Connect with us

Japan

Rika Kihira, Atlet Ice Skating Muda Asal Jepang Memenangkan Grand Prix Final

Published

on

GwiGwi.com – Pemain Ice Skating muda asal Jepang, Rika Kihira yang masih berusia 16 tahun memenangkan Grand Prix Final dengan meraih skor gabungan 233,12.

Biarpun sebelumnya mengalami sedikit kesalahan, tersandung ketika melakukan lompatan, namun skor tersebut tetap melampaui skor yang pernah didapatkan di pertandingan sebelumnya  224,31.

Kihira termotivasi memenangkan pertandingan  karena kegagalan yang pernah ia dapatkan pada musim lalu. Ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah ia buat saat pertandingan Ice Skating pada musim ini.

Baca Juga:  Reiwa, Resmi sebagai Nama untuk Era Baru Kekaisaran Jepang

Sementara untuk posisi kedua diraih oleh Alina Zagitova dari Rusia dengan poin 225,53. Kompetisi Ice Skating ini sepenuhnya diikuti oleh atlet perempuan asal Jepang dan Rusia.

Advertisement
Click to comment

Japan

Reiwa, Resmi sebagai Nama untuk Era Baru Kekaisaran Jepang

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang mengumumkankan nama era baru kekaisaran di negara mereka yang akan dibuka bulan depan, sesudah Kaisar Akihito turun takhta pada akhir April mendatang.

“Beberapa ketika lalu, pemerintah menyimpulkan dalam rapat kabinet tentang nama era baru dan teknik mengucapkannya,” ujar Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga.

Ia lantas mengusung papan putih dengan guratan kaligrafi tradisional bertuliskan “Reiwa” di atasnya.

Sebagaimana dikutip AFP, kata itu terdiri dari dua karakter. Pertama, “Rei” yang mempunyai makna ganda, yakni “perintah” dan “peruntungan baik.” Sementara itu, “wa” seringkali diterjemahkan menjadi “damai” atau “harmoni”.

Pemerintahan Jepang nantinya akan menyatakan makna resmi dari kata tersebut, juga teknik pelafalannya dalam bahasa Inggris.

Reiwa bakal menggantikan era kekaisaran Akihito yang dikenal dengan sebutan Heisei. Nama era kekaisaran Heisei tersebut berarti “perdamaian di mana pun.”

Baca Juga:  Reiwa, Resmi sebagai Nama untuk Era Baru Kekaisaran Jepang

Abdikasi Akihito menorehkan sejarah di Jepang sebab ini adalahkali kesatu seorang kaisar turun takhta dalam dua abad.

Akihito sendiri sekitar ini sebetulnya tidak pernah terlampau tampil di hadapan publik. Selama berpuluh tahun, ia bekerja dari dalam lokasi tinggal atau luar negeri, sembari menyembuhkan luka dampak Perang Dunia II.

Saat memasuki usia 83 tahun, Akihito kesudahannya tampil di hadapan publik dan menuliskan** bahwa ia fobia tak dapat menuntaskan tugasnya dengan baik sebab kondisi kesehatannya sesudah menjalani perawatan kanker prostat dan operasi jantung.

Jepang akhirnya memberitahukan bahwa Akihito bakal turun takhta pada akhir April mendatang. Pusara kekaisaran akan di berikan kepada putranya, Pangeran Naruhito.

Naruhito diperkirakan akan langsung dilantik pada 1 Mei. Ketika Naruhito menerima pusaka kekaisaran, era Reiwa bakal dimulai.

Continue Reading

Japan

Lawson Jepang berhenti jualan majalah dewasa

Published

on

By

GwiGwi.com – Kabar buruk bagi pecinta majalah dewasa, pasalnya Lawson Jepang mengumumkan akan berhenti jualan majalah dewasa di outlet mereka.

Proses ini sudah dimulai dan dijadwalkan hingga akhir Agustus seluruh outlet sudah tak lagi menjual majalah-majalah ini.

Sebenarnya ini bukan hal baru, Mini Stop juga telah meniadakan konten berbau porno di outlet mereka, sedangkan Lawson di daerah Okinawa juga sudah tak lagi menjual majalah dewasa sejak November 2017.

Mungkin karena kesuksesan keputusan Okinawa, maka Lawson memutuskan mengaplikasikannya ke seluruh outlet di Jepang.

Baca Juga:  Reiwa, Resmi sebagai Nama untuk Era Baru Kekaisaran Jepang

Alasan lainnya, panitia Olimpiade juga melarang konten dewasa terlihat turis pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Apakah keputusan akan permanen? atau akan kembali sedia kala seusai Olimpiade, di tahun 2021?

Continue Reading

Japan

Melihat Pandangan Negatif Jepang Mengenai Orang-Orang Bertato Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang merupakan salah satu negara di dunia yang memberikan pandangan negatif pada orang bertato. Apalagi menjelang Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada tahun 2020. Penilaian mengenai peserta yang bertato dan tidak tentu akan semakin diperketat.

Berdasarkan informasi yang diberitakan oleh AFP Jepang, seorang perempuan bertato, Mana Izumi (29), mengatakan bahwa diskriminasi pada orang bertato di Jepang sangatlah menyedihkan.

Ya, orang Jepang melihat orang bertato seperti orang jahat yang menakutkan. Mereka yang bertato selama berabad-abad sudah diidentikkan sebagai seorang penjahat. Padahal tato sendiri memiliki arti seni bagi sebagian orang.

Larangan bertato di negeri Sakura itu sudah berlangsung sejak tahun 1948. Hingga sekarang stigma buruk masih saja menempel di benak orang-orang Jepang.

Continue Reading

Trending