Film Anime
Trailer Film Anime ‘Josee, the Tiger and the Fish’ Memperkenalkan Sisipan Lagu “Shinkai” oleh Eve
GwiGwi.com – Situs web resmi untuk adaptasi film anime yang akan datang dari novel pendek roman almarhum Seiko Tanabe Josee to Tora to Sakana-tachi / Josee, the Tiger and the Fish. telah memposting trailer lengkap 60 detik yang memperkenalkan lagu sisipan “Shinkai” (Terjemahan literal dari karakter Cina adalah lautan hati) yang dilakukan oleh penyanyi-penulis lagu Eve. Dia juga menyediakan lagu tema film tersebut “Ao no Waltz” (The Blue Waltz).
Klip baru menunjukkan gejolak emosional dari karakter utama, termasuk adegan lucu di mana Tsuneo didorong oleh tuntutan tidak masuk akal Josee, serta adegan saat Tsuneo membawa Josee ke berbagai tempat.
Trailer 60 detik:
Trailer 30 detik:
Film ini awalnya dijadwalkan untuk musim panas 2020 tetapi telah ditunda hingga 25 Desember 2020, karena pandemi COVID-19 saat ini.
Kotaro Tamura membuat debut sutradara film fitur pada skenario oleh Sayaka Kuwamura. Ilustrator manga Nao Ehon memberikan desain karakter asli, Haruko Iizuka sebagai desainer karakter anime / sutradara animasi utama. BONE bekerja pada produksi anime.
Cerita film ini berpusat pada dua karakter: Josse, yang secara fisik cacat dan tidak bisa berjalan tanpa kursi roda, jadi dia menghabiskan hidupnya seperti boneka yang hidup di dunia imajinasinya sendiri, dan Tsuneo, seorang mahasiswa yang mengejar mimpinya. Mereka bertemu secara kebetulan dan tertarik satu sama lain. Kemudian, Josses memutuskan untuk pergi bersamanya ke dunia luar.
Cuplikan teaser 60 detik yang menampilkan lagu tema “Ao no Waltz”:
Pemeran suara utama:
- Tsuneo Suzukawa: Taishi Nakagawa
- Josee: Kaya Kiyohara
- Mai Ninomiya: Yume Miyamoto
- Hayato Matsuura: Kazuyuki Okitsu
- Kana Kishimoto: Lynn
- Chizu Yamamura: Chiemi Masudera
Visual poster:
Sumber: Crunchyroll
Film Anime
Crunchyroll Hadirkan 5 Film Ikonik Makoto Shinkai Untuk Para Penggemar Di Indonesia
Mulai tanggal 22 September, para penggemar anime di Indonesia dapat menonton 5 film yang telah menuai banyak penghargaan dari sutradara tersohor Makoto Shinkai, tayang secara eksklusif di Crunchyroll. Koleksi film ini menyatukan beberapa karya Shinkai yang terkenal, mulai dari 5 Centimeters per Second hingga The Garden of Words, sekaligus beberapa karya populer lain di sepanjang kariernya. Film-film tersebut akan tersedia dengan dilengkapi subtitle bahasa Indonesia, memberikan kesempatan lebih luas bagi para penggemar untuk menikmati kisah-kisah dari Shinkai.
Koleksi film Makoto Shinkai meliputi:
-
The Garden of Words (2013)
-
5 Centimeters per Second (2007)
-
Voices of a Distant Star (2002)
Dikenal luas karena kemampuannya mengembangkan dunia visual yang memukau serta narasi yang menggugah emosi, film-film dari Shinkai mengeksplorasi tema takdir, cinta, ikatan, dan waktu, yang mampu menyentuh hati para penonton lintas generasi. Koleksi ini mencakup kisah-kisah romantis yang memikat, perjalanan menuju kedewasaan yang penuh renungan, serta kisah-kisah yang sangat manusiawi yang telah sukses memikat jutaan orang di seluruh dunia.
Jelajahi lebih dari 650 judul anime di Crunchyroll di seluruh Indonesia, hampir 400 judul di antaranya telah dilengkapi dengan subtitle bahasa Indonesia. Biaya berlangganan dimulai dari Rp 39.000/bulan, sementara untuk paket Mega Fan seharga Rp 49.000/bulan, pelanggan dapat menonton dengan menggunakan hingga 4 perangkat, mengunduh konten secara offline, dan mengakses 80 judul eksklusif di Game Vault.
Film Anime
Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle Siap Rilis Blu-ray & DVD 29 Juli!
www.gwigwi.com –
Kabar bagus buat para penggemar Kimetsu no Yaiba! Film Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle dipastikan akan rilis dalam format Blu-ray dan DVD pada 29 Juli.
Kualitas Visual Maksimal di Rumah
Versi Blu-ray ini jadi kesempatan terbaik buat menikmati detail pertarungan dan animasi khas studio Ufotable dengan kualitas gambar paling jernih. Mulai dari efek jurus pernapasan hingga desain kompleks Kastil Tak Terhingga, semuanya bakal terlihat jauh lebih tajam dibanding versi streaming biasa.
Keindahan Infinity Castle
Salah satu daya tarik utama film ini adalah latar Infinity Castle—arena pertarungan surreal yang penuh ilusi ruang dan perspektif. Dengan mastering Blu-ray, detail arsitektur yang “mind-bending” ini bisa dinikmati secara maksimal tanpa kompresi visual.
Detail Jurus Pernapasan Lebih Terasa
Buat yang suka memperhatikan detail, rilisan ini juga memungkinkan kamu melihat setiap teknik pernapasan dengan lebih jelas:
Efek partikel yang lebih halus
Gerakan animasi yang lebih tajam
Transisi aksi yang lebih smooth
Hal-hal kecil yang mungkin terlewat saat nonton di layar biasa jadi lebih terlihat di versi ini.
Wajib Buat Kolektor dan Fans
Selain kualitas visual, rilisan Blu-ray biasanya juga hadir dengan bonus seperti:
Artbook atau ilustrasi eksklusif
Behind the scenes produksi
Audio dan subtitle tambahan
Bagi kolektor, ini jelas jadi item wajib untuk melengkapi koleksi Kimetsu no Yaiba.
Siap Rewatch dengan Pengalaman Baru
Buat yang sudah nonton di bioskop, versi Blu-ray ini tetap layak ditunggu karena menawarkan pengalaman berbeda. Dan buat yang belum sempat nonton, ini jadi momen terbaik untuk menikmati filmnya dengan kualitas optimal.
Tanggal 29 Juli nanti, siap-siap kembali masuk ke dalam Kastil Tak Terhingga—kali ini dengan visual yang benar-benar maksimal.
Film Anime
Review Anime Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu Episode 3: Konflik Moral dan Strategi Bertahan Hidup
www.gwigwi.com – Episode 3 menjadi titik penting dalam perkembangan cerita Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu. Di episode ini, permainan yang dihadapi para karakter tidak hanya menguji keberanian, tetapi juga moral dan nilai kemanusiaan mereka. Pilihan yang tersedia semakin kejam dan tidak adil.
Tekanan cerita meningkat seiring dengan munculnya konflik internal antar karakter. Beberapa mulai menunjukkan sisi egois demi bertahan hidup, sementara yang lain masih berusaha memegang prinsip moral. Kontras ini menjadi daya tarik utama episode 3, karena memperlihatkan sisi gelap manusia saat berada di ambang kematian.
Dari segi narasi, episode ini terasa lebih padat dibandingkan episode sebelumnya. Ketegangan dibangun secara konsisten, dengan ritme cerita yang lebih cepat. Penonton dibuat sulit menebak arah cerita, karena setiap keputusan membawa dampak yang tidak terduga.
Visual dan musik latar bekerja dengan baik dalam memperkuat atmosfer. Adegan-adegan sunyi justru terasa lebih menekan dibandingkan momen penuh dialog. Ini menunjukkan bahwa anime ini mampu memanfaatkan keheningan sebagai alat penceritaan.
Secara keseluruhan, episode 3 berhasil memperdalam konflik dan karakterisasi. Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu mulai menunjukkan identitasnya sebagai anime survival psikologis yang serius dan penuh lapisan makna.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City
-
Smartphone4 weeks agoReview Infinix HOT 70: Baterai 6000mAh yang Gahar, Bagaimana Performanya?
-
Smartphone4 weeks agoReview Motorola Moto G57 Power 5G: Smartphone Baterai 7000 mAh
-
News3 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone3 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies4 weeks agoKolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!






