga animasi video klip atau music video-nya yang luar biasa seru dan menarik untuk disimak. Berbeda dengan lagu pertamanya yang bertema ballad dan cinta, single ‘High Tide’ yang artinya ‘Pasang Tinggi atau gelombang air pasang’ dalam bahasa Indonesia ini bertempo jauh lebih cepat dan mengusung kisah yang lebih fantasi dan nuansa yang lebih keren. Untuk pencipta lagu dan lirik lagu kali ini dikerjakan oleh ZSunder seorang komposer musik yang berbasis di Timur Tengah, yang sudah banyak menciptakan lagu bergaya K-pop.

Cerita di balik konsep lagu ‘High Tide’ yang dibuat sendiri oleh Moona ini adalah tentang seorang dewi yang sangat dipuja oleh banyak orang, kecuali seorang manusia yang belum terhasut. Lalu dewi ini pun berupaya menunjukkan kehebatannya kepada manusia tersebut hingga akhirnya ia pun mempercayai kehebatan dewi tersebut pada akhirnya. Dewi dan manusia di dalam lagu ini ibaratnya seperti Moona dan para penggemarnya. Untuk memvisualisasikan konsep lagu tersebut, kali ini Moona memilih style Animasi yang dikerjakan oleh kreator-kreator asal

Indonesia dan Malaysia: Furaisen (Ilustrasi dan Animasi), Shino_Kitsune (Animasi), Rumskii

(Video), dan lemonade; (3DCG).

Premiere lagu High Tide’ ditonton oleh lebih dari 5 ribu orang pada saat yang sama dan viewnya terus bertambah pesat menembus 100,000 dalam waktu 5 jam, berbarengan dengan sambutan dan pujian penonton dari mancanegara yang dapat dilihat di kolom komentar Moona. Lagunya sendiri dapat didengarkan di platform-platform musik seperti itunesSpotifyApple Music, dan lain sebagainya sejak tanggal 16 Februari 2022.

Perilisan ‘High Tide’ hanyalah salah satu dari rangkaian acara ulang tahun Moona kali ini, yang memiliki tagar #MoonDay2021. Tahun ini, Moona memulai hari ulang tahunnya dengan countdown stream bersama, yang dilanjutkan dengan streaming Totsumachi (totsumachi adalah aktivitas menunggu telepon dari teman-teman yang sering dilakukan di stream VTuber saat mereka merayakan sesuatu, sebagai analogi mengunjungi pesta/hajatan seseorang) yang didatangi 15 orang teman Moona dari berbagai negara di dunia VTuber. Pada stream yang sama, Moona juga mengumumkan penjualan merchandise barunya yang berupa sarung bantal dan mug bunglon. Setelah itu ia merilis High Tide, yang dilanjutkan dengan sesi karaoke lagu-lagu Jepang yang ditonton lebih dari 10 ribu orang pada saat yang sama. Sebelum tanggal 15 February berakhir, Moona bersama dengan 2 orang teman segenerasinya: Ayunda Risu dan Airani Iofifteen, melakukan streaming special di acara bulanan mereka Area15 dengan tema khusus ulang tahun Moona.

Selain merilis lagu original, Moona juga gemar mengcover lagu Jepang dan Inggris, yang beberapa diantaranya mencapai jutaan views. Salah satu peserta YouTube Music Weekend di tahun 2021 ini juga tak hanya bernyanyi sendiri tapi juga pernah bernyanyi bersama talent hololive dari cabang Jepang dan English, seperti Suisei Hoshimachi dan Mori Calliope. Tahun ini Moona berharap dapat merilis lebih banyak lagu original yang dapat menjangkau lebih banyak orang, dan berharap dapat selangkah lebih dekat lagi menuju salah satu impian terbesarnya yakni melaksanakan konser tunggal. Saksikan juga performance 3D pertama Moona di hololive 3rd fes. yang juga akan ditayangkan via digital streaming pada tanggal 19-20 Maret, 2022!

Selain bernyanyi, Moona juga dikenal streaming gamenya yang menarik, apalagi jika berhubungan dengan kreativitas. Moona memiliki sejarah panjang di dunia Minecraft, berawal dari amatir, sekarang Moona sudah membangun banyak teknologi dan bangunan indah di server hololive. Ia, bersama dengan talent-talent hololive Indonesia yang lain kini sedang dalam proses bergotong-royong memegahkan server hololive Indonesia. Arsitektur dan kemampuan desain mereka banyak dipuji oleh penggemar game Minecraft.

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending