Connect with us

TV & Movies

Review Serial Monsterland, Antologi horror yang mencekam

Published

on

© Sony Pictures Entertainment. All Rights Reserved

GwiGwi.com – Serial yang cutup fenomenal dirilis pada Oktober 2020 di Layanan Streaming Hulu yang berjudul Monsterland berhasil membuat para penontonnya merekomendasikan serial bergenre horror ini, Karena kita sudah lama tidak melihat serial antologi horror dengan kualitas dan kisah yang cukup solid. Terakhir kita bertemu dengan serial serupa yaitu Tales From The Crypt yang tayang pada 80an akhir hingga pertengahan 90an. Dan semita di remake pada tahun 2017 oleh M. Night Shyamalan.

Maaf Anda Melihat Iklan

Balik lagi ke Monsterland, Serial ini sendiri ternyata diadaptasi dari sebuah buku yang berisi kumpulan cerita-cerita pendek, North American Lake Monsters karya Nathan Ballingrud. Dari buku itu kemudian dikembangkan oleh Mary Laws, seorang penulis muda asal Amerika Serikat, menjadi sebuah serial yang kita bahas sekarang ini.

Season satu, serial yang ditampilkan di Hulu ini terdiri 8 episode. Setiap episode memiliki judul sebuah nama tempat dari setiap kota yang berbeda di Amerika. Satu episodenya juga terasa cukup panjang, dengan durasi sekitar 50 menit-an. Kalau dianggap sebuah investasi yang terlalu lama, tidak wajib nonton satu season kok. Tapi perlu diingat, konsep serial ini antologi dimana akan ada keterkaitan  diantara satu episode dengan yang lainnya.

Dengan episode yang gak nyambung satu sama lain, jelas cast dan character di film ini banyak banget. Namun memiliki benang merah yang sama untuk keseluruhan serial ini ada character yang hadir lebih dari satu episode yang diperankan oleh aktris muda berbakat yang pernah menjadi nominee untuk penghargaan Golden Globe, yaitu Kaitlyn Dever.

Baca Juga:  Review Film Red Notice, Aksi Komedi Seru dengan Jajaran Artis Papan Atas

Setiap episode memiliki pace yang berbeda-beda juga, ada yang berjalan dengan cepat ataupun agak lambat. FYI nih, untuk episode satu awalnya terlihat begitu datar. Disini membuat kita berpikir, mana nih makhluk-makhluk aneh, supernatural atau monsternya?? Tapi di tengah episode satu inilah kalian akan masuk ke sebuah jalan cerita yang unpredictable. Selain itu juga kalian akan tahu sebab musabab serial ini diberi judul Monsterland.

Gak heran jika serial ini mendapatkan rating 5.5/10 di IMDb dan 81% di rotten tomatoes dikarenakan cerita yang cukup berisi dan secara keseluruhan yang ingin disampaikan oleh serial ini bahwa tokoh manusia di serial ini adalah monster yang sesungguhnya.

Kok bisa?? Meskipun dari judulnya kita dibawa untuk berpikir bahwa cerita horor yang dimiliki ini berkaitan dengan monster dan makhluk supernatural, tetapi yang membuat serial ini terasa lebih horor lagi adalah manusianya sendiri. Hancurnya mental, moral dan akhlaknya, manusia bisa menjadi lebih mengerikan daripada binatang bahkan monster sekaligus. Gue rasa ini salah satu pesan yang ingin disampaikan di serial ini.

Secara keseluruhan, serial Monsterland ini sangat Gue rekomendasikan buat ditonton buat yang suka genre horror, dengan berbagai macam kengerian yang disajikan tiap episode serta berbagai macam twist yang emang bener-bener gak disangka-sangka membuat serial ini terlihat menarik di tiap episodenya.

Monsterland bakal hadir di Asia Tenggara melalui kanal TV Kabel FX mulai 17 Februari.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film Ghostbusters: Afterlife, The Legacy Continue

Published

on

GwiGwi.com – Setelah Ghostbusters 2 (1989) bertahun-tahun setelahnya banyak sekali rumor, pembicaran, blabla soal film ke tiga tapi tak pernah terwujud. Tahun 2010 cast original kembali berkumpul tapi bukan untuk layar lebar melainkan game berjudul Ghostbusters (2009). Saya pernah memainkannya dan yeah, busting does feels good. Tetap, usaha untuk membuat film ketiga masih berlanjut dengan Dan Aykroyd memimpin. Tanpa Bill Murray yang ternyata dirinya tidak mau kembali karena dia tak suka sekuel.

Maaf Anda Melihat Iklan

Berdekade kemudian this and that happen. gonta-ganti rencana, Bill Murray masih menolak kembali, Harold Ramis meninggal, etc. Kemudian penulis skenario Max Landis memberi pitch Ghostbusters 3 versi dia yang memperbesar skala cerita dan terbuka untuk spin-off. Sayang ide besar itu kandas dan dengan Sutradara Paul Feig (Bridemaids, Spy), Sony mempersembahkan Ghostbusters Answer The Call (2016) yang hasilnya kurang berhasil baik dari Box Office mau pun resepsi dari penonton.

Setelah berdekade-dekade cinta pada film original yang seperti tak pernah mati dan versi 2016 yang kurang dari ekspektasi, apa yang bisa ditawarkan Ghostbusters: Afterlife? Apakah film ini akan mengedepankan nostalgia habis-habisan demi kembali menangkap hati fans lama jadi takut berinovasi? Atau justru memberi inovasi menarik tapi terbebani harus memberikan nostalgia? Hasil akhirnya jadi begitu bercampur.

Tema besar dari film ini adalah warisan. Tak hanya di depan layar, tapi juga di belakang layar. Disutradarai oleh Jason Reitman (Juno, Up in The Air) anak dari sutradara film originalnya, Ivan Reitman (Caddyshack, Ghostbusters), Ghostbusters: Afterlife, bercerita tentang Phoebe (Mckenna Grace) yang beserta keluarganya pindah ke rumah peternakan milik almarhum kakeknya. Rumahnya berantakan penuh buku, rongsokan mobil dan hutang. Ditambah reputasinya yang buruk di kota, seolah tak ada yang ditinggalkan si kakek selain beban.

Kota kecil itu ternyata menyimpan misteri. Gempa aneh, ukiran di tambang dan perilaku penambang yang pernah bekerja di sana. Semuanya mungkin berhubungan dengan tindak-tanduk aneh kakek Phoebe dan menjadi tugas gadis 12 tahun itu untuk menyelesaikan tugas pendahulunya.

Hal-hal yang mungkin paling disukai fans dari film originalnya adalah castnya, chemistry karakternya dan komedinya. Bagaimana mereka membagi tugas dari Ray (Dan Aykyord) yang antusiastik, Venkman (Bill Murray) yang…jadi Bill Murray terus memberikan joke bahkan di momen serius seolah menolak tergiring suasana, Egon (Harold Ramis) yang selaluuu serius 100% dan Winston (Ernie Hudson) yang hanya ingin cari kerja. Interaksi mereka satu sama lain dan dengan plot berhasil memancing tawa

Ghostbusters (1984) memiliki komedi yang tidak memaksa harus terus memberi tawa tapi agar cerita absurdnya yang membuat karakter bereaksi atau berkata aneh yang memberi tawa. Hal ini yang jelas dibawa ke Ghostbusters; Afterlife. Phoebe dan keluarganya seperti paham dan terima kehidupan mereka menyedihkan. Mereka cuek, mengetawai diri sendiri dan sesama anggota keluarga, dan berusaha mengarungi keseharian yang sulit saja sambil sesekali mengeluh. Sikap yang sangat mencerminkan film originalnya.

Baca Juga:  10 Karakter Anime Yang Mengikuti Jejak Mentornya

Hanya satu karakter yang sedikit memaksa memberi komedi yaitu Podcast (Logan Kim) yang dengan antusiasmenya membuat Podcast. Mengetjutkannya, dia tidak berisik menjengkelkan dan bisa jadi menjadi favorit penonton.

Bila Podcast jadi yang antusias, Trevor (Finn Wolfhard), kakak Phoebe, jadi “bantalan” yang sering kena sial, dan Mr. Grooberson (Paul Rudd) jadi ilmuwan dengan tipikal gaya Paul Rudd macam di Ant-Man (2015), situasi lucu sering ada dan sering efektif, malah kayaknya jarang yang garing. Komedinya toplah. Bicara cast, Mckenna Grace paling menonjol.

Grace sebagai Phoebe menyalurkan sifat kutu buku yang kaku ala Egon. Dia jenius, rajin menyelesaikan masalah dan berani menghadapi hantu. Namun dia tidak kaku membosankan. Phoebe tetap memiliki perasaan walau berbeda cara mengungkapkannya dan memiliki pesona menggemaskan seperti anak kecil yang muncul ke permukaan beberapa kali seperti saat ngasih joke nerd yang jayus tapi manis. Phoebe adalah pemeran utama yang cocok mempimpin generasi baru Ghostbusters ini.

Seimbangnya aksi, komedi dan good character stuff sangat baik disampaikan di sini. Sayang sekali plotnya begitu mirip film originalnya. Momen saat Phoebe memperbaik Proton Pack dan Trevor memperbaiki mobil Ecto-1, seolah simbolisme dari keseluruhan film ini, hanya melanjutkan apa yang bekerja dulu, tanpa terobosan atau variasi. Padahal versi tahun 2016 saja menampilkan banyak peralatan baru.

Sebagai yang telah mengikuti Ghostbuster dari dulu, sering sekali saya hanyut dengan komedi dan aksinya lalu mood hilang karena plotnya begitu familiar dan mudah ditebak. Seolah saya hanya duduk menunggu momen-momen filmnya saja datang. Ya saya akan sesekali terhibur tapi saya berharap sekali mereka benar-benar memberikan plot yang baru. Untungnya pada bagian klimaks ada twist dan kejutan-kejutan menyenangkan

Sebelumnya saya bilang tema film ini adalah warisan. Oke saja, yang saya tidak sangka apa yang diwariskan banyak banget. Sangat memberikan rasa nostalgia sekali. Dari referensi dialog, properti, etc. Untuk fans hal ini bisa jadi pedang bermata dua; ada yang senang serta mengobati rasa rindu dan bisa jadi ada yang masih mencari sebuah inovasi / cerita baru dari franchise ini.

Jemunya plot dan nostalgia ini terasa lantaran hal-hal barunya begitu kuat. Semoga sekuelnya jika ada benar-benar meninggalkan nostalgia dan melajut ke arah baru. Pondasinya untuk melanjutkan franchise-nya sudah, sekali lagi, sudah sangat amat super kuat.

So Gwiples, buat kalian yang ingin bernostalgia ataupun yang baru pertama kali ingin menonton GhostBusters, Film satu ini wajib di tonton. Saksikan Ghostbusters: Afterlife di bioskop-bioskop kesayangan kalian dan jangan lupakan prokes ya Gwiples!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film Raging Fire, Pertarungan Mentor VS Mantan Anak Didik

Published

on

GwiGwi.comCheung Sung Bong (Donnie Yen) adalah seorang polisi senior di Regional Crime Unit yang berdedikasi dan lurus. Namun dalam suatu operasi penggerebekan bandar narkotik, Bong harus kehilangan banyak rekan-rekan polisinya karena mereka diserang oleh sekelompok geng misterius. Bong pun bertekad menangkap para anggota kelompok gang tersebut yang tak disangka-sangka ternyata dipimpin oleh Yau Kong Ngo (Nicholas Tse).

Maaf Anda Melihat Iklan

Ngo adalah mantan agen RCU sekaligus anak didiknya Bong yang pernah terjerat kasus penganiayaan seorang tersangka penculikan seorang konglomerat dan harus dipenjara. Sekeluarnya dari penjara, Ngo ingin membalas dendam kepada para petinggi kepolisian yang tidak membelanya dalam kasus penculikan tersebut. Bong cukup kesulitan dalam membuktikan Ngo terlibat dalam kematian rekan-rekannya karena Ngo lihai dalam menutupi jejaknya. Ngo pun sedang mempersiapkan aksi besar selanjutnya, dan menjadi tugasnya Bong untuk mencegah aksi tersebut.

Baca Juga:  10 Flashback Paling Sedih Dalam Anime Yang Membuat Kita Menangis

Adanya plot hole dan inkonsistensi dalam film ini, sebagai contoh: saat Ngo membajak sebuah motor yang ada di parkiran dan kabur. Pada adegan kejar-kejaran di jalan, Ngo bukan hanya memakai helm tapi juga memakai jaket balap, sempat-sempatnya dia memakai jaket balap saat sedang melarikan diri. Tapi kejanggalan-kejanggalan dalam film dapat diobati dengan banyaknya aksi tembak-tembakan serta pertarungan tangan kosong yang ciamik dan pastinya sangat seru terutama saat final battle Ngo vs Bong; menjadikan film ini cocok untuk Gwiples yang menyukai film action Hong Kong.

So Gwiples buat kalian yang menanti nantikan film laga serta tembak tembakan nan apik jangan lupa untuk menyaksikan Raging Fire di bioskop bioskop kesayangan kalian ya!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Live Action

Kamiki Ryunosuke & Shibasaki Kou beradu akting dalam film live-action ‘xxxHOLiC’

Published

on

By

GwiGwi.com – Kamiki Ryunosuke dan Shibasaki Kou akan berperan dalam film live-action ‘xxxHOLiC.'

Maaf Anda Melihat Iklan

Dalam film tersebut, Kamiki akan memerankan Watanuki Kimihiro, seorang siswa SMA kesepian yang dihantui oleh ayakashi (roh pendendam). Sementara itu, Shibasaki akan memerankan Ichihara Yuko, pemilik toko yang mengabulkan permintaan dengan harga tertentu. Ini akan disutradarai oleh Ninagawa Mika dan ditulis oleh Yoshida Erika.

Film live-action ‘xxxHOLiC' akan dirilis secara nasional pada 29 April 2022.

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x