Connect with us

News

realme C3 resmi rilis dengan Harga Spesial Rp 1.549.000

Published

on

GwiGwi.com – realme, merek smartphone yang paling cepat berkembang di Indonesia, hari ini secara resmi meluncurkan “Triple Camera, Game Monster” – realme C3 yang merupakan raja entry-level paling kuat berkat prosesor Helio G70 pertama di Indonesia dengan harga Rp1.699.000. realme C3 adalah suksesor untuk entry level dengan spesifikasi serba terbaik dari seri C, yang telah digunakan oleh 10,2 juta pengguna di seluruh dunia dan berhasil mendefinisikan ulang segmen smartphone entry-level dan menjadi smartphone Entry-Level King.

“realme C3 adalah superstar di 4 hal atau kami menyebutnya 4C – Prosesor Canggih, Kamera Cakep, Baterai Cadas dan Layar Cetar. realme C3 menghadirkan prosesor MediaTek Helio G70 pertama di Indonesia yang akan memberikan kinerja tangguh serta cepat untuk pengguna smartphone pada umumnya dan gamer mainstream. realme C3 memiliki dua warna menarik – Blazing Red dan Frozen Blue. Membawa memori internal 3+32GB, realme C3 diluncurkan dengan harga Rp1.699.000 – sebuah harga terbaik untuk anak muda Indonesia yang menginginkan smartphone entry level kinerja terbaik untuk menjalani kebutuhan gaming harian mereka,” kata Palson Yi – Marketing Director realme Indonesia.

 

Triple AI Camera yang Cakep

realme C3 menghadirkan pengaturan kamera belakang 12MP + 2MP + 2MP. Kamera utama 12MP-nya memiliki aperture besar F/1.8 dan ukuran piksel 1,25μm yang besar. Konfigurasi kamera tersebut dapat melakukan zoom hingga 4X dan mendukung autofokus PDAF. realme C3 mampu membuat foto menjadi jelas di siang hari serta terang di lingkungan yang kurang cahaya dan gelap. Lensa super makro 4cm akan memberikan detail lebih banyak saat pengguna menangkap objek kecil dengan detil yang lebih banyak dan halus. Triple camera di realme C3 juga mendukung efek bokeh lebih alami dan mampu membuat subjek terlihat lebih menonjol, baik itu tanaman, hewan, atau manusia.

Kamera di realme C3 memiliki fitur menarik seperti Chroma Boost, mode portrait, dan perekaman video slo-mo yang sulit ditemukan di segmen entry-level. Fitur Chroma Boost, melalui algoritma pemetaan tingkat piksel, mengembalikan vitalitas warna, memberikan rentang dinamis yang lebih baik, kontras layar, dan warna-warna menjadi lebih cerah.

Selain itu, kamera realme C3 juga mendukung mode HDR otomatis. Ketika dihidupkan, kamera dapat menyimpan highlight dan detail gelap dalam gambar untuk mendapatkan gambar yang akurat dengan detail yang melimpah dan lebih banyak warna. Kamera realme C3 mendukung perekaman video 1080p dan video slo-mo hingga 120 fps. Di bagian depan, realme C3 memiliki kamera selfie 5MP. Kamera selfie realme C3 mendukung fungsi Beauty AI, mode HDR, mode portrait, dan fitur Panoselfie yang dapat mengambil foto selfie yang lebih luas.

Smartphone Dengan Prosesor MediaTek Helio G70 Pertama Di Dunia yang Canggih

realme C3 adalah ponsel pertama di Indonesia dengan prosesor MediaTek Helio G70 yang terbaik di segmen entry-level dan memiliki MediaTek Gaming Technology untuk mengoptimalkan latensi jaringan. Helio G70 dibangun dari fabrikasi 12nm octa-core yang memiliki kecepatan hingga 2.0 GHz, menjadikannya salah satu yang tercepat di kategorinya. realme C3 sangat ideal untuk pengguna smartphone pada umumnya dan mobile gamer berkat GPU ARM Mali-G52 yang memiliki kinerja tinggi namun efisien.

realme C3 memiliki skor benchmark AnTuTu lebih dari 145.000 yang memberikan kinerja terbaik dan jauh lebih tinggi daripada smartphone lainnya di segmen entry-level. Sedangkan untuk koneksi internet berkecepatan tinggi, smartphone ini memiliki fitur akselerasi Dual Wi-Fi yang memungkinkan smartphone untuk beralih ke band optimal demi koneksi yang lebih cepat dan stabil.

Beralih ke penggunaan multimedia, realme C3 memiliki fitur Display Latency Optimization MediaTek Helio G70, yang memberikan waktu respon lebih cepat, kontrol layar lebih akurat dan mampu meningkatkan fluiditas layar sentuh. Untuk meningkatkan pengalaman visual, MediaTek Helio G70 memiliki Premium Picture Quality yang mendukung True Color. Dengan kontras layar yang lebih baik, output yang lebih cerah dan menampilkan gambar yang lebih jelas saat bermain game dan menonton video, realme C3 mempu memberikan jangkauan penglihatan yang lebih baik yang tidak dapat dilakukan oleh smartphone lain.

realme C3 ditenagai oleh RAM LPDDR4X yang mampu meningkatkan kinerja grafis hingga 20% dan kinerja RAM sebesar 100%. realme C3 juga dilengkapi slot tiga kartu dengan slot SIM ganda dan slot kartu SD yang dapat diupgrade hingga 256GB. realme C3 tidak hanya mendukung fingerprint unlock ultra-cepat hingga 0,27 detik tetapi juga mendukung face recognition yang dapat membuka kunci smartphone dengan satu klik atau pandangan, nyaman serta aman untuk privasi pengguna pada saat yang bersamaan.

 

Baterai Besar 5.000mAh yang Cadas

realme C3 memiliki baterai 5.000 mAH yang sangat besar untuk menikmati hiburan yang lebih lama. Nikmati 727,7 jam waktu siaga, 19 jam mendengarkan musik favorit dan 20,8 jam menonton film di realme C3 tanpa gangguan. realme C3 juga mendukung reverse charging, yang dapat menjadi power bank untuk mengisi baterai perangkat lainnya.

 

Desain yang Stylish & Layar yang Cetar

realme C3 dilengkapi layar terbesar di segmennya berukuran 6,5 inci beresolusi HD+ dengan mini-drop 30,9% lebih kecil dari dew-drop normal, membuat rasio screen-to-body mencapai 89,8%. Layar besar ini akan meningkatkan pengalaman menonton film, bermain game atau browsing media sosial.

Inspirasi desain warna-warna baru Blazing Red dan Frozen Blue realme C3 hadir dari lava panas dan gletser dingin. Tekstur optik yang sangat indah diimplementasikan pada cetakan plastik dilakukan dengan menggabungkan teknologi polishing, ukiran radium dan sandblasting.

 

Smartphone Pertama realme dengan realme UI Berbasis Android 10

realme C3 adalah smartphone realme pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan realme UI berbasis Android 10. realme UI dibangun dengan cermat untuk memberikan pengalaman Android yang ditingkatkan dan lebih dekat dengan Android Stock serta didasarkan pada konsep real design. realme UI dirancang untuk fokus pada 4 hal – warna sistem, ikon, wallpaper, dan animasi. Dalam hal warna, realme UI menggunakan warna saturasi tinggi dan kecerahan tinggi untuk membangun skema warna asli, menghadirkan rasa vitalitas dan kesegaran.

realme UI membawa fitur Android 10 terbaru, mulai dari sistem yang cepat, ringat dan hemat daya yang dioptimalkan dalam hal kelancaran, konsumsi daya, dan kinerja. realme UI juga memperkenalkan fungsi kustomisasi ikon. Sekarang pengguna tidak hanya dapat mengubah bentuk dan ukuran ikon tetapi juga dapat mengubah ukuran grafik internal ikon. Dalam hal animasi sistem, realme UI dilengkapi dengan mesin animasi kuantum terbaru, yang mampu meningkatkan kelancaran layar.

Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, realme UI memiliki 4 fitur trendi yang dapat disesuaikan: Focus Mode, Dual-Mode Music Share, Three-Finger Screenshot Gesture dan Personal Information Protection

Focus Mode – Fitur ini membantu pengguna berkonsentrasi dan rileks, tanpa terganggu dari ponsel. Menyalakan “Focus Mode” dapat membantu pengguna mengisolasi diri dari dunia luar, dan sistem secara bersamaan akan memainkan beberapa musik yang menenangkan. Fitur ini akan mengaktifkan DND (Do Not Disturb), mencegah notifikasi baru masuk secara bersamaan, dan pengguna dapat memilih salah satu dari empat musik bawaan untuk lebih menenangkan ketegangan pengguna.

Dual Mode Music Share – Fitur ini sangat berguna jika ada dua pengguna yang ingin mencoba menikmati video atau lagu yang sama secara bersamaan dari perangkat yang sama. realme C3 dapat menghubungkan sepasang ear-bud nirkabel dan earphone kabel secara bersamaan, sehingga dua orang dapat mendengarkan lagu yang sama dari smartphone realme yang sama.

Three-finger screenshot gesture – Pengguna hanya perlu menggunakan 3 jari, tekan dan tahan layar, lalu geser untuk mengambil bagian layar yang dipilih. Tidak perlu lagi memotong, mengambil tangkapan layar sebagian dapat dilakukan hanya dengan satu langkah.

Personal Information Protection – Dengan mengaktifkan “Personal Information Protection” di realme UI, sistem akan menyediakan halaman informasi kosong ketika aplikasi meminta untuk mengakses informasi pribadi pengguna. Hal ini memastikan riwayat panggilan Anda, kontak dan pesan tetap pribadi, dan mencegah kebocoran informasi.

Kemitraan Ekslusif Lazada & Akulaku 

Untuk anak-anak muda yang tidak sabar untuk memiliki realme C3 “Triple Camera, Game Monster”, hari ini realme mengadakan program “Hate-to-Wait Sale” pada pukul 19.00 WIB melalui Lazada, Akulaku dan realme.com/id. Melalui program ini, realme akan memberikan cashback Rp 150.000 untuk setiap pembelian realme C3 dengan harga spesial Rp 1.549.000. realme juga memiliki program khusus untuk memilih satu pembeli yang beruntung untuk mendapatkan realme C3 secara gratis dan dikirimkan oleh Palson Yi – Marketing Director realme Indonesia ke depan pintu rumah pemenang. Jika ada pecinta gadget yang ketinggalan program “Hate-to-Wait Sale”, jangan khawatir karena realme C3 akan kembali lagi melalui online flash sale pada tanggal 25 Februari di Lazada, realme.com/id dan Akulaku.

Untuk informasi lebih lanjut dan cara membeli realme C3, silakan kunjungi:

Tipe Memori Warna Harga Ketersediaan
realme C3 3+32GB Blazing Red

Frozen Blue

Rp1.699.000

Rp 1.549.000

Hate-to-Wait Sale HARI INI pukul 19.00 WIB melalui Lazada,  realme.com/id dan Akulaku

 

Online flash sale pada 25 Februari di Lazada, realme.com/id & Akulaku

Advertisement

News

Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis

Published

on

By

Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun Dari Dunia Menulis

Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.

Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.

Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.

Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.

Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.

Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.

Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.

Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.

Continue Reading

News

Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve

Published

on

By

Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan Di Valve

Minh “Gooseman” Le, salah satu kreator Counter-Strike, membagikan cerita menarik mengenai masa kerjanya bersama Valve. Dalam sebuah wawancara, Le menceritakan kebiasaan tidak biasa yang pernah dilakukan Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, ketika berada di kantor perusahaan.

Menurut Le, Newell sempat menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk mempelajari teknik nyanyian tenggorokan Mongolia atau Mongolian throat singing. Menariknya, latihan tersebut disebut dilakukan hampir setiap hari di lingkungan kantor Valve.

Ketertarikan Newell terhadap teknik vokal tersebut bermula setelah dirinya menonton sebuah dokumenter yang membahas nyanyian tradisional Mongolia. Setelah mengetahui teknik tersebut, ia kemudian tertarik untuk mempelajarinya secara langsung.

Le menceritakan bahwa Newell bahkan kerap berjalan menyusuri lorong kantor sambil berlatih. Aktivitas tersebut tentu menghasilkan suara yang cukup keras dan akhirnya menarik perhatian karyawan lain.

Suara latihan yang terdengar dari lorong bahkan disebut membuat sejumlah karyawan merasa terganggu. Beberapa di antaranya memilih menutup pintu ruang kerja masing-masing ketika Newell mulai berlatih.

Meski demikian, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlangsung selamanya. Setelah kurang lebih lima bulan, Newell akhirnya berhenti berlatih nyanyian tenggorokan dan kemudian mulai tertarik pada hobi lain.

Salah satu hobi berikutnya yang diceritakan Le adalah ketertarikan Newell terhadap senjata tajam dan benda-benda bergaya abad pertengahan. Menurut cerita tersebut, ia mulai mengoleksi berbagai jenis pisau dan bahkan memenuhi ruangannya dengan sejumlah kapak serta pedang.

Cerita tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari pengalaman Le selama bekerja di Valve. Alih-alih membahas perkembangan game atau bisnis perusahaan, kisah ini justru memperlihatkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari di lingkungan studio pengembang yang dikenal lewat Half-Life, Portal, Dota 2, dan Counter-Strike.

Minh Le sendiri merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Counter-Strike. Ia mengembangkan modifikasi Half-Life bersama Jess Cliffe yang kemudian berkembang menjadi salah satu franchise FPS terbesar di industri game.

Sementara itu, cerita mengenai hobi Gabe Newell tersebut menjadi pengalaman pribadi yang dibagikan Le dalam konteks kenangannya selama berada di Valve. Detail tersebut tidak berkaitan dengan proyek game tertentu, tetapi memberikan gambaran unik mengenai suasana kerja di balik salah satu perusahaan game terbesar di dunia.

Continue Reading

News

SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier

Published

on

By

Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.

Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.

SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.

Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.

Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.

Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.

Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.

Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending