Connect with us

Gaming

Review Game: Long Live The Queen, Dimana Semua Orang Ingin Membunuhmu

Published

on

GwiGwi.com – Gwiple! Gimana liburan kali ini? Mungkin ada yang menghabiskan dengan berlibur dengan keluarga, pergi dengan kawan atau seperti saya, main game depan komputer (bukan berarti saya jones :D). Steam Summer Sale kemarin ada Game yang saya beli salah satunya adalah Long Live The Queen yang akan saya review ditulisan ini. Love Live The Queen merupakan game RPG bernuansa Visual Novel dimana player akan berperan sebagai Eloide seorang Crown Princess kerajaan Nova yang baru berumur 14 tahun terpaksa untuk melanjutkan tahta ibunya yang telah meninggal.

Maaf Anda Melihat Iklan

LongLiveTheQueen2

Story [section label=”Story”]

Berawal dengan meninggalnya Ratu dari Kerajaan Nova, putrinya Eloide akan melanjutkan tahtanya, namun umurnya yang baru 14 tahun, ia diberi waktu 40 minggu untuk diberi pelatihan dan menjadi sebagai Crown Princess dari kerajaan Nova. Mampukah Elodie bertahan selama 40 minggu untuk menjadi ratu? ataukah ia akan diracuni, dibunuh, atau bahkan dikudeta?

LongLiveTheQueen

Flag yuri bung #hammer

Dalam game ini, Gwiple bisa merajut cerita sendiri berdasarkan dari pilihannya, seperti menikah dengan siapa, keahlian yang dimiliki bahkan pergantian mood. Long Live The Queen memiliki banyak cabang rute yang tergantung dari skill yang dipelajari bahkan ehemm.. yang suka yuri bisa menikah dengan sesama cewek. Walaupun memiliki cabang rute namun dalam narasi terdapat sedikit penjelasan info tentang karakter dan kerajaan. Inilah yang membuat Long Live The Queen tidak dapat mengambil feel dari para player. Namun itu mungkin karena kerumitan rute yang membuat sulit untuk membeli detail dalam cerita

Untuk ending game ini tidak memiliki ending tetap, tergantung dari jalan yang dipilih player. Misal jika player berkonsentrasi dengan Ekonomi, maka ending-nya kerajaan Elodie akan makmur dengan perdagangannya, atau jika player memilik stat “cruelty” yang tinggi maka Elodie akan menjadi diktator.

Gameplay [section label=”Gameplay”]

Gameplay Long Live The Queen merupakan campuran RPG dan story telling. Disini Player akan mempelajari 14 classes ilmu dalam waktu selama 40 minggu. Ke-14 classes itu akan bercabang lagi menjadi 3. Seperti contoh Royal Demeanor (sikap kerajaan) yang bercabang menjadi Composure (ketenangan), Elegance (kewibawaan), dan Presence (ketegasan). Classes sendiri jika telah diselesaikan akan diberi kostum khusus yang akan memberi bonus jika dipakai.

Baca Juga:  'Mobile Suit Gundam: Battle Operation Code Fairy' rilis Trailer peluncuran

LongLiveTheQueen3

ayy kawaiii XD

Dalam 1 minggu player bisa memilih 2 class yang bisa dipelajari. beberapa class harus memenuhi persyaratan seperti, Lumen classes yang baru muncul jika telah menyelesaikan suatu event. Classes tersebut akan menjadi tolak ukur arah rute yang diambil. beberapa class akan bisa menyelamatkan Elodie dari “death flag“. Bbeberapa “death flag” tersebut bisa diselesaikan dengan berbagai class, contohnya saat diserang bandit dalam perjalanan jila Elodie memiliki cukup skill Reflexes, maka ia bisa menghindari panah tersebut, jika ia tidak punya skill Reflexes tapi memiliki cukup Composure maka Elodie akan tetap tenang walaupun telah tertusuk panah, bahkan skill Dance pun bisa menyelamatkan jiwa Elodie.

LongLiveTheQueen4

Bayangin dijejelin MTK semingguan.. hiii

Selanjutnya sistem Mood, Mood sendiri mempengaruhi point yang didapat dalam mempelajari classes, beberapa skill akan lebih banyak memberi point jika dalam mood tertentu begitu juga sebaliknya, mood tertentu akan bisa mengurangi point yang didapat dalam mempelajari sesuatu. Mood bisa didapat dalam event yang terjadi setiap minggu. dan juga aktivitas weekend. Dalam option weekend, ada yang bisa men “trigger” event kruscial dalam keadaan tertentu. Mood pun dapat mempengaruhi event tertentu bahkan “death flag” sekalipun.

Gameplay yang unik dan banyaknya “death flag” yang didapat membuat game ini menguji skill “trial and error” anda. Tidak hanya itu game ini memiliki endless possibility dalam memecahkan berbagai masalah in game. Bahkan option dalam event bisa berubah dengan perubahan kecil saja dalam mempelajari classes.

Graphic and Character [section label=”Graphic and Character“]

Artstyle yang dimiliki merupakan tipikal anime style, dengan bumbu moe disana-sini, menggunakan background simple dan sprite karakter simpel, Long Live The Queen kurang mendapat atmosfir dalam gameplay.

LongLiveTheQueen5

 

death in cuteness

Penamaan yang rumit dan silsilah kerajaan yang rumit membuat sedikit susah untuk mengingat karakternya selain karakter utama. Padahal silsilah kerajaan merupakan aspek penting untuk menyelesaikan beberapa event.  Satu lagi, setiap dapet “death flag” CG yang didapet bukan yang kejam, melainkan versi imutnya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Mobile Gaming

Game Mobile ‘Saga of Tanya the Evil’ Akan Berakhir pada Januari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Melalui Twitter game mobile Yōjo Senki – Madōshi Kaku Tatakaeri (Saga of Tanya the Evil – Such the Mages Did Clash) berdasarkan seri novel Carlo Zen dan Shinobu Shinotsuki yang berjudul Saga of Tanya the Evil (Yōjo Senki) mengumumkan bahwa game akan mengakhiri layanan pada 17 Januari.

Maaf Anda Melihat Iklan

Yōjo Senki – Madōshi Kaku Tatakaeri diluncurkan pada Desember 2020. Game ini didasarkan pada cerita anime, tetapi memiliki peristiwa cerita orisinal. Game gratis untuk dimainkan di perangkat iOS dan Android, tetapi dengan pembelian item dalam game.

Baca Juga:  Game 'Jump Force' Akan Tutup Layanan Online dan Penjualan Digital

 

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Gaming

Game Final Fantasy XIV Kini Memiliki 25 Juta Akun Terdaftar

Published

on

GwiGwi.com – Square Enix ungkap bahwa game Final Fantasy XIV kini memiliki 25 juta akun terdaftar di seluruh dunia.

Maaf Anda Melihat Iklan

Ekspansi game “Endwalker”  akan dirilis pada 7 Desember. Mereka yang memiliki Early Access ke ekspansi baru memperoleh akses pada hari Jumat.

Square Enix merilis Final Fantasy XIV Online untuk komputer pribadi pada bulan September 2010. Setelah mendapat kritik dari penggemar, perusahaan tersebut mengungkapkan versi terbaru dari game berjudul Final Fantasy XIV: A Realm Reborn yang menambahkan dunia dan cerita baru. Final Fantasy XIV: A Realm Reborn diluncurkan di PC Windows dan PS3 pada Agustus 2013, dan kemudian di PS4 pada April 2014. Aplikasi pendamping gim untuk iOS dan Android diluncurkan pada Agustus 2019.

Baca Juga:  'Hyperdimension Neptunia: Sisters vs. Sisters' diumumkan untuk PS5 dan PS4

Square Enix merilis ekspansi pertama untuk Final Fantasy XIV: A Realm Reborn, berjudul “Heavensward,” pada Juni 2015. Ekspansi kedua, “Stormblood,” diluncurkan pada Juni 2017. Ekspansi ketiga, “Shadowbringers,” diluncurkan pada Juli 2019. Game ini diluncurkan untuk PlayStation 5 pada 25 Mei.

 

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

PlayStation Console

Saingi Xbox Game Pass, Sony akan Luncurkan Layanan Baru untuk PlayStation di Musim Semi 2022

Published

on

GwiGwi.com – Situs web berita Bloomberg melaporkan pada hari Jumat bahwa Sony berencana untuk meluncurkan layanan baru pada musim semi 2022 yang akan menyaingi layanan Microsoft Xbox Game Pass.

Maaf Anda Melihat Iklan

Menurut laporan tersebut, layanan tersebut akan tersedia untuk PlayStation 4 dan PlayStation 5, dan akan memungkinkan pengguna membayar biaya bulanan untuk mengakses katalog game modern dan klasik. Bloomberg menyatakan rencananya termasuk sistem berlangganan tiga tingkat. Tingkat pertama akan menampilkan manfaat PlayStation Plus yang ada, tingkat kedua akan menawarkan judul PS4 dan PS5, dan tingkat ketiga akan menambahkan demo yang diperluas, streaming game, dan katalog game PlayStation 1-3 dan PlayStation Portable.

Laporan tersebut menyatakan bahwa layanan tersebut diberi nama kode “Spartacus,” dan akan menggabungkan layanan PlayStation Plus dan PlayStation Now dari Sony saat ini. Bloomberg menyatakan dokumen yang ditinjau “menyarankan” Sony akan menghapus PlayStation Now tetapi akan mempertahankan PlayStation Plus.

Baca Juga:  Simak Trailer Baru dan Iklan TV Jepang Pokemon Brilliant Diamond dan Shining Pearl

PlayStation Plus diperlukan untuk banyak game multipemain online, dan layanan ini juga menawarkan beberapa game gratis setiap bulannya. PlayStation Now memungkinkan pelanggan untuk melakukan streaming atau mengunduh game lama.

Sony tidak menanggapi permintaan komentar dari Bloomberg.

Xbox Game Pass adalah layanan yang memungkinkan pengguna membayar biaya berlangganan bulanan untuk mengakses perpustakaan game tanpa perlu membelinya satu per satu. Layanan ini diluncurkan pada Juni 2017, dan saat ini memiliki lebih dari 18 juta pelanggan.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x