Connect with us

Berita Anime & Manga

Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 6

Published

on

[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]

GwiGwi.com – Di episode sebelumnya, kita melihat bagaimana para bandit yang menyerang kota Italica tidak jatuh ke rencana Pina dan berhasil menembus pertahanan kota tersebut. Recon Group 3 ternyata mengirimkan pesan kepada markas bahwa perwakilan dari kota Italica meminta bantuan untuk tujuan penjagaan kedamaian warga lokal. Kolonel Kamo dan Letnan Kolonel Tsuge dari Combat Team 1 menawarkan agar tim mereka dipilih untuk menjadi perwakilan yang datang ke kota Italica membawa bantuan. Namun, Kolonel Kengun dari Combat Team 4 menyanggah karena Combate Team 1 trdiri dari pasukan darat sehingga akan memakan waktu lama untuk sampai ke Italica, sehingga dirinya menawarkan untuk memilih timnya saja yang ke sana dengan pasukan helinya. Untuk meyakinkan, Letnan Kolonel Youga menyatakan bahwa Combat Team 4 telah siap dengan stereo, loudspeaker, dan CD lagu Wagner (seorang komposer Jerman terkenal). Maksudnya, mereka sudah semangat untuk pergi membantu orang-orang Italica. (setidaknya itu yang saya tangkap dari maksudnya). Letnan jenderal setuju, karena dia juga berpikir bahwa yang paling dibutuhkan dalam kondisi tersebut adalah kecepatan, sehingga Combat Team 4 dengan heli merekalah yang paling cocok untuk tugas tersebut.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_00.31_[2015.08.12_14.21.49]

Pertempuran di Italica masih berlangsung, dan para bandit semakin menekan pertahanan para ksatria yang tersisa di Italica. Norma bersama ksatria yang ada berusaha mati-matian menghadang gempuran para bandit, namun justru dirinya dikalahkan oleh kepungan para bandit yang memfokuskan serangan mereka ke dirinya. Gerbang timur kota Italica akhirnya jatuh ke tangan bandit sepenuhnya.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_01.44_[2015.08.12_14.34.51]

Rupanya bandit-bandit tersebut adalah pemuja dewa perang Emloy. Mereka menyerang Italica dengan tujuan mengumandangkan himne untuk memuja dewa yang mereka sembah melalui jiwa-jiwa orang-orang yang mereka bunuh dan jiwa-jiwa teman-teman mereka yang mati dalam perang tersebut.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_02.06_[2015.08.12_14.40.56]

Para warga mulai terlibat pertempuran dan meminta bantuan pasukan namun tidak ada lagi ksatria yang tersisa di kota Italica untuk dikirim. Sementara itu Rory bertingkah aneh. Lelei menjelaskan bahwa itu karena roh-roh para prajurit yang jatuh dalam pertempuran dikirimkan kepada Emloy melalui tubuh Rory. Bagi Rory, proses tersebut dirasakannya seperti menerima afrodisiak dosis tinggi. Menurutnya lagi, yang butuh dilakukan Rory untuk menenangkan dirinya hanya bisa dengan bertarung.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_02.48_[2015.08.12_14.48.01]

Para bandit semakin mendekat ke diding pertahanan kedua di balik gerbang timur yang hanya terbuat dari kayu. Mereka butuh bantuan secepatnya. Sementara Rory yang sudah tidak bisa menahan nafsunya untuk bertaung akhirnya segera pergi ke gerbang timur. Itami dan Recon Team Three mengejar Rory sambil mengirim pesan kepada bantuan yang dikirim JSDF untuk mendatangi gerbang timur kota Italica, dan akan menandai bagian tersebut dengan suar agar bantuan yang datang bisa segera ke arah tersebut. Combat Team 4 segera mengarah ke arah gerbang timur kota Italica dan bersiap dalam formasi menyerang. Tidak lupa juga mereka menyetel musik dari CD yang mereka bawa sebagai penyemangat: The Ride of Valkyries.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_04.24_[2015.08.12_14.55.23]

Fajar menyingsing, para bandit semakin percaya diri akan kemenangan mereka. Tapi Rory datang, menghentikan satu orang paling kuat di antara pasukan bandit tersebut. Tak lama setelah itu, bantuan pasukan heli dari JSDF datang dan mulai memfokuskan serangan mereka ke pasukan musuh yang masih ada di luar tembok kota.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_07.39_[2015.08.12_15.05.28]

Rory dengan mudahnya menghadapi kerumunan bandit tersebut. Itami dan lainnya datang dengan maksud membantu Rory dari jauh tapi Kuribayashi justru langsung masuk ke tengah-tengah kumpulan bandit yang menyerang Rory. Rory dan Kuribayashi akhirnya jadi bertarung bersama, melindungi punggung satu sama lain. Itami dan lainnya tetap mendukung mereka dari belakang.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_09.53_[2015.08.12_15.14.30]

Para bandit tetap tidak panik dan menjaga formasi mereka untuk melawan balik. Namun itu semua sia-sia. Combat Team 4 sudah menyelesaikan urusan mereka di luar tembok kota, dan siap menyapu bersih musuh yang tersisa di dalam tembok kota. Itami dan Recon Team 3 diperintahkan untuk segera mengevakuasi semua anggota mereka dan warga yang ada di dekat kerumunan bandit. dalam 10 detik. Mereka berhasil, dan penyapuan pun dilakukan.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_11.08_[2015.08.12_15.17.52]

Pina dan  Hamilton hanya bisa takjub melihat kekuatan helikopter dari JSDF. Pina mendeskripsikan heli tersebut sebagai Pegasus Besi dengan kekuatan yang tak dapat dibendung oleh manusia manapun. Kekuatan yang mengabaikan kebanggaan, kehormatan, apapun. Dia mendeskripsikannya seakan dewi mengejek mereka melalui kekuatan tersebutakan betapa rapuh, tak berharga, dan remehnya manusia.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_11.58_[2015.08.12_15.20.58]

Kota Italica menjalani pemulihan sementara oleh para warga kota dibantu oleh JSDF. Pina, Hamilton, dan Grey berkabung atas kematian Norma dalam pertempuran tersebut. Pina tidak menyadari bahwa dirinya telah memanggil lawandari kerajaannya yang telah menguasai bukit Arnus untuk membantunya. Dan dia menyadari betapa dahsyatnya kekuatan yang telah menguasai bukit suci tersebut. Dia menyadari bahwa dengan kekuatan sebesar itu, mereka bisa dengan mudah menguasai kota Italica. Mereka dengan sekejap bisa memaksa Myui, bangsawan yang saat ini memimpin kota Italica, dan dirinya untuk menjadi tawanan. Dan sekejap itu juga kota Italica yang adalah pusat agrikultur yang penting bagi Empire akan jatuh ke tangan JSDF dengan warga kota menyambut mereka dengan ceria, mengingat mereka pulalah yang menolong kota tersebut saat pertempuran, bukan pihak dari Pina dan ordenya.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_13.49_[2015.08.12_15.27.16]

Mereka akhirnya melakukan negosiasi atas apa yang JSDF inginkan dari kota Italica. Pihak JSDF setuju untuk membiarkan tawanan yang ditangkap untuk menjadi urusan Italica, kecuali tiga tawanan yang diminta Itami untuk dibawa bersama JSDF (yang semuanya adalah perempuan, satu di antaranya tampak seperti harpy), dengan syarat mereka memperlakukan tawanan tersebut dengan manusiawi. JSDF juga meminta peniadaan pajak jual-beli di kota Italica untuk perwakilan dunia mereka yang dibawa JSDF (yap, yang dimaksud adalah Lelei, Chuka, dan Rory). Selain itu JSDF juga setuju untuk menarik mundur semua pasukan mereka tanpa mengklaim kekuasaan atas kota Italica. Ini mengejutkan untuk Pina dan Grey karena semua hal tersebut adalah sangat kecil dibanding dengan kemenangan total mereka di Italica.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_15.31_[2015.08.12_15.35.29]

Lelei, Chuka, dan Rory segera menukarkan sisik-sisik naga yang mereka bawa dengan uang kepada seorang pedagang bernama Lyudo. Dengan peniadaan pajak jual-beli, Lyudo menghargai 200 sisik naga bersayap yang mereka bawa sebesar 200 gold cique dan 2000 silver denarii. Namun, akibat pertempuran sebelumnya silver yang tersedia sudah terlalu rendah untuk segera membayar sepenuhnya harga tersebut. Dia hanya bisa membayar 1000 silver denarii saat itu juga. Lelei akhirnya menawarkan untuk memberi diskon 1000 denarii untuk sisik tersebut sebagai gantinya dia meminta informasi yang baginya harganya bisa setara 1000 denarii. Informasi yang dimintanya adalah mengenai pasar di kota tersebut.

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_18.06_[2015.08.12_15.43.31]

Recon Team 3 akhinya memulai perjalanan mereka kembali ke markas (Combat Team 4 sudah mulai kembali ke markas lebih dulu). Tapi di tengah perjalanan mereka kembali menemukan asap. Asap tersebut rupanya berasal dari barisan pengendara kuda. Mereka membawa bendera dengan lambang mawar tiga warna. Rupanya mereka para ksatria dari orde yang dipimpin Pina. Mereka sadar bahwa Itami dan Recon Team 3 berasal dari pihak yang menguasai Arnus Hill dan hampir memaksa Recon Team 3 menyerang mereka. Itami turun untuk mencoba menenangkan keadaan agar tidak merusak perjanjian damai yang sudah mereka lakukan dengan Italica namun para ksatria tersebut memaksa mereka untuk menyerah. Bukannya menruh untuk menyerang balik, Itami justru memaksa seluruh Recon Team Three untuk segera kembali ke markas…dan meninggalkan dia di jalan! Bagaimana Itami akan keluar dari keadaan sulit ini?

mpc-hc64_nvo 2015-08-12 13-42-33-739.avi_snapshot_20.27_[2015.08.12_15.51.03]

BONUS:

[youtube id=”2EaOv2EdkhU” width=”600″ height=”340″ position=”center”]

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending