Connect with us

TV & Movies

Review Film Tron: Ares, Kembali Ke Grid Bareng Jared Leto

Published

on

Review Film Tron: Ares, Kembali Ke Grid Bareng Jared Leto

www.gwigwi.com – Ares (Jared Leto) adalah program yang menjadi kepala pengamanan Grid, dunia komputer, buatan Perusahaan Dillinger yang dipimpin Julian (Evan Peters). Tugasnya mengerjakan segala perintah penciptanya apapun itu, termasuk mencuri data CEO ENCOM, Eve (Greta Lee).

Namun, Ares mulai mempertanyakan eksistensi dirinya, yang membuatnya, sebuah program, menjadi hidup. Dia kemudian berbalik melindungi Eve.

Mampu membuat data program menjadi nyata, Julian mengirimkan program dan kendaraan militer dari grid, untuk mengambil kode dari Eve bagaimana pun caranya.

Review Film Tron: Ares, Kembali Ke Grid Bareng Jared Leto

Review Film Tron: Ares, Kembali Ke Grid Bareng Jared Leto

Kode yang mengizinkan program miliknya bisa hidup permanen di dunia nyata tanpa batas waktu.

TRON: ARES adalah film ketiga dari franchise TRON setelah TRON (1982) dan sekuelnya, TRON: LEGACY (2010). Penantian demikian lama dari fans akhirnya termanifestasi menjadi nyata. Mengejutkannya, diproduseri dan dibintangi oleh Jared Leto.

Penampilan dia di sini sebagai program yang kaku sebenarnya sesuai, tetapi terasa agak…terlalu. Barulah saat Ares berinteraksi dengan Eve, menunjukkan sisi kemanusiaannya yang lebih relatable, terlihat kalau karakter ini cocok jadi protagonis yang enak diikuti.

Namun, memang butuh waktu.

Tentu yang paling ditunggu adalah Grid-nya, dunia komputer yang begitu mengesankan di TRON: LEGACY.

Review Film Tron: Ares, Kembali Ke Grid Bareng Jared Leto

Review Film Tron: Ares, Kembali Ke Grid Bareng Jared Leto

Anehnya, di TRON: ARES ini waktu di Grid demikian cepatnya dihabiskan dan secara visual tidak semegah di film sebelumnya.

Markas Ares bahkan terlihat seperi set biasa yang dihiasi banyak lampu neon, berbeda dengan dulu yang terasa aura misterius nan mencekamnya.

Aksi justru banyak dilakukan di dunia nyata yang walau oke saja dan ada beberapa momen menarik, sayangnya tak terlalu menggelegar. Untuk sekuel yang lama ditunggu dan butuh dukungan baik fans dan penonton umum, rasanya perlu lebih heboh nan memorable lagi.

Walau berbagai elemen terasa tanggung, sebenarnya secara cerita film ketiga ini cukup menarik. Persaingan dua perusahaan ala techno thriller lebih memaku perhatian dibanding drama bapak-anak yang menjemukan di film kedua.

Review Film Tron: Ares, Kembali Ke Grid Bareng Jared Leto

Review Film Tron: Ares, Kembali Ke Grid Bareng Jared Leto

Bila cerita demikian dilanjutkan untuk sekuel yang sudah di tease, rasanya layak dinantikan.

TRON: ARES mungkin tak sempurna dan bisa jadi kurang bisa memantik semangat penonton untuk kembali lagi ke Grid, tapi kemilau neon dunia komputer itu terlihat masih memiliki nyawa untuk layak terus eksis.

Advertisement

TV & Movies

Jangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti

Published

on

By

Jangan Tertipu Image Couple Goals! Iqiyi Original ‘dalam Suka Dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap Di Balik Pernikahan Selebriti

iQIYI secara resmi menggelar Gala Premiere series original terbaru mereka yang berjudul Dalam Suka dan Dusta di CGV Pacific Place, Jakarta. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran sutradara, tim produksi, serta para pemeran utama seperti Acha Septriasa, Darius Sinathrya, Ciccio Manassero, dan Shania Gracia. Disutradarai oleh Hanny R. Saputra, series ini siap menyapa penonton mulai 25 September 2026.

Menguak Sisi Gelap Rumah Tangga Selebriti

Melalui screening eksklusif dua episode pertama, penonton langsung disuguhkan kontras tajam antara kehidupan pasangan selebritas Duta (Darius Sinathrya) dan Citra (Acha Septriasa). Di depan layar, keduanya tampak begitu harmonis dan pantas disebut sebagai couple goals. Namun, di balik itu semua, pernikahan mereka menyimpan konflik pelik.

Puncak kekacauan bermula ketika perselingkuhan terungkap. Demi mempertahankan keutuhan keluarga serta menjaga citra publik mereka, Duta dan Citra mengambil jalan keluar yang tidak biasa, yakni menjalani open marriage. Sayangnya, keputusan tersebut justru membuat hubungan keduanya semakin runyam.

Karakter Kompleks: Duta yang Manipulatif dan Citra yang Mengundang Simpati

Karakter Duta langsung sukses membuat penonton terbawa emosi. Jauh dari kesan suami idaman atau green flag, Duta justru kerap melakukan gaslighting, manipulasi, serta guilt-tripping kepada Citra.

Di sisi lain, Citra harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai artis papan atas di tengah terpaan gosip dan pemberitaan miring. Kompleksitas ini membuat penonton tidak hanya merasa gemas, tetapi juga menaruh simpati mendalam terhadap perjuangan Citra yang harus mempertaruhkan pernikahan, anak, keluarga, hingga kariernya.

Bagi Acha Septriasa, membintangi series modern ini memberikan tantangan tersendiri karena menjadi pengalaman pertamanya setelah lebih banyak berkecimpung di dunia film. Ia mengaku harus mendalami karakter Citra secara bertahap, lapis demi lapis, tanpa menghakiminya. Sementara itu, Darius Sinathrya mengaku sangat menikmati perannya sebagai Duta yang karakternya sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya.

Kehadiran Denis dan Vania yang Memanaskan Dinamika Cerita

Konflik semakin berkembang dengan hadirnya karakter-karakter pendukung yang membawa warna baru. Denis (Ciccio Manassero), yang berusia lebih muda dari Citra, hadir memberikan ruang bagi Citra untuk didengarkan tanpa dihakimi. Namun, di balik sosoknya yang suportif, Denis juga menyimpan sisi misterius.

Di sisi lain, Vania (Shania Gracia) hadir sebagai sosok yang ambisius dan berani mengejar apa pun yang diinginkannya, termasuk dalam urusan percintaan. Peran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Shania karena karakternya yang sangat berbeda dari image aslinya di publik.

Angkat Isu Sosial Open Marriage

Ikhsan Sasmita selaku Head of Original Content Indonesia iQIYI menjelaskan bahwa Dalam Suka dan Dusta mengangkat tema yang masih cukup tabu dan jarang dieksplorasi di Indonesia, yakni fenomena open marriage di tengah masyarakat modern. Dipadukan dengan rasa penasaran publik terhadap kehidupan selebritas, series ini dikemas menjadi cerita yang kuat, relevan, serta penuh intrik.

“Melalui iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, kami memadukan kedua fenomena sosial tersebut menjadi sebuah cerita yang kuat, relevan, dan penuh intrik,” ungkap Ikhsan.

Saksikan perjalanan kisah pelik antara Duta, Citra, Denis, dan Vania dalam 10 episode Dalam Suka dan Dusta yang tayang mulai 25 September 2026, dengan episode baru hadir setiap hari Jumat secara eksklusif hanya di iQIYI.

Continue Reading

TV & Movies

Bukan Sekadar Janda, Mereka Jadi Pasukan Perang! Atiqah Hasiholan Tampil Memukau sebagai Laksamana Malahayati di Teaser Trailer “Pasukan 1000 Janda”

Published

on

By

Bukan Sekadar Janda, Mereka Jadi Pasukan Perang! Atiqah Hasiholan Tampil Memukau Sebagai Laksamana Malahayati Di Teaser Trailer “pasukan 1000 Janda”

Bagi para pencinta film drama sejarah dan aksi kepahlawanan Indonesia, bersiaplah menyambut sebuah tontonan epik baru di penghujung tahun ini. Rumah produksi Manara Films secara resmi merilis teaser trailer dan teaser poster untuk film drama sejarah terbarunya yang berjudul Pasukan 1000 Janda. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Archie Hekagery serta diproduseri oleh Yuda Wirafianto, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

Angkat Kisah Perjuangan Inong Balee yang Terinspirasi dari Laksamana Malahayati

Diangkat dari kisah kepahlawanan historis yang membanggakan, Pasukan 1000 Janda menyoroti kisah perlawanan gigih para perempuan Aceh dalam mengusir penjajah. Cerita berfokus pada barisan perempuan tangguh yang ditinggal gugur oleh para suami mereka di medan perang, hingga akhirnya memutuskan untuk bangkit, memegang senjata, dan berada di garis depan pertempuran.

Dalam film ini, aktris papan atas Atiqah Hasiholan didapuk untuk memerankan tokoh ikonik Laksamana Malahayati. Atiqah tampil memukau sebagai pemimpin berani yang membakar semangat para perempuan Aceh—yang tergabung dalam pasukan Inong Balee—untuk melumpuhkan armada perang Belanda melalui strategi militer yang matang.

Deretan Bintang Lintas Generasi & Kolaborasi Internasional

Film Pasukan 1000 Janda juga menghadirkan jajaran aktor dan aktris berbakat lintas generasi. Selain Atiqah Hasiholan, film ini dibintangi oleh Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Cut Mini, Ully Triani, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Dafina Jamasir, hingga Vincent Verhaag.

Menariknya lagi, film ini turut menggandeng aktor internasional asal Belanda, Ron Smoorenburg—yang namanya dikenal luas lewat aksinya sebagai lawan main Jackie Chan dalam film aksi klasik Who Am I?. Kehadiran para bintang ini dijamin akan menambah intensitas dan kualitas visual di sepanjang durasi film.

Historical Fantasy Action Berbalut Spektakel Epik

Sutradara Archie Hekagery mengungkapkan bahwa film ini dikemas sebagai sebuah kisah historical fantasy action yang unik. “Melalui film ini, saya ingin menghadirkan sejarah Indonesia dalam bentuk action spectacle yang epik untuk penonton saat ini, dengan cerita yang terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee,” ujarnya.

Sementara itu, bagi Atiqah Hasiholan, kesempatan memerankan sosok pahlawan besar masyarakat Aceh ini merupakan sebuah kehormatan besar. Ia berharap karakter Laksamana Malahayati tidak hanya dilihat sebagai seorang pejuang di medan laga, tetapi juga sebagai representasi kekuatan, kepemimpinan, dan kemandirian perempuan yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini.

Catat tanggalnya! Pasukan 1000 Janda siap menggebrak bioskop Indonesia pada 12 November 2026. Ikuti terus informasi dan pembaruan terbarunya melalui akun Instagram resmi @pasukan1000janda dan @manara.studios.

Continue Reading

TV & Movies

Kolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!

Published

on

By

Review Game Crazy Taxi: World Tour Closed Network Test — Nostalgia Ngebut Tanpa Aturan Yang Makin Masif!

Kabar gembira buat para Gwiple pencinta game klasik dan adaptasi film! SEGA dan Netflix secara resmi mengumumkan kerja sama besar untuk membawa franchise game balap arcade yang sangat populer, Crazy Taxi, ke layar kaca dalam bentuk film adaptasi live-action.

Tak hanya Crazy Taxi, kolaborasi lintas proyek (multi-title collaboration) ini juga tengah mengembangkan deretan proyek adaptasi dari katalog IP populer milik SEGA lainnya, termasuk serial animasi terbaru Sonic the Hedgehog serta film live-action untuk STRANGER THAN HEAVEN dari RGG Studio.

Mengusung Komedi Kacau dan Produser Franchise Sonic

Film adaptasi Crazy Taxi dipastikan akan membawa energi komedi dan aksi cepat khas permainannya. Naskah film ini akan ditulis oleh duo penulis berbakat Dan Gregor & Doug Mand, yang sukses menggarap film reboot populer The Naked Gun (2025).

Di jajaran produser, film ini ditangani langsung oleh nama-nama kawakan dibalik kesuksesan waralaba film Sonic, yaitu Neal H. Moritz, Toby Ascher, serta Toru Nakahara dari SEGA. Proyek film ini hadir menyambut game terbaru franchise tersebut, Crazy Taxi: World Tour, yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027.

“Film ini ditujukan untuk siapa saja yang pernah menghabiskan waktu bertahun-tahun di balik kemudi taksi kuning di konsol Dreamcast, memutar musik dengan volume maksimal, dan menerobos segala rintangan demi mengantar penumpang tepat waktu,” ungkap produser Neal H. Moritz dan Toby Ascher.

Jajaran Proyek Adaptasi SEGA Lainnya di Netflix

Selain Crazy Taxi, pengumuman ini juga mengungkap dua proyek besar lainnya:

  • Sonic (Serial Animasi): Dikembangkan bersama Carlos Stevens dan Toru Nakahara, serial animasi baru ini ditujukan untuk audiens upper pre-school dengan cerita bernuansa high-voltage, lucu, namun tetap emosional. Tiga musim dari Sonic Prime juga sudah dapat disaksikan secara eksklusif di Netflix.

  • STRANGER THAN HEAVEN: Diadaptasi dari game garapan Ryu Ga Gotoku (RGG) Studio (pengembang seri Like a Dragon / Yakuza). Film live-action aksi drama ini berlatar di Jepang awal abad ke-20 dan menceritakan perjalanan seorang pendatang yang merintis karier dari yakuza hingga menjadi taipan dunia hiburan.

Deretan Adaptasi Game Populer di Ekosistem Netflix

Lini game SEGA ini menambah panjang daftar portofolio adaptasi game unggulan di Netflix, yang sebelumnya telah mengumumkan berbagai proyek besar seperti serial live-action Assassin's Creed, film live-action Gears of War, serial animasi Minecraft, Magic: The Gathering, Clash of Clans, hingga musim terbaru dari Cyberpunk: Edgerunners, Splinter Cell: Deathwatch, dan Devil May Cry.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending