Connect with us

Box Office

Review Film Bad Times at The El Royale, Sensasi Menebak Misteri di setiap Adegan

Published

on

GwiGwi.com – Dengan setting tahun 1970an film ini bercerita tentang sebuah malam di penginapan (El Royale) yang terlatak di perbatasan California dan Nevada. Kejadian satu malam di El Royale terfokus pada cerita seorang Pastur Daniel Flyn (Jeff Bridges), seorang penyanyi Darlene Sweet (Cynthia Erivo), Seymour Sullivan (Jon Hamm) seorang salesman, Wanita misterius Emily Summerspring (Dakota Johnson) dan Miles Miller (Lewis Pullman) sang penjaga hotel.

Tentu saja empat orang tamu dan satu orang penjaga tersebut tidak saling kenal sebelumnya, dan masing-masing tamu mempunyai tujuan tersendiri mengapa memilih untuk menginal di El Royale di malam itu. Dengan perasaan bertanya-tanya dan kecurigaan yang sedikit ada masing-masing tamu mulai berinteraksi dan berusaha saling mengenal satu sama lain.

Ada satu tamu yang tidak sengaja menemukan fakta mengapa menginap di El Royale sebenarnya adalah ide buruk walaupun hanya semalam. Berawal dari penemuan itu mulailah masa-masa buruk di El Royale pada malam itu dan kejadian tersebut melibatkan seluruh tamu yang menginap di sana.

Film ini disutradi oleh Paul Feig yang sebelumnya pernah menggarap karya-karya seperti Bridemaids (2011), The Heat (2013), Spy (2015), Ghostbusters (2016) dan lainya. Chris Hemsworth juga muncul di film ini sebagai Billy Lee seorang tokoh yang cukup berpengaruh pada masa-masa buruk di El Royale.

Baca Juga:  Review Film I Want To Eat Your Pancreas, satu lagi film anime sedih wajib nonton

Cerita diawali dengan pertemuan para tamu, dengan pace yang santai namun penuh misteri baik misteri hotel itu sendiri dan misteri masing-masing tamu. Setelah itu cerita mulai masuk ke dalam “Bad Time” secara perlahan namun dengan penuh misteri. Beberapa kali alur cerita akan mundur untuk melihat kejadian yang sama dari sudut pandang berbeda dari tamu yang lain. Di sela-sela cerita “flashback” juga disisipkan agar penonton bisa lebih memahami masing-masing tamu yang menginap.

Music pada film ini digarap oleh Michael Giacchino yang pernah menggarap musik untuk film Spider-man: Homecoming, Star Trek: Beyond, Incredibles 2, Jurassic Word: Fallen Kingdom dan lainya.

Walaupun pembukaan cerita bisa dibilang cukup lama namun perlahan masing-masing misteri terpecahkan dan ceita menuju akhirnya. Namun tidak semua misteri terbuka entah karena sengaja atau memang waktu 2 jam 21 menit sudah tidak cukup untuk membuka semua misteri tersebut. Ada perasaan puas ketika masing-masing misteri terpecahkan dan akhirnya menjadi paham akan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh masing-masing tokoh.

Film ini cocok untuk anda yang suka film misteri, kejahatan, drama atau anda yang suka dengan suasana 1970an karena musik dan setting hotel sangat kental dengan suasana tahun 70an.

 

Box Office

Review Film Instant Family, lika-liku dalam mengurus anak

Published

on

GwiGwi.com – Namanya juga society, pas sendiri dateng ke acara nikahan ditanya “kapan nyusul?” pas udah nikah lalu hidup bersama pasangan selama beberapa tahun di tanya sama orang sekitar maupun anggota keluarga besar tentang “kapan punya anak?”

Begitulah kehidupan Yyang dijalani oleh Pete dan Ellie pasutri yang bekerja sebagai desain interior rumah. Mereka asik dengan pekerjaan mereka namun belum dikaruniai momongan.

Lantas, mereka memilih jalan untuk mengadopsi anak dari penyalur anak untuk diadopsi. Setelah menjalankan beberapa proses untuk mengadopsi anak, mereka memilih Lizzie yang beranjak remaja bersama kedua adiknya yaitu Juan dan Lita untuk diadopsi oleh Pete dan Ellie.

Disinilah berbagai tantangan baru yang dihadapi oleh Pete dan Ellie.

Film yang disutradarai oleh Sean Anders (daddy’s home) yang diilhami oleh kejadian nyata tentang bagaimana mengurus anak adopsi dan bagaimana pasangan suami istri mendidik anak dan membangun sebuah keluarga harmonis?

Rose Byrne and Mark Wahlberg in Instant Family from Paramount Pictures.

 

Baca Juga:  Daftar pemenang 76th Golden Globe Awards 2019

Dibintangi oleh Mark Wahlberg, Rose Byrne, Isabela Moner, dan Octavia spencer. Film ini berhasil memberikan contoh nyata bahwa untuk mengadopsi seorang anak harus menjalani beberapa proses.

Seperti ada “kursus”-nya untuk mengadopsi seorang anak, dan bagaimana memperlakukan anak Yang bukan darah daging kita karena ada sedikit perbedaan dengan anak yang dilahirkan oleh orang tua kandung dan anak yang diadopsi.

Serta, ada undang-undang negara yang mengurus tentang anak yang diadopsi.

Semua disajikan dengan baik, termasuk berbagai masalah yang mereka hadapi dari tingkah laku anak-anak ini.

Kita juga diajarkan parenting tanpa menggurui penonton, kita langsung diberikan contoh kasus permasalahan yang dihadapi oleh si anak dan bagaimana peran kita sebagai orang tua agar masalah tersebut diselesaikan.

Namun tetap menyenangkan karena dibumbui dengan jokes-jokes ketika pasutri Ini mengurus anak-anak yang mereka adopsi serta momen yang menyentuh hati karena bagaimanapun mereka bisa menjadi keluarga yang utuh.

Secara keseluruhan, film yang bergenre drama komedi ini, mengajarkan kita tentang arti keluarga yang sesungguhnya meskipun dibangun dengan instan.

Continue Reading

Box Office

Review Film How To Train Your Dragon 3: The Hidden World

Published

on

GwiGwi.com – How To Train Your Dragon 3 atau HTTYD 3 yang disutradarai Dean DeBlois kembali menampilkan petualangan Hiccup (Jay Baruchel)  dan Toothless beserta penduduk Berk yang berkomitmen melindungi para naga dari kejaran pemburu-pemburu. Para pemburu yang berkali-kali dikalahkan oleh Hiccup menyewa seorang pembunuh naga, Grimmel (F. Murray Abraham) yang terobsesi untuk membunuh seluruh Night Fury termasuk Toothless. Di sisi lain, pulau Berk menghadapai masalah populasi naga yang sudah berlebihan sehingga sebagian orang termasuk Astrid (America Ferrera) mengkhawatirkan bahwa lokasi Berk akan ketahuan oleh para pemburu dan akan membahayakan semua penduduknya.

Saat masih belum bisa menentukan apakah harus meninggalkan Berk, tak disangka-sangka Toohless bertemu dengan seekor Night Fury betina yang berwarna putih dan dinamai Light Fury oleh Hiccup dan Astrid. Toothless pun langsung tergila-gila dengan Light Fury dan membuatnya tidak fokus dan ini dimanfaatkan Grimmel untuk menyusup ke Berk. Untungnya Hiccup sudah siap menangkal aksi Grimmel, namun insiden itu membuatnya merasa Berk sudah tidak aman lagi dan mencari lokasi legendaris tempat asal para naga yang disebut The Hidden World yang diyakini tidak akan diganggu oleh para pemburu.  Akhirnya seluruh penduduk Berk bermigrasi mencoba menuju tempat para naga yang lokasinya masih belum diketahui.

Baca Juga:  Review Film Dreadout movie, it’s truly thrilling ride

Karena belum berhasil menemukan Hidden World, mereka memutuskan berkemah di suatu pulau terpencil, dan ternyata Light Fury juga mengikuti mereka sampai ke pulau tersebut. Hiccup yang menginginkan Toothless bisa bahagia  dengan Light Fury memutuskan untuk melepaskannya dengan begitu ia harus mulai belajar bagaimana mengatasi masalah tanpa bantuan teman kesayangannya itu. Apakah Hiccup dan warga Berk berhasil menemukan Hidden World sekaligus mengalahkan Grimmel? HTTYD 3 sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop dan menjadi penutup yang indah dari trilogi seri ini sehingga kiranya wajib ditonton terutama bagi penggemarnya, sekadar saran lebih baik tonton di IMAX atau 4DX karena banyak scene terbang dengan scenery yang memukau.

Continue Reading

Box Office

Daftar pemenang 76th Golden Globe Awards 2019

Published

on

GwiGwi.com – Ajang Golden Globe Awards ke-76 rampung dilaksanakan pada Senin (7/1) di Beverly Hilton, California.

Dalam ajang kali ini, Golden Globe terasa lebih berwarna karena ada representasi Asia, kulit hitam dan muslim. Green Book menjadi film yang meraih penghargaan terbanyak.

Mereka meraih penghargaan Best Actor in a Supporting Role in any Motion Picture oleh Mahershala Ali, Best Screenplay dan Best Motion Picture – Musical or Comedy.

Sementara The Kominsky Method, Roma, The Assassination of Gianni Versace: American Crime Story dan Bohemian Rhapsody masing-masing mendapatkan dua penghargaan.

For the first time, aktor Rami Malek meraih penghargaan Best Actor in a Motion Picture Golden Globe 2019 berkat perannya sebagai Freddie Mercury. Tahun ini merupakan nominasi ketiga Rami dalam Golden Globe 2019.

Berikut daftar lengkap pemenang Golden Globe Awards 2019:

Best Motion Picture – Drama
‘Bohemian Rhapsody’

Best Actor in a Motion Picture – Drama
Rami Malek – ‘Bohemian Rhapsody’

Best Motion Picture – Musical or Comedy
‘Green Book’

Best Actress in a Motion Picture – Musical or Comedy
Olivia Colman – ‘The Favourite’

Best Actor in a Motion Picture – Musical or Comedy:
Christian Bale – ‘Vice’

Best Actress in a Motion Picture – Drama
Glenn Close – ‘The Wife’

Best Actress in a Role in any Motion Picture
Regina King – ‘If Beale Street Could Talk’

Best Actor in a Supporting Role in any Motion Picture
Mahershala Ali – ‘Green Book’

Baca Juga:  Review Film Master Z: The Ip Man Legacy, aksi bela diri wing chun yang mengagumkan

Best Motion Picture – Animated
Spider-Man: Into the Spider-Verse

Best Motion Picture – Foreign Language
‘Roma’ – Meksiko/Amerika Serikat

Best Director – Motion Picture
Alfonso Cuaron – ‘Roma’

Best Screenplay – Motion Picture
Peter Farrelly, Nick Vallelonga, Brian Currie – ‘Green Book’

Best Original Score – Motion Picture
Justin Hurwitz – ‘First Man’

Best Original Song – Motion Picture
“Shallow” – ‘A Star Is Born’

Best Television Series – Drama
‘The Americans’

Best Performance by an Actress in a Television Series – Drama
Sandra Oh – ‘Killing Eve’

Best Performance by an Actor in a Television Series – Drama
Richard Madden – ‘Bodyguard’

Best Television Series – Musical or Comedy
‘The Kominsky Method’

Best Performance by an Actress in a Television Series – Musical or Comedy
Rachel Brosnahan – ‘The Marvelous Mrs. Maisel’

Best Performance by an Actor in a Television Series – Musical or Comedy
Michael Douglas – ‘The Kominsky Method’

Best Television Limited Series or Motion Picture Made for Television
‘The Assassination of Gianni Versace: American Crime Story’

Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Series, Limited Series or Motion Picture Made for Television
Patricia Clarkson – ‘Sharp Objects’

Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Series, Limited Series or Motion Picture Made for Television
Ben Whishaw – ‘A Very English Scandal’

Continue Reading

Trending