Film Anime
Trailer Film Anime ‘100 Nichikan Ikita Wani’ Menceritakan Hari Terakhir Alligator
GwiGwi.com – Situs web resmi untuk 100 Nichikan Ikita Wani (Wani Lived for 100 Days), film anime dari manga 100-nichi Go ni Shinu Wani (Wani Dies in 100 Days) Yuuki Kikuchi, mulai mengalirkan trailer untuk film tersebut pada hari Senin. Video tersebut dimulai dengan hari ke-100 seperti yang digambarkan di manga aslinya, menunjukkan pesta hanami yang seharusnya dihadiri Wani, sebelum menampilkan adegan kehidupan 100 hari sebelumnya. Video ini juga menampilkan lagu tema oleh Ikimono-gakari “Tsuzuku” (To Be Continued).
Bintang film anime:
- Ryunosuke Kamiki sebagai Wani
- Tomoya Nakamura sebagai Nezumi
- Subaru Kimura sebagai Mogura
- Yūko Araki sebagai Senpai
- Nobue Iketani sebagai Wani's mother
- Tomokazu Sugita sebagai Wani's father
- First Summer Uika sebagai Inu
- Kurumi Shimizu sebagai Baito-chan
- Yūki Yamada sebagai Kaeru
- Kaito
Shinichiro Ueda dan Miyuki Fukuda mengarahkan dan menulis film anime. Tomonori Kogawa sebagai sutradra animasi. Seiji Kameda sedang menggubah musik. TIA menangani produksi animasi, dan TOHO sedang mendistribusikan film.
Film ini akan dibuka di Jepang pada 28 Mei.
Manga tersebut menampilkan kehidupan sehari-hari seekor buaya yang bergaul dengan teman dan kolega, dengan premis bahwa tokoh utama akan mati di akhir manga. Kikuchi mulai membuat serial manga pada Desember 2019, menerbitkan satu bab empat panel baru setiap hari.
Manga dengan cepat menjadi viral di Twitter Jepang, dengan setiap chapter baru menerima ribuan suka. Manga tersebut berakhir pada Maret 2020, dan Kikuchi mengumumkan film dan bukunya pada hari yang sama. gitaris Ikimono-gakari Yoshiki Mizuno, YouTuber Hajime Syacho, komedian Atsushi Tamura, dan sutradara film Shinichirō Ueda semuanya mengomentari akhir manga. Volume manga dikirimkan pada April 2020.
Sumber: ANN
Film Anime
Crunchyroll Hadirkan 5 Film Ikonik Makoto Shinkai Untuk Para Penggemar Di Indonesia
Mulai tanggal 22 September, para penggemar anime di Indonesia dapat menonton 5 film yang telah menuai banyak penghargaan dari sutradara tersohor Makoto Shinkai, tayang secara eksklusif di Crunchyroll. Koleksi film ini menyatukan beberapa karya Shinkai yang terkenal, mulai dari 5 Centimeters per Second hingga The Garden of Words, sekaligus beberapa karya populer lain di sepanjang kariernya. Film-film tersebut akan tersedia dengan dilengkapi subtitle bahasa Indonesia, memberikan kesempatan lebih luas bagi para penggemar untuk menikmati kisah-kisah dari Shinkai.
Koleksi film Makoto Shinkai meliputi:
-
The Garden of Words (2013)
-
5 Centimeters per Second (2007)
-
Voices of a Distant Star (2002)
Dikenal luas karena kemampuannya mengembangkan dunia visual yang memukau serta narasi yang menggugah emosi, film-film dari Shinkai mengeksplorasi tema takdir, cinta, ikatan, dan waktu, yang mampu menyentuh hati para penonton lintas generasi. Koleksi ini mencakup kisah-kisah romantis yang memikat, perjalanan menuju kedewasaan yang penuh renungan, serta kisah-kisah yang sangat manusiawi yang telah sukses memikat jutaan orang di seluruh dunia.
Jelajahi lebih dari 650 judul anime di Crunchyroll di seluruh Indonesia, hampir 400 judul di antaranya telah dilengkapi dengan subtitle bahasa Indonesia. Biaya berlangganan dimulai dari Rp 39.000/bulan, sementara untuk paket Mega Fan seharga Rp 49.000/bulan, pelanggan dapat menonton dengan menggunakan hingga 4 perangkat, mengunduh konten secara offline, dan mengakses 80 judul eksklusif di Game Vault.
Film Anime
Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle Siap Rilis Blu-ray & DVD 29 Juli!
www.gwigwi.com –
Kabar bagus buat para penggemar Kimetsu no Yaiba! Film Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle dipastikan akan rilis dalam format Blu-ray dan DVD pada 29 Juli.
Kualitas Visual Maksimal di Rumah
Versi Blu-ray ini jadi kesempatan terbaik buat menikmati detail pertarungan dan animasi khas studio Ufotable dengan kualitas gambar paling jernih. Mulai dari efek jurus pernapasan hingga desain kompleks Kastil Tak Terhingga, semuanya bakal terlihat jauh lebih tajam dibanding versi streaming biasa.
Keindahan Infinity Castle
Salah satu daya tarik utama film ini adalah latar Infinity Castle—arena pertarungan surreal yang penuh ilusi ruang dan perspektif. Dengan mastering Blu-ray, detail arsitektur yang “mind-bending” ini bisa dinikmati secara maksimal tanpa kompresi visual.
Detail Jurus Pernapasan Lebih Terasa
Buat yang suka memperhatikan detail, rilisan ini juga memungkinkan kamu melihat setiap teknik pernapasan dengan lebih jelas:
Efek partikel yang lebih halus
Gerakan animasi yang lebih tajam
Transisi aksi yang lebih smooth
Hal-hal kecil yang mungkin terlewat saat nonton di layar biasa jadi lebih terlihat di versi ini.
Wajib Buat Kolektor dan Fans
Selain kualitas visual, rilisan Blu-ray biasanya juga hadir dengan bonus seperti:
Artbook atau ilustrasi eksklusif
Behind the scenes produksi
Audio dan subtitle tambahan
Bagi kolektor, ini jelas jadi item wajib untuk melengkapi koleksi Kimetsu no Yaiba.
Siap Rewatch dengan Pengalaman Baru
Buat yang sudah nonton di bioskop, versi Blu-ray ini tetap layak ditunggu karena menawarkan pengalaman berbeda. Dan buat yang belum sempat nonton, ini jadi momen terbaik untuk menikmati filmnya dengan kualitas optimal.
Tanggal 29 Juli nanti, siap-siap kembali masuk ke dalam Kastil Tak Terhingga—kali ini dengan visual yang benar-benar maksimal.
Film Anime
Review Anime Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu Episode 3: Konflik Moral dan Strategi Bertahan Hidup
www.gwigwi.com – Episode 3 menjadi titik penting dalam perkembangan cerita Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu. Di episode ini, permainan yang dihadapi para karakter tidak hanya menguji keberanian, tetapi juga moral dan nilai kemanusiaan mereka. Pilihan yang tersedia semakin kejam dan tidak adil.
Tekanan cerita meningkat seiring dengan munculnya konflik internal antar karakter. Beberapa mulai menunjukkan sisi egois demi bertahan hidup, sementara yang lain masih berusaha memegang prinsip moral. Kontras ini menjadi daya tarik utama episode 3, karena memperlihatkan sisi gelap manusia saat berada di ambang kematian.
Dari segi narasi, episode ini terasa lebih padat dibandingkan episode sebelumnya. Ketegangan dibangun secara konsisten, dengan ritme cerita yang lebih cepat. Penonton dibuat sulit menebak arah cerita, karena setiap keputusan membawa dampak yang tidak terduga.
Visual dan musik latar bekerja dengan baik dalam memperkuat atmosfer. Adegan-adegan sunyi justru terasa lebih menekan dibandingkan momen penuh dialog. Ini menunjukkan bahwa anime ini mampu memanfaatkan keheningan sebagai alat penceritaan.
Secara keseluruhan, episode 3 berhasil memperdalam konflik dan karakterisasi. Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu mulai menunjukkan identitasnya sebagai anime survival psikologis yang serius dan penuh lapisan makna.
-
Smartphone4 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang
-
Berita Anime & Manga4 weeks agoTemplate Rating Anime Fall 2026: Cara Menilai Cerita, Visual, Musik, dan Karakter
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Runner, Si Serius dan Si Jenaka Melawan Kartel
-
Music4 weeks agoBALLISTIK BOYZ Gebrak Era Baru dengan EP “BLAST”, Ungkap Sisi Personal Tanpa Filter
-
Music4 weeks agoBintang J-POP Muda LIL LEAGUE dan KID PHENOMENON Siap Unjuk Talenta di Panggung Dunia Lewat Music Matters Live 2026
-
Berita Anime & Manga4 weeks agoAnime Adaptasi Manga & Light Novel Fall 2026: Cara Menikmati Anime vs Sumber Aslinya
-
Smartphone3 weeks agoReview Infinix HOT 70: Baterai 6000mAh yang Gahar, Bagaimana Performanya?





