TV & Movies
Rahasia di Balik Sentuhan Sitkom Klasik di Era Baru Marvel Cinematic Universe dalam Marvel Studios’ “WandaVision”, Streaming Eksklusif di Disney+ Hotstar Sekarang
GwiGwi.com – Tanggal 15 Januari lalu, Marvel Studios resmi merilis dua episode perdana ‘WandaVision’ secara eksklusif di Disney+ Hotstar. Serial pertama dari Marvel Studios ini menggabungkan konsep serial TV klasik dan Marvel Cinematic Universe (MCU) dengan sentuhan komedi sitkom yang segar. Dalam membawa suasana sitkom klasik yang begitu nyata dan orisinil, proses pembuatan serial ‘WandaVision’ memerlukan persiapan yang panjang serta menyeluruh, mulai dari set studio, aktor, pendekatan peran, hingga melibatkan penonton yang hadir langsung di studio.
Pembuat film, pemeran, dan kru kembali ke masa lalu untuk menangkap gaya sitkom klasik
Untuk menciptakan suasana sitkom yang sempurna dari masa ke masa, seluruh aktor dan kru yang terlibat dalam serial Marvel Studios’ ‘WandaVision’ turun langsung untuk melakukan riset mendalam. Sang sutradara, Matt Shakman, mengharuskan seluruh aktor dan kru untuk mengikuti sejenis kursus sitkom dan melakukan riset dengan menyaksikan tayangan sitkom dari beberapa dekade tertentu dalam rentang tahun 1950-an hingga 2000-an, membaca buku tentang cara pembuatan sitkom, hingga mewawancarai beberapa tokoh yang pernah terlibat langsung dalam pembuatan sitkom jaman dulu, salah satunya aktor kawakan, Dick Van Dyke.
Lebih lagi, para aktor juga mempelajari intonasi suara, dialek, dan gerak-gerik dari setiap dekade untuk semakin menyempurnakan penampilannya di seluruh episode.
“Sebelum memulai proses produksi serial ‘WandaVision’ ini, saya dan Kevin Feige berkesempatan untuk makan siang bersama aktor legendaris Dick Van Dyke. Momen itu merupakan pengalaman yang sangat menarik dimana saya bisa mendengar langsung cerita bagaimana proses produksi yang ia lakukan bersama timnya di masa itu. Dari diskusi tersebut, saya mendapat banyak inspirasi yang saya implementasikan di episode pertama serial ini,” jelas Matt Shakman.
Menghadirkan penonton langsung di studio
Untuk menyajikan tayangan yang otentik, Matt Shakman selaku sutradara memutuskan untuk melibatkan penonton yang hadir langsung di studio selama proses produksi. Hal ini Ia yakini sangat mempengaruhi suasana yang dibangun selama syuting berlangsung, para pemeran dapat mendengarkan langsung suara tertawa yang natural dari penonton di studio.
Tidak tanggung-tanggung, seluruh kru yang terlibat bahkan diharuskan untuk mengenakan pakaian bergaya tahun 1950-an untuk merealisasikan suasana asli pada dekade tersebut.
Paul Bettany sebagai Vision menjelaskan pengalamannya selama proses produksi dengan konsep sitkom sebagai sesuatu yang baru. “Saat itu saya merasa sedikit gugup karena saya sudah lama tidak berperan di atas panggung. Tidak bisa dipungkiri, ketika ada penonton yang menyaksikan secara langsung, Anda ingin mereka menyimak dan tertawa akan peran yang kita mainkan. Elemen ini benar-benar menghidupkan suasana dan menurut saya menggambarkan gaya hiburan di tahun 1950-an dengan sangat baik. Saya sangat menikmati keseluruhan prosesnya.”
Lagu dan score musik yang berbeda di setiap era
Setelah melakukan riset panjang mengenai gaya sitkom dari beberapa dekade, para pembuat film mendapatkan benang merah yang sangat penting, yaitu theme song. Turut melibatkan penulis lagu pemenang penghargaan Oscar® dan GRAMMY®, Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez (“Frozen”), keduanya berupaya untuk menghasilkan perubahan suasana dekade yang maksimal dengan membubuhkan lagu dengan nada dan gaya sesuai perubahan dekade dalam episode. Keduanya
menciptakan theme songs yang unik untuk setiap episode mulai dari tahun 1950-an hingga awal 2000-an, sementara Christophe Beck fokus pada pembuatan score musiknya.
Serial ‘WandaVision’ bercerita tentang dua makhluk dengan kekuatan super, Wanda dan Vision, yang menjalani kehidupan di pinggiran kota yang ideal – mulai curiga bahwa semuanya tidak berjalan seperti yang terlihat.
Disutradarai oleh Matt Shakman dengan Jac Schaeffer sebagai head writer, “WandaVision” merupakan serial orisinil Marvel Studios pertama yang dibuat secara eksklusif untuk Disney+, dan menjadi awal untuk kelanjutan dari Marvel Cinematic Universe dalam format yang baru. Perilisan “WandaVision” akan dilanjutkan dengan “The Falcon and The Winter Soldier” yang akan tayang di Disney+ Hotstar pada tanggal 19 Maret 2021.
Saksikan episode 3 “WandaVision” yang akan tayang perdana pada hari Jumat, 22 Januari mendatang pukul 15.00 WIB secara eksklusif di Disney+ Hotstar.
TV & Movies
Untuk Pertama Kali “Football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!
Kabar gembira bertubi-tubi datang untuk para pencinta game simulasi manajemen sepak bola! SEGA dan pengembang ternama Sports Interactive secara resmi mengumumkan bahwa halaman store untuk Football Manager 27 (FM27) kini telah dibuka untuk Wishlist di platform Steam dan Epic Games Store.
Menariknya lagi, SEGA mengonfirmasi bahwa FM27 akan menghadirkan lokalisasi Bahasa Indonesia resmi untuk pertama kalinya sepanjang sejarah waralaba ini meluncur! Langkah ini menjadi bentuk apresiasi besar bagi basis penggemar dan komunitas Football Manager yang sangat masif di Indonesia.
Bedah Fitur “Deeper Football World”: Pengalaman Mengelola Klub yang Lebih Imersif
Bersamaan dengan pembukaan wishlist, SEGA merilis video gameplay deep dive kedua bertajuk “Deeper Football World: Increased Immersion in FM27”. Fokus pembaruan kali ini membawa dinamika baru serta mengembalikan deretan fitur favorit penggemar agar atmosfer simulasi dunia sepak bola terasa makin hidup:
-
Pembaruan Konten Berita & Antarmuka Menyeluruh: Berita di sepanjang musim kini diperluas—mulai dari pratinjau musim klub, evaluasi pertengahan musim, spekulasi rumor kursi pelatih, hingga perburuan gelar juara. Layar News, Club, Competition, dan Nation dibangun ulang untuk menyajikan informasi kunci dengan lebih cepat.
-
Pengalaman Layar Club & Kompetisi Anyar: Layar Club kini langsung menampilkan identitas tim, sejarah, susunan manajer, pencetak gol terbanyak, transfer terbaru, hingga rumor hangat. Fitur Heat Maps kembali hadir, dan Career History dipulihkan menjadi tampilan full screen yang mulus.
-
Kembalinya Kemewahan Undian Piala (Cup Draws): Fitur prosesi Cup Draws hadir kembali dalam format klasik yang familier. Lengkap dengan pembawa acara (host), pemain dapat merasakan kembali sensasi menegangkan saat nama tim kesayangan mereka diundi dari dalam cangkir.
-
Transfer Deadline Day yang Lebih Dramatis: Hari penutupan jendela transfer (Transfer Deadline Day) dikemas lebih realistis. Penawaran dari agen pemain (Agent Offers) kini terlihat langsung di layar Recruitment dan akan kian intensif menjelang tenggat waktu. Pemain muda kini juga lebih memprioritaskan menit bermain saat mempertimbangkan tawaran transfer.
-
Regulasi Finansial Baru: Kehadiran aturan Squad Cost Ratio serta penyesuaian belanja pemain global membuat ekosistem transfer di FM27 terasa jauh lebih akurat dan autentik.

Untuk Pertama Kali “football Manager 27” Konfirmasi Hadirkan Bahasa Indonesia!
Informasi Produk Football Manager 27:
-
Judul: Football Manager 27 (FM27)
-
Pengembang: Sports Interactive
-
Penerbit: SEGA
-
Platform Store: Steam & Epic Games Store (Wishlist Open)
-
Dukungan Bahasa: Termasuk Bahasa Indonesia (Pertama dalam Seri)
-
Hak Cipta: © Sports Interactive Limited 2026. Published by SEGA.
Sudah siap meracik taktik dan membawa klub lokal maupun raksasa dunia menuju kejayaan dengan bahasa ibu kita sendiri, Gwiple? Jangan lupa tambahkan Football Manager 27 ke dalam wishlist toko digital favoritmu sekarang!
TV & Movies
Jangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
iQIYI secara resmi menggelar Gala Premiere series original terbaru mereka yang berjudul Dalam Suka dan Dusta di CGV Pacific Place, Jakarta. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran sutradara, tim produksi, serta para pemeran utama seperti Acha Septriasa, Darius Sinathrya, Ciccio Manassero, dan Shania Gracia. Disutradarai oleh Hanny R. Saputra, series ini siap menyapa penonton mulai 25 September 2026.
Menguak Sisi Gelap Rumah Tangga Selebriti
Melalui screening eksklusif dua episode pertama, penonton langsung disuguhkan kontras tajam antara kehidupan pasangan selebritas Duta (Darius Sinathrya) dan Citra (Acha Septriasa). Di depan layar, keduanya tampak begitu harmonis dan pantas disebut sebagai couple goals. Namun, di balik itu semua, pernikahan mereka menyimpan konflik pelik.
Puncak kekacauan bermula ketika perselingkuhan terungkap. Demi mempertahankan keutuhan keluarga serta menjaga citra publik mereka, Duta dan Citra mengambil jalan keluar yang tidak biasa, yakni menjalani open marriage. Sayangnya, keputusan tersebut justru membuat hubungan keduanya semakin runyam.
Karakter Kompleks: Duta yang Manipulatif dan Citra yang Mengundang Simpati
Karakter Duta langsung sukses membuat penonton terbawa emosi. Jauh dari kesan suami idaman atau green flag, Duta justru kerap melakukan gaslighting, manipulasi, serta guilt-tripping kepada Citra.
Di sisi lain, Citra harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai artis papan atas di tengah terpaan gosip dan pemberitaan miring. Kompleksitas ini membuat penonton tidak hanya merasa gemas, tetapi juga menaruh simpati mendalam terhadap perjuangan Citra yang harus mempertaruhkan pernikahan, anak, keluarga, hingga kariernya.
Bagi Acha Septriasa, membintangi series modern ini memberikan tantangan tersendiri karena menjadi pengalaman pertamanya setelah lebih banyak berkecimpung di dunia film. Ia mengaku harus mendalami karakter Citra secara bertahap, lapis demi lapis, tanpa menghakiminya. Sementara itu, Darius Sinathrya mengaku sangat menikmati perannya sebagai Duta yang karakternya sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya.
Kehadiran Denis dan Vania yang Memanaskan Dinamika Cerita
Konflik semakin berkembang dengan hadirnya karakter-karakter pendukung yang membawa warna baru. Denis (Ciccio Manassero), yang berusia lebih muda dari Citra, hadir memberikan ruang bagi Citra untuk didengarkan tanpa dihakimi. Namun, di balik sosoknya yang suportif, Denis juga menyimpan sisi misterius.
Di sisi lain, Vania (Shania Gracia) hadir sebagai sosok yang ambisius dan berani mengejar apa pun yang diinginkannya, termasuk dalam urusan percintaan. Peran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Shania karena karakternya yang sangat berbeda dari image aslinya di publik.
Angkat Isu Sosial Open Marriage
Ikhsan Sasmita selaku Head of Original Content Indonesia iQIYI menjelaskan bahwa Dalam Suka dan Dusta mengangkat tema yang masih cukup tabu dan jarang dieksplorasi di Indonesia, yakni fenomena open marriage di tengah masyarakat modern. Dipadukan dengan rasa penasaran publik terhadap kehidupan selebritas, series ini dikemas menjadi cerita yang kuat, relevan, serta penuh intrik.
“Melalui iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, kami memadukan kedua fenomena sosial tersebut menjadi sebuah cerita yang kuat, relevan, dan penuh intrik,” ungkap Ikhsan.
Saksikan perjalanan kisah pelik antara Duta, Citra, Denis, dan Vania dalam 10 episode Dalam Suka dan Dusta yang tayang mulai 25 September 2026, dengan episode baru hadir setiap hari Jumat secara eksklusif hanya di iQIYI.
TV & Movies
Bukan Sekadar Janda, Mereka Jadi Pasukan Perang! Atiqah Hasiholan Tampil Memukau sebagai Laksamana Malahayati di Teaser Trailer “Pasukan 1000 Janda”
Bagi para pencinta film drama sejarah dan aksi kepahlawanan Indonesia, bersiaplah menyambut sebuah tontonan epik baru di penghujung tahun ini. Rumah produksi Manara Films secara resmi merilis teaser trailer dan teaser poster untuk film drama sejarah terbarunya yang berjudul Pasukan 1000 Janda. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Archie Hekagery serta diproduseri oleh Yuda Wirafianto, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Angkat Kisah Perjuangan Inong Balee yang Terinspirasi dari Laksamana Malahayati
Diangkat dari kisah kepahlawanan historis yang membanggakan, Pasukan 1000 Janda menyoroti kisah perlawanan gigih para perempuan Aceh dalam mengusir penjajah. Cerita berfokus pada barisan perempuan tangguh yang ditinggal gugur oleh para suami mereka di medan perang, hingga akhirnya memutuskan untuk bangkit, memegang senjata, dan berada di garis depan pertempuran.
Dalam film ini, aktris papan atas Atiqah Hasiholan didapuk untuk memerankan tokoh ikonik Laksamana Malahayati. Atiqah tampil memukau sebagai pemimpin berani yang membakar semangat para perempuan Aceh—yang tergabung dalam pasukan Inong Balee—untuk melumpuhkan armada perang Belanda melalui strategi militer yang matang.
Deretan Bintang Lintas Generasi & Kolaborasi Internasional
Film Pasukan 1000 Janda juga menghadirkan jajaran aktor dan aktris berbakat lintas generasi. Selain Atiqah Hasiholan, film ini dibintangi oleh Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Cut Mini, Ully Triani, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Dafina Jamasir, hingga Vincent Verhaag.
Menariknya lagi, film ini turut menggandeng aktor internasional asal Belanda, Ron Smoorenburg—yang namanya dikenal luas lewat aksinya sebagai lawan main Jackie Chan dalam film aksi klasik Who Am I?. Kehadiran para bintang ini dijamin akan menambah intensitas dan kualitas visual di sepanjang durasi film.
Historical Fantasy Action Berbalut Spektakel Epik
Sutradara Archie Hekagery mengungkapkan bahwa film ini dikemas sebagai sebuah kisah historical fantasy action yang unik. “Melalui film ini, saya ingin menghadirkan sejarah Indonesia dalam bentuk action spectacle yang epik untuk penonton saat ini, dengan cerita yang terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee,” ujarnya.
Sementara itu, bagi Atiqah Hasiholan, kesempatan memerankan sosok pahlawan besar masyarakat Aceh ini merupakan sebuah kehormatan besar. Ia berharap karakter Laksamana Malahayati tidak hanya dilihat sebagai seorang pejuang di medan laga, tetapi juga sebagai representasi kekuatan, kepemimpinan, dan kemandirian perempuan yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini.
Catat tanggalnya! Pasukan 1000 Janda siap menggebrak bioskop Indonesia pada 12 November 2026. Ikuti terus informasi dan pembaruan terbarunya melalui akun Instagram resmi @pasukan1000janda dan @manara.studios.
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film HOPE, Big Trouble in Little Village
-
Gaming3 weeks agoFate/EXTRA Record Akhirnya Umumkan Jadwal Rilis Global pada Januari 2027
-
Gaming3 weeks agoRev. NOiR Kembali Dipamerkan di State of Play, Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC
-
TV & Movies3 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
TV & Movies3 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming3 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming3 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Smartphone2 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang






