Connect with us

Box Office

Rayakan kerjasama 10 tahun, IMAX rilis klip dokumenter Transformers: The Last Knight

Published

on

GwiGwi.com – Dalam rangka menyambut film Transformers: The Last Knight, IMAX dan Paramount Pictures membuat sebuah klip khusus. Klip yang juga dirilis dalam perayaan kerjasama selama sepuluh tahun antara kedua perusahaan tersebut menghadirkan berbagai “kisah” perkembangan teknologi kamera IMAX dan 3D dalam franchise Transformers. Selain beberapa adegan dari film-film sebelumnya, klip ini juga menampilkan adegan behind the scene yang belum pernah dirilis sebelumnya dari Transformers: The Last Knight.

Seperti kita ketahui Michael Bay adalah seorang yang gemar bermain dengan tekhnologi kamera dan ia selalu bekerjasama dengan IMAX untuk mengembangkan tekhnologi pengambilan gambar yang telah ada. Salah satu contohnya adalah Bay menjadi sutradara Hollywood pertama yang menjajal ultra-light-weight 3D digital camera dari IMAX pada tahun 2014 yang lalu. Dan ia juga menjadi sutradara pertama yang menggunakan ALEXA IMAX 2D & 3D digital camera untuk film Transformers: The Last Knight.

Dengan judul resmi Transformers: The Last Knight, proyek film ini menghadirkan kembali Michael Bay di kursi sutradara. Sedangkan untuk jajaran pemainnya, Mark Wahlberg akan kembali berperan sebagai Cade Yeager, wajah baru Isabela Moner (100 Things to Do Before High School, Growing Up Fisher) sebagai pemeran utama wanita film ini bernama Izabella. Kemudian ada Jerrod Carmichael (The Carmichael Show, Neighbors), Josh Duhamel sebagai Letkol Lennox, Tyrese Gibson sebagai Robert Epps, Stanley Tucci sebagai Joshua Joyce dan Sir Anthony Hopkins yang perannya masih dirahasiakan oleh pihak studio.

Advertisements
Baca Juga:  Aktor 'Black Panther' Chadwick Boseman Meninggal Dunia Karena Kanker pada Usia 43 tahun

download-9

Sejumlah robot yang cukup familiar akan kembali hadir dalam film kelima franchise Transformers ini seperti Optimus Prime, Bumblebee, Drift dan pendatang baru Sqweeks dari kelompok Autobots. Sedangkan Megatron, Barricade dan Onslaught dari kelompok Decepticons dipastikan akan muncul.

Naskah Transformers: The Last Knight ditulis oleh Art Marcum dan Matt Holloway (Iron Man) bersama dengan Ken Nolan (Black Hawk Down). Sampai berita ini diturunkan, pihak Paramount belum juga memberikan bocoran mengenai plot dan alur cerita yang akan berlangsung pada film kelima petualangan Optimus Prime dan rekan robotnya ini. Meskipun begitu, kemungkinan besar akan banyak aksi ledakan dan petualangan lebih seru bagi Mark Wahlberg selaku pemeran utama, serta cerita akan dilanjutkan dari kisah terakhir di Age of Extinction di mana Optimus dan pasukannya pergi mencari pencipta dari para Autobots dan Decepticons.

download-8

Film terakhir dari saga Transformers yang berjudul Transformers: Age of Extinction berhasil meraih pendapatan hingga 13 triliun Rupiah dari seluruh dunia. Film tersebut disutradarai oleh Michael Bay dan ditulis oleh Ehren Kruger. Transformers: Age of Extinction dibintangi oleh Mark Wahlberg, Stanley Tucci, Kelsey Grammer, Nicola Peltz, dan Jack Reynor. Rencana selanjutnya setelah perilisan Transformers: The Last Knight adalah sebuah proyek spin-off yang akan menghadirkan Bumblebee sebagai lakon utamanya pada tahun 2018 setelah itu pihak studio akan menggarap film keenam Transformers pada tahun 2019.

Transformers: The Last Knight direncanakan untuk rilis pada bulan Juli 2017.

Advertisements

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Box Office

Review Film Cuties, Realita Sosial Yang Cukup Menohok

Published

on

GwiGwi.com – Oke gwiples kali ini gue bakal mereview film asal negara Perancis yang cukup mengundang kontroversi yang tayang di layanan streaming Netflix. Bahkan sampai ada kampanye untuk memboikot Netflix karena film ini membuat penontonnya geleng-geleng kepala. Yaitu Cuties (Mignonnes) arahan Maimouna Doucure.

Film ini mengisahkan tentang Amy, anak perempuan berusia 11 tahun dari keluarga imigran muslim Senegal yang pindah ke Perancis. Hidup di keluarga yang konservatif yang dimana ia adalah anak sulung yang harus mengurus adik-adiknya, bantu ibunya mengurus pekerjaan rumah tangga, dan dicerewetin ama tantenya.

Ketika ia harus bersekolah di lingkungan baru, Amy bertemu dengan geng populer di sekolah tersebut. Ya tipikal geng di sekolah yang gaul, free, expressive, dan entitled.

Advertisements

Akhirnya Amy bisa gabung dan nge-klik sama mereka, dan dia berubah drastis bahkan bisa dibilang ekstrim gayanya semata-mata Karena dia pengen bebas dan bisa nyeimbangin dengan gaya hidup geng populer temen-temennya Ini.

Film Cuties ini berbicara tentang realita, ya memang di anak usia segitu bisa dibilang ingin diakui dan ingin dilihat bahwa mereka mampu terlihat “keren” dan terjadi di kehidupan nyata. Film Ini juga memberikan pelajaran bagi orangtua juga tapi untuk para orangtua juga musti menonton film ini dengan pikiran terbuka gak cuman melihat sisi hitam-putihnya aja. Rasanya agak keliru jika para orangtua nonton Film Ini dengan pola pikir judgemental.

Baca Juga:  Review Film Cuties, Realita Sosial Yang Cukup Menohok

Filmnya berhasil menyampaikan social commentary dengan baik. Tapi dari segi pengambilan gambar punya angle-angle kamera yang mengerenyitkan dahi. Ngapain sih ngeshot adegan-adegan seronok anak umur 11 tahun???? Tujuan film ini kan meningkatkan awareness soal oversexualizing anak.

Gue paham shot Ini ingin menyampaikan bahwa yang dilakukan Amy dan kawan-kawan salah, tapi malah bikin jengah beberapa penonton.

Untuk ending filmnya pun gue rasa pas. Karena ya peran utamanya anak-anak gue rasa cukup dengan adanya sedikit sentilan untuk karakter di film Ini untuk sadar atas apa yang mereka lakukan.

Terlepas dari segala kontroversi yang ada di film ini bagi beberapa orang. Film Ini memang menggambarkan realita yang menohok. Namanya hidup terbentur masalah biasa sih menurut gue kita bisa mengambil beberapa pelajaran untuk tidak melakukan kesalahan di kemudian hari.

Advertisements
Continue Reading

Box Office

Aktor ‘Black Panther’ Chadwick Boseman Meninggal Dunia Karena Kanker pada Usia 43 tahun

Published

on

By

Chadwick Boseman poses in the press room with the award for outstanding actor in a motion picture for "Black Panther" at the 50th annual NAACP Image Awards at the Dolby Theatre in Los Angeles in 2019. Photo: Invision/AP

GwiGwi.com – Aktor Chadwick Boseman, yang memerankan ikon Black Jackie Robinson dan James Brown sebelum menemukan ketenaran sebagai Black Panther agung di Marvel Cinematic Universe, meninggal Jumat karena kanker, kata perwakilannya.

Dia berusia 43 tahun. Boseman meninggal di rumahnya di daerah Los Angeles bersama istri dan keluarganya di sisinya, juru bicara Nicki Fioravante mengatakan kepada The Associated Press. Boseman didiagnosis menderita kanker usus besar empat tahun lalu, kata keluarganya dalam sebuah pernyataan.

“Seorang pejuang sejati, Chadwick bertahan melalui itu semua, dan membawakan Anda banyak film yang sangat Anda sukai,” kata keluarganya.

Advertisements

“Dari Marshall hingga Da 5 Bloods, August Wilson's Ma Rainey’s Black Bottom dan beberapa lainnya – semuanya difilmkan selama dan di antara banyak operasi dan kemoterapi. Merupakan kehormatan dalam karirnya untuk menghidupkan Raja T’Challa di Black Panther.”

Boseman tidak berbicara secara terbuka tentang diagnosisnya. Lahir di Carolina Selatan, Boseman lulus dari Howard University dan memiliki peran kecil di televisi sebelum pergantian bintang pertamanya pada tahun 2013.

Penggambarannya yang mencolok dari bintang bisbol tabah Robinson berlawanan dengan Harrison Ford di tahun 2013 dengan “42” menarik perhatian di Hollywood dan membuatnya sebuah bintang. Boseman meninggal pada hari Major League Baseball merayakan hari Jackie Robinson.

“Ini adalah pukulan telak,” kata aktor dan sutradara Jordan Peele di Twitter, salah satu dari banyak yang mengungkapkan keterkejutan saat berita itu menyebar ke media sosial.

Baca Juga:  Aktor 'Black Panther' Chadwick Boseman Meninggal Dunia Karena Kanker pada Usia 43 tahun

“Ini menghancurkan saya,” kata aktor dan penulis Issa Rae. Karakter T’Challa-nya pertama kali diperkenalkan ke film blockbuster Marvel di tahun 2016 “Captain America: Civil War”, dan salam “Wakanda Forever” bergema di seluruh dunia setelah rilis “Black Panther” dua tahun lalu.

Karakter itu terakhir kali terlihat berdiri diam dalam balutan setelan hitam di pemakaman Tony Stark di “Avengers: Endgame” tahun lalu. Bahkan pada awal karirnya di Hollywood, Boseman memiliki pandangan yang jernih – dan bahkan skeptis terhadap – industri di mana ia akan menjadi bintang internasional.

“Anda tidak memiliki pengalaman yang persis sama sebagai aktor kulit hitam seperti yang Anda miliki sebagai aktor kulit putih. Anda tidak memiliki kesempatan yang sama. Itu terbukti dan benar,” katanya kepada AP sambil mempromosikan ” 42.” “Cara terbaik untuk mengatakannya adalah: Seberapa sering Anda melihat film tentang pahlawan kulit hitam yang memiliki kisah cinta – dengan seorang wanita kulit hitam, atau wanita mana pun … dia memiliki spiritualitas. Dia memiliki kecerdasan. Aneh untuk mengatakannya, tapi itu tidak sering terjadi.”

Selain Robinson dan Brown, Boseman memerankan Hakim Agung AS Thurgood Marshall dalam film “Marshall” tahun 2017. Dia mengambil pekerjaan produksi pertamanya dalam film thriller aksi tahun lalu “21 Bridges,” di mana dia juga membintangi, dan terakhir terlihat di layar dalam film Spike Lee “Da 5 Bloods” sebagai pemimpin sekelompok tentara Hitam di Perang Vietnam.

Advertisements
Continue Reading

Box Office

Pixar Umumkan Film ‘Luca’ Untuk 2021

Published

on

By

GwiGwi.com – Pixar Animation Studios mengumumkan perilisan film terbarunya berjudul ‘Luca’. Disutradarai oleh penerima nominasi Academy Award® Enrico Casarosa (‘La Luna’) dan diproduseri oleh Andrea Warren (‘Lava’, ‘Cars 3’), ‘Luca’ akan tayang di bioskop pada 2021 mendatang.

Berlatar di sebuah kota pinggir pantai yang indah di Riviera Italia, film animasi orisinal terbaru ini berkisah tentang petualangan musim panas anak laki-laki bernama Luca yang dipenuhi dengan gelato, pasta, dan skuter. Bersama sahabat barunya, Luca menikmati liburan yang tak terlupakan. Namun, kebahagiaan mereka terancam saat Luca mengungkap sebuah rahasia: ia adalah monster laut dari dunia lain di bawah permukaan air.

Baca Juga:  Review Film Cuties, Realita Sosial Yang Cukup Menohok

“Ini adalah kisah yang sangat personal bagi saya, bukan hanya karena berlatar di Riviera Italia tempat saya dibesarkan, tetapi karena inti dari film ini adalah perayaan akan nilai persahabatan. Persahabatan masa kecil sering kali menentukan arah hidup yang kita inginkan dan ikatan itulah yang menjadi inti kisah kami di ‘Luca',” ujar Enrico Casarosa sang sutradara. “Jadi, selain menyajikan keindahan dan pesona tepi pantai Italia, film ini juga akan menghadirkan petualangan musim panas tak terlupakan yang akan mengubah hidup Luca.”

Advertisements
Advertisements
Continue Reading

Trending