TV & Movies
Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
www.gwigwi.com – Habib Ja'far bikin film!
Pendakwah yang populer dengan konten Pemuda Tersesat ini memfilmkan bukunya “Seni Merayu Tuhan” bersama Wahana Kreator Nasional.
Bagaimanakah buku essai ini bisa digubah dan diadaptasi dengan naratif audiovisual?
Hikmah (Ari Irham) hanya berinteraksi dengan Ibunya (Rieke Diah Pitaloka) saat ada perlu saja. Sampai akhirnya Ibunya meninggalkannya selamanya.

Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
Menyesal dan ingin berbuat lebih, Hikmah berusaha menjadi lebih soleh, lebih baik dibantu oleh pacarnya yang beda server/agama, Sophia (Lutesha) dan temannya yang rada alim, Hotib (Teuku Rizky).
Dari perjalanan itu, Hikmah mengetahui keadaan sebenarnya sang Ibu dan mengetahui dirinya lebih jauh.
SENI MERAYU TUHAN punya semua tipikal genre religi. Perjalanan berubah, pertaubatan, ketemu kepala agama yang terlihat perfect doyan nasihatin, ceramah dan pencerahan.
Menariknya tak semulus itu. Hikmah mencoba lebih baik, bertemu ustadz (Alfie Alfandy) yang ternyata punya rahasia dan dari sana hidupnya penuh twist.
Seolah menolak mengikuti patron cerita demikian dan hasilnya terasa spesial. Sedikit dekonstruksi apa itu kisah religi dan malah mengorek esensinya yang bersifat universal tak hanya pakem di satu agama.

Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
Hubungan Hikmah dan Sophia memiliki jurang yang sulit disatukan, tetapi film bermain cantik. Di mana ternyata perbedaan membuat mereka melihat kembali diri masing-masing, bergulat dengan luka lama dan berproses di sana.
Proses inilah yang disukai film karya sutradara Cesa David Luckmansyah ini. Sedaripada hijrah instan secara total, film mengapresiasi langkah yang lebih perlahan. Tidak terburu berubah, tapi menjalani prosesnya dan seakan membisikkan, “Gak papa. Pelan saja. Jalanin aja dulu”
Mungkin yang membingungkan dari SENI MERAYU TUHAN adalah masuk kategori apakah film ini dan untuk siapa? Tentu religi drama air mata dengan sedikit komedi. Namun barangkali, sulit menarik penonton bilamana tak mengenal Habib Ja'far atau menganggapnya lagi-lagi film penuh petuah membosankan.
No. SENI MERAYU TUHAN adalah pengembangan dari itu. Memangkas paruh klise membosankannya dan menceramahi dengan lebih subtil nan mengena dan bisa konek dengan bahkan yang tidak percaya Tuhan sekalipun.
TV & Movies
Review Film Dear You, Surat yang Terlupakan
www.gwigwi.com – Dear You atau 给阿嬷的情书 yang artinya Love Letters to Grandma merupakan film drama Mandarin yang disutradarai Lan Hongchun. Film ini menampilkan cuplikan kisah imigran Teochew yang mencari peruntungan di Asia Tenggara atau sering disebut sebagai Nanyang kemudian mengirimkan qiaopi (surat berisikan uang) bagi sanak saudara di kampung halaman.
Film berbahasa Teochew ini menceritakan Den Bhagsen (Wang Yantong) penduduk asli Shantou yang menikah dengan Sogriu (Wu Shaoqing) di tahun 1945 dan memiliki 3 anak namun pada tahun 1955 harus meninggalkan China demi menghindari wamil di tengah perang saudara antara Kuomintang dengan kaum revolusioner komunis.

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan
Bhagsen mencari peruntungan di Malaya namun pindah lagi ke Thailand dimana ia bekerja sebagai penarik becak di Chinatown.
Terdapat komunitas imigran Teochew disana yang saling memiliki keterikatan dan saling membantu satu sama lain. Salah satu warga asli sana ialah Zia Lamgi (yang diperankan aktris cantik pemula yaitu Li Sitong) seorang gadis keturunan Teochew yang mengurus penginapan bersama ayahnya, Zia Laisung ( Fang Peisong).
Lamgi awalnya tidak menyukai Bhagsem namun seiring waktu, ia melihat perjuangan Bhagsem bekerja keras mengumpulkan uang demi keluarganya maka akhirnya Lamgi menjadi akrab dengan Bhagsem.

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan
Balik ke masa kini, Hiou Ui (Zheng Runqi) adalah cucu dari Bhagsem dan Sogriu. Ia mendengar kabar bahwa kakeknya sukses di Thailand namun anehnya tidak ada lagi kabar sejak tahun 1978 dan Sogriu pun tidak banyak bercerita tentang suaminya. Sang cucu pun nekad terbang ke Thailand Dan mencari jejak sang kakek.
Apakah ia berhasil menentukan kakeknya dan mengungkap kisah sang kakek?
Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan.
Oya, Usha Seamkhum yg bermain dalam How To Make A Million Before Grandma Dies juga tampil di film ini.
Sutradara Lan Hongchun, membuat naskah film ini karena terinspirasi dengan koleksi qiaopi yang terdaftar dalam UNESCO Memory Of The World, dan film ini sudah mengumpulkan pemasukan sebanyak 2 Miliar Yuan.

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan
Akting para pemain dalam film ini amatlah bagus dan tidak terasa bahwa ini sekedar film melainkan Gwiple seperti diajak menyelami kehidupan para imigran Teochew di Thailand pada era 1950an.
Li Sitong sebagai aktris pemula juga amatlah apik memerankan Lamgi yang teguh dan Mandiri sepeninggal ibunya.
Dear You memang merupakan film drama yang layak ditonton dan uniknya juga terdapat lagu Harapanku yang dipopulerkan oleh Teresa Teng namun dalam film ini dibawakan oleh Chen Jia yang amat mengena karena lagu ini juga bertemakan surat dari sang kekasih.
TV & Movies
Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu
www.gwigwi.com – Rich (Ben Kingsley) dan Ben (Aaron Eckhart) merupakan pilot dan kopilot Eastern Airlines dengan rute Los Angeles-Shanghai. Ben adalah seorang ayah yang masih sulit menerima bahwa anaknya divonis kanker, serta mantan pilot AL yang diberhentikan dengan tidak hormat dan terpaksa bekerja sebagai pilot maskapai komersial.
Sementara itu, Rich adalah seorang ayah yang sudah bercerai dan senang hook up dengan para pramugari.
Naasnya, pada penerbangan ke Shanghai, seorang penumpang bernama Dan meninggalkan tablet miliknya di dalam koper, dan parahnya lagi, tablet itu dicolok ke power bank menggunakan kabel yang sudah rusak.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu
Akibatnya mudah disebabkan, beberapa jam meninggalkan LA, power bank itu terbakar dan walau ada penanganan pemadaman, api menjalar dengan cepat hingga menimbulkan lubang di badan pesawat.
Keadaan makin genting dengan mesin pesawat yang mati, memaksa Ben dan Rich untuk mendaratkan burung besi tersebut di tengah laut.
Pendaratannya tidak berlangsung mulus; badan pesawat terpecah menjadi tiga bagian dan korban yang selamat hanya tersisa sekitar 30 orang dari total kurang lebih 200 penumpang.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu
Di sinilah kondisi kepanikan massal dan jatuhnya korban digambarkan secara amat realistis dan memilukan—mulai dari kekacauan di kabin saat api membakar dinding pesawat, detik-detik mencekam saat badan pesawat menghantam air, hingga keputusasaan para penyintas yang harus menyaksikan keluarga atau rekan seperjalanan mereka hilang terseret arus atau menjadi mangsa.
Di tengah samudra lepas yang dihuni oleh teror ikan hiu yang mulai berdatangan mencium bau darah, Ben harus dengan cepat menentukan langkah terbaik agar sisa penumpang yang selamat dapat bertahan hidup dan ditolong oleh tim SAR.
Dengan banyaknya korban meninggal, adegan dimangsa hiu, dan banyaknya darah agak lah aneh bahwa film ini diberikan rating 13 tahun, yang seharusnya lebih cocok untuk usia 17 keatas karena adegan-adegan itu bahkan dapat membuat Gwiple yang dewasa pun menjadi trauma.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu
Deep Water ini merupakan disaster movie yang para karakternya (kecuali Dan) tidaklah terlalu over acting dalam keadaan darurat namun Gwiple akan terus terpaku menontonnya berkat adegan-adegan yang mencekam.
Secara keseluruhan, Deep Water merupakan film yang seru untuk disaksikan jika kalian mencari tontonan popcorn movies yang memacu adrenalin.
TV & Movies
Review Film Spider-Man Brand New Day, Best Spidey adaptation so far
www.gwigwi.com – Beberapa tahun telah berlalu sejak mantra Doctor Strange menghapus ingatan seluruh dunia tentang siapa Peter Parker?
Kini, Peter (Tom Holland) hidup dalam isolasi total di New York. MJ (Zendaya) dan Ned (Jacob Batalon) telah melanjutkan hidup mereka masing-masing tanpa mengingat sedikit pun tentang Peter.
Di tengah rasa kesepian dan perjuangan fisik akibat evolusi biologis DNA laba-laba dalam tubuhnya, Peter / Spider-Man mendapati kota New York terancam oleh serangkaian manipulasi pikiran dan kejahatan jalanan yang kian merajalela.

Review Film Spider Man Brand New Day, Best Spidey Adaptation So Far
Situasi memaksa Spider-Man menjalin aliansi tak terduga serta berhadapan dengan birokrasi ketat Department of Damage Control yang dipimpin Bill Metzger (Tramell Tillman).
Langsung aja ke filmnya, film garapan sutradara Destin Daniel Cretton (Shang-Chi, Wonder Man) kali ini melakukan tindakan yang cukup berani. Ia menolak godaan multiverse dan memilih untuk menyelami jiwa Peter Parker.
Evolusi kekuatan Spider-Man berfungsi sebagai sebuah metafora mendalam tentang pendewasaan.
Peter belajar bahwa menjadi dewasa bukan sekadar memikul rasa sakit sendirian, melainkan tentang keberanian untuk membuka diri kembali meskipun ada risiko kehancuran emosional.
Secara sinematografi film keempat versi Tom Holland initerasa jauh lebih solid, bervolume, dan mengutamakan pemakaian practical effect dibanding penggunaan green screen yang berlebihan.
Filmnya sendiri membawa kita kembali pada estetika era Sam Raimi dan mengombinasikan keseriusan trauma dengan keindahan lanskap Manhattan.

Review Film Spider Man Brand New Day, Best Spidey Adaptation So Far
Tidak lupa koreografi pertarungan close combat ala film Shang-Chi. Formula ini disajikan lagi di Spider-Man ketika melawan kelompok The Hand dan sekuens aksi bersama Bruce Banner / Hulk (Mark Ruffalo) terasa sangat hidup, mengalir, dan dinamis.
Kehadiran Frank Castle bukan sekedar cameo MCU. Pertemuan keduanya mempertemukan dua filosofi keadilan yang berbeda. Menurut The Punisher: Keadilan yang didorong oleh keputusasaan dan pembalasan dendam tanpa batas.
Sementara menurut Spider-Man: Keadilan yang bertumpu pada empati, kesabaran, dan pertanggungjawaban moral.
Interaksi diantara mereka menegaskan kembali prinsip dasar Spider-Man: memiliki kekuatan super adalah alat untuk melindungi kemanusiaan, bukan menghancurkannya.

Review Film Spider Man Brand New Day, Best Spidey Adaptation So Far
Spider-Man Brand New Day secara cerdas bertindak sebagai soft reboot tanpa menghapus fondasi Trilogi Home.
Film ini membuktikan bahwa cerita skala kecil memiliki dampak emosional yang jauh lebih kuat bagi penonton dibandingkan ancaman skala kiamat antargalaksi.
Secara keseluruhan, Spider-Man Brand New Day adalah sebuah surat cinta untuk karakter Spider-Man dan para penggemarnya. Dengan memadukan aksi jalanan yang memukau, akting berkelas dari para cast-nya, serta eksplorasi psikologis yang menyentuh, film ini berhasil mereset arah MCU ke jalur yang tepat.
-
News3 weeks agoAston Martin Dreadnought: Monster Taktis Mewah yang Siap Mendominasi Call of Duty: Modern Warfare 4
-
Berita Anime & Manga4 weeks agoReview Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
-
News4 weeks agoRayakan Ulang Ulang Tahun ke-20 Persona 3, SEGA Rilis Video Musik Spesial dan Diskon Besar-besaran!
-
News3 weeks agoSiap Mengguncang Musim Panas! VTuber NIJISANJI EN “BY THE BEAT” Rilis Single Digital Kedua “MERORI” dalam Dua Bahasa
-
Music4 weeks agoKabar Gembira! Seluruh Album Soundtrack Legendaris “Ghost in the Shell: Stand Alone Complex” Kini Resmi Hadir di YouTube
-
TV & Movies4 weeks agoClaresta Taufan, Stefan William, Aliando Syarief hingga Anjasmara Bintangi Original Series Terbaru iQIYI Indonesia Bunga di Tepi Jurang
-
Music3 weeks agoReuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga
-
Gaming3 weeks agoPerluas Strategi Transmedia, SEGA Resmi Buka Flagship Store Ketiga di Beijing




