Gaming
Silent Hill: Townfall Hadirkan Setting Baru di Skotlandia pada Era 1990-an
www.gwigwi.com – Silent Hill: Townfall menjadi salah satu proyek terbaru dalam franchise Silent Hill yang menarik perhatian berkat pendekatan berbeda yang ditawarkannya. Game ini menggunakan perspektif first-person dan dikembangkan oleh Screen Burn, studio di luar tim internal franchise yang sebelumnya dikenal melalui game Observation.
Kesempatan untuk mencoba sekitar tiga jam permainan memberikan gambaran awal mengenai arah yang diambil Townfall. Visual yang detail, sudut pandang orang pertama, serta atmosfer horor yang kuat membuat game ini memiliki identitas tersendiri dibandingkan sejumlah seri Silent Hill lainnya.
Namun, salah satu aspek yang paling menarik perhatian justru bukan hanya mekanisme permainan, melainkan lokasi dan periode waktu yang dipilih untuk menjadi latar cerita. Silent Hill: Townfall akan membawa pemain ke St. Amelia, sebuah kota fiksi di Skotlandia yang menjadi lokasi utama cerita pada era 1990-an.
Pemilihan Skotlandia tentu menjadi langkah yang cukup berani karena franchise Silent Hill selama ini lebih sering dikaitkan dengan Amerika Serikat. Kota Silent Hill sendiri dikenal sebagai lokasi fiksi di negara bagian Maine, Amerika Serikat, sehingga perpindahan latar ke Inggris Raya memberikan nuansa baru bagi seri tersebut.
Meski demikian, ini bukan pertama kalinya franchise Silent Hill meninggalkan latar Amerika. Silent Hill f sebelumnya membawa pemain ke wilayah pedesaan Jepang pada era 1960-an. Perubahan tersebut sempat mengejutkan sebagian penggemar, tetapi berhasil menunjukkan bahwa identitas Silent Hill tidak sepenuhnya bergantung pada lokasi geografis tertentu.
Pendekatan serupa tampaknya kembali diterapkan pada Townfall. Dalam sesi tanya jawab bersama sutradara Jon McKellan dan produser seri Motoi Okamoto, alasan pemilihan Skotlandia dan era 1990-an menjadi salah satu topik yang menarik perhatian.
Setting tersebut memungkinkan tim pengembang menciptakan lingkungan yang berbeda dari game Silent Hill sebelumnya. Skotlandia pada dekade 1990-an memiliki karakteristik budaya, arsitektur, serta atmosfer yang dapat memperkuat nuansa misterius dalam cerita.
Penggunaan periode waktu tersebut juga membuka peluang bagi tim untuk membangun elemen cerita yang tidak terlalu bergantung pada teknologi modern. Kondisi tersebut dapat membantu menciptakan rasa terisolasi yang menjadi salah satu elemen penting dalam game horor psikologis.
Dengan perspektif first-person, lokasi baru, dan periode waktu yang belum pernah menjadi fokus utama franchise, Silent Hill: Townfall tampaknya ingin menawarkan pengalaman yang berbeda tanpa meninggalkan akar horor psikologis seri tersebut.
Detail mengenai cerita dan hubungan St. Amelia dengan dunia Silent Hill masih belum sepenuhnya terungkap. Namun, kombinasi setting Skotlandia tahun 1990-an dan pendekatan visual baru membuat Townfall menjadi salah satu proyek Silent Hill yang menarik untuk terus dipantau menjelang perilisan resminya.
Gaming
Laba Operasional Square Enix Naik 88 Persen, Bisnis Game Tumbuh Signifikan
www.gwigwi.com – Square Enix kembali menunjukkan performa keuangan yang positif pada awal tahun fiskal 2027. Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama untuk periode yang berakhir pada Maret 2027, perusahaan mencatat pertumbuhan signifikan di sejumlah indikator keuangan. Salah satu pencapaian paling menonjol adalah operating profit yang meningkat 88,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh divisi Digital Entertainment, yang menjadi bagian penting dari bisnis Square Enix dan mencakup aktivitas pengembangan serta penerbitan video game. Divisi ini mencatat kenaikan pendapatan sebesar 51,8 persen secara tahunan, sementara operating profit meningkat lebih tinggi hingga 91,8 persen.
Menariknya, peningkatan tersebut tidak hanya berasal dari satu kategori permainan. Hampir seluruh lini bisnis game Square Enix mengalami perkembangan positif, termasuk judul HD atau konsol, MMO, serta game mobile dan PC. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mendapatkan pemasukan dari berbagai segmen pasar secara bersamaan.
Pada kategori HD game, sejumlah judul masih memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan. Final Fantasy VII Rebirth menjadi salah satu game yang terus mendukung pendapatan Square Enix. Selain itu, The Adventures of Elliot: The Millennium Tales juga disebut memberikan kontribusi positif terhadap performa bisnis.
Tidak hanya mengandalkan game baru, Square Enix turut mendapatkan keuntungan dari katalog judul yang telah dirilis sebelumnya. Beberapa game yang diluncurkan pada tahun fiskal sebelumnya mencatat penjualan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut memperlihatkan bahwa produk lama masih memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pendapatan perusahaan.
Segmen MMO juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Final Fantasy XIV mengalami peningkatan dari sisi pendapatan maupun aktivitas pemain. Namun, pertumbuhan laba di kategori ini tidak sebesar peningkatan pendapatannya karena Square Enix masih mengalokasikan biaya untuk persiapan ekspansi berikutnya dari Final Fantasy XIV.
Sementara itu, bisnis mobile, browser, dan layanan game lainnya juga ikut memberikan kontribusi. Beberapa judul live-service seperti Dissidia Duellum Final Fantasy dan Dragon Quest Smash/Grow disebut menjadi penyumbang penting terhadap pendapatan sekaligus profit perusahaan.
Dengan hampir seluruh lini Digital Entertainment mengalami pertumbuhan, Square Enix mengawali tahun fiskal 2027 dengan kondisi yang cukup kuat. Kombinasi antara performa game baru, keberlanjutan judul live-service, MMO yang masih aktif, serta penjualan katalog lama menjadi faktor penting di balik peningkatan tersebut.
Jika tren positif ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun fiskal, Square Enix berpeluang mencatat performa keuangan yang semakin solid. Hasil kuartal pertama ini juga menunjukkan bahwa strategi perusahaan dalam mengandalkan portofolio game yang lebih beragam mulai memberikan dampak terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan.
Gaming
Call of Duty: Mobile Umumkan Kolaborasi dengan Honkai Impact 3rd, Hadir September 2026
www.gwigwi.com –
Call of Duty: Mobile secara resmi mengumumkan kolaborasi dengan Honkai Impact 3rd. Kabar tersebut disampaikan melalui sebuah video teaser yang diunggah pada akun resmi Call of Duty: Mobile, sekaligus menjadi petunjuk awal mengenai crossover yang akan mempertemukan dua game dengan konsep berbeda tersebut.
Dalam teaser yang dirilis, suasana video dibuat dengan nuansa futuristis dan penuh misteri. Tayangan diawali dengan berbagai efek visual yang menyerupai proses loading serta gangguan pada sistem. Setelah beberapa tampilan error muncul, layar kemudian memperlihatkan logo Call of Duty: Mobile dan Honkai Impact 3rd yang digabungkan sebagai tanda dimulainya proyek kolaborasi.
Meski teaser perdana belum memperlihatkan banyak informasi mengenai konten yang akan tersedia, pengumuman tersebut sudah cukup untuk menarik perhatian komunitas kedua game. Pasalnya, Call of Duty: Mobile dikenal sebagai game shooter dengan gameplay kompetitif, sedangkan Honkai Impact 3rd menawarkan pengalaman action RPG dengan karakter anime dan cerita fiksi ilmiah yang kuat.
Kolaborasi ini dijadwalkan hadir pada September 2026. Namun, hingga saat ini detail mengenai konten crossover masih belum diungkap secara lengkap. Pemain masih harus menunggu pengumuman berikutnya untuk mengetahui karakter, item, skin, mode permainan, maupun berbagai hadiah khusus yang mungkin akan diperkenalkan.
Jika melihat pola kolaborasi Call of Duty: Mobile sebelumnya, event seperti ini biasanya menghadirkan berbagai konten bertema khusus yang dapat diperoleh pemain selama periode terbatas. Namun, belum dapat dipastikan apakah kolaborasi dengan Honkai Impact 3rd akan menggunakan format serupa atau membawa konsep baru.
Kehadiran Honkai Impact 3rd juga membuka peluang munculnya berbagai elemen khas dari semesta game tersebut ke dalam Call of Duty: Mobile. Para penggemar tentu penasaran apakah karakter populer dari Honkai Impact 3rd akan muncul sebagai operator, atau justru diwujudkan dalam bentuk skin dan item kosmetik.
Dari sisi Honkai Impact 3rd, kolaborasi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan franchise tersebut kepada komunitas pemain game shooter mobile yang lebih luas. Sementara bagi pemain Call of Duty: Mobile, event ini dapat menjadi pengalaman berbeda karena menghadirkan elemen anime dan sci-fi yang tidak biasa ditemukan dalam tema utama permainan.
Untuk saat ini, informasi yang telah dikonfirmasi baru mencakup keberadaan kolaborasi dan jadwal pelaksanaannya. Call of Duty: Mobile x Honkai Impact 3rd dijadwalkan hadir pada September 2026, sementara detail lengkap mengenai karakter dan konten event diperkirakan akan diumumkan secara bertahap menjelang peluncurannya.
Dengan teaser yang masih menyimpan banyak misteri, kolaborasi ini menjadi salah satu crossover yang patut dinantikan oleh komunitas kedua game pada paruh kedua 2026.
Gaming
Kolaborasi NIKKE x Persona Dikritik Fans, Aigis Jadi Karakter SR Picu Kekecewaan
www.gwigwi.com –
Antusiasme tinggi yang sebelumnya muncul menjelang kolaborasi Goddess of Victory: NIKKE dengan franchise Persona mulai berubah setelah detail event diumumkan. Sejumlah pemain menyampaikan kritik di media sosial, terutama terkait keputusan pengembang dalam menentukan karakter yang hadir sebagai unit dengan tingkat kelangkaan berbeda.
Salah satu keputusan yang paling banyak dipermasalahkan adalah penempatan Aigis sebagai karakter SR yang dapat diperoleh secara gratis. Bagi penggemar Persona, Aigis bukanlah karakter sampingan biasa. Ia memiliki peran penting dalam Persona 3 dan menjadi salah satu karakter yang paling dikenal dari seri tersebut.

Karena itu, sebagian penggemar merasa Aigis seharusnya mendapatkan perlakuan yang lebih tinggi dalam event kolaborasi NIKKE.

Kekecewaan semakin besar setelah diketahui bahwa dua karakter lain, yaitu Makoto Niijima dari Persona 5 dan Yukiko Amagi dari Persona 4, justru hadir sebagai karakter SSR.

Perbedaan tingkat kelangkaan tersebut kemudian menjadi bahan perdebatan di komunitas. Sebagian pemain menilai keputusan tersebut tidak mencerminkan tingkat popularitas maupun peran Aigis dalam cerita Persona 3. Terlebih lagi, karakter tersebut memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kisah utama dan menjadi bagian penting dari perjalanan protagonis.
Di sisi lain, ada pula pemain yang menganggap rarity karakter dalam game tidak selalu menggambarkan seberapa penting karakter tersebut dalam materi aslinya. Penentuan SR atau SSR dapat dipengaruhi oleh kebutuhan gameplay, keseimbangan tim, desain kemampuan, maupun strategi pengembangan event. Karena itu, status Aigis sebagai SR belum tentu berarti pengembang menganggapnya kurang penting dibandingkan karakter SSR lainnya.
Kolaborasi ini sendiri menjadi salah satu event crossover besar yang dinantikan pemain NIKKE. Franchise Persona menghadirkan identitas visual, karakter, serta elemen khas yang cukup berbeda dari dunia futuristis NIKKE. Ekspektasi yang tinggi tersebut membuat keputusan mengenai karakter dan konten event menjadi sorotan lebih besar dibandingkan biasanya.
Selain Aigis, Makoto Niijima, dan Yukiko Amagi, event ini juga membawa berbagai konten bertema Persona ke dalam dunia NIKKE. Pemain dapat menikmati cerita khusus, karakter kolaborasi, serta berbagai item yang dirancang untuk mempertemukan kedua franchise.
Kritik yang muncul menunjukkan betapa tingginya ekspektasi penggemar terhadap kolaborasi NIKKE x Persona. Bagi sebagian pemain, masalah utamanya bukan sekadar soal rarity, melainkan bagaimana karakter-karakter ikonik dari Persona direpresentasikan dalam event.
Meski demikian, penilaian akhir terhadap kolaborasi tersebut kemungkinan akan bergantung pada performa karakter dan kualitas konten yang ditawarkan. Jika Aigis memiliki kemampuan yang kuat dan berguna dalam gameplay, statusnya sebagai SR gratis mungkin justru menjadi keuntungan tersendiri bagi para pemain.
-
News3 weeks agoAston Martin Dreadnought: Monster Taktis Mewah yang Siap Mendominasi Call of Duty: Modern Warfare 4
-
Berita Anime & Manga4 weeks agoReview Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
-
News4 weeks agoRayakan Ulang Ulang Tahun ke-20 Persona 3, SEGA Rilis Video Musik Spesial dan Diskon Besar-besaran!
-
Music4 weeks agoKabar Gembira! Seluruh Album Soundtrack Legendaris “Ghost in the Shell: Stand Alone Complex” Kini Resmi Hadir di YouTube
-
News3 weeks agoSiap Mengguncang Musim Panas! VTuber NIJISANJI EN “BY THE BEAT” Rilis Single Digital Kedua “MERORI” dalam Dua Bahasa
-
TV & Movies4 weeks agoClaresta Taufan, Stefan William, Aliando Syarief hingga Anjasmara Bintangi Original Series Terbaru iQIYI Indonesia Bunga di Tepi Jurang
-
Music3 weeks agoReuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga
-
Gaming3 weeks agoPerluas Strategi Transmedia, SEGA Resmi Buka Flagship Store Ketiga di Beijing




