Connect with us

TV & Movies

Review Film Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Published

on

Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

www.gwigwi.com –

Black Friday dan Thanksgiving merupakan 2 event yang saling melengkapi pada bulan November apalagi dengan konsumerisme yang semakin bertambah, event Black Friday sering memakan korban para pengunjung yang berebutan mencari barang-barang diskon. Kota Plymouth yang merupakan asal dari tradisi Thanksgiving pun tidak terlepas dari tragedi Black Friday yang memakan beberapa korban jiwa di Right Mart.
Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Penyebabnya bisa dianggap sepele, karena para pengunjung yang sudah lama mengantri menjadi rusuh ketika mereka  melihat Jessica Wright (Nell Verlaque); putri dari Thomas Wright (Rick Hoffman) yang merupakan pemilik dari Right Mart; bersama teman-temannya bisa masuk duluan ke dalam toko untuk berbelanja. Keadaan cepat menjadi tidak terkendali dan beberapa korban berjatuhan, namun oleh aparat peristiwa ini dianggap sebagai suatu tragedy dan tidak ada yang dipidana.
Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Satu tahun kemudian, tragedi malam Black Friday masih menjadi kontroversi di Plymouth dan untuk menambah ketegangan di kalangan penduduk; seorang pembunuh berantai berkeliaran membunuh orang-orang yang dianggap memicu kerusuhan tahun lalu. Jessica yang merasa ikut bertanggung jawab atas kejadian tahun lalu membantu Sheriff Newlon (Patrick Dempsey) dalam mengungkap siapa pembunuh yang memiliki kaitan dengan salah satu korban Black Friday.
Eli Roth yang menyutradarai film ini tidaklah asing dengan genre horror dengan film-film sebelumnya seperti Urban Legend dan  Chainsaw.
Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Review Film: Thanksgiving, Perayaan Untuk Balas Dendam

Dengan bergaya 80s slasher movie, Thanksgiving banyak menampilkan adegan gore (yang sayangnya cukup banyak yang disensor) yang membuat ngilu Gwiple yang menontonnya. Siapa pelaku pembunuhan berantai ini pun cukup sulit untuk ditebak pada awal-awal cerita. Mungkin Gwiple baru bisa menebaknya pada pertengahan atau menjelang akhir film.
Overall, Thanksgiving ini seru dan tidak semata-mata mengandalkan jumpscare untuk membuat penonton merasakan sensasi ketegangan  walaupun memang adegan-adegan sadis di film ini tidak cocok untuk sebagian kalangan. Bagi penggemar film slasher bisa segera menonton Thanksgiving di bioskop-bioskop kesayangan mulai dari 22 November 2023 ini.
Advertisement

TV & Movies

Review Film Bob Marley: One Love, his songs change the world

Published

on

By

Review Film Bob Marley: One Love, His Songs Change The World

www.gwigwi.com – Siapa yang tidak tahu legenda musik reggae Bob Marley? Lagu-lagunya seperti could you be love, redemption song, exodus, jammin’. Meskipun yang gak nyemplung banget sama musik reggae setidaknya tahu lagu-lagu tersebut.

Kita disuguhi kisah penyanyi yang memiliki nama lengkap Robert Nesta Marley di awal karirnya, serta puncak kesuksesannya di pertengahan 1970an hingga kematiannya di tahun 1981.

Review Film Bob Marley: One Love, His Songs Change The World

Review Film Bob Marley: One Love, His Songs Change The World

Film yang disutradarai oleh Reinaldo Marcus Green ini, menurut gue berhasil menyajikan kisah Bob Marley yang sangat autentik.

Kita jadi tahu behind the song yang ia ciptakan untuk menyuarakan keadilan dan perdamaian dunia.

Di film ini kita juga akan melihat tentang kepercayaan Rastafarian yang dianut oleh masyarakat Jamaika. Serta kondisi negara Jamaika di era itu.

Dari sisi cast, Kingsley Ben Adir dan Lashana Lynch yang memerankan Bob Marley dan Rita Marley. Berhasil memberikan performa yang baik dengan melakukan riset yang begitu mendalam terkait peran yang ingin mereka bawa.

Fun fact, Adir ketika sedang syuting film Barbie (2023) memiliki tempat bernama Bob’s Corner yang dimana ketika break syuting ia pergi ke tempat tersebut untuk reading dan latihan untuk mendalami peran sebagai Bob Marley.

Review Film Bob Marley: One Love, His Songs Change The World

Review Film Bob Marley: One Love, His Songs Change The World

Begitu juga dengan Lashana Lynch yang bertemu langsung dengan Rita Marley dan ngulik untuk mendalami peran sebagai istri dari mendiang Bob Marley.

Film yang diproduseri oleh Rita, Ziggy, dan Cedella Marley yang merupakan anggota keluarga dari mendiang Bob memiliki alur yang mudah untuk dicerna untuk penikmat musik Reggae maupun penonton awam.

Akhir kata, film Bob Marley: One Love menurut gue berhasil menyampaikan kisah seorang musisi legenda dan meneruskan legacy Bob Marley yang menyuarakan perdamaian dunia.

Continue Reading

Box Office

Review Film Madame Web, film Spider-Man Sony Universe yang serba nanggung

Published

on

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

www.gwigwi.com – Semenjak tayangnya IRON MAN (2008) saya jadi keranjingan mengikuti berbagai judul komik superhero hingga sekarang.  Namun, hanya sediikit sekali saya tahu tentang karakter bernama Madam Web. Saya pun memutuskan membiarkan filmnya sendiri yang berbicara tanpa mencari tahu si madam lebih jauh. Bisakah MADAM WEB (2024) membuat saya jadi menyukai dan ingin tahu lebih lanjut soal karakternya? Karena itu kan poin adaptasi komik yang ingin jadi franchise?

Cassie (Dakota Johnson) adalah pekerja medis yang sigap menolong korban bersama partnernya Ben Parker (Adam Scott). Karena suatu kecelakaan kekuatan terpendamnya bangkit. Dia mampu melihat dan mengulang masa depan. Bahkan bisa merubah nasibnya.

Ternyata semua itu ada hubungannya dengan peristiwa kelahirannya di pelosok hutan Peru. Takdirnya pun terikat dengan tiga gadis; Julia (Sydney Sweeney), Anya (Isabella Moner) dan Mattie (Celeste O’Connor). Mereka dikejar oleh orang berkekuatan mirip Spider-Man bernama Ezekiel (Tahar Rahim). Bisakah Cassie menyelamatkan mereka dari pria yang juga telah membunuh ibunya itu?

MADAM WEB (2024) sedari pada disebut film superhero, mungkin lebih cocok dengan sebutan thriller ber sub genre superhero.

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

Film kebanyakan bercerita tentang bagaimana para gadis bertahan dari serangan “Spider-man” jahat. Bukan banyak adegan aksi fantastis khas superhero (trailernya bisa dibilang misleading sekali!) tapi lebih pada aksi memanfaatkan sekitar untuk bertahan hidup. Itu pun ketegangannya masih berasa tanggung dan kurang menusuk lebih perih lagi. Rasanya ingin melihat film sekalian saja dibuat tebal horornya toh masuk akal untuk premisenya dan tak akan terkesan pretensi.

Dakota Johnson memainkan sisi wanita biasa yang sigap menolong orang cocok sekali. Begitu pun saat dia menjadi mbak mentor dan pelindung ketiga gadis itu.

Namun, saat momen berhadapan dengan Ezekiel langsung di paruh ketiga, energinya sebagai protagonis heroik tak sekuat saat dia menjadi pekerja medis. Seakan Cassie lebih cocok sebagai karakter pendukung saja, bukan utama.

Baik protagonis dan antogonis mampu melihat masa depan. Awalnya saya mengira akan dibahas bagaimana perbedaan filosofis kedua karakter tersebut menanggapi kekuatannya. Yah visi masa depan ini ternyata hanya sebatas jadi kekuatan untuk protagonis dan motivasi yang tidak dieksplorasi lebih jauh untuk menambah bobot antagonisnya.

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

Review Film Madame Web, Film Spider Man Sony Universe Yang Serba Nanggung

Pilihan gaya sinematografi dan editingnya memang menarik dan pembeda dibanding film berisi manusia laba-laba lain. Memang senapas dengan tema soal kilasan visi masa depan atau firasat, tapi wah tak sedikit juga shot crazy angle dan cutting kasar yang bikin bingung dan pusing. Walau secara keseluruhan sebenarnya oke saja usahanya memberikan perspektif baru dalam adegan aksi.

MADAM WEB (2024) sepertinya tontonan yang lebih cocok untuk fans film thriller atau horror dan tak memberi banyak ruang untuk disukai fans superhero. Melihat flopnya THE MARVELS (2023) yang notabene nya adalah tipikal film superhero, barangkali arah radikal inilah yang justru menjadi pembaru dan sukses. Mungkin produsernya juga bisa melihat masa depan?

Continue Reading

TV & Movies

Review Film One True Loves, Romance Ala Hallmark Channel

Published

on

www.gwigwi.com – Film One True Loves diadaptasi dari novel dengan judul sama karangan Taylor Jenkins Reid. Film drama romance comedy ini diproduksi High Glass Entertainment dan disutradarai oleh Andy Fickman yang menceritakan mengenai Emma Blair (Phillipa Soo) yang menikah dengan kekasih sejak mereka masih SMU yaitu Jesse (Luke Bracey).

Mereka berdua sering berkeliling dunia apalagi pekerjaan Jesse sebagai fotografer mengharuskan ia berpergian. Pada salah satu kesempatan saat Jesse naik helicopter, ia mengalami kecelakaan di laut dan dianggap meninggal. Beberapa waktu lamanya Emma terus berharap ada keajaiban namun dengan dorongan beberapa orang terdekatnya, ia memutuskan untuk move on dan berjumpa kembali dengan teman dekatnya saat SMU (alias korban friendzone), Sam (Simu Liu).

Bulan demi bulan berlalu, Sam dan Emma akhirnya memutuskan untuk bertunangan; namun peristiwa gembira ini dikejutkan dengan kabar bahwa Jesse ternyata masih hidup dan akan pulang. Emma dan Sam yang mendengar kabar ini amatlah bingung. Siapa yang akhirnya Emma pilih untuk menjadi pasangan hidupnya, apakah Jesse yang statusnya masih dianggap sebagai suami atau Sam yang sudah menemaninya di masa-masa sulit? Gwiple yang penasaran dapat menontonnya di bioskop-bioskop kesayangan.

Sayangnya pacing film ini maju mundur dengan cut yang nanggung. Contohnya saat Sam sedang curhat di hadapan murid-muridnya dan kelucuan mulai terbangun, tiba-tiba adegan diputus dan beralih ke scene lain. Keputusan editing seperti ini sering terjadi sehingga menontonnya kurang nikmat.

Selain itu film ini terasa bland karena kurangnya konflik dan emosi (apalagi Simu Liu tampak kurang ekspresif), yang masih lebih bagus adalah Luke Bracey. Jadinya menonton One True Loves seperti menonton film produksi Hallmark yang cenderung flat. Oya dan aktingnya Philipa disini seperti melihat aktingnya Jennifer Aniston, dan ini belum tentu sesuatu hal yang tidak baik.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending