Connect with us

Box Office

Review Film The King’s Man, Aksi Spionase di Masa Perang Dunia Pertama

Published

on

GwiGwi.com – Setelah sukses dengan Kingsman: The Secret Service (2014) dan Kingsman: The Golden Circle (2017), Matthew Vaughn kembali dengan prekuel 2 film sebelumnya yang berjudul The King’s Man. Tidak seperti 2 film sebelumnya, kali ini Matthew Vaughn ditemani oleh Karl Gajdusek yang menggantikan Jane Goldman dalam penulisan naskah, dengan jajaran cast-nya Ralph Fiennes, Gemma Arterton, Rhys Ifans, Matthew Goode, Tom Hollander, Harris Dickinson, Daniel Brühl, Djimon Hounsou, Valerie Pachner & Charles Dance.

The King’s Man berfokus pada peristiwa bersejarah di era Perang Dunia pertama & awal mula kelahiran organisasi Kingsman. Orlando Oxford (Ralph Fiennes) berjanji kepada istrinya Emily (Alexandra Maria Lara) untuk melindungi putranya Conrad (Harris Dickinson) dari ancaman perang. Orlando dibantu oleh 2 orang kepercayaannya, Shola (Djimon Honsou) & Polly (Gemma Arterton).

Banyak karakter ikonik yang muncul di film berdurasi 131 menit ini, seperti Grigori Rasputin (Rhys Ifans), King George, Kaiser Wilhelm & Tsar Nicholas (Tom Hollander), Herbert Kitchener (Charles Dance), Vladimir Lenin (Vladimir Lenin), Archduke Franz Ferdinand (Ron Cook), Erik Jan Hanussen (Daniel Brühl), hingga Mata Hari (Valerie Pachner).

Diantara nama-nama karakter yang ikonik diatas, Grigori Rasputin yang paling memukau. Karakter yang diperankan oleh Rhys Ifans ini sangat menonjol saat adegan pertarungan yang dikoreografi dengan tarian yang akan membuat kita terhibur dan tertawa. Gemma Arterton & Djimon Honsou juga tidak kalah oke, keduanya bermain bagus sebagai orang kepercayaan Orlando, dengan tampil lucu, menyentuh hati, dan sangat menyenangkan untuk ditonton

Berbeda dengan 2 film sebelumnya, yang menampilkan hubungan mentor Harry Hart (Colin Firth) & Eggsy (Taron Edgerton), di film prekuel ini terjalin hubungan ayah-anak dengan konflik ideologis. The King’s Man bisa dikatakan sebagai film Perang Dunia I versi Matthew Vaughn. Berbagai peristiwa bersejarah di era Perang Dunia I ditampilkan secara ciamik di film ini.

Baca Juga:  Review Anime Blue Period, Proses Pendewasaan Diri yang Penuh Tantangan

Aristokrat yang dibesarkan dengan baik, Orlando Oxford (Ralph Fiennes) menjadi pasifis yang setia pada tahun 1902 setelah menyaksikan istrinya, Emily (Alexandra Maria Lara) terbunuh saat mengantarkan makanan dan persediaan ke kamp konsentrasi Inggris di Afrika Selatan. Sejak itu, dia terus mengawasi putranya Conrad (Harris Dickinson), yang rindu untuk dengan berani melayani negaranya di usia 17 tahun. Matthew Vaughn mempertahankan kesetiaan sejarah ketika mengulangi pembunuhan Archduke Franz Ferdinand, dan perjalanan Conrad ke tanah tak bertuan saat berada di garis depan, yang terlihat mirip dengan “1917”

Adegan aksi di film ini tidak sebaik di 2 film sebelumnya, dan tidak se-ikonik saat adegan di gereja di Kingsman: The Secret Service. Namun tetap menghibur seperti adegan saat Rasputin bertarung & saat Orlando mendaki gunung. Tom Hollander yang berperan sebagai 3 karakter ikonik (King George, Kaiser Wilhelm & Tsar Nicholas) tampil cukup mengagumkan. Valerie Pachner juga tidak kalah cemerlang sebagai Mata Hari, penari exotic Belanda yang sangat ikonik yang juga berperan sebagai spy Jerman saat Perang Dunia I. Hanya Daniel Brühl yang potensi aktingnya tidak dikeluarkan secara maksimal.

Seperti 2 film sebelumnya, di film ini terdapat juga twist ending. Dan juga jangan lewatkan mid-credit scene-nya yang konyol. Overall, walau tidak mengalahkan 2 film sebelumnya, The King’s Man mampu menghibur dan tetap direkomendasikan untuk Gwiples yang mengikuti dari film pertamanya.

So Gwiples jangan lupa untuk menyaksikan The King’s Man di bioskop kesayangan kalian mulai tanggal 22 Desember 2021.

-Review by Arief Pranata-

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film Peter Rabbit 2, Sajian Film Keluarga yang Apik

Published

on

Gwigwi.com – Thomas (Domnhall Glesson) dan Bea (Rose Brune) Akhirnya menikah, begitu juga Peter, Benjamin, Mopsy, Flopsy, dan Cotton Tail tinggal bersama dan memulai hidup baru.

Bea pun menulis buku anak-anak yang terinspirasi dari kelinci peliharaan nya yaitu Peter dan kawan-kawan hingga bertemu dengan penerbit besar dan menjanjikan kisah Peter Rabbit mendunia.

Peter pun digambarkan sebagai kelinci yang nakal dan selalu bikin ulah, ia pun ingin sekali saja terlihat baik di mata Thomas dan Bea dan juga ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah seekor kelinci yang baik.

Disinilah ia bertemu Barnabas, seekor kelinci liar yang nakal yang merupakan teman lama ayah dari Peter. Ia pun memiliki rencana pencurian makanan terbesar.

Langsung aja ke filmnya, film Ini Akhirnya rilis Setelah mengalami penundaan dikarenakan kondisi pandemi covid-19 yang akhirnya film Ini tayang di awal tahun 2022 untuk di Indonesia.

Film yang berdasarkan adaptasi dari buku anak-anak karangan Beatrix Potter Ini, memang cukup terkenal di seluruh dunia hingga diadaptasi ke film layar lebar dengan sajian cerita yang fresh tanpa merusak cerita aslinya yang Sudah kita kenal.

Baca Juga:  Turning Red dari Disney dan Pixar akan Premier Eksklusif di Disney+ Hotstar

Sebagai sebuah sekuel dari film pertamanya yang rilis di tahun 2018. Film Ini berhasil sukses secara kualitas Karena membawa kisah yang segar untuk generasi sekarang.

Petualangan Peter yang sedang mengalami krisis identitas berhasil disajikan dengan menyenangkan dan mudah dicerna oleh semua kalangan dan sangat relate dengan kehidupan kita sebagai manusia.

Cerita dan jokes yang disajikan pun gak ada yang miss menurut gue, semua sesuai dan tampil di saat yang tepat. Alhasil membuat penonton tertawa Karena melihat kelucuan para kelinci dan hewan lainnya hingga dibawa Sedikit aksi yang menegangkan tetap seru untuk ditonton hingga akhir.

Ditambah dengan soundtrack dari beberapa Lagu yang gak asing seperti Boulevard of broken dreams nya Green Day dan Alright milik Supergrass membuat film Ini menyenangkan dan relate dengan cerita yang disajikan.

Secara keseluruhan, Peter Rabbit 2. Merupakan sajian yang asik untuk ditonton bersama keluarga Karena melihat para hewan yang menggemaskan dan juga cerita yang seru untuk dinikmati.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Untuk merayakan perilisan 20th Century Studios’ “Death on the Nile” yang akan hadir secara eksklusif di bioskop pada 11 Februari 2022, 20th Century Studios merilis klip spesial untuk kisah kecemburuan penuh emosi yang disutradarai dan dibintangi peraih lima nominasi Academy Award® Kenneth Branagh. Selain itu, rangkaian poster karakter dari sederet bintang papan atas yang menjadi ‘tersangka’ juga telah tersedia.

Berdasarkan novel tahun 1937 karya Agatha Christie, Death on the Nile adalah cerita misteri tentang konflik emosional dan konsekuensi mematikan yang dipicu oleh cinta yang obsesif. Kenneth Branagh, kembali sebagai detektif ikonik Hercule Poirot, bergabung dengan Tom Bateman, peraih empat nominasi Oscar® Annette Bening, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Gal Gadot, Armie Hammer, Rose Leslie, Emma Mackey, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders dan Letitia Wright. “Death on the Nile,” yang menyatukan kembali tim pembuat film di balik film ternama pada tahun 2017 “Murder on the Orient Express” ditulis oleh Michael Green, diadaptasi dari novel Christie, dan diproduksi oleh Ridley Scott, Kenneth Branagh, Judy Hofflund, dan Kevin J. Walsh, dengan Mark Gordon, Simon Kinberg, Matthew Jenkins, James Prichard dan Mathew Prichard sebagai produser eksekutif.

Baca Juga:  Daftar Anime Movie Musim Dingin 2022 Yang Ditunggu Fans

Bercerita tentang detektif Belgia, Hercule Poirot, yang sedang melakukan perjalanan dengan kapal glamor ke Mesir. Perjalanan tersebut berubah menjadi pencarian yang menakutkan ketika pasangan sempurna yang sedang bulan madu dibunuh secara tragis oleh sosok misterius. Berlatar di pemandangan indah gurun yang luas dan megahnya piramida Giza, kisah dramatis tentang cinta yang berakhir nahas ini menampilkan sekelompok turis kosmopolitan yang elegan dengan cerita yang dipenuhi oleh misteri dan kejutan yang akan membuat penonton penasaran sampai akhir.

Direkam dengan kamera Panavision 65mm pada akhir 2019, “Death on the Nile” membawa penonton ke tahun 1930-an, menciptakan ulang ragam lokasi yang menjadi inspirasi bagi Christie dalam menciptakan cerita misteri tentang masyarakat kelas atas yang glamor. Film ini juga akan diproyeksikan dengan format 70mm di beberapa layar terpilih di New York, Los Angeles dan London.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film The 355, Aksi Mata-Mata Wanita Seluruh Dunia

Published

on

GwiGwi.com – Film The 355 (yang artinya akan dijelaskan di dalam film) merupakan film aksi mata-mata besutan Simon Kinberg; mengenai agen CIA, Mace (Jessica Chastain) yang ditugaskan bersama partnernya, Nick Fowler (Sebastian Stan) untuk mengambil sebuah alat peretas yang sangat canggih dari seorang agen Colombia yang berkhianat. Sayangnya Nick terbunuh dalam operasi yang gagal itu karena intervensi agen BND, Marie Schmit (Diane Kruger). Mace pun diinvestigasi oleh CIA karena alat itu dicuri oleh kelompok tidak dikenal; namun Mace tidak ditahan.

Untuk mencari alat itu, Mace memutuskan untuk bekerja sama dengan Khadijah (Lupita Nyong’o), seorang mantan agen MI6 yang juga teman lamanya. Dan karena keadaan mendesak, Marie pun akhirnya bekerja sama dengan mereka. Seorang staf intelijen Colombia, Graciela (Penelope Cruz) juga terpaksa bergabung dengan 3 agen Wanita tersebut. Dengan dukungan yang minim dari negara masing-masing, mereka harus membongkar dalang pencurian alat itu dan menghentikannya sebelum digunakan untuk mengacaukan dunia.

Baca Juga:  Daftar Anime Musim Dingin 2022 Yang Tayang di iQiYi

The 355 ini sayangnya kurang istimewa karena banyak dialog yang cringe dan klise sehingga susah untuk menganggap ini sebagai film serius. Selain itu sebagian adegan Close Quarter Combat dalam film terlihat seperti orang yang sedang berlatih bela diri sehingga adegannya kurang sinematik. Apalagi banyak plot yang dipaksakan dan menimbulkan beberapa pertanyaan, sebagai contoh saat agen musuh akan melakukan pertukaran alat di sebuah pasar di Maroko, tiba-tiba ada sekelompok orang yang ingin membunuh sang agen namun tidak jelas kelompok ini dari pihak yang mana. Untungnya film ini masih terangkat dengan akting-akting dari para bintangnya. Bagi Gwiples yang ingin menonton film aksi para agen wanita yang lebih down to earth dibandingkan Charlie’s Angels, kalian dapat menonton The 355 di bioskop kesayangkan kalian ya Gwiples!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x