Connect with us

TV & Movies

Review film Here, satu rumah berjuta cerita

Published

on

Review Film Here, Satu Rumah Berjuta Cerita

www.gwigwi.com – Kalian pernah gak ketika duduk di suatu tempat, mungkin di kamar hotel atau bangku taman, dan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di sana sebelumnya? Berapa banyak orang yang jatuh cinta di tempat itu, bertengkar, atau bahkan mengekspresikan rasa yang sama?

Begitulah kisah yang disajikan lewat film terbaru garapan Robert Zemeckis berjudul Here.

Film yang merupakan adaptasi dari novel grafis karya Richard McGuire, membawa kita pada perjalanan lintas waktu di satu ruang yang sama, sebuah ruang keluarga di rumah tua di wilayah New England, Amerika Serikat yang berusia kurang lebih satu abad.

Review Film Here, Satu Rumah Berjuta Cerita

Review Film Here, Satu Rumah Berjuta Cerita

Kita akan bertemu dengan John dan Pauline Harter (Gwilym Lee dan Michelle Dockery) adalah pasangan pertama yang menghuni rumah ini pada tahun 1907. Pauline selalu khawatir akan suaminya yang sering berangan-angan, menjadi penerbang yang dia takutkan akan jatuh.

Kemudian ada karakter lain yang tampil yaitu Richard Young (Hanks), seorang seniman yang meninggalkan karirnya demi keluarganya. Ketika ayah Richard, Al (Paul Bettany), dan ibunya, Rose (Kelly Reilly), membeli rumah ini pada tahun 1945, itu menjadi simbol warisan mereka.

Sang sutradara Robert Zemeckis kembali bekerjasama dengan tim sukses yang sebelumnya membuat Forest Gump (1994) yaitu Eric Roth sebagai penulis naskah dan dibintangi oleh Tom Hanks dan Robin Wright.

Lewat film ini, Zemeckis mencoba mereplikasi gaya kamera tetap yang digunakan dalam novel grafisnya yang bukan menyajikan cerita linear. Namun mempertemukan waktu dan tindakan dari banyak tokoh asing dalam satu ruang yang sama.

Review Film Here, Satu Rumah Berjuta Cerita

Review Film Here, Satu Rumah Berjuta Cerita

Namun hal ini bisa menjadi pisau bermata dua, dikarenakan penggunaan teknik overlapping-frames terkadang mengaburkan garis di antara keluarga yang berbeda, dan juga pergantian musim secara virtual dan waktu bergerak maju melalui jendela bay yang luas. Sementara rumah tetangga depan tampak statis, impian para karakter tampak melampaui dinding-dinding rumah yang menjadi set cerita film ini.

Menurut gue ketika menonton film ini jangan sampai lengah sedetik pun. Karena mungkin saja kita akan kehilangan salah satu pesan yang ingin disampaikan oleh Zemeckis dan Eric Roth yaitu kecemasan berlebihan tentang memikirkan masa depan seringkali membuat kita kehilangan momen saat ini.

Secara keseluruhan, film Here menyajikan kisah haru biru yang menyentuh kita secara emosional bahwa orang bisa datang dan pergi, namun kenangan akan selalu tetap terukir.

Advertisement

TV & Movies

Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?

Published

on

By

Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?

www.gwigwi.com – Habib Ja'far bikin film!

Pendakwah yang populer dengan konten Pemuda Tersesat ini memfilmkan bukunya “Seni Merayu Tuhan” bersama Wahana Kreator Nasional.

Bagaimanakah buku essai ini bisa digubah dan diadaptasi dengan naratif audiovisual?

Hikmah (Ari Irham) hanya berinteraksi dengan Ibunya (Rieke Diah Pitaloka) saat ada perlu saja. Sampai akhirnya Ibunya meninggalkannya selamanya.

Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?

Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?

Menyesal dan ingin berbuat lebih, Hikmah berusaha menjadi lebih soleh, lebih baik dibantu oleh pacarnya yang beda server/agama, Sophia (Lutesha) dan temannya yang rada alim, Hotib (Teuku Rizky).

Dari perjalanan itu, Hikmah mengetahui keadaan sebenarnya sang Ibu dan mengetahui dirinya lebih jauh.

SENI MERAYU TUHAN punya semua tipikal genre religi. Perjalanan berubah, pertaubatan, ketemu kepala agama yang terlihat perfect doyan nasihatin, ceramah dan pencerahan.

Menariknya tak semulus itu. Hikmah mencoba lebih baik, bertemu ustadz (Alfie Alfandy) yang ternyata punya rahasia dan dari sana hidupnya penuh twist.

Seolah menolak mengikuti patron cerita demikian dan hasilnya terasa spesial. Sedikit dekonstruksi apa itu kisah religi dan malah mengorek esensinya yang bersifat universal tak hanya pakem di satu agama.

Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?

Review Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?

Hubungan Hikmah dan Sophia memiliki jurang yang sulit disatukan, tetapi film bermain cantik. Di mana ternyata perbedaan membuat mereka melihat kembali diri masing-masing, bergulat dengan luka lama dan berproses di sana.

Proses inilah yang disukai film karya sutradara Cesa David Luckmansyah ini. Sedaripada hijrah instan secara total, film mengapresiasi langkah yang lebih perlahan. Tidak terburu berubah, tapi menjalani prosesnya dan seakan membisikkan, “Gak papa. Pelan saja. Jalanin aja dulu”

Mungkin yang membingungkan dari SENI MERAYU TUHAN adalah masuk kategori apakah film ini dan untuk siapa? Tentu religi drama air mata dengan sedikit komedi. Namun barangkali, sulit menarik penonton bilamana tak mengenal Habib Ja'far atau menganggapnya lagi-lagi film penuh petuah membosankan.

No. SENI MERAYU TUHAN adalah pengembangan dari itu. Memangkas paruh klise membosankannya dan menceramahi dengan lebih subtil nan mengena dan bisa konek dengan bahkan yang tidak percaya Tuhan sekalipun.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Dear You, Surat yang Terlupakan

Published

on

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan

www.gwigwi.com – Dear You atau 给阿嬷的情书 yang artinya Love Letters to Grandma merupakan film drama Mandarin yang disutradarai Lan Hongchun. Film ini menampilkan cuplikan kisah imigran Teochew yang mencari peruntungan di Asia Tenggara atau sering disebut sebagai Nanyang kemudian mengirimkan qiaopi (surat berisikan uang) bagi sanak saudara di kampung halaman.

Film berbahasa Teochew ini menceritakan Den Bhagsen (Wang Yantong) penduduk asli Shantou yang menikah dengan Sogriu (Wu Shaoqing) di tahun 1945 dan memiliki 3 anak namun pada tahun 1955 harus meninggalkan China demi menghindari wamil di tengah perang saudara antara Kuomintang dengan kaum revolusioner komunis.

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan

Bhagsen mencari peruntungan di Malaya namun pindah lagi ke Thailand dimana ia bekerja sebagai penarik becak di Chinatown.

Terdapat komunitas imigran Teochew disana yang saling memiliki keterikatan dan saling membantu satu sama lain. Salah satu warga asli sana ialah Zia Lamgi (yang diperankan aktris cantik pemula yaitu Li Sitong) seorang gadis keturunan Teochew yang mengurus penginapan bersama ayahnya, Zia Laisung ( Fang Peisong).

Lamgi awalnya tidak menyukai Bhagsem namun seiring waktu, ia melihat perjuangan Bhagsem bekerja keras mengumpulkan uang demi keluarganya maka akhirnya Lamgi menjadi akrab dengan Bhagsem.

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan

Balik ke masa kini, Hiou Ui (Zheng Runqi) adalah cucu dari Bhagsem dan Sogriu. Ia mendengar kabar bahwa kakeknya sukses di Thailand namun anehnya tidak ada lagi kabar sejak tahun 1978 dan Sogriu pun tidak banyak bercerita tentang suaminya. Sang cucu pun nekad terbang ke Thailand Dan mencari jejak sang kakek.

Apakah ia berhasil menentukan kakeknya dan mengungkap kisah sang kakek?

Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan.

Oya, Usha Seamkhum yg bermain dalam How To Make A Million Before Grandma Dies juga tampil di film ini.

Sutradara Lan Hongchun, membuat naskah film ini karena terinspirasi dengan koleksi qiaopi yang terdaftar dalam UNESCO Memory Of The World, dan film ini sudah mengumpulkan pemasukan sebanyak 2 Miliar Yuan.

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan

Review Film Dear You, Surat Yang Terlupakan

Akting para pemain dalam film ini amatlah bagus dan tidak terasa bahwa ini sekedar film melainkan Gwiple seperti diajak menyelami kehidupan para imigran Teochew di Thailand pada era 1950an.

Li Sitong sebagai aktris pemula juga amatlah apik memerankan Lamgi yang teguh dan Mandiri sepeninggal ibunya.

Dear You memang merupakan film drama yang layak ditonton dan uniknya juga terdapat lagu Harapanku yang dipopulerkan oleh Teresa Teng namun dalam film ini dibawakan oleh Chen Jia yang amat mengena karena lagu ini juga bertemakan surat dari sang kekasih.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Published

on

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

www.gwigwi.com – ​Rich (Ben Kingsley) dan Ben (Aaron Eckhart) merupakan pilot dan kopilot Eastern Airlines dengan rute Los Angeles-Shanghai. Ben adalah seorang ayah yang masih sulit menerima bahwa anaknya divonis kanker, serta mantan pilot AL yang diberhentikan dengan tidak hormat dan terpaksa bekerja sebagai pilot maskapai komersial.

Sementara itu, Rich adalah seorang ayah yang sudah bercerai dan senang hook up dengan para pramugari.

​Naasnya, pada penerbangan ke Shanghai, seorang penumpang bernama Dan meninggalkan tablet miliknya di dalam koper, dan parahnya lagi, tablet itu dicolok ke power bank menggunakan kabel yang sudah rusak.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Akibatnya mudah disebabkan, beberapa jam meninggalkan LA, power bank itu terbakar dan walau ada penanganan pemadaman, api menjalar dengan cepat hingga menimbulkan lubang di badan pesawat.

​Keadaan makin genting dengan mesin pesawat yang mati, memaksa Ben dan Rich untuk mendaratkan burung besi tersebut di tengah laut.

Pendaratannya tidak berlangsung mulus; badan pesawat terpecah menjadi tiga bagian dan korban yang selamat hanya tersisa sekitar 30 orang dari total kurang lebih 200 penumpang.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Di sinilah kondisi kepanikan massal dan jatuhnya korban digambarkan secara amat realistis dan memilukan—mulai dari kekacauan di kabin saat api membakar dinding pesawat, detik-detik mencekam saat badan pesawat menghantam air, hingga keputusasaan para penyintas yang harus menyaksikan keluarga atau rekan seperjalanan mereka hilang terseret arus atau menjadi mangsa.

​Di tengah samudra lepas yang dihuni oleh teror ikan hiu yang mulai berdatangan mencium bau darah, Ben harus dengan cepat menentukan langkah terbaik agar sisa penumpang yang selamat dapat bertahan hidup dan ditolong oleh tim SAR.

Dengan banyaknya korban meninggal, adegan dimangsa hiu, dan banyaknya darah agak lah aneh bahwa film ini diberikan rating 13 tahun, yang seharusnya lebih cocok untuk usia 17 keatas karena adegan-adegan itu bahkan dapat membuat Gwiple yang dewasa pun menjadi trauma.

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Review Film Deep Water: Terdampar Bersama Hiu

Deep Water ini merupakan disaster movie yang para karakternya (kecuali Dan) tidaklah terlalu over acting dalam keadaan darurat namun Gwiple akan terus terpaku menontonnya berkat adegan-adegan yang mencekam.

Secara keseluruhan, Deep Water merupakan film yang seru untuk disaksikan jika kalian mencari tontonan popcorn movies yang memacu adrenalin.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending