Connect with us

News

Softbank Gagal Memiliki DreamWorks Animation?

Published

on

Perundingan akuisisi DreamWorks Animation SKG Inc oleh Softbank Corp telah melambat, kata sumber. Perkembangan ini muncul hanya dua hari setelah rumor transaksi ini beredar.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/GwiGwi%20Post/Pixar-585x350_zpsf253bac9.jpg

Belum diketahui apa yang terjadi antara Sabtu, saat diskusi masih berjalan, dengan Senin. Dua sumber mengatakan negosiasi ini mungkin kembali dimulai. Seorang sumber mengatakan kedua perusahaan berpotensi menandatangani sebuah kesepakatan, bukan akuisisi—contohnya untuk kemitraan konten.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/GwiGwi%20Post/softbank-logo-sign_zps0d02af41.jpg

Saham DreamWorks meroket usai pertama diberitakan akan diakuisisi Softbank, naik 26% pada Senin. Kapitalisasi pasar DreamWorks pun menembus lebih dari $2 miliar. Namun usai berita soal padamnya diskusi, saham DreamWorks jatuh 8% dari harga penutupan Senin dalam sesi perdagangan malam. Sekitar dua bulan lalu SoftBank, yang memiliki operator seluler Sprint Corp, membatalkan keinginannya mengambil alih T-Mobile US Inc, juga operator seluler di Amerika Serikat.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/GwiGwi%20Post/dreamworks4_splash_zpsc204c446.png

Di bawah pimpinan eksekutif Hollywood veteran Jeffrey Katzenberg, DreamWorks telah merilis animasi terkenal seperti “Shrek” dan “Madagascar.” Meski demikian, beberapa film terbarunya seperti “Rise of the Guardians” dan “Turbo” mengecewakan di box office, sehingga menekan harga sahamnya.

Prospek akuisisi ini mendorong saham DreamWorks, sejak anjlok akibat hasil mengecewakan kuartal II yang dirilis pada Juli. Perusahaan yang berbasis di Glendale, California, itu melaporkan kerugian triwulan II sebesar $15,4 juta, sementara pendapatan $122,3 juta.

Eric Wold, analis saham di B. Riley, mengatakan SoftBank tertarik mengambil alih DreamWorks karena produsen animasi itu “valuasinya turun, namun masih menguasai hak milik atas konten dan hak lisensi karakter yang bernilai tinggi.” Perusahaan telekomunikasi asal Tokyo itu juga mungkin mengincar AwesomenessTV, anak usaha DreamWorks yang memproduksi konten YouTube berorientasi remaja. Softbank bisa jadi ingin menyalurkan konten itu untuk konsumennya yang memakai layanan Sprint.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/GwiGwi%20Post/30928_large_softbank-sprint-cropped-proto-custom_28_zps5ef59df4.jpg

AwesomenessTV dibeli oleh DreamWorks dengan harga awal $33 juta pada Mei 2013. Ini merupakan bagian dari strategi DreamWorks yang ingin melakukan diversifikasi, dari bisnis studio film layar lebar menjadi produsen konten online, produk konsumen, dan televisi. DreamWorks merilis dua atau tiga film setiap tahunnya, sehingga film-film buatan perusahaan publik itu harus berkinerja baik di box office agar sahamnya terus terangkat.

via indowsj

Advertisement

News

Kreator The Beginning After the End Buka Suara soal Penutupan Tapas

Published

on

By

Kreator The Beginning After The End Buka Suara Soal Penutupan Tapas

TurtleMe, kreator The Beginning After the End (TBATE), akhirnya angkat bicara mengenai kabar penutupan platform Tapas. Melalui serangkaian unggahan pada 23 September, ia mengaku masih berusaha memahami keputusan tersebut dan dampaknya terhadap kelanjutan karya-karyanya yang saat ini diterbitkan melalui platform tersebut.

Tapas telah menjadi tempat TurtleMe berkarya selama delapan tahun terakhir. Platform itu saat ini menjadi rumah bagi komik The Beginning After the End serta novel Soul Forged yang ditulisnya.

TurtleMe mengungkapkan bahwa dirinya masih terkejut dengan kabar tersebut dan belum mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia juga sedang berupaya mendapatkan kejelasan mengenai situasi yang dihadapi Tapas.

TurtleMe Berusaha Menjaga Kelanjutan Karyanya

Di tengah ketidakpastian tersebut, TurtleMe menegaskan bahwa dirinya akan melakukan segala upaya untuk memastikan serial yang telah dibangunnya tetap berlanjut.

Ia juga menyoroti kondisi kreator lain yang menerbitkan karya mereka melalui Tapas. Menurutnya, banyak kreator masih belum mengetahui nasib komik maupun novel mereka setelah platform tersebut dikabarkan akan ditutup.

Belum ada kepastian mengenai bagaimana kelanjutan publikasi The Beginning After the End dan Soul Forged, termasuk apakah keduanya akan berpindah ke platform lain atau menggunakan model penerbitan berbeda.

Bagi para pembaca, situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai akses terhadap episode dan bab mendatang. Namun, TurtleMe sejauh ini menyatakan komitmennya untuk mencari jalan agar karya-karyanya tetap berjalan.

Kreator The Beginning After The End Buka Suara Soal Penutupan Tapas

Kakao Entertainment Siapkan Konsolidasi Bisnis Digital

Kabar mengenai Tapas berkaitan dengan rencana Kakao Entertainment untuk mengonsolidasikan bisnis webtoon dan novel web mereka. Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, perusahaan juga menyiapkan penghentian layanan Kakao Webtoon di Korea Selatan dan penggabungan layanannya ke KakaoPage pada akhir 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari perubahan strategi bisnis digital Kakao Entertainment. Meski demikian, dampak spesifiknya terhadap setiap kreator dan judul yang diterbitkan melalui Tapas masih perlu menunggu kejelasan lebih lanjut.

The Beginning After the End Terus Berkembang Lewat Anime

Di luar persoalan Tapas, The Beginning After the End juga telah berkembang melalui adaptasi anime yang ditayangkan oleh Crunchyroll. Sebelumnya, TurtleMe sempat berbicara mengenai proses adaptasi tersebut dalam sebuah wawancara dan menyebut peran Crunchyroll penting dalam menghubungkan visi kreatif dengan jangkauan penonton global.

Pada tahun sebelumnya, sang kreator juga mengumumkan kampanye Kickstarter untuk menghadirkan edisi cetak tiga volume pertama serial tersebut.

Cerita The Beginning After the End mengikuti King Grey yang terlahir kembali sebagai Arthur Leywin di benua ajaib Dicathen setelah mengalami kematian misterius. Meski memulai kehidupan keduanya sebagai bayi, ia tetap membawa kebijaksanaan dan pengalaman dari kehidupan sebelumnya.

Arthur kemudian mempelajari sihir dan membangun jalan hidup baru sembari berusaha memperbaiki kesalahan masa lalunya.

Untuk saat ini, masa depan publikasi komik dan novel TurtleMe masih belum jelas menyusul kabar penutupan Tapas. Para pembaca pun perlu menantikan pengumuman resmi berikutnya mengenai kelanjutan platform dan karya-karya yang berada di bawah naungannya.

Continue Reading

News

Capcom ID Bocor, 11,7 Juta Akun Pengguna Terdampak

Published

on

By

Capcom mengumumkan insiden kebocoran data yang berdampak pada 11.774.247 akun Capcom ID. Insiden keamanan tersebut terdeteksi setelah pihak ketiga yang tidak berwenang berhasil mengakses data pengguna. Capcom menyatakan investigasi masih berlangsung untuk mengetahui lebih lanjut cakupan insiden dan memperkuat perlindungan sistem mereka.

Capcom ID merupakan layanan akun gratis yang digunakan untuk mengakses berbagai fitur online dalam sejumlah game Capcom, termasuk Street Fighter 6. Besarnya jumlah akun yang terdampak membuat insiden ini menjadi perhatian, terutama karena informasi yang terekspos mencakup sejumlah data aktivitas pengguna.

Data Email dan Informasi Login Ikut Terekspos

Menurut keterangan Capcom, data yang berhasil diakses pihak tidak berwenang meliputi alamat email, informasi pengenal tertentu, tanggal dan waktu pembuatan akun, waktu login terakhir, jumlah keseluruhan login, serta alamat IP yang digunakan saat login terakhir.

Untuk 43 akun, pihak penyerang juga diketahui berhasil melihat informasi tambahan berupa tanggal lahir, gender, negara atau wilayah, dan nickname pengguna.

Meski demikian, Capcom memastikan bahwa kata sandi yang dibuat langsung oleh pengguna tidak berhasil diakses dalam insiden ini. Perusahaan juga menegaskan bahwa informasi kartu kredit tidak terdampak oleh kebocoran tersebut.

Sebanyak 196 Akun Mengalami Perubahan Password

Selain mengakses data pengguna, pihak tidak berwenang dilaporkan sempat mengubah kata sandi 196 akun tanpa izin. Capcom menyatakan telah mereset kata sandi akun-akun tersebut sebagai langkah pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Sementara itu, pengguna lain yang tidak termasuk dalam kelompok akun terdampak perubahan kata sandi tersebut seharusnya masih dapat menggunakan Capcom ID seperti biasa.

Capcom juga berencana menghubungi pengguna yang akunnya diketahui telah diakses oleh pihak tidak berwenang. Namun, perusahaan belum menyatakan bahwa seluruh akun yang datanya terekspos mengalami pengambilalihan.

Capcom Ingatkan Pemain Waspadai Email Phishing

Karena alamat email pengguna ikut terekspos, Capcom meminta pemain meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan perusahaan. Email semacam ini berpotensi digunakan untuk menjalankan penipuan phishing, misalnya dengan mengarahkan penerima ke tautan berbahaya atau meminta mereka membuka lampiran tertentu.

Pengguna disarankan untuk tidak sembarangan mengeklik tautan maupun membuka file dari pengirim yang tidak dapat dipastikan keasliannya. Jika menerima pesan yang mengaku berasal dari Capcom dan meminta tindakan tertentu terkait akun, sebaiknya periksa informasi tersebut melalui kanal resmi perusahaan.

Investigasi Kebocoran Data Masih Berlangsung

Capcom menyatakan menganggap insiden ini sebagai masalah serius. Perusahaan masih melakukan investigasi dan akan menggunakan hasilnya untuk memperkuat sistem keamanan serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Apabila terdapat perkembangan atau fakta baru yang perlu disampaikan, Capcom berjanji memberikan pembaruan melalui situs web resmi dan kanal komunikasi lainnya. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain dan pihak lain yang terdampak oleh insiden tersebut.

 

Continue Reading

News

Kreator Persona Ungkap Identitas Seri, Katsura Hashino Sebut Kata “Chaos”

Published

on

By

Kreator Persona Ungkap Identitas Seri, Katsura Hashino Sebut Kata “chaos”

Sutradara seri Persona, Katsura Hashino, desainer karakter Shigenori Soejima, dan komposer Shoji Meguro membahas identitas yang membuat franchise RPG tersebut begitu khas dalam sebuah diskusi meja bundar di festival budaya dan seni game The Tenth Mosaic.

Ketiganya merupakan sosok penting di balik Persona 3, Persona 4, dan Persona 5. Dalam diskusi tersebut, mereka mengenang proses pengembangan ketiga game sekaligus menjawab pertanyaan mengenai elemen yang membuat sebuah game terasa seperti Persona.

Menurut laporan 4Gamer, Hashino memilih satu kata untuk menggambarkan identitas seri tersebut: “chaos.”

Katsura Hashino: Persona Adalah Perpaduan Berbagai Elemen

Hashino mengaku tidak pernah secara khusus memikirkan pertanyaan mengenai identitas Persona sebelumnya. Namun, ia menjelaskan bahwa pendekatannya dalam menggambarkan masa remaja memang sengaja tidak terlalu membatasi elemen yang dapat dimasukkan ke dalam cerita.

Masa remaja dipenuhi berbagai emosi, perubahan, kesalahan, dan kegagalan. Menurut Hashino, pengalaman tersebut tidak selalu berjalan secara teratur atau mengarah pada satu tujuan yang jelas.

Hal serupa diterapkan dalam game Persona. Berbagai elemen dapat hadir berdampingan tanpa harus diseragamkan menjadi satu arah tertentu. Perpaduan itulah yang mungkin membuat setiap game dalam seri ini memiliki karakteristik tersendiri.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan Persona menghadirkan pengalaman yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi, tetapi tetap terasa dekat dengan pengalaman manusia ketika menghadapi perubahan dalam hidup.

Shigenori Soejima dan Shoji Meguro Bicara Identitas Persona

Shigenori Soejima menambahkan bahwa perubahan latar dan cerita mengikuti perkembangan zaman merupakan salah satu unsur penting dalam franchise ini.

Alih-alih mempertahankan identitas yang kaku, setiap game Persona berusaha terhubung dengan audiens pada masanya melalui penggambaran masyarakat dan budaya kontemporer. Dengan pendekatan tersebut, ciri khas Persona dapat berkembang secara alami mengikuti perubahan zaman.

Sementara itu, Shoji Meguro menjelaskan bahwa dirinya tidak secara sadar berusaha menciptakan musik yang terdengar seperti Persona setiap kali mengerjakan soundtrack.

Ia biasanya berdiskusi dengan Hashino mengenai konsep dan tema utama game yang sedang dikembangkan, kemudian menyusun musik berdasarkan kebutuhan proyek tersebut.

Meguro menilai karakteristik musik Persona terbentuk secara alami seiring perjalanan seri ini, bukan karena tim sengaja mengikuti formula suara tertentu. Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Soejima mengenai bagaimana identitas franchise berkembang melalui setiap proyek.

Hashino Ingin RPG Meninggalkan Kesan Jangka Panjang

Menjelang akhir diskusi, Hashino turut membagikan pandangannya mengenai peran RPG di tengah semakin banyaknya pilihan hiburan yang tersedia bagi pemain.

Menurutnya, mengembangkan RPG yang membutuhkan puluhan jam untuk diselesaikan berarti mempertimbangkan bagaimana pengalaman tersebut dapat meninggalkan kesan yang bertahan lama. Ia tidak ingin sebuah game hanya menjadi hiburan sesaat yang mudah digantikan oleh film atau serial televisi.

Sebaliknya, Hashino ingin pemain tetap mengingat pengalaman mereka setelah menyelesaikan permainan. Ia berharap cerita dan perjalanan yang mereka alami dapat menjadi sesuatu yang bisa dibawa ke kehidupan nyata, sekaligus memberikan dorongan untuk terus melangkah maju.

Pandangan ini memperlihatkan bahwa bagi Hashino, RPG bukan sekadar permainan dengan durasi panjang atau sistem pertarungan yang kompleks. Pengalaman bermain juga seharusnya mampu meninggalkan makna bagi pemain setelah mereka kembali menjalani kehidupan sehari-hari.

Melalui diskusi tersebut, ketiga kreator menegaskan bahwa identitas Persona tidak harus berasal dari satu formula tetap. Perpaduan berbagai elemen, kepekaan terhadap perkembangan zaman, dan proses kreatif yang berkembang secara alami justru menjadi bagian penting dari karakter seri tersebut.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending