Connect with us

TV & Movies

Review Film Siksa Kubur, Baiknya dipercepat siksaannya

Published

on

Review Film Siksa Kubur, Baiknya Dipercepat Siksaannya

www.gwigwi.com – Belum lama kontroversi marketing KIBLAT (2024) yang seakan merendahkan nilai-nilai ikon Islam, hadir karya terbaru Joko Anwar berjudul SIKSA KUBUR (2024). Apakah akan diterpa badai yang sama lantaran mengangkat tema yang bisa jadi sensitif?

Sita (Faradina Mufti) di masa kecilnya mengalami peristiwa naas yang membuatnya mempertanyakan ajaran agamanya mengenai siksa kubur. Dibantu kakaknya Adil (Reza Rahadian), dia kemudian mencoba melakukan segala cara untuk membuktikan; apakah benar manusia yang berdosa mendapat ganjarannya di alam kabur?

Bagaimana film memberikan motivasi kuat Sita melakukan hal seabsurd itu sebenarnya cukup baik dan patut diapresiasi mengingat tema film yang boleh jadi sensitif.

Penyutradaraan Joko Anwar pun boleh jadi beberapa tingkat di atas rata-rata film Indonesia. Sinematografinya mengingatkan pada teknik di film-film seperti MAD MAX: FURY ROAD (2015) dan OPPENHEIMER (2023), yang disebut sinematografer kondang Hoyte Van Hoytema sebagai center puncher.

Center Puncher memfokuskan perhatian penonton pada kurang lebih tengah frame di mana esensi adegan terjadi. Teknik ini membuat film tetap terasa personal tapi juga membuat cerita terkesan lebih megah dengan banyaknya space di kiri kanan frame.

Review Film Siksa Kubur, Baiknya Dipercepat Siksaannya

Review Film Siksa Kubur, Baiknya Dipercepat Siksaannya

Secara presentasi atau penyajian, sangat menarik nan kuat. Bagaimana isinya atau sajiannya sendiri?

Gol film barangkali adalah mencoba meyakinkan Sita tentang kebenaran siksa kubur baik secara visual yang gamblang dan menaklukkan egonya untuk percaya.

Adegan pamungkas yang menjadi judul memang disajikan dengan grafik yang cukup mencekam walau kekurangan visual efek CG nya cukup kentara. Konflik internal ini yang kemungkinan akan kontroversial.

Di film OPPENHEIMER (2023) yang ingin penonton lihat tentu meledaknya bom nuklir. Sepanjang film bagaimana alur bermuara di sana cukup asik; berawal dari teori, mengumpulkan saintis, membuat kota kecil Los Alamos di mana eksperimen dicoba. Konsekuensi akibat penemuan nuklir itu pun juga dibahas. Baik awal, proses dan setelah nuklir diledakkan, terdapat benang merah runut yang bisa ditelaah dan asik didiskusikan.

Review Film Siksa Kubur, Baiknya Dipercepat Siksaannya

Review Film Siksa Kubur, Baiknya Dipercepat Siksaannya

SIKSA KUBUR (2024) tidak terasa demikian. Film seakan melipir ke mana-mana; Menceritakan hal yang seakan tak ada hubungannya seperti pasangan suami istri di panti jompo; Terdapat Jump Scare dan gore yang seolah mengisi kuota syarat film horror Indo sekarang dan terdapat ketidakkonsistenan logika (bila sebagian film adalah visi yang didapat seorang karakter, kenapa bisa ada adegan yang si dia ini tidak pernah menyaksikannya langsung?).

Ya barangkali di pertengahan hingga klimaks inilah filmmaker menaruh banyak metafora, simbolisme dan hal hal bermakna secara subtle (halus) yang sesuai tema. Mengajak penonton untuk menelaah dan mendiskusikannya.

Hanya saja, bila tidak dibarengi alur yang jelas dan daya tarik cerita yang konkrit (ini niatnya drama religi yang atmospheric atau horror?), subtlety ini malah menjadi obscurity (ketidakjelasan) yang penulis pribadi tak tertarik mendiskusikan lebih lanjut.

SIKSA KUBUR (2024) adalah pengembangan dari film pendek berjudul sama buatan sutradara yang sama. Barangkali sebaiknya tetap jadi film pendek saja.

Advertisement

TV & Movies

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Published

on

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

www.gwigwi.com – Si kucing oyen Garfield kembali muncul di bioskop-bioskop pada akhir Mei 2024 ini. Film animasi si oyen terbaru ini dibintangi Chris Pratt sebagai Garfield dan Samuel L. Jackson sebagai Vic. Siapakah Vic? Vic adalah ayahnya Garfield yang 5 tahun lalu meninggalkan Garfield kecil di gang yang gelap namun kejadian ini mempertemukan si oyen kecil dengan Jon (Nicholas Hoult), yang langsung menjadi babunya Garfield dan Odie (Harvey Guillen), si anjing yang terlihat bodoh tapi dapat diandalkan.

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Hingga suatu malam, Garfield diculik oleh Roland (Brett Goldstein) dan Nolan (Bowen Yang), sepasang anjing yang merupakan bawahannya Jinx (Hannah Waddingham), seekor kucing betina yang mempunyai dendam terhadap Vic dan ingin memancingnya keluar dari persembunyian dengan menculik anaknya.

Vic pun terpaksa menerima tawaran Jinx yaitu merampok susu dari sebuah peternakan besar. Garfield pun terpaksa ikut karena nyawanya juga terancam dan dimulailah petualangan trio satwa ini yang penuh humor.

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Sebagai film untuk semua umur, Garfield ini sangat menghibur dan penuh kekonyolan yang lucu. Karakter-karakter baru seperti Vic, Jinx dll juga ditampilkan dengan pas dan dengan cepat kita dapat memahami karakter mereka.

Karakter Odie dişini yang merupakan “asisten”nya Garfield juga ditampilkan dengan baik, dalam beberapa adegan ia terlihat amat dapat diandalkan tanpa mengurangi penampilannya Garfield.

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Namun, ada sedikit kekurangan yaitu ada part yang terlihat kewalahan sehingga film ini bingung mau dibawa kemana. Padahal ini film untuk semua umur yang seharusnya bisa dikemas dengan ringan.

Overall, Garfield: The Movie tahun 2024 ini cocok untuk dinikmati Gwiple terutama bagi fans si oyen ini. Dan Garfield idealnya cocok dikemas sebagai film animasi dibandingkan live action seperti di film tahun 2004.

Continue Reading

Box Office

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Published

on

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

www.gwigwi.com – Setelah 2 jam lebih dan berkali-kali lupa ambil napas saking terwahnya dengan apa yang disajikan, FURIOSA: A MAD MAX SAGA tak disangka, adalah epik menggelegar yang tak kalah dari DUNE PART TWO.

Furiosa (Anya Taylor Joy) diculik dari rumahnya saat masih kecil. Takdir mempertemukannya dengan bos Bikerdom, Dementus (Chris Hemsworth) dan akhirnya dia menetap di Citadel milik pemimpin yang sudah seperti dewa bagi warganya, Immortan Joe (Lachy Hulme).

Meski derita terus menerpa, Furiosa terus bertahan dengan harapan bisa kembali pulang…

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Mematahkan anggapan prekuel yang tidak perlu atau memaksakan masuk ke jalinan cerita film setelahnya, FURIOSA: A MAD MAX SAGA adalah film yang sangat mampu berdiri sendiri dan sangat memiliki alasan eksistensi yang kuat.

Sutradara George Miller tidak memaksakan refrensi film lain yang harus dimasukkan tapi membuatnya sangat organik dan memang dibutuhkan oleh cerita. Mungkin memang itulah rencana beliau sedari lama untuk Furiosa tapi belum saja difilmkan.

Pengadeganan George Miller kental dengan emosi dan atraksi yang dilakukan oleh para karakter yang berpikiran cepat nan cerdik. Seolah selalu satu langkah di depan ekspektasi penonton.

Menjadikan aksi film selalu mengejutkan dan selalu memaku mata sampai lupa nutup mulut…heck, napas.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

George Miller menganggap MAD MAX FURY ROAD sebuah dokumenter maka detail terperinci dalam membuat dunianya, semua memiliki fungsi. FURIOSA: A MAD MAX SAGA mengembangkannya lebih jauh. Semakin membuat penonton larut dalam dunia gila penuh luapan mesin motor ini.

Dementus adalah pemimpin yang jago mengambil tapi tak bisa mempertahankan. Sementara Immortan Joe cakap dalam memimpin. Tidak sangka melihat karakter villain tua di FURY ROAD ini bisa kelihatan cerdas dan keren.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Furiosa mencoba bertahan di dunia patriarki yang dibuat dua pemimpin itu. Anya Taylor Joy tak perlu banyak berkata. Hanya sekedar tatapan sudah banyak menyampaikan derita dan tegarnya Furiosa.

Barangkali yang agak mengganggu adalah background cg yang cukup kentara di berbagai adegan aksi penting. Akan tetapi kuatnya aksi dan emosi di adegan tersebut membuat kekurangannya terlupakan.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Alasan kenapa Furios harus menunggu lama sampai FURY ROAD untuk kabur rasanya perlu lebih dikuatkan lagi. Aneh melihat dia punya kesempatan lari di kisah ini, tapi saat posisinya lebih tinggi dia seakan tak punya pilihan.

FURIOSA: A MAD MAX SAGA menunjukkan George Miller masih memiliki bensin di tangki. Gak sabar lihat dia ngegas lagi buat cerita lain Mad Max.

Brutal tapi untuk 13 tahun ke atas? Tak paham saya…

Continue Reading

Box Office

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan yang Santai

Published

on

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

www.gwigwi.com – Cash Out adalah film aksi perampokan karya Randdal Emmet dan Dipo Oseni yang dibintangi John Travolta (Mason), Kristin Davis (Amelia), dan Lucas Haas (Shawn). Mason, seorang mantan perampok professional yang terpaksa harus kembali dalam dunia kriminalitas demi menyelamatkan adiknya, Shawn yang secara serampangan mencoba merampok sebuah bank.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Polisi dengan cepat mengepung bank tersebut dan negosiasi pun berjalan dengan lancer, Mason pun segera memikirkan rencana untuk bisa kabur dari kepungan polisi setelah mendapatkan target yang perlu diambil dari bank itu.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Cash Out terbilang tidak mengikuti pakem film-film aksi yang bertema perampokan karena tidak ada aksi tembak-tembakan, tidak ada konflik yang serius baik antar crew perampokan maupun dengan para sandera.

Proses Negosiasi dengan polisi dan FBI pun berjalan lancer-lancar saja. Sebagai gantinya film ini memberikan humor ringan dan sedikit plot twist mengenai barang incaran Shawn.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Dari segi cast sudah tidak dapat dipungkiri karismanya John Travolta masih terlihat di film ini, jadinya itu merupakan sebuah nilai plus. Akting bintang-bintang pendukung lainnya juga baik dan menghibur.

Pada akhirnya, bila Gwiple mencari film yang santai namun masih berbobot, bisa menyaksikan Cash Out ekslusif hanya di bioskop XXI.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending