Connect with us

News

Segera Diluncurkan di Indonesia, Seperti Apa Spesifikasi dan Harga Xiaomi Mi 10 dan Mi 10 Pro di Indonesia?

Published

on

GwiGwi.com – Setelah lama tidak meluncurkan flagshipnya pada tahun-tahun lalu, Xiaomi Indonesia memboyong salah satu full-flagshipnya kembali ke Indonesia untuk pertama kali melalui Xiaomi Mi Note 10 Pro dan Mi Note 10 (yang dikenal juga sebagai Mi CC9 Pro, dan Mi CC9). Setelah sukses dengan kedua perangkat tersebut, sepertinya Xiaomi Indonesia akhirnya siap mendatangkan Flagship aslinya yang sesungguhnya yaitu Mi 10 Series yang terdiri dari Mi 10, Mi 10 Pro, dan Mi 10 Lite (atau Mi 10e atau Mi 10 Lite). Berbekal dengan fitur-fitur flagship, dan kualitas yang sangat premium, kira-kira apakah ini cara terbaik Xiaomi kembali meraih posisi pasar teratas? Berikut adalah spesifikasi Mi 10 Series dan berapa harganya di Indonesia.

Mi 10 Sebagai Flagship Ke 10 Xiaomi, Pertama Kali di Indonesia

Setelah sekian lama, Xiaomi Indonesia mulai terlihat serius menggodok pasar Indonesia. Di Indonesia sendiri, Xiaomi terkenal dengan lineup smartphonenya yang super value, dan affordable sehingga banyak diminati oleh pengguna smartphone di Indonesia. Namun demikian, Xiaomi Indonesia sampai sebelum Mi Note 10 Pro dirilis secara resmi, belum pernah berhasil mendatangkan full-flagship nya sendiri. Walaupun, Mi Note 10 Pro sudah didahului oleh POCOPHONE F1 yang dirilis di tahun 2018 dengan menggunakan SoC Qualcomm Snapdragon 845 dan juga dengan harga yang cukup menantang pasar, dan juga BlackShark 2 Series termasuk seri Pro.

Akhirnya, setelah terlihat sukses dengan Mi Note 10 dan juga Mi Note 10 Pro, akhirnya Xiaomi mengumumkan bahwa pada bulan Mei ini, smartphone flagshipnya yang sudah dirilis lebih dahulu di pasar lainnya yaitu Mi 10, akan datang ke Indonesia. Spesifikasinya yang dibawa sangatlah menarik. Tidak tanggung-tanggung, semua kemampuan flagship di babat disini. Berikut adalah spesifikasi Mi 10 dan juga Mi 10 Pro.

Performance Snapdragon 865
Storage 128 GB
Camera 108+13+2+2 MP
Battery 4780 mAh
Display 6.67″ (16.94 cm)
Ram 8 GB
Launch Date In India May 15, 2020 (Expected)
Front Camera 20 MP
Battery 4780 mAh
Processor Qualcomm Snapdragon 865
Display 6.67 inches
Ram 8 GB
Rear Camera 108 MP + 13 MP + 2 MP + 2 MP
Fingerprint Sensor Position On-screen
Fingerprint Sensor Type Optical
Other Sensors Light sensor, Proximity sensor, Accelerometer, Barometer, Gyroscope
Fingerprint Sensor Yes
Audio Jack USB Type-C
Loudspeaker Yes
Chipset Qualcomm Snapdragon 865
Graphics Adreno 650
Processor Octa core (2.84 GHz, Single core, Kryo 585 + 2.42 GHz, Tri core, Kryo 585 + 1.8 GHz, Quad core, Kryo 585)
Architecture 64 bit
Ram 8 GB

Yang membedakan dari Mi 10 dan juga Mi 10 Pro hanya berada di RAM yang digunakan, memori internal, susunan kameranya, baterai, dan juga kecepatan chargingnya. DI Mi 10, RAM yang dipakai adalah 8GB, memory internal 128GB, kamera tanpa kamera telephoto 10x Hybrid Zoom (digantikan oleh Portrait Lens/Depth Sensor), baterai 4780mAh, dan maximum input charging 30watt. Sedangkan di Mi 10 Pro, RAM yang digunakan adalah 12GB, memori internal hingga 256GB, tambahan lensa zoom 10x Hybrid Zoom, baterai lebih kecil 4500mAh, dan maximum input yang digantikan dengan 50watt.

Keduanya memakai prosesor terbaik yang ada saat ini untuk Android yaitu Snapdragon 865, Layar Full-HD+ dengan refresh rate 90hz dan touch sampling rate 180hz, dan juga sudah mendukung reverse wireless charging untuk keduanya serta memiliki modem 5G terintegrasi dengan SoC 865 tadi. Spesifikasi lebih lengkap bisa kalian lihat diatas.

Harga Mi 10 dan Mi 10 Pro di Indonesia

Di Malaysia, negara tetangga terdekat dengan kita, harga dari Mi 10 dibanderol mulai dari harga MYR 2.799 atau sekitar 10 Jutaan lebih. Jika harga ini bisa dijadikan acuan paten, semoga harga Mi 10 dibanderol tidak terpaut jauh dari harga diatas karena pasar kita yang serupa. Namun demikian, tidak menutupi kemungkinan dimana Xiaomi Indonesia bisa saja meletakan harganya diatas harga tersebut, dikarenakan perubahan-perubahan yang berubah secara tidak menentu dikarenakan Pandemi COVID-19 yang sedang mewabah di seluruh Dunia.

Jika benar harga tersebut adalah harga yang akan dipakai, maka tentu saja Mi 10 akan menjadi smartphone dengan SoC Flagship teratas paling murah untuk saat ini. Di Indonesia, smartphone dengan spesifikasi serupa dibanderol dengan harga belasan juta rupiah (Huawei P40 Pro mulai dari 14 Jutaan, dan Samsung Galaxy S20 mulai dari 14-15 Jutaan). Semoga saja harga tersebut memang harga yang akan dipakai untuk di Indonesia.

Mi 10 Pro tidak ikut hadir

Banyak yang mengira bahwa Xiaomi akan memboyong seluruh keluarga Mi 10 ke Indonesia layaknya Mi Note 10 sebelum Mi Note 10 Lite diluncurkan. Namun, untuk saat ini, Xiaomi Indonesia sudah mengkonfirmasi bahwa Mi 10 Pro tidak akan ikut dengan adiknya si Mi 10 untuk diluncurkan di Pasar Indonesia. Apakah ini bisa berubah? Tentu saja. Mi Note 10 (Basic) awalnya tidak diikutsertakan dalam peluncurannya di Indonesia, namun beberapa waktu berselang setelah peluncuran Mi Note 10 Pro, Mi Note 10 (Basic) pun ikut terjun ke pasar Indonesia.

Soal harga, ini pun bisa dibilang pasar Indonesia lebih cocok mendatangi Mi 10 biasa, karena spesifikasi yang tidak terlalu berbeda, namun harga dari Mi 10 Pro yang tergolong lebih jauh. Secara Global, Mi 10 Pro dibanderol 2 hingga 3 juta lebih mahal dari Mi 10 biasa.

POCOPHONE F2 dan BlackShark 3 Pro segera menyusul

Kendati demikian, mungkin alasan dari tidak ikut datangnya Mi 10 Pro ke Indonesia adalah karena kedua saudaranya dari brand berbeda sedang dipersiapkan untuk turut hadir ke Indonesia. BlackShark 3 dan BlackShark 3 Pro sudah pernah lolos TKDN sebelumnya, dan tentunya tinggal menunggu waktu kapan kehadirannya akan muncul di Indonesia. Akun Sosial Media BlackShark pun sudah mengisyaratkan kedatangan dari BlackShark 3 Series ke Indonesia melalui beragam Teaser.

Lalu untuk POCOPHONE F2, setelah lama tidak terdengar suaranya, dan hanya meluncurkan POCO X2 dipasar India, belum lama ini beredar kabar bahwa POCOPHONE segera bangkit kembali melalui POCO F2. TKDN untuk sebuah perangkat yang diduga POCOPHONE F2 pun sudah muncul, walau saat dicari di Dunia Maya, Nomor Registrasi tersebut juga berlaku untuk Redmi K30 Pro. Kedua perangkat ini merupakan hasil anakan dari Xiaomi, dan kedua sub-brand ini terkenal dengan smartphone spesifikasi gaharnya yang tidak tanggung-tanggung, serta memiliki Price Point yang sangat menarik.

Mari kita tunggu aja peluncuran Xiaomi Mi 10 di Indonesia pada tanggal 8 Mei 2020 nanti.

 

Advertisement

News

Arc System Works Dirikan Studio Takumi di Tokyo, Siapkan Game Fighting Baru

Published

on

By

Arc System Works Dirikan Studio Takumi Di Tokyo, Siapkan Game Fighting Baru

Arc System Works mengumumkan pembentukan studio pengembangan baru bernama Arc System Works Tokyo Studio “Takumi” pada 2 November 2026. Berlokasi di Urban Center Shinjuku, Tokyo, Jepang, studio ini dibentuk untuk memperkuat kapasitas produksi perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan proyek game baru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Arc System Works untuk meningkatkan kemampuan pengembangan dan memperluas jangkauan produknya ke pasar internasional. Perusahaan berharap studio baru ini dapat membantu menghadirkan pengalaman bermain yang menarik bagi komunitas gaming di berbagai negara.

Studio Takumi Dukung Pengembangan Game Fighting Baru

Salah satu proyek yang akan mendapatkan dukungan adalah game fighting baru yang terpilih dalam program IP360 milik Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).

Program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan berskala besar dan berjangka panjang bagi industri konten Jepang agar mampu bersaing di pasar global. IP360 juga memiliki target ambisius, yakni meningkatkan nilai penjualan konten Jepang di luar negeri hingga 20 triliun yen pada 2033.

Keterlibatan Arc System Works dalam program ini membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas distribusi karya mereka ke audiens internasional. Meski demikian, detail mengenai game fighting yang dimaksud masih belum diungkapkan, termasuk judul, mekanisme pertarungan, platform, dan jadwal peluncurannya.

Fokus pada Kolaborasi dan Ekspansi Global

Arc System Works menempatkan Studio Takumi sebagai bagian strategis dari rencana pengembangan perusahaan. Selain memperbesar kapasitas produksi, studio ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi yang mendukung penciptaan game dengan daya tarik lebih luas.

Pendekatan tersebut sejalan dengan ambisi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pemain di luar Jepang. Melalui penguatan tim dan kemampuan pengembangan, Arc System Works ingin menciptakan karya yang dapat diterima oleh komunitas internasional tanpa kehilangan kualitas pengalaman bermain yang menjadi perhatian utama mereka.

Pembentukan studio baru ini juga menunjukkan upaya perusahaan untuk mempersiapkan sumber daya tambahan dalam menghadapi proyek-proyek mendatang.

 

Arc System Works Buka Perekrutan Anggota Pendiri

Seiring persiapan operasional Studio Takumi, Arc System Works mulai meningkatkan aktivitas perekrutan untuk mencari kreator yang akan bergabung sebagai anggota pendiri.

Kesempatan tersebut ditujukan bagi talenta yang ingin terlibat dalam pembentukan tim pengembangan baru dan mendukung proyek-proyek perusahaan berikutnya. Informasi mengenai posisi yang tersedia serta proses pendaftaran dapat ditemukan melalui halaman rekrutmen resmi Arc System Works.

Untuk saat ini, belum ada pengumuman lebih lanjut mengenai identitas game fighting yang dikembangkan melalui program IP360. Informasi mengenai proyek tersebut dan rencana produksi Studio Takumi masih dinantikan oleh para penggemar.

Continue Reading

News

Activision Siapkan Subseri Baru Call of Duty, Tinggalkan Pola Modern Warfare dan Black Ops?

Published

on

By

Activision Siapkan Subseri Baru Call Of Duty, Tinggalkan Pola Modern Warfare Dan Black Ops?

Activision dikabarkan mulai mempersiapkan subseri baru untuk franchise Call of Duty. Rencana ini muncul setelah perusahaan merilis game utama yang berfokus pada Modern Warfare dan Black Ops secara bergantian selama beberapa tahun terakhir.

Dalam wawancara bersama The Game Business, Chief Marketing Officer Activision, Tyler Bahl, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah memulai persiapan awal untuk mengembangkan cabang baru tersebut. Langkah ini menjadi respons terhadap keinginan pemain yang mengharapkan pengalaman berbeda dari dua subseri yang selama ini mendominasi franchise.

Meski pengembangan awal telah dimulai, Activision belum mengungkapkan nama, latar cerita, mekanisme permainan, maupun perkiraan jadwal peluncurannya.

Call of Duty Butuh Arah Baru Setelah Lima Tahun

Jika melihat sejarah perilisan beberapa tahun terakhir, Call of Duty: Vanguard menjadi judul terakhir yang memperkenalkan subseri berbeda di luar Modern Warfare dan Black Ops. Game tersebut dirilis pada 2021, setelah Call of Duty: Black Ops Cold War pada 2020 dan sebelum Call of Duty: Modern Warfare II pada 2022.

Setelah itu, Activision kembali bergantian merilis judul dari kedua subseri tersebut. Pola ini membuat sebagian pemain menginginkan sesuatu yang lebih segar, baik dari segi konsep maupun pengalaman bermain.

Bahl menjelaskan bahwa ekspektasi pemain terus berkembang seiring perubahan industri game. Menurutnya, komunitas menginginkan pengalaman yang lebih baik, baru, atau benar-benar berbeda dari apa yang sudah mereka kenal.

Perbedaan latar, cerita, dan mekanisme permainan memang dapat memberikan variasi. Namun, perubahan tersebut belum tentu menghasilkan identitas yang cukup berbeda untuk memenuhi harapan seluruh pemain.

Subseri Baru Bisa Membawa Identitas Berbeda

Kehadiran subseri baru berpotensi memberi Activision ruang untuk bereksperimen dengan pendekatan yang tidak sepenuhnya terikat pada formula Modern Warfare maupun Black Ops.

Namun, belum ada informasi apakah proyek ini akan mengambil latar perang yang berbeda, memperkenalkan karakter baru, atau menghadirkan perubahan besar pada gameplay. Semua kemungkinan tersebut masih belum dapat dipastikan sebelum Activision mengungkap detail resmi.

Jika dikembangkan lebih jauh, proyek ini juga dapat menjadi kesempatan bagi franchise Call of Duty untuk memperluas identitasnya tanpa harus meninggalkan elemen inti yang selama ini dikenal pemain.

Modern Warfare 4 Dikabarkan Menutup Cerita Sejak 2019

Di sisi lain, Call of Duty: Modern Warfare 4 disebut dijadwalkan hadir pada 2026 dan akan melanjutkan pola perilisan yang sudah berjalan. Menurut keterangan Bahl, game tersebut juga akan mengakhiri rangkaian cerita yang dibangun oleh subseri Modern Warfare sejak kebangkitannya pada 2019.

Meski demikian, belum diketahui bagaimana rencana tersebut akan berhubungan dengan pengembangan subseri baru. Activision belum menjelaskan apakah proyek anyar itu akan diperkenalkan setelah cerita Modern Warfare berakhir atau dikembangkan secara paralel.

Untuk saat ini, informasi yang tersedia baru sebatas konfirmasi bahwa persiapan awal subseri baru telah dimulai. Penggemar masih perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui arah berikutnya dari franchise Call of Duty.

 

Continue Reading

News

PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll

Published

on

By

Ps5 Bakal Punya Hub Anime Khusus Dari Sony Dan Crunchyroll

Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.

Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.

Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.

Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game

Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.

Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.

Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.

Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.

Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll

Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.

Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.

Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.

Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.

Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation

Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.

Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.

Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.

Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.

 

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending