Connect with us

Box Office

Review Film House of Gucci, Runtuhnya Sebuah Dinasti Fashion

Published

on

GwiGwi.com – Gwiples pasti tahu tentang merk Gucci yang menghasilkan aneka pakaian dan tas mahal, namun bagi sebagian Gwiples mungkin tidak tahu bagaimana intrik-intrik yang terjadi di dalam keluarga pembuat lini fashion ini. House of Gucci yang digarap oleh Ridley Scott, menyajikan alur cerita yang terinspirasi dari kisah nyata keluarga Gucci pada era 70-an hingga tahun 1995. House of Gucci mengandalkan aktor & aktris papan atas dengan akting yang sudah pasti memuaskan, mulai dari: Lady Gaga (Patrizia), Al Pacino (Aldo), Jeremy Irons (Rodolfo), Jared Leto (suka banget liat Jared memerankan Paolo), Salma Hayek (Frida) dan Adam Driver (Maurizio).

House of Gucci lebih banyak menceritakan kisah Patrizia yang berasal dari keluarga menengah dengan Maurizio Gucci, ahli waris dari dinasti Gucci. Bagaimana mereka pertama kali bertemu di sebuah pesta, berlanjut dengan Patrizia yang mengejar-ngejar Maurizio hingga mereka berdua memutuskan untuk menikah. Namun rencana ini mendapat tentangan dari ayah Maorizio, Rodolfo sehingga Maurizio memutuskan keluar dari keluarga Gucci demi menikahi kekasihnya.

Aldo, paman dari Maurizio menyanyangkan keputusan itu dan mencoba mengajak Maurizio kembali lagi untuk meneruskan dinasti Gucci karena ia menganggap anaknya, Paolo tidak becus menjadi seorang Gucci. Atas desakan Patrizia yang ambisius, Maurizio akhirnya kembali bergabung. Namun Patrizia tidak merasa puas dan ingin memiliki segalanya hingga menggunakan Maurizio untuk menyingkirkan siapapun yang dianggap menghalanginya. Dan mulailah keruntuhan dinasti Gucci.

Baca Juga:  Daftar Anime Musim Dingin 2022 yang Tayang di VIU

Plot cerita House of Gucci awalnya memang santai dan ceria namun pelan pelan berubah semakin kelam dimana antar keluarga saling tikam demi menjadi penguasa merk Gucci yang tentunya sanggup membuat Gwiples terus terpaku ke layar tanpa ada momen membosankan. Akting para bintang di House of Gucci sudah pasti berkualitas, menurut saya Jared Leto bagus sekali memerankan Paolo yang eksentrik. Adam Driver memberikan image Maurizio yang awalnya terlihat nerdy namun makin lama semakin dewasa. Lady Gaga juga memberikan kesan yang pas untuk Patrizia yang ambisius. Untuk Jeremy Irons dan Al Pacino, kedua aktor kawakan ini sudah tidak perlu diragukan keahliannya memerankan Rodolfo dan Aldo. Yang mungkin agak disayangkan adalah penggunaan Bahasa Inggris dengan aksen Italia yang belum tentu pas, mungkin bisa lebih pas jika mayoritas film memakai Bahasa Italia.

Prop yang dipakai untuk menggambarkan Italia era 70-90an juga memukau para penyuka otomotif, sebut saja Mercedes 300, Ferrari GT4, Maseraty Indy 1971, Porsche Targa hingga Mustang Convertibel 289 engine. Tim produksi tidak main-main membuat dunia yang sesuai eranya.

So Gwiples, House of Gucci ini patut menjadi tontonan menjelang pergantian tahun dan bisa ditonton di sebagian bioskop secara terbatas dan di seluruh bioskop mulai 17 Desember.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film The Policeman’s Lineage, Rahasia Kelam Dunia Kepolisian

Published

on

GwiGwi.com – Choi Woo-Shik, publik awam barangkali mengenalnya dari film fenomenal sutradara Bong Joon Ho, PARASITE. Buat fans K-Drama wah mungkin ada yang hafidz karir dia dari nol lebih dari saya. Spesifik nyebut dia karena menarik lihat jadi anak muda cerdik licik di PARASITE bisa berubah jadi polisi muda idealis by the book di film terbarunya, The Policeman's Lineage. Akting dia dan jajaran pemainnya is certainly the highlight in an other wise kinda competent movie.

Choi Min-Jae (Choi Woo-Shik) ditugaskan oleh Hwang In-Ho (Park Hee-Son) untuk masuk ke dalam divisi investigasi demi menyelidiki pemimpinnya, Park Kang-Yoon (Cho Jin-Woong). Park memiliki rekam jejak luar biasa dalam memberantas narkoba yang justru membuatnya dicurigai. Min-Jae melihat dari dekat metode Park yang memang tak konvensional dan mencurigakan, tapi efektif. Semakin ia mendalami misteri Park dan bertambah dekat dengannya, Min-Jae jadi memikirkan ulang prinsip lurus berpolisinya dan bagaimana seharusnya menegakkan keadilan.

Film adaptasi novel karya Joh Sasaki, BLOOD OF THE POLICEMAN ini berasa padat sekali. Banyak, buanyak dialog yang mungkin lebih banyak daripada film-film penulis Aaron Sorkin (THE SOCIAL NETWORK, CHARLIE WILSON'S WAR). Bagi yang familiar dengan film beliau dan film seperti GOODFELLAS, sudah dapat gambaran seperti apa panjang rentetan dialognya. Jenis film yang menuntut fokus di mana anda bisa ketinggalan detail dan membuat bingung kalau. Walau pada akhirnya plotnya tak terasa spesial.

Baca Juga:  Review Anime Kaizoku Oujo, Perjalanan Fena Mencari Eden

Lantas apa membosankan? Sebenarnya tidak karena serunya investigasi Min-Jae, celetukan lucu dan gonjang-ganjing plotnya masih terus menghibur. Saat anda mulai paham dan terbiasa dengan alurnya, it truly is engaging.

Sayang eksekusinya secara teknis berasa kurang dan mungkin gambaran kesulitan filmmaker mengadaptasi materi dengan banyak dialog seperti ini.

Suara terasa belum maksimal seperti mendem (bisa jadi problem di bioskop? tapi saya baca reviewer di luar ada yang berkata sama), resolusi gambar kadang terlihat begitu rendah seolah film dari awal 2000an, cutting editing yang kurang nyaman sampai suka cut ke shot yang sebenarnya tidak perlu walau bisa jadi mencoba ngasih suasana tergesa-gesa yang tegang tapi mubazir (seringkali cut closed up ke muka karakter yang rasanya tak perlu), alurnya yang imbang antara kecepetan dan pas tapi sekalinya ketinggalan berpotensi bikin bingung.

KNIVES OUT saat keluar menjadi penyegar bioskop yang kangen pengalaman sinema misteri di layar lebar dengan twist penggarapan ciamik Ryan Johnson. The Policeman's Lineage mungkin tak serevolusioner itu membawa perubahan ke genre, tapi film ini bisa jadi pilihan kalau bosen liat Peter gelayutan.

There maybe some violent language. Just be advised.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film Peter Rabbit 2, Sajian Film Keluarga yang Apik

Published

on

Gwigwi.com – Thomas (Domnhall Glesson) dan Bea (Rose Brune) Akhirnya menikah, begitu juga Peter, Benjamin, Mopsy, Flopsy, dan Cotton Tail tinggal bersama dan memulai hidup baru.

Bea pun menulis buku anak-anak yang terinspirasi dari kelinci peliharaan nya yaitu Peter dan kawan-kawan hingga bertemu dengan penerbit besar dan menjanjikan kisah Peter Rabbit mendunia.

Peter pun digambarkan sebagai kelinci yang nakal dan selalu bikin ulah, ia pun ingin sekali saja terlihat baik di mata Thomas dan Bea dan juga ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah seekor kelinci yang baik.

Disinilah ia bertemu Barnabas, seekor kelinci liar yang nakal yang merupakan teman lama ayah dari Peter. Ia pun memiliki rencana pencurian makanan terbesar.

Langsung aja ke filmnya, film Ini Akhirnya rilis Setelah mengalami penundaan dikarenakan kondisi pandemi covid-19 yang akhirnya film Ini tayang di awal tahun 2022 untuk di Indonesia.

Film yang berdasarkan adaptasi dari buku anak-anak karangan Beatrix Potter Ini, memang cukup terkenal di seluruh dunia hingga diadaptasi ke film layar lebar dengan sajian cerita yang fresh tanpa merusak cerita aslinya yang Sudah kita kenal.

Baca Juga:  Daftar Anime Musim Dingin 2022 yang Tayang di VIU

Sebagai sebuah sekuel dari film pertamanya yang rilis di tahun 2018. Film Ini berhasil sukses secara kualitas Karena membawa kisah yang segar untuk generasi sekarang.

Petualangan Peter yang sedang mengalami krisis identitas berhasil disajikan dengan menyenangkan dan mudah dicerna oleh semua kalangan dan sangat relate dengan kehidupan kita sebagai manusia.

Cerita dan jokes yang disajikan pun gak ada yang miss menurut gue, semua sesuai dan tampil di saat yang tepat. Alhasil membuat penonton tertawa Karena melihat kelucuan para kelinci dan hewan lainnya hingga dibawa Sedikit aksi yang menegangkan tetap seru untuk ditonton hingga akhir.

Ditambah dengan soundtrack dari beberapa Lagu yang gak asing seperti Boulevard of broken dreams nya Green Day dan Alright milik Supergrass membuat film Ini menyenangkan dan relate dengan cerita yang disajikan.

Secara keseluruhan, Peter Rabbit 2. Merupakan sajian yang asik untuk ditonton bersama keluarga Karena melihat para hewan yang menggemaskan dan juga cerita yang seru untuk dinikmati.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Untuk merayakan perilisan 20th Century Studios’ “Death on the Nile” yang akan hadir secara eksklusif di bioskop pada 11 Februari 2022, 20th Century Studios merilis klip spesial untuk kisah kecemburuan penuh emosi yang disutradarai dan dibintangi peraih lima nominasi Academy Award® Kenneth Branagh. Selain itu, rangkaian poster karakter dari sederet bintang papan atas yang menjadi ‘tersangka’ juga telah tersedia.

Berdasarkan novel tahun 1937 karya Agatha Christie, Death on the Nile adalah cerita misteri tentang konflik emosional dan konsekuensi mematikan yang dipicu oleh cinta yang obsesif. Kenneth Branagh, kembali sebagai detektif ikonik Hercule Poirot, bergabung dengan Tom Bateman, peraih empat nominasi Oscar® Annette Bening, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Gal Gadot, Armie Hammer, Rose Leslie, Emma Mackey, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders dan Letitia Wright. “Death on the Nile,” yang menyatukan kembali tim pembuat film di balik film ternama pada tahun 2017 “Murder on the Orient Express” ditulis oleh Michael Green, diadaptasi dari novel Christie, dan diproduksi oleh Ridley Scott, Kenneth Branagh, Judy Hofflund, dan Kevin J. Walsh, dengan Mark Gordon, Simon Kinberg, Matthew Jenkins, James Prichard dan Mathew Prichard sebagai produser eksekutif.

Baca Juga:  10 Karakter Anime Shonen Terbaik Dalam 10 Tahun Terakhir

Bercerita tentang detektif Belgia, Hercule Poirot, yang sedang melakukan perjalanan dengan kapal glamor ke Mesir. Perjalanan tersebut berubah menjadi pencarian yang menakutkan ketika pasangan sempurna yang sedang bulan madu dibunuh secara tragis oleh sosok misterius. Berlatar di pemandangan indah gurun yang luas dan megahnya piramida Giza, kisah dramatis tentang cinta yang berakhir nahas ini menampilkan sekelompok turis kosmopolitan yang elegan dengan cerita yang dipenuhi oleh misteri dan kejutan yang akan membuat penonton penasaran sampai akhir.

Direkam dengan kamera Panavision 65mm pada akhir 2019, “Death on the Nile” membawa penonton ke tahun 1930-an, menciptakan ulang ragam lokasi yang menjadi inspirasi bagi Christie dalam menciptakan cerita misteri tentang masyarakat kelas atas yang glamor. Film ini juga akan diproyeksikan dengan format 70mm di beberapa layar terpilih di New York, Los Angeles dan London.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x