News
Review Film GODZILLA: MINUS ZERO, Masih Meraung Kencang
GODZILLA: MINUS ONE (2023) 3 tahun silam mengejutkan jagat sinema lantaran bisa memberikan teror mbah Godzilla sekaligus memberikan drama yang sungguh efektif nan menyentuh, sampai Steven Spielberg mengaku menyukai para karakternya.
Karakter. Di film monster. Sesuatu yang sangat jarang disukai dan sutradara Satoshi Yamazaki berhasil menghidupkan mereka di tengah gebrakan dan kehancuran yang dilakukan si monster legendaris itu.

Review Film Godzilla: Minus Zero, Masih Meraung Kencang
Pertanyaan besarnya memang: Apakah GODZILLA: MINUS ZERO (2026) mampu meraung lebih kencang lagi?
Koichi Shikishima (Ryunosuke Kamiki), pilot yang berhasil membasmi Godzilla, sekarang hidup tenang bersama istri, Noriko Oishi (Minami Hanabe) dan anak angkatnya, Akiko (Sae Nagatani). Namun lantaran ini sekuel di dunia monster, kedamaian dipecahkan oleh aksi naga terbang yang diberi Ghidorah.
Kepala Penanggulangan Bencana Skala Besar Kenji Noda (Hidetaka Yoshioka) meminta Shikishima kembali membantunya. Meski awalnya ragu karena sudah berkeluarga, akhirnya si jagoan kembali menghadapi monster.
Ternyata Ghidorah tidak sendiri karena Godzilla bangkit kembali. Semakin merasa terpojok, akhirnya diputuskan untuk mengadu kedua monster tersebut. Dibantu oleh mesin untuk memancing Godzilla buatan profesor biologis Kanji Murakami (Min Tanaka), penyintas nuklir yang memiliki trauma mendalam, yang ternyata membutuhkan penyintas si mbah monster yakni bini Koicihi, Noriko.

Review Film Godzilla: Minus Zero, Masih Meraung Kencang
GODZILLA: MINUS ZERO (2026) sutradara Takashi Yamazaki masih menempatkan dilema Koichi dan keluarganya sebagai pondasi dramanya dan memang masih efektif. Dia mempu membuat hubungan mereka begitu organik juga cerdas menusuk simpati penonton dari kekhawatiran si bapak sekaligus perlunya dia kembali bertarung dan tangisan ketakutan si anak sekedar mendengar kembalinya monster yang membuat suasana keruh semakin perih.
Begitu pun dengan usaha keras dan taktis para manusia untuk menerka dan menghadapi Ghidorah dan Godzilla yang terus memberi suspense. Baik saat gagal atau berhasil selalu ada bayaran pahit atau ide untuk kesempatan selanjutnya yang selalu membuat plot di luar konflik batin para karakter menarik diikuti.

Review Film Godzilla: Minus Zero, Masih Meraung Kencang
Aksi menggelegar penuh teror para monster pun masih memukau, bahkan lebih lagi. Baik Ghidorah dan Godzilla digambarkan sebagai gumpalan kekuatan ngeri tak terbayangkan yang mampu melumat umat manusia tapi juga, layaknya pemandangan bencana alam, sebuah fenomena megah yang bisa membuat saksinya tertegun menatap. Apalagi diudukung spesial efek dari tim pemenang Oscar yang kini lebih memukau lagi.
Walau drama tidak mampu menyentuh ketinggian dari film pertamanya, tapi sekedar bisa melanjutkan dengan kualitas di atas rata-rata film monster, mencoba menyentuh ide baru dan masih dengan pengadeganan dan storytelling mumpuni, GODZILLA MINUS ZERO (2026) tetaplah sekuel yang meraung keras.
News
Gaji Idol Jepang Disorot, Sejumlah Talent Disebut Hanya Menerima Rp.13 Juta Sebulan
Industri idol Jepang kembali menjadi sorotan terkait kesejahteraan para talent. Di tengah popularitas dan aktivitas panggung yang padat, sejumlah idol disebut menerima penghasilan bulanan yang relatif kecil dibandingkan pekerjaan lain, termasuk pegawai minimarket.
Berdasarkan sejumlah perkiraan yang beredar, ada idol Jepang yang hanya memperoleh sekitar 120.000 yen (sekitar Rp13 juta) per bulan. Bahkan, beberapa talent dikabarkan belum menerima bayaran setelah menjalani debut dan mulai beraktivitas sebagai idol.
Kesejahteraan Talent Jadi Perhatian
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan di sejumlah agensi idol. Meski industri ini dikenal memiliki basis penggemar besar dan berbagai sumber pendapatan, penghasilan yang diterima talent belum tentu sebanding dengan aktivitas serta tuntutan pekerjaan mereka.
Perbedaan pendapatan antar-idol juga dapat dipengaruhi oleh popularitas, kontrak, sistem pembagian hasil, serta kebijakan masing-masing agensi. Namun, apabila talent tidak menerima bayaran secara transparan atau sesuai kesepakatan, hal tersebut dapat menimbulkan persoalan serius terkait hak pekerja.
Dugaan Praktik Tidak Transparan di Agensi
Situasi ini turut memicu kekhawatiran bahwa sebagian agensi mungkin memiliki masalah dalam pengelolaan keuangan, termasuk dugaan penyalahgunaan atau penahanan pembayaran talent. Namun, dugaan tersebut perlu ditelusuri berdasarkan kasus dan bukti yang jelas sebelum dapat disimpulkan sebagai praktik yang terjadi secara luas di industri idol Jepang.
Transparansi kontrak, kejelasan sistem pembayaran, serta perlindungan terhadap talent menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan. Idol yang baru debut maupun yang belum memiliki popularitas besar tetap membutuhkan kepastian mengenai hak dan kompensasi atas pekerjaan mereka.
Sorotan terhadap isu ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai industri idol Jepang tidak hanya berkaitan dengan popularitas dan hiburan, tetapi juga kondisi kerja serta kesejahteraan para talent di balik layar.
Catatan: Konversi menggunakan perkiraan kurs 1 yen ≈ Rp108. Nilai rupiah dapat berubah mengikuti kurs yang berlaku.
News
Kreator The Beginning After the End Buka Suara soal Penutupan Tapas
TurtleMe, kreator The Beginning After the End (TBATE), akhirnya angkat bicara mengenai kabar penutupan platform Tapas. Melalui serangkaian unggahan pada 23 September, ia mengaku masih berusaha memahami keputusan tersebut dan dampaknya terhadap kelanjutan karya-karyanya yang saat ini diterbitkan melalui platform tersebut.
Tapas telah menjadi tempat TurtleMe berkarya selama delapan tahun terakhir. Platform itu saat ini menjadi rumah bagi komik The Beginning After the End serta novel Soul Forged yang ditulisnya.
TurtleMe mengungkapkan bahwa dirinya masih terkejut dengan kabar tersebut dan belum mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia juga sedang berupaya mendapatkan kejelasan mengenai situasi yang dihadapi Tapas.
TurtleMe Berusaha Menjaga Kelanjutan Karyanya
Di tengah ketidakpastian tersebut, TurtleMe menegaskan bahwa dirinya akan melakukan segala upaya untuk memastikan serial yang telah dibangunnya tetap berlanjut.
Ia juga menyoroti kondisi kreator lain yang menerbitkan karya mereka melalui Tapas. Menurutnya, banyak kreator masih belum mengetahui nasib komik maupun novel mereka setelah platform tersebut dikabarkan akan ditutup.
Belum ada kepastian mengenai bagaimana kelanjutan publikasi The Beginning After the End dan Soul Forged, termasuk apakah keduanya akan berpindah ke platform lain atau menggunakan model penerbitan berbeda.
Bagi para pembaca, situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai akses terhadap episode dan bab mendatang. Namun, TurtleMe sejauh ini menyatakan komitmennya untuk mencari jalan agar karya-karyanya tetap berjalan.

Kakao Entertainment Siapkan Konsolidasi Bisnis Digital
Kabar mengenai Tapas berkaitan dengan rencana Kakao Entertainment untuk mengonsolidasikan bisnis webtoon dan novel web mereka. Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, perusahaan juga menyiapkan penghentian layanan Kakao Webtoon di Korea Selatan dan penggabungan layanannya ke KakaoPage pada akhir 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari perubahan strategi bisnis digital Kakao Entertainment. Meski demikian, dampak spesifiknya terhadap setiap kreator dan judul yang diterbitkan melalui Tapas masih perlu menunggu kejelasan lebih lanjut.
The Beginning After the End Terus Berkembang Lewat Anime
Di luar persoalan Tapas, The Beginning After the End juga telah berkembang melalui adaptasi anime yang ditayangkan oleh Crunchyroll. Sebelumnya, TurtleMe sempat berbicara mengenai proses adaptasi tersebut dalam sebuah wawancara dan menyebut peran Crunchyroll penting dalam menghubungkan visi kreatif dengan jangkauan penonton global.
Pada tahun sebelumnya, sang kreator juga mengumumkan kampanye Kickstarter untuk menghadirkan edisi cetak tiga volume pertama serial tersebut.
Cerita The Beginning After the End mengikuti King Grey yang terlahir kembali sebagai Arthur Leywin di benua ajaib Dicathen setelah mengalami kematian misterius. Meski memulai kehidupan keduanya sebagai bayi, ia tetap membawa kebijaksanaan dan pengalaman dari kehidupan sebelumnya.
Arthur kemudian mempelajari sihir dan membangun jalan hidup baru sembari berusaha memperbaiki kesalahan masa lalunya.
Untuk saat ini, masa depan publikasi komik dan novel TurtleMe masih belum jelas menyusul kabar penutupan Tapas. Para pembaca pun perlu menantikan pengumuman resmi berikutnya mengenai kelanjutan platform dan karya-karya yang berada di bawah naungannya.
News
Capcom ID Bocor, 11,7 Juta Akun Pengguna Terdampak
Capcom mengumumkan insiden kebocoran data yang berdampak pada 11.774.247 akun Capcom ID. Insiden keamanan tersebut terdeteksi setelah pihak ketiga yang tidak berwenang berhasil mengakses data pengguna. Capcom menyatakan investigasi masih berlangsung untuk mengetahui lebih lanjut cakupan insiden dan memperkuat perlindungan sistem mereka.
Capcom ID merupakan layanan akun gratis yang digunakan untuk mengakses berbagai fitur online dalam sejumlah game Capcom, termasuk Street Fighter 6. Besarnya jumlah akun yang terdampak membuat insiden ini menjadi perhatian, terutama karena informasi yang terekspos mencakup sejumlah data aktivitas pengguna.
Data Email dan Informasi Login Ikut Terekspos
Menurut keterangan Capcom, data yang berhasil diakses pihak tidak berwenang meliputi alamat email, informasi pengenal tertentu, tanggal dan waktu pembuatan akun, waktu login terakhir, jumlah keseluruhan login, serta alamat IP yang digunakan saat login terakhir.
Untuk 43 akun, pihak penyerang juga diketahui berhasil melihat informasi tambahan berupa tanggal lahir, gender, negara atau wilayah, dan nickname pengguna.
Meski demikian, Capcom memastikan bahwa kata sandi yang dibuat langsung oleh pengguna tidak berhasil diakses dalam insiden ini. Perusahaan juga menegaskan bahwa informasi kartu kredit tidak terdampak oleh kebocoran tersebut.
Sebanyak 196 Akun Mengalami Perubahan Password
Selain mengakses data pengguna, pihak tidak berwenang dilaporkan sempat mengubah kata sandi 196 akun tanpa izin. Capcom menyatakan telah mereset kata sandi akun-akun tersebut sebagai langkah pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.
Sementara itu, pengguna lain yang tidak termasuk dalam kelompok akun terdampak perubahan kata sandi tersebut seharusnya masih dapat menggunakan Capcom ID seperti biasa.
Capcom juga berencana menghubungi pengguna yang akunnya diketahui telah diakses oleh pihak tidak berwenang. Namun, perusahaan belum menyatakan bahwa seluruh akun yang datanya terekspos mengalami pengambilalihan.
Capcom Ingatkan Pemain Waspadai Email Phishing
Karena alamat email pengguna ikut terekspos, Capcom meminta pemain meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan perusahaan. Email semacam ini berpotensi digunakan untuk menjalankan penipuan phishing, misalnya dengan mengarahkan penerima ke tautan berbahaya atau meminta mereka membuka lampiran tertentu.
Pengguna disarankan untuk tidak sembarangan mengeklik tautan maupun membuka file dari pengirim yang tidak dapat dipastikan keasliannya. Jika menerima pesan yang mengaku berasal dari Capcom dan meminta tindakan tertentu terkait akun, sebaiknya periksa informasi tersebut melalui kanal resmi perusahaan.
Investigasi Kebocoran Data Masih Berlangsung
Capcom menyatakan menganggap insiden ini sebagai masalah serius. Perusahaan masih melakukan investigasi dan akan menggunakan hasilnya untuk memperkuat sistem keamanan serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Apabila terdapat perkembangan atau fakta baru yang perlu disampaikan, Capcom berjanji memberikan pembaruan melalui situs web resmi dan kanal komunikasi lainnya. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain dan pihak lain yang terdampak oleh insiden tersebut.
-
TV & Movies4 weeks agoBonus Stage Street Fighter di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual tentang Trauma, Patriarki, dan Ketahanan Perempuan.
-
TV & Movies4 weeks agoThe Conjuring: Unspoken Hadir di Netflix, Bawa Pengalaman Horor Interaktif
-
Smartphone4 weeks agoPOCO F9 Series Menggebrak Indonesia: Ultrapower Unbound, Saatnya Gamer Kalcer Naik Level
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM CRAWLERS, JANGAN BUKA MULUT SAAT TIDUR
-
Smartphone4 weeks agoIntip Proses di Balik OPPO A7 Pro Series 5G yang Disiapkan untuk Performa Lancar dan Penggunaan Jangka Panjang hingga 6 Tahun
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting unjuk Gigi
-
Smartphone3 weeks agoOPPO Resmi Perkenalkan ColorOS 17 Secara Global: Silky Smooth. Flow with AI




