Connect with us

News

Unboxing OnePlus One, Flagship Killer asal negeri Panda

Published

on

GwiGwi.com – Sudah lama rasanya tidak mencoba gadget baru, kali ini gwimin menerima paket spesial dari Pre-Order Lazada beberapa waktu lalu. OnePlus One resmi masuk Indonesia melalui toko online terbesar di Asia Tenggara Lazada Indonesia. Bangga rasanya bisa ikut memesan gelombang pertama handheld ini. Langsung saja saya akan berbagi pengalaman membuka paket ini dan hands-on OnePlus One (OPO).

IMG_4451

Seperti biasa, paket ini datang dengan dus Lazada yang khas. Didalam dus tersebut, ada lagi dus cokelat dengan bungkus plastik bening. Saya bertanya-tanya sesimple ini kah dus OPO, soalnya sedikit berbeda dengan yang saya pernah lihat di Youtube beberapa waktu lalu. Maklum OPO ini sudah lumayan berumur setelah akhirnya masuk di Indonesia.

IMG_4450

Didus cokelat ini tidak banyak detail hanya ada stiker bertuliskan detail OPO seperti tipe, model, distributor, IMEI dan SN. Dengan warna dus cokelat jadi sedikit dejavu dengan dus cokelat figur limited, jadi berasa barang limited saja OPO ini.

IMG_4457

Penasaran, saya langsung mencari cara untuk membuka, ada sebuah garis putus-putus dengan warna merah. Seperti tanda bahwa dus disobek dibagian tersebut. Di salah satu sisi dus tersebut ternyata ada sebuah tempat untuk memegang dan merobek, jadi mirip zipper pembuka segel makanan dengan logo OnePlus warna merah.

IMG_4459

Voila, dalam dus cokelat tersebut terdapat beberapa bagian dus, dan saya merasa semakin dejavu dan yakin ini dus yang saya lihat di video dulu. Ada dua dus putih kombinasi merah dengan logo OnePlus. Satunya dengan ukuran yang lebih besar dan pipih kemudian satu lagi dus kecil dengan gambar adaptor. Sudah bisa dipastikan itu adalah adaptor untuk meng-charge OPO ini.

IMG_4464
IMG_4466
IMG_4467

Saya lebih tertarik dengan dus yang lebih besar. Disisi kanan terdapat sebuah pegangan yang mana menandakan kalau dus itu harus ditarik kekanan. Langsung saja saya menarik kanan, dan menemukan dus merah yang siap dibuka, dan didalamnya sudah terdapat handheld (HH) OPO yang lagi ‘tertidur pulas'. Dibawah tempat OPO tersebut ternyata masih ada lagi kelengkapan bawaan HH ini seperti Buku Manual, kabel micro USB dengan bentuk pipih dan warna merah untuk kabel data dan charger, ada juga Sim Ejector. Siapa sangka dus yang keliatannya tipis terdapat berbagai kelengkapan HH. Oh ya, sebelumnya juga diberikan sebuah SIM adapter bagi pengguna Nano Sim.

IMG_4465
IMG_4474
IMG_4468

IMG_4470
IMG_4471

Tanpa basa-basi saya langsung mengangkat OPO dari singgasananya, dan akhirnya saya mengerti kenapa modelnya disebut Sandstone Black. Memang sesuai nama, back-case dari OPO ini memiliki tekstur seperti pasir, agak kasar namun tidak mengganggu, justru sangat nyaman digenggam dan tidak licin. Ditengah back-case tersebut, ada logo OnePlus yang dicetak hitam DOF yang penampakannya cukup tersamar. Untuk berat OPO ini tergolong cukup ringan. Sepanjang sisi pinggir dibagian muka, terdapat bezel silver yang menambah kesan premium di HH ini.

IMG_4479
IMG_4478

Bagian sisi layar, seperti HH pada umumnya, dilapisi pelindung plastik mika bawaan yang terdapat berbagai informasi detail fungsi tombol. Disisi kanan HH terdapat tombol Power On/Off, kemudian sebelah kiri terdapat tombol Volume Up-Down dan slot SIM dengan bawaan model Micro Sim. Sisi atas bagian kiri HH terdapat colokan earphone 3.5mm dan bagian bawah tengah terdapat colokan Micro USB serta Speaker dibagian kanan kiri colokan tersebut.

IMG_4480
IMG_4483

Sekian pengalaman saya membuka dus OnePlus One. Nantikan review saya mengenai Handheld ini.

Advertisement

News

Kreator The Beginning After the End Buka Suara soal Penutupan Tapas

Published

on

By

Kreator The Beginning After The End Buka Suara Soal Penutupan Tapas

TurtleMe, kreator The Beginning After the End (TBATE), akhirnya angkat bicara mengenai kabar penutupan platform Tapas. Melalui serangkaian unggahan pada 23 September, ia mengaku masih berusaha memahami keputusan tersebut dan dampaknya terhadap kelanjutan karya-karyanya yang saat ini diterbitkan melalui platform tersebut.

Tapas telah menjadi tempat TurtleMe berkarya selama delapan tahun terakhir. Platform itu saat ini menjadi rumah bagi komik The Beginning After the End serta novel Soul Forged yang ditulisnya.

TurtleMe mengungkapkan bahwa dirinya masih terkejut dengan kabar tersebut dan belum mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia juga sedang berupaya mendapatkan kejelasan mengenai situasi yang dihadapi Tapas.

TurtleMe Berusaha Menjaga Kelanjutan Karyanya

Di tengah ketidakpastian tersebut, TurtleMe menegaskan bahwa dirinya akan melakukan segala upaya untuk memastikan serial yang telah dibangunnya tetap berlanjut.

Ia juga menyoroti kondisi kreator lain yang menerbitkan karya mereka melalui Tapas. Menurutnya, banyak kreator masih belum mengetahui nasib komik maupun novel mereka setelah platform tersebut dikabarkan akan ditutup.

Belum ada kepastian mengenai bagaimana kelanjutan publikasi The Beginning After the End dan Soul Forged, termasuk apakah keduanya akan berpindah ke platform lain atau menggunakan model penerbitan berbeda.

Bagi para pembaca, situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai akses terhadap episode dan bab mendatang. Namun, TurtleMe sejauh ini menyatakan komitmennya untuk mencari jalan agar karya-karyanya tetap berjalan.

Kreator The Beginning After The End Buka Suara Soal Penutupan Tapas

Kakao Entertainment Siapkan Konsolidasi Bisnis Digital

Kabar mengenai Tapas berkaitan dengan rencana Kakao Entertainment untuk mengonsolidasikan bisnis webtoon dan novel web mereka. Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, perusahaan juga menyiapkan penghentian layanan Kakao Webtoon di Korea Selatan dan penggabungan layanannya ke KakaoPage pada akhir 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari perubahan strategi bisnis digital Kakao Entertainment. Meski demikian, dampak spesifiknya terhadap setiap kreator dan judul yang diterbitkan melalui Tapas masih perlu menunggu kejelasan lebih lanjut.

The Beginning After the End Terus Berkembang Lewat Anime

Di luar persoalan Tapas, The Beginning After the End juga telah berkembang melalui adaptasi anime yang ditayangkan oleh Crunchyroll. Sebelumnya, TurtleMe sempat berbicara mengenai proses adaptasi tersebut dalam sebuah wawancara dan menyebut peran Crunchyroll penting dalam menghubungkan visi kreatif dengan jangkauan penonton global.

Pada tahun sebelumnya, sang kreator juga mengumumkan kampanye Kickstarter untuk menghadirkan edisi cetak tiga volume pertama serial tersebut.

Cerita The Beginning After the End mengikuti King Grey yang terlahir kembali sebagai Arthur Leywin di benua ajaib Dicathen setelah mengalami kematian misterius. Meski memulai kehidupan keduanya sebagai bayi, ia tetap membawa kebijaksanaan dan pengalaman dari kehidupan sebelumnya.

Arthur kemudian mempelajari sihir dan membangun jalan hidup baru sembari berusaha memperbaiki kesalahan masa lalunya.

Untuk saat ini, masa depan publikasi komik dan novel TurtleMe masih belum jelas menyusul kabar penutupan Tapas. Para pembaca pun perlu menantikan pengumuman resmi berikutnya mengenai kelanjutan platform dan karya-karya yang berada di bawah naungannya.

Continue Reading

News

Capcom ID Bocor, 11,7 Juta Akun Pengguna Terdampak

Published

on

By

Capcom mengumumkan insiden kebocoran data yang berdampak pada 11.774.247 akun Capcom ID. Insiden keamanan tersebut terdeteksi setelah pihak ketiga yang tidak berwenang berhasil mengakses data pengguna. Capcom menyatakan investigasi masih berlangsung untuk mengetahui lebih lanjut cakupan insiden dan memperkuat perlindungan sistem mereka.

Capcom ID merupakan layanan akun gratis yang digunakan untuk mengakses berbagai fitur online dalam sejumlah game Capcom, termasuk Street Fighter 6. Besarnya jumlah akun yang terdampak membuat insiden ini menjadi perhatian, terutama karena informasi yang terekspos mencakup sejumlah data aktivitas pengguna.

Data Email dan Informasi Login Ikut Terekspos

Menurut keterangan Capcom, data yang berhasil diakses pihak tidak berwenang meliputi alamat email, informasi pengenal tertentu, tanggal dan waktu pembuatan akun, waktu login terakhir, jumlah keseluruhan login, serta alamat IP yang digunakan saat login terakhir.

Untuk 43 akun, pihak penyerang juga diketahui berhasil melihat informasi tambahan berupa tanggal lahir, gender, negara atau wilayah, dan nickname pengguna.

Meski demikian, Capcom memastikan bahwa kata sandi yang dibuat langsung oleh pengguna tidak berhasil diakses dalam insiden ini. Perusahaan juga menegaskan bahwa informasi kartu kredit tidak terdampak oleh kebocoran tersebut.

Sebanyak 196 Akun Mengalami Perubahan Password

Selain mengakses data pengguna, pihak tidak berwenang dilaporkan sempat mengubah kata sandi 196 akun tanpa izin. Capcom menyatakan telah mereset kata sandi akun-akun tersebut sebagai langkah pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Sementara itu, pengguna lain yang tidak termasuk dalam kelompok akun terdampak perubahan kata sandi tersebut seharusnya masih dapat menggunakan Capcom ID seperti biasa.

Capcom juga berencana menghubungi pengguna yang akunnya diketahui telah diakses oleh pihak tidak berwenang. Namun, perusahaan belum menyatakan bahwa seluruh akun yang datanya terekspos mengalami pengambilalihan.

Capcom Ingatkan Pemain Waspadai Email Phishing

Karena alamat email pengguna ikut terekspos, Capcom meminta pemain meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan perusahaan. Email semacam ini berpotensi digunakan untuk menjalankan penipuan phishing, misalnya dengan mengarahkan penerima ke tautan berbahaya atau meminta mereka membuka lampiran tertentu.

Pengguna disarankan untuk tidak sembarangan mengeklik tautan maupun membuka file dari pengirim yang tidak dapat dipastikan keasliannya. Jika menerima pesan yang mengaku berasal dari Capcom dan meminta tindakan tertentu terkait akun, sebaiknya periksa informasi tersebut melalui kanal resmi perusahaan.

Investigasi Kebocoran Data Masih Berlangsung

Capcom menyatakan menganggap insiden ini sebagai masalah serius. Perusahaan masih melakukan investigasi dan akan menggunakan hasilnya untuk memperkuat sistem keamanan serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Apabila terdapat perkembangan atau fakta baru yang perlu disampaikan, Capcom berjanji memberikan pembaruan melalui situs web resmi dan kanal komunikasi lainnya. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain dan pihak lain yang terdampak oleh insiden tersebut.

 

Continue Reading

News

Kreator Persona Ungkap Identitas Seri, Katsura Hashino Sebut Kata “Chaos”

Published

on

By

Kreator Persona Ungkap Identitas Seri, Katsura Hashino Sebut Kata “chaos”

Sutradara seri Persona, Katsura Hashino, desainer karakter Shigenori Soejima, dan komposer Shoji Meguro membahas identitas yang membuat franchise RPG tersebut begitu khas dalam sebuah diskusi meja bundar di festival budaya dan seni game The Tenth Mosaic.

Ketiganya merupakan sosok penting di balik Persona 3, Persona 4, dan Persona 5. Dalam diskusi tersebut, mereka mengenang proses pengembangan ketiga game sekaligus menjawab pertanyaan mengenai elemen yang membuat sebuah game terasa seperti Persona.

Menurut laporan 4Gamer, Hashino memilih satu kata untuk menggambarkan identitas seri tersebut: “chaos.”

Katsura Hashino: Persona Adalah Perpaduan Berbagai Elemen

Hashino mengaku tidak pernah secara khusus memikirkan pertanyaan mengenai identitas Persona sebelumnya. Namun, ia menjelaskan bahwa pendekatannya dalam menggambarkan masa remaja memang sengaja tidak terlalu membatasi elemen yang dapat dimasukkan ke dalam cerita.

Masa remaja dipenuhi berbagai emosi, perubahan, kesalahan, dan kegagalan. Menurut Hashino, pengalaman tersebut tidak selalu berjalan secara teratur atau mengarah pada satu tujuan yang jelas.

Hal serupa diterapkan dalam game Persona. Berbagai elemen dapat hadir berdampingan tanpa harus diseragamkan menjadi satu arah tertentu. Perpaduan itulah yang mungkin membuat setiap game dalam seri ini memiliki karakteristik tersendiri.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan Persona menghadirkan pengalaman yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi, tetapi tetap terasa dekat dengan pengalaman manusia ketika menghadapi perubahan dalam hidup.

Shigenori Soejima dan Shoji Meguro Bicara Identitas Persona

Shigenori Soejima menambahkan bahwa perubahan latar dan cerita mengikuti perkembangan zaman merupakan salah satu unsur penting dalam franchise ini.

Alih-alih mempertahankan identitas yang kaku, setiap game Persona berusaha terhubung dengan audiens pada masanya melalui penggambaran masyarakat dan budaya kontemporer. Dengan pendekatan tersebut, ciri khas Persona dapat berkembang secara alami mengikuti perubahan zaman.

Sementara itu, Shoji Meguro menjelaskan bahwa dirinya tidak secara sadar berusaha menciptakan musik yang terdengar seperti Persona setiap kali mengerjakan soundtrack.

Ia biasanya berdiskusi dengan Hashino mengenai konsep dan tema utama game yang sedang dikembangkan, kemudian menyusun musik berdasarkan kebutuhan proyek tersebut.

Meguro menilai karakteristik musik Persona terbentuk secara alami seiring perjalanan seri ini, bukan karena tim sengaja mengikuti formula suara tertentu. Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Soejima mengenai bagaimana identitas franchise berkembang melalui setiap proyek.

Hashino Ingin RPG Meninggalkan Kesan Jangka Panjang

Menjelang akhir diskusi, Hashino turut membagikan pandangannya mengenai peran RPG di tengah semakin banyaknya pilihan hiburan yang tersedia bagi pemain.

Menurutnya, mengembangkan RPG yang membutuhkan puluhan jam untuk diselesaikan berarti mempertimbangkan bagaimana pengalaman tersebut dapat meninggalkan kesan yang bertahan lama. Ia tidak ingin sebuah game hanya menjadi hiburan sesaat yang mudah digantikan oleh film atau serial televisi.

Sebaliknya, Hashino ingin pemain tetap mengingat pengalaman mereka setelah menyelesaikan permainan. Ia berharap cerita dan perjalanan yang mereka alami dapat menjadi sesuatu yang bisa dibawa ke kehidupan nyata, sekaligus memberikan dorongan untuk terus melangkah maju.

Pandangan ini memperlihatkan bahwa bagi Hashino, RPG bukan sekadar permainan dengan durasi panjang atau sistem pertarungan yang kompleks. Pengalaman bermain juga seharusnya mampu meninggalkan makna bagi pemain setelah mereka kembali menjalani kehidupan sehari-hari.

Melalui diskusi tersebut, ketiga kreator menegaskan bahwa identitas Persona tidak harus berasal dari satu formula tetap. Perpaduan berbagai elemen, kepekaan terhadap perkembangan zaman, dan proses kreatif yang berkembang secara alami justru menjadi bagian penting dari karakter seri tersebut.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending