Connect with us

Box Office

Review Film Shazam! Film DC dengan tone Ceria

Published

on

GwiGwi.com – Kalian kenal dengan superhero terbitan DC Comics?? Superman, Batman, Wonder Woman , Aquaman, The Flash.

Hmmm ada yang tau Shazam!  Wait who? Iya Shazam yang sejak 2012 komik new 52 merubah namanya yang sebelumnya Captain Marvel Llalu diubah menjadi Shazam agar tidak rancu.

Dikisahkan Billy Batson seorang anak yatim piatu yang sering kabur dari panti asuhan untuk mencari kabar tentang ibu kandungnya.

Pada akhirnya ia pun di adopsi dengan calon orang tua tiri yang banyak mengadopsi anak-anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Suatu ketika Billy mengalami kejadian yang aneh dan bertemu dengan seorang penyihir dari antah berantah dan terpilih untuk mewarisi kekuatan super dan merupakan hadiah dari para dewa untuk melindungi dunia dari ancaman seven deadly sins.

Shazam w/ kids

Namun kekuatan tersebut malah digunakan untuk kepentingan diri sendiri dan Billy belum mengetahui apa arti menjadi seorang pahlawan.

Di sisi lain, Dr. Thaddeus Sivana yang telah dihasut oleh seven deadly sins yang ingin menguasai umat manusia dengan kekuatan kegelapan.

Lantas, bagaimana Billy menghadapi ancaman tersebut akankah ia bermain-main terus dengan kekuatan yang ia miliki?

Langsung aja ke filmnya, Shazam memiliki origin yang cukup rumit dan agak sulit dipahami. Selain itu Shazam agak asing buat penonton awam tidak seperti batman, superman, Wonder Woman dsb. Dan pernah diangkat lewat TV series dan serial animasi namun responnya biasa aja.

Tapi lewat film ini dibuat dengan ringan dan mudah dicerna baik untuk fans DC Comics maupun penonton awam dan bisa berkenalan dengan Shazam!

Untuk karakter antagonis dan protagonisnya pun dibangun dengan cukup baik.

Di awal film pun kita disuguhi dengan asal usul Thaddeus Sivana sosok antagonis yang diperankan oleh Mark Strong dibangun dengan asal usul yang baik. Ditampilkan sebagai anak laki-laki yang di-bully oleh ayah dan kakak laki-lakinya sendiri karena dianggap cengeng.

Baca Juga:  Review Film The Curse of Weeping Woman (The Curse of La Llorona), teror hantu penggiring anak menuju Alam Baka

Bagian ini menjadi pondasi yang cukup kuat untuk filmnya dan kita bisa menginvestasikan diri kepada sosok antagonis.

Begitu juga dengan asal usul dari Billy Batson yang ingin mencari kebenaran tentang asal usul orang tuanya.

Hal ini memang terlihat timpang bagaimana Thad dan Billy dalam memandang arti dari keluarga. Dari sini mulai terlihat Kalo Shazam bukan sekedar film superhero receh namun juga ada pesan moral tentang arti keluarga.

Humor yang ada di film Ini tersebar di sepanjang film. Sayang sekali ada yang tepat sasaran namun ada juga yang gak kena momennya untuk melempar jokes.

Screen stealer di film ini adalah tokoh Darla si paling kecil yang cukup menggemaskan dan tokoh Freddie seorang fans dari superhero di semesta DC sekaligus penasehat untuk Billy untuk menjadi seorang pahlawan.

Meskipun Shazam dikemas dengan tone sedikit terang, namun tetap ada kesan dark-nya ketika sosok villain-nya muncul serta bagaimana dunia magis yang sedikit di tease malah terkesan horror.

Gue sih gak heran sebab si sutradara David Sandberg pernah menggawangi film Annabelle The Creation.

Terdapat beberapa Easter Egg dari karakter DC Comics serta kemunculan cameo yang tak diduga-duga.

Jangan beranjak keluar dari bioskop karena akan ada dua post credits scene yang mengindikasikan keberlanjutan dari Shazam.

Kalo ngambil dari komik yang mana? Film Ini mengambil dari komik new 5- nya DC dimana diperkenalkan kembali tokoh Shazam! Dengan origin yang cukup ringan namun tetap berisi packaging nya.

FYI, untuk keberlanjutan dari cerita Shazam! Musuh bebuyutan sang jagoan yaitu Black Adam yang akan diperankan oleh Dwayne Johnson akan dibuat film solonya terlebih dahulu sebelum head-to-head dengan Shazam!

Overall, Shazam merupakan film superhero DC Yang cukup ceria dan family friendly dengan mengusung tema keluarga film ini cocok untuk dinikmati untuk semua usia namun tetap memiliki pesan moral yang sangat penting.

Just say the magic word SHAZAM!

Box Office

Review Film The Curse of Weeping Woman (The Curse of La Llorona), teror hantu penggiring anak menuju Alam Baka

Published

on

By

GwiGwi.com – Sejak kematian suaminya, Anna Tate-Garcia (Linda Cardellini) kesulitan mengurus putra dan putrinya. Sebagai seorang penyidik di kepolisian, hal yang bisa diandalkannya adalah cara berpikir rasional.

Di saat bersamaan, ia bertemu dengan kasus yang tidak biasa, yaitu ketika seorang Ibu mengurung dua putranya. Tak kunjung mendapatkan titik cerah karena kasus ini, Anna kemudian harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Dua anak yang awalnya ingin ia bebaskan dari cengkraman sang ibu justru ditemukan tewas di sungai.

Sejak itu, Anna tak pernah hidup tenang. Ia masih berpikir rasional, sementara itu arwah jahat terus mendatangi rumahnya. Mencoba merengut nyawa dua putranya ke alam baka.

Dapatkah Anna lepas dari teror arwah jahat ini?

Film ini merupakan salah satu bagian dari Conjuring Universe (The Nun, Annabelle dsb) karena kemunculan father Perez yang pernah muncul di film the conjuring.

Namun Film Ini merupakan stand-alone dan hanya menjadi bagian kecil dari keseluruhan Conjuring Universe.

Di awal film pun kita Juga disajikan dengan adegan flashback tentang awal mula arwah penasaran La Llorona Ini.

Untuk adegan jumpscare di film ini dilengkapi dengan scoring yang menyeramkan. Ada banyak dengung-dengung yang akan membuat telinga penonton menjadi bergidik.

Sangat disayangkan, suara-suara ini jelas jauh menakutkan ketimbang melihat tampilan beberapa adegan jumpscare dari La Llorona itu sendiri.

Baca Juga:  Review Film, Pet Sematary: Menghidupkan Kembali Kucing Kesayangan

Meskipun di eksekusi dengan angle pengambilan kamera yang terlihat dengan gaya baru namun semua masih terlihat standard dan tidak ada kejutan di film Ini.

Bagian, urban legend-nya pun sayang banget kurang digali namun untuk bentuk dari hantu La Llorona Ini terlihat meyakinkan visualisasi tirai yang mengambang dari balik jendela atau payung adalah salah satu contohnya.

Film arahan sutradara Michael Chaves dengan tegas menyampaikan bahwa sosok iblis berbentuk wanita yang akan mengambil nyawa anak-anak disajikan secara baik.

Untuk segi karakternya, film ini sama sekali tidak memiliki satu karakter yang benar-benar kuat. Begitupun dengan pemeran utama Linda Cardellini yang memerankan Anna.

Namun, satu karakter yang menjadi screen stealer adalah Rafael Olvera (Raymond Cruz) semacam “orang Pinter” yang menyatukan nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan.

Ada Easter egg boneka Annabelle Entah apa maksudnya menempatkan boneka Annabelle di Film Ini? namun mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh James Wan yang memang menjadi kreator awal dari Conjuring Universe.

Secara keseluruhan, film The Curse of Weeping Woman Ini masih memiliki performa yang cukup baik di tengah jelang summer blockbuster di tahun ini yang cukup sengit. Namun ada beberapa kekurangan di film Ini dan bisa tercover dengan baik. Ya film Ini masih dapat dinikmati dan berhasil membuat bulu kuduk berdiri.

Continue Reading

Box Office

Review film After, Adaptasi Fanfiction yang Fenomenal

Published

on

GwiGwi.com – Tessa merupakan seorang mahasiswi tahun pertama yang mempunyai hubungan yang kacau dengan seorang bad boy bernama Hardin Scott.

Sebelum mengenal Hardin, Tessa sebelumnya seorang mahasiswi yang teladan. Ia anak perempuan yang berbakti dan merupakan seorang pacar yang setia. Well, Bisa dibilang kehidupan Tessa sebelumnya Ini sangat sempurna.

Semua menjadi berbeda setelah ia bertemu dengan Hardin Scott. Hardin Scott merupakan sosok pria yang misterius. Ia seorang pemberontak yang bikin penasaran cewek-cewek di sekitarnya. Kehadiran Hardin Scott membuat Tessa kembali mempertanyakan soal dirinya sendiri.

Tessa yang selama ini mengira telah mengenal dirinya sendiri dengan baik dan punya tujuan untuk hidupnya sendiri, justru menjadi bimbang dan goyah. Tessa pun tidak mempedulikan teman-temannya yang memperingatinya untuk tidak terlibat dalam kehidupan Scott yang sangat rumit. Bahkan sampai mengabaikan nasehat Ibunya.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apa Yang sebenarnya disembunyikan oleh Hardin?

Film ini merupakan adaptasi dari novel best-selling karya Anna Todd yang sebelumnya terkenal dari platform Wattpad.

Seri buku ‘After’ karya Anna Todd sangat sukses, dan kini akan dibawa ke layar lebar. Lebih dari lima tahun setelah penulisnga menulis di Wattpad, berawal dari fanfiction yang terinspirasi Harry Styles personil One Direction.

Fanfic yang ia buat pun, kemudian dengan cepat memperoleh traksi, bahkan mengumpulkan lebih dari satu miliar pembaca di platform penerbitan digital tersebut.

Film yang masuk kategori dewasa ini disutradarai oleh Jenny Gage dan naskahnya ditulis oleh Susan McMartin, Tamara Chestna, dan Jenny Gage sendiri.

Lalu film Ini dibintangi oleh Josephine Langford dan Hero Fiennes Tiffin Ini sebagai Tessa dan Hardin menceritakan lika liku remaja di tahun awal perkuliahan. Dan juga diramaikan oleh Selma Blair, Pia Mia, Peter Gallagher, Jennifer Beals, Shane Paul McGhie dan Khadijha Red Thunder

Baca Juga:  Review Film Sunyi, misteri kelam korban bullying

Film ini penuh dengan segala kenakalan remaja di masa-masa sedang mencari identitasnya pun dipaparkan lewat film Ini.

Dan pencarian jati diri dan proses adaptasi ke college life cukup diwakili oleh Josephine Langford yang baru menghadapi tahun pertama yang tidak disangka menimbulkan berbagai permasalahan baru. Seperti fase lagi rebel-rebel nya dan menampikkan nasehat orang Tua nya itu part paling pecah.

Karakter Hardin-nya pun Juga gak kalah kerennya lengkap dengan Logat Britishnya dan terkesan tampan namun terlihat menyimpan suatu hal akan dirinya.

Ya fanfic di versi platform wattpad kalo kita membacanya akan ada beberapa part yang cheesy. Untung aja versi filmnya Ini tidak menelan bulat-bulat apa yang ada di versi wattpad-nya.

Sex scene film ini pun juga masih di level wajar-wajar saja ya soalnya Ini kan film yang target pasarnya remaja jadi gak terlalu berlebihan juga.

Kemudian akting cast-nya pun terlihat meyakinkan. Pasangan muda mudi ini pun tampil dengan sangat pas dan menyimpan rahasia satu sama lain. Salut Buat performa mereka. Dan bisa terlihat setelah film ini mereka sepertinya akan punya karir yang sangat cemerlang kelak.

Secara keseluruhan, film After Ini Bisa gue bilang adaptasi dari wattpad yang pas dan menyaring konten wattpad Yang kadang terlalu bebas tanpa ngerusak cerita. Cocok buat film remaja maupun young adult ya asal tema hubungan keluarga antara orang Tua dan anak juga ditekankan lewat Film Ini mungkin Bisa menjadi bahan parenting untuk para orang Tua Yang mendidik anak nya Yang mulai beranjak dewasa.

Continue Reading

Box Office

Review Film HELLBOY, kembalinya si anak iblis

Published

on

GwiGwi.com – Hellboy 2019 merupakan reboot dari dua film terdahulunya yang disutradarai oleh Guillermo del Toro. Film kali ini mendapatkan sutradara baru, Neil Marshall sedangkan Hellboy dimainkan oleh David Harbour yang menggantikan Ron Perlman.

Pada film ketiga ini, yang lokasi utamanya di Inggris berpusat pada legenda Raja Arthur menceritakan tentang Hellboy yang harus melawan Nimue (Milla Jovovich) seorang penyihir yang menginginkan kaum Demon menguasai dunia.

Pada jaman dahulu kala, Nimue dikalahkan oleh Raja Arthur dan Merlin namun Nimue tidak bisa mati dan Raja Arthur memutuskan memutilasi sang penyihir dan menyembunyikan potongan-potongan tubuhnya ke berbagai tempat di Inggris. Gruagach, seekor monster yang mengetahui tentang Nimue memutuskan untuk membangkitkan sang penyihir demi mendapat kekuatan untuk membalas dendam pada Hellboy.

Untuk mencegah hal itu, Hellboy mendapatkan bantuan dari Alice (Sasha Lane) yang pernah ditolong oleh Hellboy dan seorang agen dari MI-11bernama Daimio (Daniel Dae Kim) yang amat membenci monster serta mahluk mistis lainnya.

Selain melawan Nimue, Hellboy juga menjadi target dari manusia-manusia yang ingin membunuhnya karena ia dianggap berbahaya bagi kehidupan umat manusia, sehingga membuatnya bertanya-tanya kenapa ayah angkatnya, Trevor (Ian McShane) memutuskan untuk mengadopsinya saat ia masih kecil. Hellboy juga menjadi bimbang apakah ia masih harus membantai “saudara-saudara”nya sesama ras Demon dan monster hanya untuk melindungi umat manusia yang membencinya.

Baca Juga:  Review film After, Adaptasi Fanfiction yang Fenomenal

Sosok hellboy pun dimainkan dengan Apik oleh David Harbour Yang sukses lewat peran nya di serial stranger things. Tanpa melupakan aktor sebelumnya namun terlihat seperti ron Perlman cuman versi usia Yang lebih muda saja

Hellboy 2019 terkesan lebih serius daripada dua film sebelumnya walau masih dibumbui oleh humor-humor. Satu hal yang mencolok dari film ini adalah banyaknya adegan pertarungan dan pembacokan serta pembunuhan yang ironinya juga banyak dipotong-potong oleh Lembaga Sensor Film Indonesia.

Sensor yang berlebihan untuk film kategori Dewasa ini membuat adegan-adegan berantem jadi tidak enak ditonton karena loncat-loncat dan tiba-tiba adegan disudahi dengan paksa. Hellboy ini pun jadi terasa membosankan dan mengecewakan padahal reboot ini dinanti-nantikan oleh banyak orang. Lantas Buat apa Film Ini memiliki rated-R ??

Overall, Hellboy ini pun sangat disayangkan sekali jadi terasa mengecewakan padahal reboot ini dinanti-nantikan oleh banyak orang.

Continue Reading

Trending